cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 19, No. 1, Juni 2018" : 24 Documents clear
PENERAPAN METODE UMMI DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN Didik Hernawan; Muthoifin Muthoifin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i1.7751

Abstract

This study aims to describe and compare the implementation of Quran learning usingthe Ummi method, the results of student achievement in the application of Ummi method, the advantages and weakness of Ummi method in the ElementarySchool Daar El-Dzikir Sukoharjo and the Islamic Elementary School Integrated Insan Kamil Karanganyar. This research is included in qualitative research by describing the data collected as the scope of research and the field as a place of research (field research). The nature of this study is more in the direction of comparative study research with data collection techniques in the form of interviews that are validated by observation, and documentation. The results of research from this study are the application ofUmmi method in learning of the Quran at SDU Daar El-Dzikir and SDIT Insan Kamil by using ten pillars that have been formulated by the Ummi Foundation. The ten Pillars are goodwill management, teacher certification, stages of good and right, clear and measurable targets, consistent mastery learning, adequate time, proportional teacher and student ratios, internal and external controls, progress reports of each student and a reliable coordinator. The application of the ten pillars of Ummi method at SDU Daar El-Dzikir and SDIT Insan Kamil is different in determining targets, adding training time (driling), teacher and student ratios, student progress reports, and internal controls. The results of student achievement in the application of Ummi method are measured from students who have passed the exam by completing the reading material. Students are able to read Quran with tartil and fasahah. SDU Daar El-Dzikirhas graduated 89 students for three examinations. While SDIT Insan Kamil has passed 87 students for two examinations. The advantages of Ummi method are qualitybased systems, systematic stages, continuous material, and strict control. The weakness ofUmmi method is needed a lot of teachers, a long time and a large cost.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan pelaksanaan pembelajaran al-Qur’an dengan menggunakan metode Ummi, hasil pencapaian siswa dalam penerapan metode Ummi, kelebihan dan kekurangan metode Ummi di Sekolah Dasar Unggulan Daar El-Dzikir Sukoharjo dan Sekolah Dasar Islam Terpadu Insan Kamil Karanganyar. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan menjabarkan data-data yang terkumpul sebagai ruang lingkup penelitiannya danlapangan sebagai tempat penelitiannya (field research).Sifat dari penelitian ini lebih ke arah pada penelitian studi komparasi dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara yang divalidasi dengan observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah penerapan metode Ummi dalam pembelajaran al-Qur’an di SDU Daar El-Dzikir dan SDIT Insan kamil dengan menggunakan sepuluh pilar yang telah dirumuskan oleh Ummi Foundation yaitu goodwill manajemen, sertifikasi guru, tahapan baik dan benar, target jelas dan terukur,mastery learning yang konsisten, waktu memadai , rasio guru dan siswa yang proporsional, kontrol internal dan eksternal, progress report setiap siswa dan koordinator yang handal.Penerapan sepuluh pilar metode Ummi di SDU Daar El-Dzikir dan SDIT Insan Kamil berbeda dalam penentuan target, penambahan waktu latihan (driling), rasio guru dan siswa, progress report siswa, dan kontrol internal. Hasil pencapaian siswa dalam penerapan metode Ummi diukur dari siswa yang telah dinyatakan lulus ujian dan melaksanakan khataman dengan menyelesaikan jilid 1 sampai jilid tajwid sehingga menguasai tartil dan fasahah. SDU Daar El-Dzikir telah meluluskan 89 siswa selama tiga kali khataman. Sedangkan SDIT Insan Kamil sudah meluluskan 87 siswa selama dua kali khataman. Kelebihan metode Ummi yaitu sistem yang berbasis mutu, tahapan yang sistematis, materi yang kontinu, dan kontrol yang ketat. Kelemahan metode Ummi yaitu membutuhkan guru yang banyak, waktu yang lama dan biaya yang besar.
PENYESUAIAN SOSIAL REMAJA DITINJAU DARI PERAN IBU AYAH DAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA Ernawati Ernawati; Galih Fajar Fadillah
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i1.7747

Abstract

This study aims to determine the relationship between mother's role, father's role and self-confidence with social adjustment in adolescents. The research subjects of class IX Muhammadiyah Middle School 1 Surakarta numbered 110 people. Data collection uses social adjustment scale, father's role scale, mother's role scale, self-confidence scale. Data analysis calculations used three predictor regression analysis techniques and cross tabulation analysis. From the results of data analysis, there is a significant relationship between father's role, mother's role and self-confidence with social adjustment, which correlates the role of father to social adjustment = 23.8%; mother's role in social adjustment = 16.1%; confidence in social adjustment = 18.1%. The total effective contribution of father's role, mother's role and confidence in social adjustment is 58%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran ibu, peran ayah dan kepercayaan diri dengan penyesuaian sosial pada remaja. Subjek penelitian siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 1 Surakarta berjumlah 110 orang. Pengumpulan data menggunakan skala penyesuaian sosial, skala peran ayah, skala peran ibu, skala kepercayaan diri. Perhitungan analisis data menggunakan teknik analisis regresi tiga prediktor dan analisis tabulasi silang. Dari hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara peran ayah, peran ibu dan kepercayaan diri dengan penyesuaian sosial yang nilai korelasi  peran ayah terhadap penyesuaian sosial = 23,8%; peran ibu terhadap penyesuaian sosial = 16,1%; kepercayaan diri terhadap penyesuaian sosial = 18,1%. Total sumbangan efektif peran ayah, peran ibu dan kepercayaan diri terhadap penyesuaian sosial sebesar 58%.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI SURAKARTA Sudarno Shobron; Feri Akhyar
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i1.7752

Abstract

Principal as the leader of school must has good management. The success of school depends on the principal as a leader, if the principal has ideas, creativity, good management, and has a good strategy to improve the quality of school, of course the school will get the quality and demand by all society. The problem that formulated in this study is how the principal strategy of Muhammadiyah 1 Junior High School of Surakarta and Junior High School 1 of Surakarta in improving the quality of school and what the driving factors and inhibitors in improving the quality of school. This is a field research. The data is based on field. The objecst are the principal of Muhammadiyah 1 Junior High School of Surakarta and Junior High School 1 of Surakarta, the activities and those schools. The purpose of this study is to identify how the principal's strategy in improving the quality of school in Muhammadiyah 1 Junior High School of Surakarta and Junior High School 1 of Surakarta. The technique of collecting data is using three methods. The first is by using observation method that aims to get data about the condition of the school. The second is by using interviewing method that aims to get data about the principal's strategy on improving quality of school and the driving and inhibiting factors in implementing school’s improvement strategies. The third is documentation that aims to get secondary data of Muhammadiyah 1 Junior High School of Surakarta and Junior High School 1 of Surakarta. The data is analyzed using descriptive qualitative. The results of this study is in improving the quality of school, Principal of Muhammadiyah 1 Junior High School of Surakarta and Junior High School 1 Surakarta have their respective strategies, be able to carry out leadership tasks and teacher tasks in accordance with government regulations. From the management and the strategies used by each headmaster, it can be a good quality school in terms of academic as well as in terms of religious moral. It is characterized by the number of achievements, good accreditation, and public confidence.  Kepala sekolah selaku pimpinan dalam sekolah yang mana harus memiliki manajemen yang baik. Keberhasilan sekolah tergantung pada kepala sekolah sebagai pemimpin, jika kepala sekolah mempunyai ide, kreativitas, manajemen yang baik dan mempunyai strategi yang baik dalam meningkatkan kualitas sekolah, tentunya sekolah akan mendapatkan kualitas dan diminati oleh semua kalangan masyrakat. Permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah Bagaimana strategi kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 Surakarta dan SMP Negeri 1 Surakarta dalam meningkatkan kualitas sekolah serta apa saja faktor pendorong dan penghambat dalam peningkatkan kualitas sekolah. Jenis penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research ) dan data yang diperoleh dalam penilitian ini adalah data yang bersumber dari lapangan, dandalam  penelitian ini yang menjadi objek ialah kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 Surakarta dan SMP Negeri 1 Surakarta, kegiatan dan  sekolah tersebut. Tujuan  dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi bagaimana strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas sekolah di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta dan SMP Negeri 1 Surakarta. Metode  pengumpulan  data yang digunakan adalah:  pertama dengan menggunakan metode Observasi yang bertujuan untuk memperoleh data tentangkeadaan sekolah.Kedua metode wawancara, bertujuan untuk memperoleh data tentang strategi yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas sekolah serta faktor pendorong dan penghambat dalam pelaksaan strategi peningkatan kualitas sekolah. Ketigadokumentasi, bertujuan untuk memperoleh data  sekunder SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Negeri 1 Surakarta,  dan yang terakhir analis data, dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa  dalam meningkatkan kualitas sekolah, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Negeri 1 Surakarta mempunyai strategi masing-masing, mampu melaksanakan tugas kepemimpinan dan tugas guru yang sesuai dengan peraturan pemerintah. Dari manajemen dan strategi- strategi yang digunakan masing masing kepala sekolah tersebut maka dapat menjadikan sekolah yang berkualitas baik dari segi akademis maupun dari segi moral keagamaan, hal tersebut ditandai dengan banyaknya prestasi yang dimiliki, akreditasi yang baik dan kepercayaan masyarakat.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MASYARAKAT DI TEMANGGUNG Abdul Malik; Sabar Narimo
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i1.7748

Abstract

Community  Based  Education  is  an  educational  model  of  society,  by society, and for society that is education intended, implemented, developed and developed by the community. This research is intended to apply community-based Islamic  religious  education,  supported  factors  and  supporting  factors  and inhibiting the implementation of Islamic religious education that is community based in SMP Negeri 2 Candiroto and SMP Muhammadiyah 5 Kandangan presented in descriptive qualitative. The results of the analysis of the implementation of community-based religious  education  in  SMP  Negeri  2  Candiroto  and  SMP  Muhammadiyah  5 Kandangan in the planning, implementation, and evaluation of education is still dominated by the role of teachers and principals as Top Managers. Community involvement in educational planning is by providing input and suggestions of education implementation that emphasizes on the mastery of reading and writing al-Quran and prayer. In the implementation of society involved in certain events in learning and religious activities. And in the evaluation of education, conducted by teachers and principals who reported the implementation to the community. Impacts that arise in the implementation of community-based Islamic education in SMP Negeri 2 Candiroto and SMP Muhammadiyah 5 Kandangan Temanggung district intertwined symbiosis mutualism between schools with the community, and on the other the budget of education costs increased. Supporting factors: the culture of gotong-royong that is still strongly rooted in the community. Factors inhibiting Human Resources (HR) and the availability of funds for education. Pendidikan Berbasis Masyarakat merupakan model pendidikan dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat yaitu pendidikan yang direncanakan,   dilaksanakan,   dinilai   dan   dikembangkan   oleh   masyarakat.Penelitian ini bermaksud menganalisis bagaimanakah implementasi pendidikanagama Islam berbasis masyarakat, dampak-dampak yang ditimbulkan serta faktor- faktor pendukung dan penghambat implementasi pendidikan pendidikan agama Islam berbasis masyarakat di SMP Negeri 2 Candiroto dan SMP Muhammadiyah5 Kandangan yang disajikan secara deskriptif kualitatif. Hasil analisis implementasi pendidikan agama Islam berbasis masyarakat di SMP Negeri 2 Candiroto dan SMP Muhammadiyah 5 Kandangan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan masih di dominasi oleh peran guru dan kepala kepala sekolah sebagai Top Manager. Keterlibatan masyarakat dalam perencanaan pendidikan yaitu dengan memberikan masukan dan saran pelaksanaan pendidikan yang menekankan pada penguasaan baca-tulis al Quran dan  shalat.  Dalam  pelaksanaan  masyarakat  terlibat  pada  event-event  tertentu dalam pembelajaran maupun kegiatan bersifat keagamaan. Dan dalam evaluasi pendidikan, dilakukan oleh guru maupun kepala sekolah yang melaporkan pelaksanaan kepada masyarakat. Dampak yang muncul dalam implementasi pendidikan agama Islam berbasis masyarakat di SMP Negeri 2 Candiroto dan SMP  Muhammadiyah  5  Kandangan  kabupaten  Temanggung terjalin  simbiosis mutualisme antara sekolah dengan masyarakat,  dan disisi lain anggaran  biaya pendidikan semakin besar.  Faktor pendukung: kultur gotong-royong yang masih kuat mengakar dimasyarakat. Faktor penghambat Sumber Daya Manusia (SDM) dan ketersediaan dana untuk pendidikan.

Page 3 of 3 | Total Record : 24