cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies
ISSN : 24611468     EISSN : 25481959     DOI : -
Core Subject : Social,
GENDER EQUALITY : International Journal of Child and Gender Studies, a journal focuses on issues related to child and gender studies, is published by Center for Child and Gender Studies, State Islamic University of Ar-Raniry, Banda Aceh. The scope of article received can be approached from multidisciplinary context linking to child and gender studies. Hence, this journal appreciate contribution of knowledge from different perspectives such as education, law, social, political, religion, culture, economic, psychology, science and technology. This journal appears 2 (two) numbers in a year, March and September
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2015)" : 10 Documents clear
PENGUJIAN EKSTRAK DAUN SIRIH (PIPER SP.) YANG DIGUNAKAN OLEH PARA WANITA DI GAMPONG DAYAH BUBUE, PIDIE DALAM MENGATASI KANDIDIASIS AKIBAT CENDAWAN CANDIDA ALBICAN Zuraidah, Zuraidah
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v1i2.794

Abstract

Daun sirih (Piperaceae) memiliki kemampuan antiseptik dan antifungi yang sudah lama dikenal oleh masyarakat. Ekstrak daun sirih sudah banyak dilaporkan sebagai agen anti fungi seperti jamur Candida albican. Jamur Candida albicans merupakan flora normal tubuh manusia yang menyebabkan penyakit kandidiasis. Penelitian ini menggunakan ekstrak tiga jenis daun sirih yaitu daun sirih hijau (Piper betle L.), daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav), dan daun sirih hutan (Piper aduncum L.) untuk menghambat pertumbuhan dari jamur Candida albicans. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun sirih tersebut terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans, untuk mengetahui pemanfaatan ekstrak daun sirih yang dilakukan oleh para wanita di Gampong Dayah Bubue, Pidie, untuk mengetahui presentase para wanita yang terkena penyakit kandidiasis. Penelitian ini menggunakan metode difusi cakram, dan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat kali pengulangan. Pengumpulan data dengan cara mengukur zona bening yang terbentuk pada setiap perlakuan. Rataan hasil pengukuran sirih merah=28,7, sirih hutan=13,00, sirih merah=15,46, K+=34,92, dan K-=0. Hasil analisis Ansira adalah Fhitung= 49,72 > Ftabel=3,01 pada taraf signifikan a = 0,05 (5%) dengan DKV1= 4 dan V2= 16. Hasil Uji Beda Jarak Duncan menunjukkan bahwa setiap perlakuan memberi pengaruh yang sangat nyata dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Dengan demikian terbukti bahwa ekstrak daun sirih (Piper sp.) mempengaruhi pertumbuhan jamur Candida albicans. Persentase tertinggi sebanyak 30% terkena kandidiasis pada ibu muda berusia 16-25 tahun, sedangkan persentase terendah pada ibu-ibu berusia 46-55 tahun.
ANALISIS HUBUNGAN PENDIDIKAN IBU TERHADAP KONSUMSI MAKANAN ANAK YANG MENGANDUNG BORAKS DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN DASAR KUNYIT Nisah, Khairun
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v1i2.789

Abstract

The study is conducted to analyse foods which are marketed in Aceh since March 2015. Within 3 months of observation, the study took in total 98 samples, 18 of which are positive for borax content. Food types commonly containing this dangerous substance are yellow noodle, fried tofu ball with peanut sauce, and fried meatball, with borax determination using indicator turmeric. The assumption is a significant correlation between mother’s educations to high level consumption of borax containing foods for children in Aceh, since the average mother’s educations in Aceh are low. Therefore, several factors in mother’s educations need to be revealed. The study area is focused on the area of Aceh Besar Regency, where cases for the borax containing foods were highly found. The data used in this study are data findings for the use of borax in Aceh Besar Regency, the observation of mother’s education through social media, deep interview to several housewife mothers, several public figures and several communities with knowledge in local customs, in addition of observation on object related to the use of boraxs. The interview result is inserted to a matrix table in order to obtain information related to mother’s education. The analysis is done in descriptive-qualitative method. One of the study results shows a correlation between mother’s educations to children food’s consumption. The better mother’s education will lead to healthier children food’s consumption. Environmental factors also play a role.
PERAN ORANGTUA DALAM PROSES PEMULIHAN TRAUMA ANAK Hatta, Kusmawati
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v1i2.790

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil kajian pasca tsunami yang berisi tentang panduan orang tua untuk menolong anak-anak melalui proses pemulihan trauma di rumah. Orang tua memainkan peran penting dalam proses pemulihan trauma. Antara elemen penting adalah dukungan sosial orangtua.Antara elemen dukungan social tersebut adalah dukungan informasi, dukungan emosional, dukungan instrumental dan dukungan hubungan.Pengalaman penulis menangani manajemen trauma bersama klien di Kota Banda Aceh dan Aceh Besardi Propinsi Aceh telah diaplikasikan dalam penulisan ini.
ANAK-ANAK MUSLIM DAN DAMPAK ERA GLOBALISASI BAGI PENDIDIKAN ISLAM MEREKA Aiyub, Aiyub; Huwaida, Huwaida
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v1i2.785

Abstract

Kini umat Islam harus mampu menyiapkan suatu sistem baru di bidang pendidikan Islam yang bermutu world class school and world class university (sekolah bermutu kelas dunia dan universitas berkualitas dunia) yang berperspektif Islam. Serta harus mampu membangun strategi baru bagi pembangunan dunia pendidikan Islam secara lebih bermutu tinggi.Pola pendidikan sekolah kebanggaan (proud school), dan sekolah ber-asrama (boarding school) model dayah (pesantren) di Aceh, mesti juga menyiapkan diri menjadi dayah (pesantren) bermutu world class.Bukan justru sebaliknya menjadi terpuruk atau bangkrut, akibat penetrasian gelombang hedonistik, materialistik, dan individualistik arus globalisasi.
KUALITAS TEUNGKU INONG SEBAGAI ROLE MODEL ISLAMI BAGI MASYARAKAT KECAMATAN DELIMA KABUPATEN PIDIE Lailatussaadah, Lailatussaadah
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v1i2.791

Abstract

Teungku Inong dapat menjadi model yang berpengaruh besar khususnya dalam standar moral masyarakat. Kegigihan, perjuangan, dan keilmuannya menjadikan teungku inong sebagai modeling yang selalu diteladani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kualitas teungku inong sebagai role model islami bagi masyarakat Kecamatan Delima Kabupaten Pidie. metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sampel yang digunakan adalah 2 orang teungku inong dan 8 orang masyarakat kecamatan Delima kabupaten Pidie. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi sedangkan analisis data dilakukan dengan menyajikan data dalam bentuk uraian diskriptif dengan narasi yang sistematis. Hasil penelitian yang diperoleh di lapangan adalah Kualitas teungku inong sebagai role model terlihat dari kesungguhan dalam belajar dan terus menerus memperbaharui ilmunya, aktif mengikuti pelatihan, memiliki karya, menggunakan metode mengajar yang berfariasi, keterampilan lain, kreatif, inovatif, dan menguasai bidang lain.
KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM SEJARAH (The Women's Position in Ancient Greece, Athens) (Sekitar Tahun 1050-700 SM) Asmanidar, Asmanidar
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v1i2.786

Abstract

Greece, As a famous country which had the highest culture and civilization as well as produced many scientists and philosofers from diffrent kind of knowledges. Yet, The Ancient Greece never really focused on women’s position and their duties. Greece that has two big states,namely Sparta and Athena which also had produced diffrent cultures and civilizations. Sparta was very absolute state while Athena with a very democratic state. Even so, the women’s position in Athena was worse than in Sparta. The women in Athena, theywere no more than to fulfil sexual disires to men, as sex accomudation, exploitation, sexsual harrasment and slaves. The women’s position at that time, sure there was no choice in expressing their capacity in public spaces. They just focused themselves on kitchen, well, and bedroom. There was no space for them in creating Gender Balance in their family,society and state. Basically, there was three positions of women in that era, as whores,slaves, and wives. If they wanted to move from those limited spaces, they should be a hetairai (an intelectual whore). As a Hetairai, of course she had a very special place, integrity and appreciation from the society as well as philosofers such as Socrates. As a professional hetairai, no need pretty only but also inteligent to have the same skill as philosofers. If she just being a common whore, her position was almost the same as a local slave. While as a wife, her role was giving birth, keeping their house and loyal to her husband.
TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN PADA USIA KANAK-KANAK Jannah, Miftahul
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v1i2.792

Abstract

Manusia adalah makhluk yang terus mengalami perubahan usia, mulai dari alam kandungan, infansi, bayi, kanak-kanak, remaja, sampai usia dewasa dan akhirnya meninggal. Setiap tahapan kehidupan manusia mempengaruhi tahapan kehidupan selanjutnya baik dari aspek psikologis diantaranya agama, kognitif, bahasa, moral, sosial, dan aspek fisiologis, diantaranya fisik, motorik anak. Usia kanak-kanak adalah usia emas (golden age) yang harus dilewati oleh setiap manusia, jika usia kanak-kanak tumbuh dan berkembang dengan baik maka anak akan tumbuh dan berkembang dengan matang pada usia selanjutnya. Usia kanak-kanak sangat menentukan tahapan kehidupan selanjutnya, apabila usia kanak-kanak telah menyelesaikan tugas-tugas perkembangan maka anak akan melanjutkan tahapan perkembangan berikutnya dengan matang tanpa ada yang hilang pada diri si anak. Anak yang hidup dalam keluarga yang penuh kasih sayang dan terpenuhi kebutuhan fisik dan psikis dianggap mampu menjalankan tugas-tugas perkembangannya dan mampu mengembangkan aspek psikis. Anak mampu melangkah ke tahapan berikutnya mampu mengembangkan aspek psikis sampai pada usia selanjutnya, matang ketika memasuki usia pubertas, remaja sampai usia dewasa yang penuh dengan tantangan kehidupan. Dalam setiap tahapan perkembangan terdapat hambatan perkembangan. Meskipun ada hambatan-hambatan dalam perkembangan anak masih dalam keadaan normal dan tidak mengganggu perkembangan anak. Itulah konsep manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai hamba yang terus berkembang dan mengalami perubahan (change over time), yang perlu mengintrospeksi diri dan mengembangkan diri menjadi hamba Allah yang bertaqwa.
DAMPAK PENERAPAN ABSEN SIDIK JARI (FINGER PRINT) TERHADAP PNS PEREMPUAN DI LINGKUP UIN AR-RANIRY BANDA ACEH Inayatillah, Inayatillah
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v1i2.787

Abstract

Tulisan ini menyoroti tentang dampak pemberlakuan finger print bagi PNS perempuan baik karyawati maupun dosen di lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Tulisan ini terinspirasi dari banyaknya perdebatan dan sekaligus keluhan akibat dari pemberlakuan sistem absensi digital ini. Bukan hanya para karyawan dan dosen laki-laki yang merasa sedikit keberatan dengan kebijakan ini, apalagi para karyawati dan dosen perempuan yang memiliki peran atau beban ganda (double burden) di ranah publik dan domestik. Perbedaan penafsiran pada Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2013 Tentang Disiplin Kehadiran Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Agama pada pasal 3 ayat 1 dan 3, serta Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2 Tahun 2013 tentang Disiplin Kehadiran Dosen di Lingkungan Perguruan Tinggi Agama Islam pada pasal 3 ayat 1, 2 dan 3 merupakan awal dari permasalahan, karena pada dasarnya peraturan tersebut memberikan toleransi sampai pukul 09.00 dengan kewajiban memenuhi ketentuan jam kerja 7,5 jam perhari. Bahkan bagi dosen rincian jam kerja di sesuaikan dengan jabatan fungsional masing-masing dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini memiliki makna bahwa dosen tidak harus berada di kampus sampai sore hari karena adanya kewajiban yang lain dalam bentuk penelitian dan pengabdian masyarakat. Adanya toleransi dalam kedua peraturan tersebut sangat membantu PNS perempuan yang bisa berangkat ke kantor lebih telat dibandingkan suami dan anak-anak yang pergi ke sekolah, tanpa harus mengabaikan peran sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga. Akan tetapi sangat disayangkan, peraturan ini tidak diterapkan oleh UIN Ar-Raniry Banda Aceh sebagai sebuah kebijakan yang mashlahah terutama bagi PNS perempuan.
PENYESUAIAN DIRI ANAK PEREMPUAN DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN ZAMAN Binti Yasa, Rawdhah
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v1i2.793

Abstract

Tulisan ini mengambil tema tentang bekal yang dapat diberikan pada orangtua untuk mempersiapkan anak terutama anak perempuan dalam menghadapi tantangan abad 21. Permasalahan gender di masyarakat sudah ada sejak manusia itu mulai muncul dimuka bumi ini. Namun pada awalnya ketika ilmu pengetahuan dan teknologi belum maju seperti saat ini, isu gender belum mendapat perhatian dan tidak dipermasalahkan baik oleh masyarakat secara umum maupun oleh aktivis yang peduli pada masalah ini. Hal ini disebabkan karena nilai-nilai budaya yang berkembang terkait dengan peran atau pembagian kerja, tanggung jawab serta citra baku laki-laki dan perempuan pada saat itu dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Pembatasan peran domestik perempuan, peran ganda yang dijalankan ditambah dengan minimnya akses perempuan dalam hal pendidikan menyebabkan perempuan sulit mendapatkan lapangan pekerjaan.Berdasarkan fenomena ini, penulis tertarik untuk mengangkat masalah kesetaraan gender sebagai salah satu program MDG’s yang masih perlu perhatian agar tujuan akhir untuk memberikan kesempatan yang sama bagi anak laki-laki dan perempuan. Orang tua dapat mengetahui dan memahami bahwa arus globalisasi tidak hanya dialami oleh sebagian orang, tetapi lebih jauh semua orang termasuk anak perempuan akan mengalaminya, sehingga perlu disiapkan sejak dini. Orang tua perlu mempersiapkan anak agar dapat menghadapi, mengikuti dan beradaptasi dengan lingkungan yang terus berubah.
PEREMPUAN ACEH DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI Bustamam Ahmad, Kamaruzzaman
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v1i2.788

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang bagaimana kiprah perempuan Aceh di dalam kehidupan sehari-hari, baik di kampung, maupun di kota. Adapun tujuan yang hendak dicapai adalah pola rekayasa sosial di Aceh cenderung memberikan peluang kepada perempuan untuk tampil di wilayah public. Studi ini menunjukkan bahwa perempuan Aceh telah mengalami lompatan yang cukup dahsyat di dalam memasuki perubahan demi perubahan yang terjadi di Aceh. Dimana perempuan Aceh lebih dinamis di dalam menghadapi arus modernisasi, dibandingkan dengan lelaki. Sehingga, kehadiran perempuan di dalam berbagai ruang bersamaan dengan peran yang mereka mainkan, memerlukan penjelasan ulang mengenai standar etika dan moral di dalam rekayasa sosial di Aceh.

Page 1 of 1 | Total Record : 10