cover
Contact Name
-
Contact Email
untagtekniksipil@gmail.com
Phone
+62541743390
Journal Mail Official
untagtekniksipil@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 80 P 75124 Samarinda, East Kalimantan 75124
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : 23392665     EISSN : 25028448     DOI : 10.31293/teknikd
Core Subject : Engineering,
Kurva S: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil (p-ISSN 2339-2665) and (e-ISSN 2502-8448) published three time in a year, in April, August and December. The article can be product of researches, scientific thoughts or case study, in civil engineering and isn’t formed by politics, commercialism, and subjectivity unsure. This scientific journal contains articles of thought and research results in Civil Engineering that have never been published in scientific journals or other media. Any matters relating to the use of the software, citation and copyright permissions made by the author of the article, and the legal consequences it causes, are the sole responsibility of the author of the article. The format of writing scientific articles for publication in scientific journals should follow the guidelines of scientific article writing, which is located on the back of this scientific journal.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2022)" : 5 Documents clear
Jacketing Pada Daerah Sendi Plastis Pilar atau Kolom Dengan Kombinasi Wire Mesh dan SCC Hence Michael Wuaten
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v10i2.6840

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pilar atau kolom terhadap beban lateral adalah dengan metode jacketing, dimana dalam penelitian ini dilakukan pengujian terhadap 2 buah spesimen pilar atau kolom berbentuk bujur sangkar yang di jacketing dengan kombinasi material wire mesh dan SCC yang dipasang pada daerah sendi plastis pilar atau kolom. Spesimen kemudian diuji dengan beban siklik bolak balik untuk mengetahui kekuatan, kekakuan dan daktalitas dari spesimen. Pada spesimen S01 pengujian dilakukan hingga simpangan rasio 3,5% dan pada spesimen S02 pengujian dilakukan hingga simpangan rasio 5,73%. Dari hasil pengujian di dapat bahwa pemasangan jacketing di daerah sendi plastis kolom dengan kombinasi material wire mesh dan SCC dapat meningkatkan kapasitas spesimen terhadap beban lateral, kekakuan dan daktalitas.
Analisis Gerusan Lokal Menggunakan Metode Empiris Pada Pilar Jembatan Kuala Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Ahmad Arsy Pradana; Daru Purbaningtyas; M. Ridwan
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v10i2.6841

Abstract

Penelitian mengenai Analisis Gerusan Lokal Menggunakan Metode Empiris Pada Pilar Jembatan Kuala Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara dilakukan untuk mengetahui besarnya kedalaman gerusan lokal yang terjadi pada pilar Jembatan Kuala Samboja yang telah dibangun sejak tahun 1992 menggunakan beberapa metode perhitungan yang telah ditentukan. Kedalaman gerusan diketahui melalui dua tahapan yaitu, pengukuran langsung dan perhitungan menggunakan metode empiris, dalam tahapan pengukuran langsung digunakan alat Sonar. Metode penelitian meliputi, analisa hujan rencana dan hidrograf banjir, pengukuran batimetri, kecepatan aliran dan pembuatan rating curve, pengambilan sampel sedimen serta analisa butiran sedimen di laboratorium. Perhitungan kedalaman gerusan menggunakan metode empiris menggunakan metode HEC-18, Froehlich, Laursen & Toch dan Salim & Jone. Bentuk pilar yang dianalisis adalah pilar kumpulan silinder dengan jarak antar pilar 1,2 m dengan diameter 0,5 m. Debit yang digunakan adalah debit dominan (Qdominan) sebesar 377.944 m3/detik. Berdasarkan hasil pengukuran langsung dan perhitungan menggunakan metode empiris dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan kedalaman gerusan lokal menggunakan beberapa metode empiris memiliki hasil yang berbeda antara satu sama lain. Perbedaan hasil perhitungan antar metode terjadi karena tiap metode memiliki parameter yang berbeda dalam menentukan kedalaman gerusan sehingga memberikan hasil kedalaman yang berbeda.
Analisis Kinerja Simpang Bersinyal Mal Lembuswana Kota Samarinda Menggunakan MKJI 1997 dan Pemodelan Simpang Pada Program PTV Vissim Ade Yuli Guntara; M. Jazir Alkas; Budi Haryanto
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v10i2.6842

Abstract

Masalah transportasi saat ini merupakan permasalah yang muncul seiring dengan bertambahnya kepadatan jumlah penduduk. Karena setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga terjadi permasalahan seperti kemacetan khususnya pada jam puncak. Untuk mengatasi permasalahan pada simpang tersebut diambil penanganan yaitu dengan pelebaran semua pendekat 0.5 meter, 1 meter, dan 1,5 meter. Kinerja simpang dianalisis dengan menggunakan MKJI 1997 dan dimodelkan dengan program PTV Vissim student version. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja simpang bersinyal di lokasi studi dan memberikan alternatif solusi pengembangan untuk meningkatkan kinerja simpang. Proses pendekatan antara MKJI 1997 dengan PTV Vissim dilakukan dengan jalan kalibrasi antara kedua metode tersebut. Hal ini dilakukan dengan menyesuaikan model PTV Vissim dengan MKJI 1997 yang dalah dilihat dari uji statistik GEH. Kinerja simpang kondisi eksisting menggunakan MKJI 1997 menghasilkan nilai tundaan simpang 135.90 detik/smp. Sedangkan menggunakan PTV Vissim diperoleh nilai tundaan simpang 110.89 detik/smp. Dilakukan penanganan yaitu pelebaran semua pendekat simpang sebesar 0.5 meter, 1 meter dan 1.5 meter dengan menggunakan MKJI menghasilkan nilai tundaan simpang berturut-turut adalah 92.28 detik/smp, 79.01 detik/smp dan 74.01 detik/smp. Sedangkan hasil analisis menggunakan PTV Vissim diperoleh nilai tundaan simpang berturut-turut adalah 72.70 detik/smp, 66.01 detik/smp dan 59.67 detik/smp. Dari hasil analisis penanganan yang dilakukan dapat direkomendasikan bahwa pelebaran semua pendekat sebesar 0.5 meter adalah yang dapat diterapkan melihat kondisi yang ada di lapangan. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk pelebaran 1 meter dan 1.5 meter untuk diterapkan dengan menghilangkan fungsi trotoar serta merubah desain drainase yang akan digunakan sebagai lajur.
Potensi Beton Busa Bahan Konstruksi Berkelanjutan Penopang Pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara di Kalimantan Timur Syahrul Syahrul
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v10i2.6838

Abstract

Beton ringan umumnya memiliki berat jenis di bawah 1800 kg/cm2, berdasarkan kekuatan tekan, penggunaan beton ringan pada non struktural dengan berat berkisar 250 kg/cm2, sedangkan berat jenis beton normal mencapai 2400 kg/cm2, selain itu masih terdapat tambahan material lainnya yang melekat pada konstruksi, jika terjadi gempa pergerakan akan terjadi atau perpindahan massa, karena itu penggunaan material yang memiliki bobot yang ringan serta ramah lingkungan untuk kesinambungan konstruksi menjadi paradigma di era sekarang. Untuk membentuk beton busa menggunakan foam agent berbahan dasar sodium laureth sulfate serta silinder beton berukuran 200 x 100 mm guna mendapatkan data karakteristik beton busa. Penelitian yang bersifat ekperimental untuk mengetahui karakteristik beton busa dengan potensi sebagai material berkelanjutan dan penopang pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara di Kalimantan Timur.
Konsep Perencanaan Infrastruktur Transportasi Smart, Integrated Sustainable & Environment Friendly di Kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Tukimun Tukimun; Viva Soeri; Suharto Suharto
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v10i2.6839

Abstract

Pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo pada tanggal 26 Agustus 2019 secara resmi mengumumkan kepindahan ibu kota negara baru, dari Jakarta menuju Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Luas wilayah Ibu Kota Negara (IKN) direncanakan sebesar 256.142,74 ha, dengan kawasan inti kota sebesar 56.180,87 ha dan pusat pemerintahan sebesar 5.644 ha. Konektivitas ibu kota negara (IKN) baru, diwujudkan dalam sistem transportasi yang dibangun secara terintegrasi dan berkelanjutan untuk menciptakan kota menjadi baik. Pengembangan infrastruktur transportasi di wilayah IKN Harus menjaga Kelestarian fungsi ekosistem DAS, kualitas lingkungan yang baik dan konsep perencanaan infrastruktur transportasi smart, integrated sustainable & environment friendly yang penerapan forest city untuk mengurangi environmental footprint dengan 50 persen tetap menjadi ruang terbuka hijau.

Page 1 of 1 | Total Record : 5