cover
Contact Name
Didi Sundiman
Contact Email
sundiman.didi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sundiman.didi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan
Published by Joyful Academy
ISSN : 23546530     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2014)" : 6 Documents clear
ANALISIS PERANAN DAN FUNGSI TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH PADA SMP NEGERI DAN SWASTA DI KUALA PEMBUANG Sanifa, Mimik
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum penelitian ini ditujukan untuk membangun pengetahuan tentang sejauh mana peranan dan fungsi tenaga administrasi sekolah dalam mendukung proses belajar mengajar di sekolah. Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah dalam hal ini menempati peran penting sebagai tenaga kependidikan dengan tugasnya yang bukan sekedar membantu sekolah dalam urusan administrasi melainkan meliputi beberapa kegiatan penting dalam pengembangan kualitas sekolah seperti pengelolaan, pengembangan, pengawasan dan pelayanan teknis. Dengan kata lain Tenaga Administrasi Sekolah ini bertugas sebagai pendukung berjalannya proses pendidikan di sekolah melalui layanan administratif guna terselenggaranya proses pendidikan yang efektif dan efisien di sekolah. Mereka adalah non teaching staff yang bertugas di sekolah, yang sering disebut dengan Tata Usaha (TU).Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil : Minimnya pengetahuan yang dimiliki oleh Tenaga administrasi sekolah, menyebabkan pekerjaan sering lambat selesai. Namun kepala sekolah tetap membimbing guna peningkatan mutu pegawai administrasinya. Hal ini dilakukan mengingat minimnya pelatihan-pelatihan khusus tenaga administrasi sekolah di Kabupaten Seruyan. Kendala yang sering dihadapi adalah kurangnya koordinasi antara tenaga administrasi yang bertanggungjawab membantu masing-masing kaur sesuai bidangnya. Sehingga ada beberapa pekerjaan yang tidak selesai tepat waktu.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN 4 (EMPAT) P DALAM KEGIATAN LESSON STUDY SEBAGAI UPAYA UNTUK PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN AKTIVITAS BELAJAR FISIKA Sundari, Tuti
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji metode-metode proses peningkatan pemahaman dan aktivitas belajar peserta didik melalui pengembangan perangkat dalam model 4P yang diterapkan dalam Lesson study. Penelitian ini juga mendeskripsikan pengaruh mengembangan perangkat pembelajaran dalam model 4 P yang diterapkan dalam Lesson study sebagai upaya peningkatan pemahaman dan aktivitas belajar, yang mengacu pada peningkatan hasil belajar.Hasil penelitian menunjukkan: Penerapan model Pembelajaran 4P dalam kegiatan Lesson study dapat meningkatkan pemahaman dan aktivitas belajar fisika di kelas. Peningkatan pemahaman dan aktivitas belajar mempengaruhi peningkatan hasil belajar. Hasil yang diperoleh pada nilai psikomotor menunjukan tingkat aktifitas peserta didik dalam proses pembelajaran terutama dari aktifitas kerja fisik yang bersifat Motor activities dan secara kelompok serta menunjukan kemampuan Mental activities sudah rata-rata sangat baik. Hasil refleksi pengamatan dan tanggapan observer serta perhitungan nilai rata-rata sikap peserta didik dalam pembelajaran melalui diskusi kelompok diketahui adanya perolehan hasil belajar rata –rata Amat Baik. Nilai rata-rata yang dicapai peserta didik memuaskan yaitu 82,54. Secara umum kompetensi Dasar 2.2. tentang Menganalisis hukum-hukum yang berhubungan dengan fluida statis dan dinamis serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari telah telah mencapai ketuntasan, peserta didik yang telah mencapai ketuntasan sebanyak 92,3 %.
PENERAPAN METODE COOPRATIVE SCRIPT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMPN - 2 HANAU Mulyani, Mulyani
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic Education (PAI) has ore value in the cultivation of the values and character of the learners. Islamic education is the cornerstone of character development of students. Improving the quality of Islamic education in schools is intended as an effort to achieve goals through increased PAI minimum standards of achievement in the subject of PAI in the cognitive and psychomotor. Learning in the Education Unit Level Curriculum (SBC) requires  the active participation of all students. So in the prosess of learning, student-centered activities, the teacher’s role as motivator an facilitator only it is cooperative learning. In cooperative learning activities of students during script really empower students to actualize the potential of knowledge an dkills, so it really fits with the constructivist approach develoved at this time.In cooperative learning, students are trained to be able to work together and recognize differences of opinion with other people. Of some kinds of models of cooperative learning, cooperative learning model used in the script is very precise and PAI learning as a strategy to improve student learning outcomes PAI. Cooperative script is a learning model that conditioned student to work in pairs and verbally summarize the parts of the material being studied. Analysis of the data used is a different test pairs of data it can be concluded that the use of learning using cooperative learning methods of students more active script and understand the subject matter. Students are also more willing to as the teacher, it is supported by a fun learning atmosphere, compared with conventional models, students are less active and the students seem less enthusiastic in participating in learning.
PENERAPAN GUGUS KENDALI MUTU (GKM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP NEGERI 3 HANAU TAHUN 2013 Basuki, Agung
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Along with the increasing volume and complexity in the field of education as well as the demand for improving the quality of education. Efforts to improve student mastery of learning outcomes also include efforts to improve the quality of education. Various models and strategies for improving learning outcomes have been widely tested. Which in this study using Quality Circles (QCC). GKM system with seven and seven-step tools as one of the spearheads in Total Quality Management has been widely recognized reliability to improve the quality of the organization.On the application of SMP Negeri 3 Hanau GKM in recommend some causes of low student mastery of learning outcomes. In the first cycle GKM provides recommendations to supplement teaching materials such as student handbooks for 4 subjects, namely: Mathematics, Science, English and Indonesian and improve the students' attention. To motivate teachers to improve students' attention on learning activities conducted classroom observations by peers. Results of the first cycle of activities is entirely mastery of learning outcomes in the first cycle by 58%. And the test results thit to learn science and social studies subjects gave insignificant results. Seeing this condition then conducted follow-up on the second cycle of activities that provide recommendations to further enhance student interest in learning activities, encourage parents to pay attention to student learning outcomes, improve teaching methods and instructional materials complement the IPS. Results of the second cycle activity is mastery of learning outcomes entirely on the second cycle of 86%. At thit test for learning outcomes subjects in English and social studies did not provide significant results. For the pre-test learning outcomes thit cycle with the second cycle all subjects all showed a significant increase in learning outcomes.
MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR, DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING PADA SMP NEGERI 2 KUALA PEMBUANG Hariyanto, Bambang
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta bahwa proses pembelajaran Matematika di SMP Negeri 2 Kuala Pembuang masih menggunakan metode konvensional. Kondisi pembelajaran seperti ini tidak akan menumbuhkembangkan aspek kemampuan dan aktivitas siswa seperti yang diharapkan dan akibatnya nilai-nilai yang didapat tidak seperti yang diharapkan pula. Hal ini terlihat pada nilai rata-rata hasil  pretest sebesar 63,55 dengan ketuntasan belajar klasikal  sebesar 57,92%  dari jumlah siswa 69 terdiri dari 35 putra dan 34 putri. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada kelas yang mengugunakan  metode Problem Posing  di kelas VIII  SMP Negeri 2 Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan.            Penelitian ini dilakukan di kelas VIII SMP Negeri 2 Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan dengan jumlah siswa 69. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Siklus I dan II dilaksanakan di dalam ruang kelas dengan masing-masing tiga materi yang berbeda-beda. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah (1) peningkatan persentase aktivitas siswa pada kelas yang menggunkan metode problem posing, (2) peningkatan persentase siswa yang  memperoleh nilai ≥ 63 atau peningkatan persentase jumlah ketuntasan siswa pada kelas yang menggunakan metode problem posing            Berdasarkan hasil pengamatan siklus I dan II diperoleh data kenaikan persentase aktivitas siswa pada kelas yang menggunkana metode problem posing dibandingkan dengan kelas yang menggunakan metode konvensional (metode yang biasa digunakan guru dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 2 Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan). Pada siklus I Jumlah persentase aktivitas siswa dari rata-rata 46,33 % naik menjadi 69,67. Pada Siklus II dari rata-rata 52,33 % naik menjadi 80,67 %. Berdasarkan hasil Post Test pada siklus I persentase ketuntasan hasil belajar siswa meningkat dari 37,47 % naik menjadi 90,07 % pada siklus II persentase ketuntasan hasil belajar siswa juga naik dari 49,54 % menjadi 100%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode Problem posing dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan.
PENGARUH ANTARA PERSEPSI KARAKTERISTIK KONSELOR SEKOLAH DAN EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL TERHADAP MINAT BERKONSULTASI Jaitun, Jaitun
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara persepsi karakteristik konselor sekolah dan efektivitas layanan konseling individual terhadap minat berkonsultasi pada siswa SMA. Subjek penelitian berjumlah 55 orang  siswa SMA Negeri 2 Kuala Pembuang pada tahun ajaran 2011–2012. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga skala, yaitu skala persepsi karakteristik konselor sekolah, skala efektivitas layanan konseling individual, dan skala minat berkonsultasi pada siswa. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi sederhana. ektivitas layanan konseling individual terhadap minat berkonsultasi pada siswa (F­Fisher;15.782 p<0,01). Hasil korelasi lugas menunjukkan: (a) ada korelasi positif yang  signifikan antara persepsi tentang karakteristik konselor sekolah terhadap minat berkonsultasi pada siswa (r= 0,185; p<0,01), dan (b) ada korelasi positif yang sangat antara efektivitas layanan konseling individual terhadap minat berkonsultasi pada siswa (r= 0,547; p>0,01).Berdasarkan perhitungan analisis regresi menunjukkan sumbangan efektif variabel persepsi tentang karakteristik konselor sekolah terhadap minat berkonsultasi pada siswa sebesar sebesar 34.55%, dan sumbangan efektif variabel efektivitas layanan koseling individual terhadap minat berkonsultasi pada siswa sebesar 41.82%. Secara bersama-sama variabel persepsi tentang karakteristik konselor sekolah dan efektivitas layanan konseling individual memberikan sumbangan efektif sebesar 76.37% terhadap minat berkonsultasi pada siswa.  Dari temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa minat berkonsultasi yang tinggi pada siswa berkaitan dengan persepsinya tentang karakteristik konselor sekolah dan efektivitasnya layanan konseling individual.

Page 1 of 1 | Total Record : 6