cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2024): September" : 23 Documents clear
Pengaruh Jenis Bahan Batang Pisang dan Bentuk Media Tanam terhadap Karakteristik Media Tanam dan Pertumbuhan Tanaman Kangkung Pratama, Muhammad Diarnanda Surya; Sumiyati, Sumiyati; Widia, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p21

Abstract

Abstrak Batang pisang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai media tanam organik yang dapat memudahkan kegiatan pertanian dengan penerapan sistem hidroponik. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui karakteristik fisik media tanam hasil pemanfaatan batang pisang dan pengaruh jenis bahan batang pisang terhadap pertumbuhan tanaman kangkung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan yaitu jenis bahan batang pisang ((A1) batang asli, (A2) batang semu, (A3) kombinasi batang asli dan semu) dan bentuk akhir media tanam ((B1) serbuk dan (B2) cetakan). Penelitian ini mencangkup enam variasi yang setiap variasinya diulang tiga kali percobaan, dengan total delapan belas unit percobaan. Variabel yang di teliti yakni massa jenis, kapasitas penyerapan air, tingkat keasaman, jumlah daun, tinggi tanaman, lebar daun, serta warna daun. Penelitian ini membuktikan bahwasannya media tanam batang pisang memiliki nilai kapasitas lapang diantara 51,54 % – 62,91% dengan nilai pH berada diantara kisaran nilai pH ideal yaitu antara 5,93 dan 6,23, dan massa jenis ideal dimiliki oleh media tanam batang asli dalam bentuk cetakan (A1B2) dengan nilai 0,43 g/cm3. Jumlah daun tertinggi dihasilkan oleh media tanam batang asli dalam bentuk cetakan (A1B2) dengan nilai rata-rata 10, lebar daun tertinggi dihasilkan oleh media tanam batang semu dalam bentuk serbuk (A2B1), dan warna daun tertinggi dihasilkan oleh media tanam batang asli dalam bentuk cetakan (A1B2) dan media tanam batang semu dalam bentuk serbuk (A2B1) dengan nilai rata-rata 4. Abstract Banana stems have the potential to be used as organic growing media which can facilitate agricultural activities with the application of a hydroponic system. This study aims to determine the physical characteristics of the planting medium resulting from the utilization of banana stems and the effect of the type of banana stem material on growth of water spinach. This study used a randomized block design (RBD) with two treatment factors, namely the type of banana stem material ((A1) true stem, (A2) pseudo stem, (A3) a combination of true and pseudo stem) and the final form of planting medium ((B1) powdered and (B2) print). This study consisted of 6 treatment combinations with each treatment being repeated 3 times, so that 18 experimental units were obtained. Parameters observed were density, field capacity, pH, number of leaves, plant height, leaf width, and leaf color. The results showed that the planting medium for banana stems had a field capacity value of between 51.54% - 62.91% with a pH value in the range of ideal pH values, namely between 5.93 and 6.23, and the ideal density for stem growing media original in printed form (A1B2) with a value of 0.43 g/cm3. The highest number of leaves was produced by the original stem planting medium in mold form (A1B2) with an average value of 10, the highest leaf width was produced by the pseudo stem planting medium in the form of powder (A2B1), and the highest leaf color was produced by the original stem planting medium in the form of mold (A1B2) and pseudostem growing media in powder form (A2B1) with an average value of 4.
Deteksi Residu Insektisida Profenofos pada Cabai Merah (Capsium annum L.) melalui Augmentasi Citra dan CNN (Convolutional Neural Network) Maulida, Zulfa Hana; Budisanjaya, I Putu; Utama, I Made Supartha; Chaicana, Chatchawan; Syahputra, Wahyu Nurkholis Hadi
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p11

Abstract

Abstrak Penggunaan insektisida dalam pertanian meningkat pesat namun juga menghadapi tantangan terkait dampak negatifnya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Salah satu insektisida yang umum digunakan adalah profenofos. Profenofos sering digunakan petani untuk mengendalikan hama pada tanaman cabai merah di Indonesia. Oleh karena itu, deteksi residu insektisida profenofos pada cabai penting untuk memastikan keamanan konsumsi cabai. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi residu insektisida profenofos pada cabai merah (Capsicum Annum L.) melalui augmentasi citra dan CNN (Convolutional Neural Network). Dalam penelitian ini, dilakukan penyiapan larutan insektisida, pengambilan citra cabai, pengujian dengan GC (Gas Chromatography) Agilent 6890N, pra-pemrosesan citra, dan implementasi pemodelan CNN. Dilakukan penyemprotan pada 15 cabai dengan konsentrasi 0 dan 10 mg/l, diikuti pengambilan citra menggunakan smartphone sehingga terdapat 30 citra. Selanjutnya, setiap citra diaugmentasi sebanyak 50 kali, menghasilkan total 1530 citra. Proses ini melibatkan rotasi, pergeseran, zoom, serta horizontal dan vertical flipping. Model CNN yang terdiri dari convolution layer dan fully connected dilatih dengan optimizer Adam, loss function categorical crossentropy, learning rate 0,0001, dan dilakukan pelatihan sebanyak 20 epoch. Hasil analisis menunjukkan bahwa model mencapai akurasi sebesar 85% dengan nilai precision, recall, dan F1-score masing-masing adalah 0,86; 0,85; dan 0,84. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode augmentasi citra dan CNN telah berhasil mendeteksi residu insektisida profenofos pada cabai merah dengan konsentrasi 0 dan 10 mg/l. Abstract The use of insecticide in agriculture is rapidly increasing but also faces challenges related to their negative impacts on human health and the environment. One commonly used insecticide is profenofos. Farmers frequently use Profenofos to control pests on red chili plants in Indonesia. Therefore, detecting profenofos insecticide residue on chili is crucial to ensure the safety of chili consumption. This study aims to develop a new method for detecting profenofos insecticide residues on red chilies (Capsicum Annum L.) through image augmentation and CNN (Convolutional Neural Network). In this study, insecticide solution preparation, chili image acquisition, testing with GC (Gas Chromatography) Agilent 6890, image preprocessing, and CNN model implementation were conducted. Insecticide solution spraying was conducted on 15 chilies with concentrations of 0 and 10 mg/l, followed by smartphone image acquisition, resulting in 30 images. Subsequently, each image was augmented 50 times, resulting in 1530 images. This process involves rotation, shifting, zoom, and horizontal and vertical flipping. The CNN model, consisting of convolution layers and fully connected layers, was trained with the Adam optimizer, categorical cross-entropy loss function, the learning rate of 0,0001, and trained for 20 epochs. The analysis results indicate that the model achieved an accuracy of 85% with precision, recall, and F1-score values of 0,86, 0,85, and 0,84, respectively. Based on these results, it can be concluded that the image augmentation and CNN method successfully detected profenofos insecticide residues on red chilies at concentrations of 0 and 10 mg/l.
Efisiensi Kinerja Traktor Singkal dan Rotari pada Proses Nyacahin Di Subak Tika, I Wayan; Madrini, Ida Ayu Gede Bintang; Sumiyati, Sumiyati; Sulastri, Ni Nyoman; Kinasih, Mentari
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p17

Abstract

Abstrak Kegiatan pengolahan tanah di subak dapat mengurangi perkembangan tanaman pengganggu (gulma), dapat menggemburkan tanah, dan mengondisikan sifat biofisik tanah. Pengolahan tanah pada kedalaman tertentu mampu memberikan hasil yang cocok bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Saat ini pengolahan tanah sawah pada subak di Bali umumnya menggunakan traktor tangan baik yang berkomplemen bajak singkal maupun bajak rotari. Jika menggunakan bajak singkal tahapan pengolahan tanah meliputi makal (pembalikan tanah), nyacahin (memperkecil ukuran bongkahan tanah), dan selanjutnya ngasahan (meratakan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi pengolahan tanah pada pengolahan tanah tahap kedua di subak dengan menggunakan traktor singkal dan traktor rotari. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan pengukuran kapasitas keja riil (lapangan) dari traktor yang digunakan pada saat pengolahan tanah. Beberapa asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kondisi teknis dari traktor-traktor yang digunakan, komplemen-komplemen traktor yang digunakan, dan keterampilan operator diasumsikan sama. Hasil penelitian menunjukkan kinerja teoritis dan kinerja riil diperoleh efisiensi kinerja traktor rotari pada proses nyacahin (pengolahan tanah tahap kedua) pada subak sebesar 41% dan efisiensi kinerja traktor singkal sebesar 17,8%. Salah satu penyebab rendahnya efisiensi kinerja traktor singkal pada proses nyacahin adalah olahan tanah dalam sekali lintasan mendapatkan hasil yang kurang halus, sedangkan olahan tanah dengan traktor rotari menghasilkan tanah yang halus. Topografi lahan dan ketersediaan air merupakan faktor yang juga besar pengaruhnya terhadap nilai efisiensi kinerja traktor, selain faktor alat dan operator. Abstract Land processing activities in Subak can reduce the development of weeds, loosen the soil, and condition the biophysical properties of the soil. Subak in Bali is generally processed using hand tractors (either equipped with singkal plows or rotary plows). If using a singkal plow, the stages of tillage include makal (turning the soil), nyacahin (reducing the size of the chunks of soil), and then ngasahan (leveling). This research aims to determine the efficiency of land processing in the second stage of land processing in Subak using singkal tractors and rotary tractors. This research uses the observation method and measures the real (field) working capacity of the tractor used during land processing. Some of the assumptions used in this research are that the technical condition of the tractors used, the tractor accessories used, and the operator's skills are assumed to be the same. The results showed that the performance efficiency of the rotary tractor in the nyacahin process (second stage of tillage) in Subak was 41% and the performance efficiency of the singkal tractor was 17.8%. The low-performance efficiency of single tractors in the nyacahin process causes processing the soil in one pass to produce results that are less than fine, whereas processing the soil with a rotary tractor produces fine soil. Land topography and water availability are factors that also influence the efficiency value of tractor performance, apart from equipment and operator factors.

Page 3 of 3 | Total Record : 23