cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Spektran
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Spektran merupakan berkala ilmah online yang dikelola oleh Program Magister Teknik Sipil, Program Pascasarjana Universitas Udayana. Terbit pertama kali pada bulan Januari 2013 dan selanjutnya diterbitkan 2 kali setahun setiap bulan Januari dan Juli. Jurnal Spektran mempublikasikan hasil penelitian dan kajian dari mahasiswa, akademisi, praktisi dan pengamat masalah ketekniksipilan.
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK PEMBANGUNAN PENYEDIAAN AIR MINUM DI KECAMATAN NUSA PENIDA Purnami, Ni Made Ririn; Dharmayanti, Gusti Ayu Putu Candra; Dewi, Anak Agung Diah Parami
JURNAL SPEKTRAN Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/SPEKTRAN.2024.v12.i01.p02

Abstract

Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida memprogramkan kegiatan Pembangunan Penyediaan Air Minum di Kecamatan Nusa Penida. Pelaksanaan Pembangunan ini akan berdampak pada aktivitas masyarakat setempat yang berada pada objek wisata Pantai Cristal Bay dengan daerah yang berbukit-bukit. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan risiko, memberikan penilaian serta memutuskan penerimaan risiko, memutuskan risiko utama serta melakukan mitigasi serta kepemilikan risiko pada risiko utama tersebut mempergunakan analisis kualitatif. Data dikumpulkan mempergunakan metode brainstorming serta kuesioner yang dibagikan ke 40 responden yang berpartisipasi langsung dalam pelaksanaan proyek serta ditunjuk secara purposive sampling. Hasil analisis memperlihatkan risiko utama pada adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap biaya kompensasi dan ganti rugi, mengakibatkan pembengkakan biaya proyek, akses ke lokasi yang sulit berakibat pengukuran elevasi serta kontur tanah salah, banyaknya wisatawan yang berkunjung pada saat survei berlangsung mengakibatkan keterlambatan pendataan informasi pekerjaan. Mitigasi risiko dilakukan melalui sosialisasi di kantor desa kepada masyarakat setempat terkait adanya proyek dan menjelaskan dampak dari proyek kepada masyarakat sebelum proyek dimulai, mengutus tim pengukur ahli yang pernah melalui medan yang sulit untuk melaksanakan pengukuran di lokasi pekerjaan proyek, melaksanakan koordinasi dengan pihak terkait, di antaranya pemrakarsa pekerjaan, penyedia jasa, dan perangkat desa atau kecamatan untuk mendapatkan data informasi pekerjaan lebih awal dengan rencana kerja survei yang sudah disusun sebelumnya. Kontraktor mempunyai kepemilikan risiko tertinggi karena risiko yang diindetifikasi berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan proyek Pembangunan Penyediaan Air Minum di Kecamatan Nusa Penida.
MANAJEMEN RISIKO PADA PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PARKIR PURA BESAKIH Suputra, I Putu Kresna; Sudarsana, Dewa Ketut; Aribudiman, I Nyoman
JURNAL SPEKTRAN Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/SPEKTRAN.2024.v12.i01.p07

Abstract

Pembangunan Gedung Parkir Pura Besakih merupakan salah satu penyediaan infrastruktur yang perlu dibangun pada penataan Kawasan Suci Pura Besakih demi menunjang kenyamanan para pengunjung. Kegiatan pembangunan gedung parkir ini sangat berhubungan dengan lokasi Pura Besakih yang kerap ramai dikunjungi dan dapat memunculkan risiko-risiko yang terjadi pada masa konstruksi. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengidentifikasi risiko, menganalisis risiko dominan, merumuskan tindakan mitigasi risiko, menentukan kepemilikan risiko serta menganalisis besar dampak peningkatan biaya dan waktu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Risiko yang teridentifikasi adalah sebanyak 121 risiko yang di dalamnya terdapat 57 risiko dominan dengan 20 risiko termasuk ke dalam kategori unacceptable dan 37 risiko termasuk ke dalam kategori undesireable. Tindakan mitigasi yang dilakukan terhadap risiko unacceptable dan undesireable adalah dengan 1 jenis tindakan mitigasi, yaitu dengan cara mengurangi risiko (risk reduction). Risiko dominan unacceptable adalah pekerjaan tidak dapat dilakukan pada zona tertentu karena terhambat pembebasan lahan. Berkoordinasi dengan pemerintah atau pihak yang berwenang untuk menyelesaikan proses pembebasan lahan milik warga sehingga pekerjaan konstruksi bisa segera dimulai menjadi tindakan mitigasi yang harus dilakukan pada risiko tersebut. Alokasi kepemilikan risiko terbanyak dimiliki oleh pihak kontraktor yaitu sebanyak 40 risiko. Pekerjaan pembangunan gedung parkir ini memiliki risiko dominan yang berdampak terhadap biaya dan waktu, dengan risiko dominan paling banyak terjadi adalah pada aspek teknis dan proyek. Total jumlah potensi peningkatan biaya adalah sebesar Rp.367.991.000 dengan potensi terjadi keterlambatan waktu selama 99 hari pada proyek.