cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 1 (2024): April" : 23 Documents clear
Kerawanan Bencana Banjir di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta, Indonesia Dewi, Ni Luh Trisna Candra; Sulastri, Ni Nyoman; Ngadisih, Ngadisih; Arthawan, I Gusti Ketut Arya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p02

Abstract

Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tahun 2020 Kabupaten Gunungkidul memiliki intensitas curah hujan yang tinggi yang dapat berpotensi untuk terjadinya banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuat peta tingkat potensi kerawanan banjir di Kabupaten Gunungkidul. Proses identifikasi daerah rawan ini, menggunakan metode skoring dan pembobotan. Metode ini dilakukan dengan memberikan nilai skor dan bobot pada masing-masing parameter curah hujan, kemiringan lereng, ketinggian, jenis tanah, penggunaan lahan sehingga sehingga menghasilkan Peta Kerawanan Banjir di Kabupaten Gunungkidul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Gunungkidul memiliki curah hujan yang berkategori sedang 2161-2287 mm/th dengan luas wilayah 67.862,24 ha sekitar 45,69%, kemiringan lereng datar dengan luas wilayah 50.037 ha sekitar 33,69 %, ketinggian <100 m dengan luas wilayah 67.939,4 ha sekitar 53,48 %, Jenis tanah didominasi mediteran dengan luas 79.254,82 ha sekitar 53,37% dan penggunaan lahan didominasi tegalan dengan luas 56.228,93 ha sekitar 37,86%, sehingga mendapatkan hasil berupa 3 kelas tingkat kerawanan banjir yaitu tingkat rawan banjir rendah dengan luas 93.930,19 ha sekitar 62,58% dari luas wilayah, tingkat rawan sedang dengan luas 53.509,45 ha sekitar 35,51% dari luas wilayah, tingkat kerawanan banjir tinggi dengan luas 1.091,81 ha sekitar 0,71% luas wilayah Kabupaten Gunungkidul. ABSTRACT Gunungkidul is one of the regencies in the Special Region of Yogyakarta. In 2020 Gunungkidul Regency had a high intensity of rainfall which has the potential for flooding. This study aims to determine the potential level of flood vulnerability in Gunungkidul Regency and to create a map. The process of identifying these vulnerable areas used a scoring and weighting method. This method is carried out by assigning a score and weight to each rainfall parameter, slope, height, soil type, and land use to produce a Flood Vulnerability Map in Gunungkidul Regency. The results show Gunungkidul Regency has a moderate rainfall category (2161-2287 mm/year) with an area of 67.862.24 ha (45.69%), a flat slope with an area of 50.037 ha (3.69%), a height of <100 m with an area of 67.939.4 ha (53.48%). The Mediterranean dominates soil type with an area of 79.254.82 ha (53.37%). Land use is dominated by moor with an area of 56.228.93 ha (37.86%). The level of vulnerability was categorized into three groups. About 62.58% of the area is classified as low flood vulnerability. Approximately 35.51% of the area is at a medium flood vulnerability level. About 0.71% is the area with a high flood vulnerability.
Kajian Kerawanan Bencana Kekeringan di Kabupaten Gunungkidul di Yogyakarta, Indonesia Dewi, Luh Wiwin Pradnya; Sulastri, Ni Nyoman; Ngadisih, Ngadisih; Sucipta, I Nyoman
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p01

Abstract

Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang wilayahnya didominasi oleh perbukitan karst. Gunungkidul memiliki curah hujan rata-rata 1.881,94 mm/tahun yang menjadikan daerah ini berpotensi mengalami kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuat peta kerawanan kekeringan di wilayah Gunungkidul. Metode yang akan digunakan dalam menganalisis data yakni dengan pemberian skor dan bobot pada masing-masing parameter curah hujan, jenis tanah, penggunaan lahan, kemiringan lereng dan suhu permukaan untuk menghasilkan peta kerawanan kekeringan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Gunungkidul memiliki curah hujan sedang dengan intensitas berkisar 2100-2385 mm/tahun dengan jenis tanah yang didominasi oleh jenis tanah mediteranian dengan luasan 79.254,8 ha atau sekitar 54% dari seluruh wilayah penelitian. Penggunaan lahan didominasi oleh tegalan dengan 56.229 ha atau sekitar 38% dari seluruh wilayah penelitian dengan kemiringan lereng datar yang luas wilayahnya 50.037 sekitar 33,69% dari seluruh wilayah penelitian dan suhu permukaan yang homogen yakni 26,74oC. Data tersebut kemudian di overlay dengan penentuan indeks bahaya kekeringan yang diklasifikasikan menjadi 4 kelas yakni aman, agak rawan, rawan, dan sangat rawan. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Gunungkidul secara umum sangat rentan terhadap bencana kekeringan dengan kekeringan yang terjadi adalah kekeringan geometeorologis dimana tingkat kerawanan kekeringan paling besar dipengaruhi oleh curah hujan, jenis tanah dan penggunaan lahan. ABSTRACT Gunungkidul is a district in the Special Region of Yogyakarta whose territory is dominated by karst hills. Gunungkidul has an average rainfall of 1.881,94 mm/year which makes this area potentially experience drought. This study aims to determine and create a drought vulnerability map in the Gunungkidul region. The method that will be used in analyzing the data is by giving scores and weights to each parameter of rainfall, soil type, land use, slope, and surface temperature to produce a drought vulnerability map. The results of this study indicate that Gunungkidul has moderate rainfall with intensities ranging from 2100-2385 mm/year with soil types dominated by Mediterranean soil types with an area of ??79.254,8 ha or around 54% of the entire study area. Land use is dominated by moor areas with 56.229 ha or around 38% of the entire study area with flat slopes with an area of ??50.037 or about 33.69% of the entire study area and a homogeneous surface temperature of 26.74 oC. The data is then overlaid by determining the drought hazard index which is classified into 4 classes namely safe, somewhat vulnerable, vulnerable, and very vulnerable. From the results of the analysis, it can be concluded that Gunungkidul, in general, is very vulnerable to drought the drought that occurs is a geometeorological drought where the level of drought vulnerability is most influenced by rainfall, soil type, and land use.
Variasi Ukuran dan Durasi Aktivasi Zeolite dengan KMnO4 terhadap Karakteristik Pepaya California Selama Penyimpanan Setiadi, Ni Made Thari; Yulianti, Ni Luh; Tika, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p03

Abstract

Zeolite merupakan media yang memiliki kemampuan untuk menyerap larutan dalam bentuk cairan dengan sejumlah senyawa yang berperan sebagai oksidator etilen yaitu senyawa KMnO4, sehingga dapat menunda kematangan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi adsorben terbaik dalam menunda kematangan buah pepaya california; mendapatkan pengaruh ukuran zeolite dan durasi aktivasi zeolite serta menentukan interaksi perlakuan yang dapat menghasilkan buah pepaya yang masih layak dikonsumsi selama 10 hari masa simpan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama yaitu ukuran zeolite yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 60 mesh dan 80 mesh. Faktor kedua adalah durasi aktivasi zeolite secara kimia yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 25 mening, 30 menit, dan 35 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan adsorben zeolite KMnO4 mampu memberikan respon terhadap penunda kematangan buah pepaya california berupa perubahan yang terjadi pada buah dan warna adsorben zeolite KMnO4. Interaksi antar perlakuan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter tekstur buah, total padatan terlarut, susut bobot buah, warna buah, dan masa simpan buah. Interaksi perlakuan terbaik diperoleh pada ukuran zeolite 80 mesh dan durasi aktivasi selama 25 menit dengan KMnO4 menghasilkan nilai tekstur buah sebesar 49.4325 N, total padatan terlarut sebesar 10.7933 Brix, susut bobot buah sebesar 1.26 %, Warna nilai L sebesar 36.58, warna nilai a sebesar 10.41, warna nilai b sebesar 31.09. ABSTRACT Zeolite is a medium that has the ability to absorb solutions in liquid form with a number of compounds that act as ethylene oxidizers, namely KMnO4 compounds, so as to delay fruit ripeness. This study aims to obtain the best adsorbent interaction in delaying the maturity of California papaya fruit; to obtain the effect of zeolite size and duration of zeolite activation as well as determine the interaction of treatments that can produce papaya fruit that is still suitable for consumption during the 10 day shelf life. This study used a two-factor Randomized Block Design (RBD). The first factor is the size of the zeolite which consists of 3 levels, namely 60 mesh and 80 mesh. The second factor was the duration of chemical activation of the zeolite which consisted of 3 levels, namely 25 minutes, 30 minutes and 35 minutes. The results showed that the use of zeolite KMnO4 adsorbent was able to provide a response to delaying the maturity of the California papaya fruit in the form of changes that occur in the fruit and color of the KMnO4 zeolite adsorbent. The interaction between treatments has a significant effect on the parameters of fruit texture, total dissolved solids, fruit weight loss, fruit color, and fruit shelf life. The best treatment interaction was obtained at a zeolite size of 80 mesh and an activation duration of 25 minutes with KMnO4 resulted in a fruit texture value of 49.4325 N, total dissolved solids of 10.7933° Brix, fruit weight loss of 1.26 %, Color L value of 36.58, color value of a of 10.41, the color value of b is 31.09.
Pengaruh Lama Penyinaran Led Merah Biru terhadap Pertumbuhan Pakcoy (Brassica Rapa L) Samur, Gregorius Adelbertus; Wijaya, I Made Anom Sutrisna; Sulastri, Ni Nyoman
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p04

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan salah satu sayuran penting di Asia. Light emitting diode (LED) merupakan salah satu cara untuk memanipulasi cahaya matahari dengan menyediakan warna LED merah dan biru. Warna cahaya LED merah biru sangat baik digunakan untuk mempercepat fotosintesis. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh pengaruh berapa lama penyinaran LED merah biru yang menghasilkan pertumbuhan pakcoy terbaik. Penelitian menggunakan rancangan percobaan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan lama penyinaran, mulai dari 18, 16, 14, 12, dan 10 jam. Variable yang diamati meliputi tinggi tanaman, luas kanopi, jumlah helai daun, jumlah kandungan klorofil (SPAD value), berat basah panen, biomassa dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lama penyinaran 18 jam penyinaran LED merah biru menunjukkan hasil paling baik dibandingkan perlakuan lainya, meliputi hasil dengan rata-rata tinggi tanaman 17,4 cm, jumlah helai daun 11,5 helai, jumlah kandungan klorofil 43,7 unit, panjang akar 28 cm, berat basah tajuk dan akar 18,25 dan 0,95 gram, serta biomassa tajuk dan akar 1,21 dan 0,250 gram. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan dengan lama penyinaran LED merah biru berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan pakcoy. Abstract Pakcoy (Brassica rapa L.) is one of the essential vegetables in Asia. Light emitting diode (LED) can manipulate sunlight by providing red and blue LED colors. The red-blue LED light color is used to accelerate photosynthesis. This research was conducted to determine the irradiation of red-blue LEDs duration to produce the best pakcoy growth. The study used a completely randomized design (CRD) with 5 (five) irradiation treatments, ranging from 18, 16, 14, 12, and 10 hours. Parameters observed include plant height, canopy area, number of leaf blades, amount of chlorophyll content (SPAD value), fresh weight of harvest, biomass, and root length. The results showed that 18 hours of red and blue LED irradiation was the best result compared to other treatments. Eighteen hours of red-blue LED irradiation duration showed the best results compared to other treatments. This treatment had an average plant height of 17.4 cm, a number of leaf blades of 11.5 strands, an amount of chlorophyll content of 43.7 units, a root length of 28 cm, fresh weight of canopies and roots of 18.25 and 0.95 grams, and trunk and root biomass were 1.21 and 0.250 grams. In summary, the growth with prolonged irradiation of red-blue LEDs has a significant effect on the growth of pakcoy.
Analisis Spasial Kualitas Tanah untuk Mendukung Sistem Pertanian Presisi di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan Widhiartana, I Kadek Agus; Sumiyati, Sumiyati; Yulianti, Ni Luh
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p12

Abstract

ABSTRAK Desa Candikuning memiliki kemiringan lereng 0 – 65% dan petani dalam mengelola lahan melalui pemupukan belum memperhatikan kandungan unsur hara dari lahan tersebut. Penilaian kualitas tanah menjadi salah satu upaya meningkatkan pengelolaan dan sistem penggunaan lahan melalui indikator sifat fisik dan kimia tanah. Indikator sifat fisik dan kimia tanah dapat dinilai dengan penerapan pertanian presisi melalui analisis spasial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas tanah dan analisis spasial sifat fisik dan kimia tanah, yaitu tekstur tanah, porositas tanah, C-organik, dan N-total di Desa Candikuning. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan uji laboratorium untuk menganalisa sifat fisik dan kimia tanah. Metode pengambilan sampel tanah menggunakan grid dengan metode systematic sampling sebanyak 50 sampel, kemudian dilakukan pemetaan menggunakan metode interpolasi inverse distance weighted. Kualitas sifat fisik tanah di Desa Candikuning ditinjau dari tekstur tanah terdiri dari lempung berpasir, pasir berlempung, dan lempung liat berpasir serta porositas tanah memiliki nilai terendah pada titik sampel 17 dengan nilai 34,39%. Adapun kualitas sifat kimia tanah terdapat nilai terendah pada titik sampel 21 dengan nilai C-organik sebesar 1,59% dan N-total sebesar 0,08%. Analisis spasial kualitas sifat fisik dan kimia tanah ditinjau dari tekstur tanah didominasi oleh tekstur lempung berpasir dan pasir berlempung, porositas tanah didominasi oleh nilai 40,01 – 50,00%, C-organik didominasi oleh nilai 3,01 – 5,00% yang masuk dalam kriteria tinggi, dan N-total didominasi oleh nilai 0,21 - 0,50% yang masuk dalam kriteria sedang. ABSTRACT Candikuning Village has a slope of 0 – 65% and farmers in managing the land through fertilization have not paid attention to the nutrient content of the land. Soil quality assessment is an effort to improve land use management and systems through indicators of soil physical and chemical properties. Indicators of soil physical and chemical properties can be assessed by the application of precision agriculture through spatial analysis. This research was conducted to determine soil quality and spatial analysis of soil physical and chemical properties, namely soil texture, soil porosity, C-organic, and N-total in Candikuning Village. The implementation of this research was carried out using survey methods and laboratory tests to analyze the physical and chemical properties of the soil. The soil sampling method uses a grid with a systematic sampling method of 50 samples, then mapping is carried out using the inverse distance weighted interpolation method. The quality of the physical properties of the soil in Candikuning Village in terms of soil texture consisting of sandy loam, loamy sand, and sandy loam and soil porosity has the lowest value at sample point 17 with a value of 34.39%. As for the quality of soil chemical properties, the lowest value was at sample point 21 with an organic C value of 1.59% and a total N of 0.08%. Spatial analysis of the quality of the physical and chemical properties of the soil in terms of soil texture is dominated by sandy loam and loamy sand textures, soil porosity is dominated by values of 40.01 – 50.00%, C-organic is dominated by values of 3.01 – 5.00% which included in the high criteria, and the N-total is dominated by the value of 0.21 - 0.50% which is included in the medium criteria.
Uji Kinerja Pengeringan Gabah Menggunakan Pengering Rotari Berbahan Bakar Sekam Padi Panggabean, Tamaria; Hayati, Ari; Triana, Arjuna Neni
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p22

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kelemahan pengeringan gabah menggunakan sinar matahari atau penjemuran. Kelemahan pengeringan menggunakan sinar matahari antara lain memerlukan waktu berhari-hari dan tempat yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji mesin pengering rotari yang sudah dirancang untuk mengeringkan gabah. Metode penelitian ini adalah eksperimental yang meliputi tahap pendekatan rancangan, rancangan struktural dan rancangan fungsional, setelah itu dilakukan pengujian kinerja pengering rotari. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah alat pengering rotari yang telah dirancang dan dikonstruksi telah dapat mengeringkan gabah sebanyak 20 kg dari kadar air awal 18 % menjadi ±14,27-14,73 % bb selama 5 jam, laju pengeringan yang dihasilkan sebesar 0,65-0,75 %/jam dan energi biomassa untuk pengeringan sebesar 22680 – 23040 kal serta massa 1 kg sekam padi dapat mengeringkan 2,5 kg gabah. Abstract This research is based on the limitation of drying paddy using sun drying. The weakness of sun drying, among others, takes days and a large space. This study aims to test rotary dryers that have been designed. The method of this research was experimental which consisted of design approach, structural design and functional design, followed by the performance test. The results obtained in this study were: rotary dryers that have been designed and constructed have been able to dry paddy as much as 20 kg from the initial water content of 18 % to 14.27-14.73 % bb for 5 hours, drying rate of 0.65-0.75 %/hour and the biomass energy required for drying of 22680 - 23040 cal, and the mass of 1 kg of rice husk was able to dry 2.5 kg of paddy.
Korelasi Nilai SPAD dengan Intensitas Serangan Penyakit Blas Pada Umur Padi Yang Berbeda Sudiarta, I Made; Wijaya, I Made Anom Sutrisna; Sulastri, Ni Nyoman
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p16

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting yang telah menjadi makanan pokok lebih dari setengah penduduk dunia. Padi sawah yaitu tanaman padi yang dalam pertumbuhannya memerlukan air. Ketidakpastian di masa depan terkait ketersediaan pangan menimbulkan rasa khawatir berbagai pihak karena berbagai tantangan yang ada. Tantangannya antara lain bekurangnya luas lahan pertanian yang produktif, masalah iklim, bahaya serangan hama dan penyakit tanaman serta peningkatan degradasi lahan. Tanaman yang sakit adalah tanaman yang tidak dapat melakukan aktifitas fisiologis secara sempurna, yang akan mengakibatkan tidak sempurnanya produksi baik secara kualitas maupun kuantitas. Penyakit blas merupakan salah satu penyakit utama pada pertanaman padi yang disebabkan oleh cendawan Pyricularia oryzae Cav. Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui hubungan kandungan klorofil dengan intetnsitas serangan penyakit blas pada umur padi yang berbeda. Abstract Rice is an important food crop that has become the staple food for more than half of the world's population. Rice plant health is very important in determining crop yields. The value of chlorophyll has a close relationship with plant health which can determine the yield of rice production. If the health of the plant decreases, it will be susceptible to disease. Blast disease is one of the factors causing plant health to decline. The attack intensity of the disease can be seen in the green on the leaves. SPAD (Soil Plant Analysis Development) is a simple tool that can determine the amount of chlorophyll in plant leaves called SPAD. This study aims (1) to determine the relationship between SPAD and the intensity of blast disease attacks. (2) To obtain a correlation value between SPAD and the intensity of blast disease attacks. Data collection was carried out in Medium Village which is in the Badung Regency area. Sampling data from the age of rice 71 to 94 HST (Day after Planting). To obtain data, 3 rice fields were measured diagonally, 5 points were taken for each rice field plot, 9 clumps were taken for each point, and the SPAD measurement for each clump was divided into 3 parts of the upper, middle, and lower leaf stems. Each leaf is divided into 3 top, middle, and bottom. The intensity can be seen from the distribution of the spots on the leaves. The development of intensity with age and SPAD with age, if the intensity value is high then the SPAD value is low otherwise if the SPAD value is high then the disease attack intensity value is low. From the research results it can be concluded that SPAD with intensity has a linear relationship, with a correlation value of 0.8634 or 86%. Correlated data is very strong because the correlation value exceeds 0.75 or 75%.
Pengaruh Variasi Konsentrasi KMnO4 dan Suhu Gelatinisasi terhadap Karakteristik Fisik dan Efektivitas Kemasan Aktif Bioplastik Lestari, Kadek Irma Dwi; Yulianti, Ni Luh; Gunadnya, Ida Bagus Putu
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p08

Abstract

Kemasan aktif bioplastik merupakan kemasan yang dapat memberikan pengaruh terhadap produk yang dikemas dengan memberikan senyawa aktif kalium permanganat (KMnO4) pada larutan film kemasan aktif bioplastik yang memiliki karakteristik yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi KMnO4 dan suhu gelatinisasi terhadap karakteristik fisik bioplastik dan efektivitas kemasan terhadap mutu buah alpukat selama masa simpan 10 hari. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAK) dua faktorial. Faktor pertama yaitu konsentrasi KMnO4 dengan taraf konsentrasi 10%, 15%, dan 20%. Faktor kedua yaitu suhu gelatinisasi dengan level 70°C dan 75°C. Pada hasil penelitian menunjukkan kemasan aktif bioplastik dapat memberikan pengaruh terhadap efektivitas kemasan dalam penyerapan gas etilen pada buah alpukat selama masa simpan 10 hari. Interaksi antar perlakuan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai kuat tarik, perpanjangan, elastisitas, penyerapan air, susut bobot, tekstur dan total padatan terlarut. Perlakuan terbaik terhadap karakteristik kemasan aktif bioplastik diperoleh pada perlakuan konsentrasi KMnO4 10% dan suhu gelatinisasi 75°C (K1S2) dengan nilai kuat tarik sebesar 34,43 MPa, nilai perpanjangan sebesar 4,49%, nilai elastisitas sebesar 795,88 dan nilai penyerapan air sebesar 0,71%. memberikan pengaruh terhadap mutu buah alpukat selama masa penyimpanan 10 hari dengan nilai susut bobot 2,43%, tekstur 87,43N dan nilai total padatan terlarut 4,4 Brix. ABSTRACT Bioplastic active packaging is packaging that can have an impact on packaged products by providing the active compound potassium permanganate (KMnO4) in a solution of active bioplastic packaging film which has characteristics that are more environmentally friendly. This study aims to determine the effect of KMnO4 concentration and gelatinization temperature on the physical characteristics of bioplastics and the effectiveness of packaging on the quality of avocado fruit. This study used a two-factorial completely randomized design. The first factor is the concentration of KMnO4 with concentration levels of 10%, 15%, and 20%. The second factor is the gelatinization temperature with levels of 70°C and 75°C. The results of the study showed that active bioplastic packaging could influence the effectiveness of the packaging in absorbing ethylene gas in avocados during a 10-day shelf life. The interaction between treatments has a significant effect on the values ??of tensile strength, elongation, elasticity, water absorption, weight loss, texture, and total dissolved solids (TDS). The best treatment for the characteristics of active bioplastic packaging was obtained at a concentration of 10% KMnO4 and a gelatinization temperature of 75°C (K1S2) with a tensile strength value of 34.43 MPa, an elongation value of 4.49%, an elasticity value of 795.88 and an absorption value water by 0.71%. The best treatment for packaging effectiveness was obtained from the K2S2 treatment which affected the quality of avocado fruit during a 10-day storage period with a weight loss value of 2.43%, a texture of 87.43N and a TDS of 4.4 Brix.
Rancang Bangun Pelontar Pakan Ikan Otomatis Berbasis Mikrokontroller Arduino Mega Abdi Bagaskara, Pande Made Ngurah Bayu; Budisanjaya, I Putu Gede; Tika, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p17

Abstract

Pakan mempunyai peranan sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangbiakan dalam budidaya ikan, dengan sistem pemberian pakan ikan pada umumnya masih berorientasi pada sumber daya manusia yang sifatnya masih manual. Salah satu teknologi yang dapat memudahkan seseorang dalam melakukan pemeliharaan ikan khususnya dalam pemberian pakan, yaitu dengan menerapkan sistem pemberian pakan otomatis yang berbasis mikrokontroller Arduino Mega. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat alat pelontar pakan ikan otomatis berbasis mikrokontroller arduino mega dan mengetahui kinerja sistem dari alat pelontar pakan ikan otomatis berbasis mikrokontroller arduino mega. Rancangan melibatkan penggunaan komponen seperti keypad, LCD, sensor HC-SR04, sensor RTC, buzzer, motor servo, motor DC, loadcell, dan relay untuk mengontrol dan mengukur berat pakan serta mengatur frekuensi pemberian pakan. Sistem yang dibangun menghasilkan prototipe dengan dimensi diameter 37 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 95 cm dan dimensi pelontarnya yaitu panjang 15 cm, lebar 15 cm, dan tinggi 26 cm. Sistem ini berhasil membantu pengguna dalam memberi pakan ikan secara otomatis dan terjadwal. ABSTRACT Fish feeding plays a crucial role in the growth and reproduction of fish in aquaculture. However, the conventional feeding systems still rely heavily on manual intervention. To handle this, the automated fish feeding system based on the Arduino Mega microcontroller offers a practical solution. This research aims to design and develop an automatic fish feeding device using the Arduino Mega microcontroller and evaluate its performance. The design involves the integration of components such as a keypad, LCD, HC-SR04 sensor, RTC sensor, buzzer, servo motor, DC motor, load cell, and relay to control and measure the feed’s weight and regulate the feeding frequency. The constructed system resulted in a prototype with dimensions of 37 cm in diameter, 40 cm in width, and 95 cm in height, with the feeder’s dimensions measuring 15 cm in length, 15 cm in width, and 26 cm in height. The system effectively assists users in providing automated and scheduled fish feeding.
Distribusi Spasial Kualitas Sifat Fisik Tanah untuk Menunjang Pertanian Presisi di Subak Jaka, Tabanan Sumiyati, Sumiyati; Ananda Putra, Anak Agung Gede Anom; Widia, I Wayan; Sulastri, Ni Nyoman
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p05

Abstract

Rasio kualitas tanah adalah kapasitas tanah yang berfungsi mempertahankan produktivitas tanaman, mempertahankan dan menjaga ketersediaan air serta mendukung kegiatan manusia. Para petani dalam menjaga atau mengelola lahannya tidak memperhatikan keragaman spasial yang ada, hal tersebut dapat mengkibatkan pemborosan pupuk, penurunan keuntungan, dan dampak negatif terhadap lingkungan Masalah tersebut dapat diatasi dengan pendekatan melalui pertanian presisi, salah satu bagian pertanian presisi adalah sistem informasi geografis yang dimana dapat memudahkan dalam pemanfaatan dan pengolahan tanahnya sesuai dengan tingkat kualitas tanah yang ada. Metode yang digunakan yaitu metode survei dan uji laboratorium untuk menganalisa sifat fisik tanah. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode griding dan SyS sebanyak 29 sampel kemudian di petakan menggunkan interpolasi Inverse Distenance Weighted (IDW) dengan lokasi penelitian Subak Jaka, Tabanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas dan penyebaran sifat fisik tanah yaitu tekstur, BV, BJ, porositas dan kapasitas lapang Subak Jaka. Kualitas sifat fisik tanah Subak Jaka memiliki tanah bertekstur liat dengan kandungan rata- rata pasir 21,06 %, debu 31,74% dan liat 45,43%, berat volume 0,88 g/cm3, berat jenis partikel 2,17 g/cm3, porositas 59,95 %, kapasitas lapang 39,46%. Distribusi spasial kualitas sifat fisik tanah di Subak Jaka didominasi oleh fraksi liat dengan nilai kelas 40,00-55,00 %, fraksi debu 17,50 – 35,00 % fraksi pasir 15,00 – 30,00 %, berat volume tanah 0,80-0,90 g/cm3, berat partikel 2,00-2,30 g/cm3, porositas 60,00 – 65,00 % dan kapasitas lapang 40,00-45,00 %. Abstract Ratio soil quality is the capacity of the soil which functions to maintain plant productivity, maintain and maintain water availability and support human activities. Farmers in maintaining or managing their land do not pay attention to the existing spatial diversity, this can result in wastage of fertilizers, reduced profits, and negative impacts on the environment. This problem can be overcome with an approach through precision agriculture. can facilitate the utilization and processing of land in accordance with the existing level of soil quality. The methods used are survey methods and laboratory tests to analyze the physical properties of the soil. Sampling was carried out using the griding and SyS methods as many as 29 samples were then mapped using Inverse Distenance Weighted (IDW) interpolation with the research location of Subak Jaka, Tabanan. This study aims to determine the quality and distribution of soil physical properties, namely texture, BV, BJ, porosity and field capacity of Subak Jaka. The quality of the physical properties of Subak Jaka soil has a clay textured soil with an average content of sand 21,06%, silt 31,74% and clay 45,43%, unit weight 0,88 g/cm3, particle density 2,17 g/cm3, porosity 59,95%, field capacity 39,46% . Spatial distribution of the quality of soil physical properties in Subak Jaka is dominated by the clay fraction with class values ??of 40,00-55,00 %, the silt fraction is 17,50 – 35,00 %, the sand fraction is 15,00 – 30,00 %, the soil unit weight is 0,80-0,90 g/cm3, the particle weight is 2,00-2,30 g /cm3, porosity 60,00– 65,00 % and field capacity 40,00-45,00 %.

Page 1 of 3 | Total Record : 23