cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSISTOR Elektro dan Informatika
ISSN : 1411366X     EISSN : -     DOI : -
TRANSISTOR EI (Jurnal Elektro dan Informatika) adalah publikasi ilmiah yang menerbitkan artikel bidang teknik elektro yang mencakup ketenagaan, elektronika, instrumentasi, telekomunikasi, kendali; serta bidang teknik informatika yang mencakup sistem informasi, software engineering, computer network, robotika, kecerdasan buatan, dan data mining. Jurnal ini adalah kelanjutan dari Jurnal Transistor yang terakreditasi DIKTI tahun 2004 s.d. 2007 (SK No. 39/Dikti/Kep/2004). Jurnal ini berubah nama menjadi Jurnal TRANSISTOR Teknik Elektro dan Teknik Informatika (TRANSISTOR-TETI) untuk menegaskan fokus bidang ilmu dari artikel yang diterbitkan yaitu bidang teknik elektro dan teknik informatika. Kedua bidang tersebut sangat dekat dan banyak beririsan dan saling bersinergi sehingga dijadikan tema dalam jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1: 2018" : 8 Documents clear
Analisis Kinerja Sistem Penyambungan Serat Optik Menggunakan Metoda Fusion Splicing Pada Ruas Soreang - Nanjung Yosi Wismaya; Lucia Jambola
TRANSISTOR Elektro dan Informatika Vol 3, No 1: 2018
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.519 KB) | DOI: 10.30659/ei.3.1.62-70

Abstract

Maraknya penggunaan serat optik pada perusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi bertujuan untuk memberikan layanan terbaik, mudah, dan cepat. Dengan menggunakan serat optik, penyedia layanan telekomunikasi dapat menekan biaya sehinga biaya yang diperlukan relatif rendah dengan mutu pelayanan yang tinggi. Namun, dengan berbagai keunggulan serat optik bukan berarti sistem komunikasi serat optik tidak memiliki permasalahan. Salah satu permasalahan yang terjadi pada serat optik adalah hilangnya energi cahaya didalam inti serat optik yang diakibatkan oleh beberapa hal seperti sambungan yang kurang baik, putusnya kabel, atau kualitas kabel yang menurun sehingga mengakibatkan redaman dan rugi – rugi (loss transmission) pada proses pengiriman data. Penyambungan serat optik dilakukan dengan metoda Fusion Splicing. Alat yang digunakan adalah Optical Fiber Fusion Splicer atau yang lebih dikenal dengan Fusion Splicer, alat tersebut yang akan menyambungkan serat optik antara satu inti dengan inti yang lain. Pada ruas Soreang – Nanjung serat optik yang terpasang adalah sepanjang 15,947 km dan memiliki kapasitas sebanyak 24 inti. Kerusakan yang terjadi adalah dikarenakan penggalian pipa oleh pihak lain sehingga kabel terkena perkakas dan terputus. Kemudian dilakukan pengukuran menggunakan Optical Time Domain Reflectometer (OTDR) di stasiun Nanjung dan tercatat kabel serat optik putus pada inti nomor 11 hingga 24 dengan rata – rata jarak yang terukur 15,187 km. Kemudian dilakukan penyambungan serat optik dengan niliai redaman maksimum setiap inti sebesar 0,03 dB.
Pemanfaatan Modul RTC Berbasis Arduino Mega Sebagai Penentu Variabel Nutrisi Pada Sistem Kontrol Hidroponik Syahrul Mubarok; Dicky Wisnu Dwi Wahyudi; Devy Octaviany; Karno Karno
TRANSISTOR Elektro dan Informatika Vol 3, No 1: 2018
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.892 KB) | DOI: 10.30659/ei.3.1.5-8

Abstract

Penyempitan lahan pertanian akibat pembangunan infrastruktur telah menjadi permasalahan yang berakibat pada penurunan produktivitas hasil pertanian khususnya pada komoditas sayuran. Usaha untuk mengatasi hal tersebut ialah dengan sistem budidaya hidroponik. Hidroponik merupakan salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan di daerah perkotaan. Hidroponik sudah banyak dilakukan oleh masyarakat, namun dalam pengaplikasiannya banyak faktor yang menentukan keberhasilan dalam budidaya sayuran secara hidroponik, diantaranya ialah unsur hara, media tanam, oksigen dan air. Pemberian nutrisi harus teratur sesuai dengan kepekatan yang dibutuhkan oleh setiap jenis tanaman. Pemanfaatan Modul RTC Berbasis Arduino Mega sebagai Penentu Variabel Nutrisi pada Sistem Kontrol Hidroponik ini merupakan pengembangan dari otomatisasi Hidroponik NFT yang sudah ada. Namun, umumnya hanya sebatas penggunaan sensor EC dan pH untuk pembacaan nutrisi dan pH pada bak tampung, dengan pemberian kadar nutrisi bersifat konstan sehingga tidak dapat menyesuaikan kebutuhan nutrisi tanaman seiring  dengan bertambahnya umur tanaman. Alat ini memanfaatkan modul Real Time Clock (RTC) untuk memantau dan menghitung hari sejak dimulainya penanaman. Penghitungan hari tersebut akan diproses dan diolah oleh program melalui Arduino Mega 2560 untuk menentukan kadar nutrisi yang tepat untuk tanaman, berdasarkan jenis umur tanaman yang ditanam. Adanya Pemanfaatan Modul RTC Berbasis Arduino Mega sebagai Penentu Variabel Nutrisi pada Sistem Kontrol Hidroponik ini, diharapkan akan dapat memudahkan proses penanaman secara hidroponik bagi pemula, tanpa harus memahami setiap kadar kebutuhan nutrisi tanaman. Keyword: RTC, Nutrisi, Hidroponik, Arduino Mega
Sistem IoT Terintegrasi Menggunakan Flow Based Programming dengan Protokol MQTT dan Time Series DB Sri Mulyono; Moch Taufik; Mohammad Taufiqurrohman
TRANSISTOR Elektro dan Informatika Vol 3, No 1: 2018
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1302.892 KB) | DOI: 10.30659/ei.3.1.9-20

Abstract

Internet of Thing (IoT) dewasa ini semakin populer dan menjadi perhatian berbagai pihak, pada tahun 2010 Ericsson memperkirakan akan ada 50 juta perangkat yang terhubung  dengan internet.[1]. Penurunan biaya komputasi sebesar 60 kali lipat, penurunan biaya bandwidth 40 kali lipat dan penurunan biaya sensor dan alat cerdas lainnya yang hampir 2 kali lipat dalam dekade terakhir ini [2]juga turut mempopulerkan Internet of Thing.Sehingga sistem IoT terintegrasi dibutuhkan untuk mengakomodasi dan memaksimalkan perangkat IoT, protokol MQTT menjadi protokol yang dapat diandalkan menangani massiveupdate dalam pengiriman data IoT[3] dan TSDB menjadi platform data yang cocok untuk data IoT, dari uraian tersebut penelitian ini akan mencoba membuat sistem IoT yang mengintegrasikan MQTT dengan TSDB dan dari TSDB akan diolah menjadi visualisasi grafik untuk memudahkan memonitor dan menganalisis. Penelitian ini diterapkan di server Raspberry Pi3 (RPI) dan AWS, menyesuaikan dari kebutuhan bisnis. Hasilnya sistem IoTmampu digunakan sebagai sistem untuk aplikasi monitor suhu dan kelembaban yang berjalan 10 jam non-stop dan mampu menangani beban hingga 1000 clients (untuk AWS dengan 1GB RAM dan 993 clients untuk RPI)Keyword: Internet of Thing (IoT), MQTT, TSDB
Sistem Informasi Geografis Untuk Pemetan Lokasi Dan Bidang Kompetensi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Di Kota Tegal Andi Riansyah; Dedy Kurniadi; Ida Widihastuti; Vergiawan Alfiansyah
TRANSISTOR Elektro dan Informatika Vol 3, No 1: 2018
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.193 KB) | DOI: 10.30659/ei.3.1.45-51

Abstract

SMK adalah lembaga pendidikan yang mengajarkan ketrampilan di bidang formal. penjelasan Pasal 15 undang undang sistem pendidikan nasional (UUSPN), merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Sebagian warga kota Tegal tidak mengetahui jumlah SMK  yang ada di Kota Tegal, dengan beragam nama sekolah, alamat sekolah, dan Kompetensi / jurusanya, ini mengakibatkan tidak sedikit warga kota Tegal yang akhirnya menyekolahkan anaknya diluar Kota Tegal, dengan jurusan / kompetensi yang sebenarnya ada di SMK pada Kota Tegal. Untuk itu penulis berinisiatif merancang dan membangun sistem informasi geografis persebaran SMK di kota tegal berbasis web, untuk dapat menjadi alat bantu masyarakat dalam mencari lokasi dan informasi-informasi yang berkaitan dengan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang ada di kota tegal.
Analisis Kinerja Port Fiber Optik Antar Perangkat FTM Dan FTB Pada Jaringan FTTB (Fiber To The Building) aditya arif pribadi; Dwi Aryanta
TRANSISTOR Elektro dan Informatika Vol 3, No 1: 2018
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.881 KB) | DOI: 10.30659/ei.2.1.%p

Abstract

Peningkatan dan pengembangan menggunakan kabel serat optik sebagai media transmisi data sering terjadi faktor hilangnya informasi yang diakibatkan oleh rugi-rugi transmisi (Loss) pada kabel serat optik yang dapat menurunkan kualitas transmisi, salah satu rugi-rugi adalah rugi daya yang diakibatkan oleh redaman di sepanjang kabel serat optik yang mengakibatkan perubahan daya pada dari pemancar (Transmitter) sampai ke pemerima (Receiver). Oleh karena itu, perlu adanya pengukuran pada port fiber optik tersebut, hal ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui kualitas suatu jaringan, serta untuk mengetahui kelayakan suatu jaringan dalam mengiririm informasi. Alat yang digunakan pada pengukuran ini adalah visual fault locator, optical light source dan optical power meter. Parameter yang digunakan pada pengukuran redaman serat ini adalah redaman di sepanjang serat optik, nilai daya Tx dan Rx dengan panjang gelombang 1310 nm. Pada hasil pengukuran ini didapatkan bahwa nilai redaman paling tinggi terdapat pada modul 4, port no 15 yaitu dengan nilai redaman total 11.4 dB, redaman tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor diantaranya terdapat rugi-rugi pada connector dan adanya sambungan pada kabel serat optik. Sedangkan rata-rata nilai redaman  paling tinggi terdapat pada modul 2 yaitu sebesar 7.19 dB.Kata Kunci : serat optik, rugi-rugi transmisi, visual vault locator, optical light source, optical power meter
Penggunaan Node-RED pada Sistem Monitoring dan Kontrol Green House berbasis Protokol MQTT Sri Mulyono; Muhammad Qomaruddin; Muhammad Syaiful Anwar
TRANSISTOR Elektro dan Informatika Vol 3, No 1: 2018
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.07 KB) | DOI: 10.30659/ei.3.1.31-44

Abstract

Sistem Internet of Things (IoT) memungkinkan pengguna untuk mencapai lebih dalam terhadap otomatisasi, analisis, dan integrasi sistem serta meningkatkan jangkauan daerah dan akurasi sistem, IoT memanfaatkan teknologi penginderaan, jaringan dan robotika. Pembangunan green house  belum sepenuhnya sesuai dengan iklim dimana green house tersebut dibuat atau dibangun, sehingga harapan pemenuhan kuantitas, kualitas dan kontinuitas produksi belum terealisasi dengan baik/optimal, oleh karenanya upaya-upaya dalam perbaikan kualitas sebuah green house sangat diperlukan, salah satunya adalah peningkatan kontrol pada green house itu sendiri seperti monitoring and controling, kontrol yang dimaksudkan seperti  suhu udara, kelembaban udara, kelembaban tanah dan kontrol distribusi air. Oleh karena itu melalui penelitian ini akan dibuat sebuah sistem penyiram tanaman yang mampu mengkondisikan suhu udara, kelembaban tanah dan kelembaban udara pada tanaman secara otomatis, sistem tersebut akan dibangun berbasis IoT menggunakan Node-RED dengan protokol MQTT, metode penelitian dengan urutan proses pengambilan data, perancangan permodelan, pembuatan alat, pembuatan sistem, kalibrasi alat dan hasil analisa data, sehingga sistem dapat dimonitor dan dikontrol secara realtime. Dengan adanya sistem automasi berbasis IoT dengan protokol MQTT pada penyiram tanaman maka dapat meningkatkan efisiensi waktu,tenaga dan energi, serta mengoptimalkan proses perkembangan dan pertumbuhan tanaman.
PEMECAHAN BITMAP PADA LED DOT MATRIX F3.75 MENGGUNAKAN ARDUINO UNO SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER Arik Susanto; Abdul Aziz Muslim; Syahrul Mubarok
TRANSISTOR Elektro dan Informatika Vol 3, No 1: 2018
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.113 KB) | DOI: 10.30659/ei.3.1.1-4

Abstract

Dengan berkembangnya teknologi saat ini, banyak sekali macam-macam bentuk dari media informasi yang dibutuhkan oleh banyak orang. Dalam bidang elektronika, misalnya  LED DOT MATRIX dapat digunakan sebagai media penyampaian informasi seperti menampilkan jam, tulisan, simbol-simbol serta running text yang biasanya dipasang pada toko, gedung, dan kantor. Namun sampai saat ini belum ada yang dapat menampilkan beberapa karakter dengan prinsip pemecahan bitmap. Untuk menampilkan beberapa karakter yang diinginkan tentunya membutuhkan mikrokontroler untuk menyimpan data-data bitmap. Arduino Uno merupakan salah satu jenis mikrokontroler yang banyak digunakan karena kemudahannya. Pada penelitian ini Arduino Uno digunakan untuk mengontrol LED DOT MATRIX F3.75 untuk menampilkan dan memetakan bitmap. Pemetaan bitmap dilakukan untuk menyalakan sebagain atau beberapa LED DOT MATRIX F3.75, sehingga dapat terbentuk karakter melalui pemetaan LED tersebut. LED DOT MATRIX tipe F3.75 itu sendiri merupakan jenis DOT MATRIX yang sangat jarang digunakan, karena kesulitannya dalam memecah bitmap didalamnya. Padahal tipe F3.75 merupakan jenis DOT MATRIX yang konfigurasi LED nya sangat rapat, sehingga dapat menghasilkan penampilan LED atau karakter yang lebih tajam dan rapat.  Keyword: Media Informasi, LED DOT MATRIX, Karakter, Bitmap.
Penentuaan Prioritas Dokter Gigi Muda Bagi Pasien Menggunakan Metode Technique For Order Preference By Similarity to Ideal Solution (Topsis) Roichatul Jannah; Dedy Kurniadi; Muhammad Qomaruddin
TRANSISTOR Elektro dan Informatika Vol 3, No 1: 2018
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.447 KB) | DOI: 10.30659/ei.3.1.%p

Abstract

TOPSIS merupakan salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria yang mana memiliki konsep pada pemilihan alternatif terbaik berdasarkan jarak terdekat dari solusi ideal positif dan jarak terjauh dari solusi ideal negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan metode TOPSIS yang dapat membantu dalam menentukan prioritas dokter gigi muda bagi pasien dengan mempertimbangkan berbagai kriteria yang telah ditentukan. Ada empat kriteria yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : request penyakit, angkatan masuk dokter gigi muda, usia dan jumlah pasien. Untuk mempertemukan pasien dan dokter gigi muda, sistem akan mencocokan kedua belah pihak dengan case yang sama kemudian TOPSIS akan menghitung nilai setiap alternatif dokter gigi muda, sehingga mendapatkan hasil dari nilai preferensi masing-masing. Nilai preferensi tertinggi akan mendapatkan pasien. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode modified waterfall, dengan tahapan yang dilakukan berupa analisa, perancangan, impelementasi dan pengujian. Sistem yang telah dibangun merupakan sistem yang dapat memudahkan dokter gigi muda dalam menyelesaikan profesi pendidikan dokter gigi selain itu pasien dapat penanganan yang sesuai dengan kebutuhan dokter gigi muda. Hasil dari sistem yang dibuat berupa peringkat alternatif paling baik dan paling buruk. Pengujian sistem dilakukan dengan mencocokan hasil dari sistem dengan user aktual, berdasarkan pengujian yang dilakukan sebanyak 3 kali, diperoleh hasil akurasi sebesar 80.94%.

Page 1 of 1 | Total Record : 8