cover
Contact Name
-
Contact Email
untagtekniksipil@gmail.com
Phone
+62541743390
Journal Mail Official
untagtekniksipil@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 80 P 75124 Samarinda, East Kalimantan 75124
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : 23392665     EISSN : 25028448     DOI : 10.31293/teknikd
Core Subject : Engineering,
Kurva S: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil (p-ISSN 2339-2665) and (e-ISSN 2502-8448) published three time in a year, in April, August and December. The article can be product of researches, scientific thoughts or case study, in civil engineering and isn’t formed by politics, commercialism, and subjectivity unsure. This scientific journal contains articles of thought and research results in Civil Engineering that have never been published in scientific journals or other media. Any matters relating to the use of the software, citation and copyright permissions made by the author of the article, and the legal consequences it causes, are the sole responsibility of the author of the article. The format of writing scientific articles for publication in scientific journals should follow the guidelines of scientific article writing, which is located on the back of this scientific journal.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 3 (2023)" : 5 Documents clear
Perkerasan Campuran Lapisan Aspal Beton (Hrs- Base) Dengan Material Lokal Ubay, Nur
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v11i3.8386

Abstract

Lapisan Tipis Aspal Beton (LATASTON) terdiri dari dua macam campuran yaitu lataston lapis pondasi (HRS-Base) dan lapis permukaan (HRS-WC) dengan ukuran maksimum agregat masing-masing campuran adalah 19mm. Penelitian Aspal yang dilakukan menggunakan Pengujian Marshall Test dengan langkah yaitu Persiapan Benda Uji, Penentuan Berat Jenis Bulk dari benda uji, Pemeriksaan nilai  stabilitas dan flow, dan Perhitungan sifat volumetrik benda uji. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, Stabilias dan flow pada untuk lapis tipis aspal beton HRS-Base secara keseluruhan memenuhi syarat. Ini dibuktikan dari hasil penelitian yang dilakukan, Variasi I pada kadar aspal 7,0 yaitu Stabilitas 985,467 kg, flow 3,44mm, berat jenis 2,534,  VIM 4,179%, VMA  19,672%, VFA 78,889%.  Lalu  pada Variasi II pada kadar aspal 7,5 yaitu stabitilas 949,064 kg, flow 3,5mm, berat jenis 2,581, VIM 4,564%,   VMA 19,569%, VFA 76,701%. Dari hasil-hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa material lokal memiliki kualitas yang cukup bagus dan layak untuk digunakan sebagai lapisan pondasi (HRS- Base). Untuk perendaman didapat hasil stabilitas marshall sisa Variasi I 97,81 % dan variasi II 98,70
Analisa Tingkat Kebisingan Di Jalan Arteri Primer (Studi Kasus SDN 016 Jalan P. Antasari Samarinda) Esanugraha, Dettry; Oktaviani, Viva; Marzuki, Robby
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v11i3.8382

Abstract

Samarinda Ulu merupakan area yang memiliki tingkat kemacetan yang cukup padat terutama jalan P. Antasari yang merupakan jalan arteri primer. Titik pengukuran dilakukan di SDN 016 yang berada di pinggir jalan P. Antasari dan dekat dengan putaran menuju jalan Cendana, sehingga dapat dipastikan akan menimbulkan kebisingan yang cukup tinggi akibat lalu lintas yang padat. Tingkat kebisingan di SDN 016 yang berada di tepi jalan P. Antasari diukur dengan alat Sound Level Meter menunjukan hasil nilai Ls pada hari Senin sebesar 68,8 dBA, Ls hari Rabu sebesar 67,4 dBA dan Ls hari Jumat sebesar 69,4 dBA. Nilai ini dapat disimpulkan sudah melebihi baku mutu untuk kebisingan berdasarkan KEPMENLH No. 48 Tahun 1996 untuk wilayah sekolah dan pemukiman yang sebesar 55 dBA. Seharusnya lokasi tersebut termasuk pada Zona B berdasarkan PERMENKES No. 718 Tahun 1987, dengan tinggat kebisingan 45-55 dBA. Nilai tingkat kebisingan tersebut sangat berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar di kelas SDN 016. Artinya semakin tinggi tingkat kebisingan, maka semakin rendah konsentrasi belajar siswa pada kelas dan sebaliknya semakin rendah tingkat kebisingan, maka akan semakin tinggi konsentrasi belajar siswa. sehingga diperlukan antisipasi untuk menurunkan tingkat kebisingan didaerah tersebut.
Perbandingan Campuran Beton Dengan Menggunakan Agregat Halus Ex. Tenggarong Ex. Palu Dan Agregat Kasar Ex. Palu Dengan Cara Perendaman Dan Tidak Di Rendam Rizkina, Haidir; Habir, Habir; Tohir, Musrifah
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v11i3.8383

Abstract

Penelitian tentang perbandingan campuran beton dengan cara perendaman dan tidak di rendam, dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di laboratorium teknik sipil Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Metode ini menggabungkan bahan material agregat halus ex. Tenggarong, ex. Palu dan agregat kasar ex. Palu untuk pembuatan sampel beton pada umur 3, 7, 14, 21 dan 28 hari melalui cara perhitungan mix design dan perhitungan faktor koreksi. Kuat tekan beton rencana f’c = 20.75 Mpa pada bahan material agregat halus ex. Tenggarong, ex. Palu dan agregat kasar ex. Palu dengan perawatan direndam didapat hasil kuat tekan pada umur 3 hari f’c 28.82 Mpa, 7 hari f’c 26.11 Mpa, 14 hari f’c 23.91 Mpa, 21 hari f’c 23.58 Mpa dan 28 hari f’c 24.43 Mpa. Untuk yang tidak direndam didapat hasil kuat tekan pada umur 3 hari f’c 25.41 Mpa, 7 hari f’c 21.93 Mpa, 14 hari f’c 19.29 Mpa, 21 hari f’c 16.44 Mpa dan 28 hari f’c 16.97 Mpa. Dari hasil analisa tersebut dapat diketahui bahwa beton yang dirawat dengan perendaman dapat mencapai kuat tekan rencana sedangkan yang tidak direndam tidak dapat mencapai kuat tekan rencana.
Perbandingan Estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) Antara Metode AHSP Dengan BOW Proyek Rekonstruksi Jalan Patung Lembuswana – Sebulu Sina, Maria Trivonia Sedo; Findia, Findia; Nugraha, Achmad Jaya Adhi
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v11i3.8384

Abstract

Rencana Anggaran Biaya adalah menghitung berapa besar estimasi biaya yang akan di perlukan dalam sebuah proyek, meliputi biaya untuk bahan, alat dan upah dan biaya lainnya. Anggaran biaya dalam proyek perlu diperhitungkan dengan baik agar menghasilkan nilai estimasi yang lebih efisien dan ekonomis. Dalam perencanaan anggaran biaya meliputi analisa komponen pada upah, bahan dan alat untuk menyelesaikan setiap item pekerjaan. Pengembangan meliputi perencanaan dan pelaksanaan adalah dua hal yang saling terkait. Perencanaan bertumpu pada pengaturan sumber daya seperti tenaga kerja, peralatan, bahan, biaya dan waktu. Sedangkan pelaksanaan menyelenggarakan pembangunan agar berjalan dengan waktu yang tepat, kualitas bangunan yang baik dengan biaya yang efisien . Untuk memperoleh keberhasilan dalam kedua hal tersebut, salah satunya adalah dengan dukungan analisis biaya yang baik. Dalam memperkirakan biaya yang dibutuhkan, perlu adanya perhitungan yang matang.
Perencanaan Kawasan Wisata Rumah Apung Danau Semayang Muara Pela Lama Kecamatan Kota Bangun Adha, Muhammad; Baharuddin, Faizal; Wardhana, Wardhana
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v11i3.8385

Abstract

Wisata apung adalah jenis wisata yang memanfaatkan konsep rumah atau fasilitas yang dibangun di atas perairan, seperti danau, sungai, atau laut. Konsep ini sering kali mencakup berbagai jenis bangunan apung, di mana pengelolaannya bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar, seperti dengan mengurangi pencemaran air, mengelola sampah dengan baik, dan melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangan serta pemeliharaan kawasan wisata tersebut. Perencanaan Kawasan Wisata Rumah Apung Muara Pela Lama Kecamatan Kota Bangun, di Kota Bangun merupakan sebuah fasilitas umum yang dibuat sebagai sebuah sarana wisata rumah terapung di kota bangun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan arsitektur terapung yang dipaparkan secara deskriptif kualitatif, melalui identifikasi permasalahan, pengumpulan data, analisis data, hingga menghasilkan konsep dan desain. Hasil dari analisis diterapkan pada konsep pola dan bentuk ruang, massa bangunan, konsep bangunan, analisa arah matahari dan arah angin dengan mengaplikasikan konsep arsitektur terapung menggunakan penerapan arsitektur lokal Kalimantan Selatan, antara lain rumah khas adat banjar rumah bubungan tinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5