cover
Contact Name
Jurnal Etnohistori
Contact Email
etnohistori@unkhair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arlinahmadjid@unkhair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
ETNOHISTORI: Jurnal Kebudayaan dan Kesejarahan
Published by Universitas Khairun
ISSN : 24601055     EISSN : -     DOI : -
Jurnal ETNOHISTORI adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dengan tujuan turut serta mengembangkan ilmu Antropologi dan ilmu Sejarah di Indonesia. Karena itu, Redaksi Jurnal ETNOHISTORI menerima karangan dalam kedua ranah disiplin ilmu tersebut. Karangan dapat bersifat ulasan teoritis, refleksi metode, ataupun hasil penelitian lapangan.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2014)" : 6 Documents clear
Memperkenalkan Evaluasi Program secara Kualitatif Safrudin Amin
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.364 KB) | DOI: 10.33387/jeh.v1i1.804

Abstract

Di masa lalu, sebagian besar evaluasi program, yang dilakukan oleh pemerintahatau non-pemerintah baik agen, sangat bergantung pada metode kuantitatif.Namun, baru-baru ini dikotomi antara prosedur kualitatif dan kuantitatif dalammenjalankan evaluasi terhadap program menjadi kurang penting dibandingkankontribusi efektif terhadap evaluasi yang bersangkutan. Oleh karena itu, adalahmungkin untuk menggunakan hanya satu metode atau keduanya dalam gayametodecampuran tergantung pada kemungkinan kontribusinya bagi keberhasilanproses evaluasi. Sejak evaluasi kualitatif kurang dikenal dari satu kuantitatif, artikelini berfokus pada memperkenalkan metode kualitatif yang dapat diterapkan dalamevaluasi program.
Memahami Metodologi Sejarah Antara Teori dan Praktek Irwan Abbas
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.977 KB) | DOI: 10.33387/jeh.v1i1.805

Abstract

Memahami metodologi sejarah adalah pengetahuan mutlak yang harus dimilikioleh seorang sejarawan. Tidak mungkin seorang sejarawan akan membentuksebuah karya besar dalam sejarah jika tidak disertai dengan pemahaman yangbaik tentang metodologi sejarah. Sebuah karya sejarah yang ditulis olehsejarawan jelas akan terlihat berbeda dengan penulis amatir (bukan sejarawan).Perbedaannya bisa dilihat dalam penggunaan metodologi sejarah. Tulisan ini akanmemandu pembaca bagaimana memahami metodologi sejarah teoritis danbagaimana menerapkan dalam penulisan sejarah.
‘Kololi Kie’: Kajian Ritual Budaya Kesultanan Ternate Yanuardi Syukur
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.674 KB) | DOI: 10.33387/jeh.v1i1.806

Abstract

Gam (Partai rakyat). Ritual Kololi Kie merupakan tradisi yang terjadi di sekitar gunung /pulau Ternate melalui laut. Ritual tersebut yang diadakan untuk meminta perlindungandari Allah, untuk menyelamatkan negara ini dari hal-hal buruk. Dalam tradisi ritual KololiKie ini, ada beberapa kategori niat aspek. Kategorisasi ini dibagi menjadi tiga bagianitem, yaitu: perayaan individu, kelompok dan perayaan besar lainnya dari Kesultanan.Inti dari ritual Kie Kololi adalah rasa syukur atas karunia nikmat dari Allah sebagaipencipta atau meminta perlindungan dan keselamatan dari Allah denganmelambangkan gunung Gamalama. Makalah ini membahas Kololi Kie dari perspektifkajian budaya ritual.
Perempuan Berjilbab: dari Identitas hingga Tren Mode Pascakonflik di Maluku Utara Andi Sumar Karman
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.069 KB) | DOI: 10.33387/jeh.v1i1.807

Abstract

Makalah ini membahas proses transformasi sosial di masyarakat Muslim diMaluku Utara. Ulasan berangkat dari fenomena wanita berjilbab dalamkonteks sosial horisontal pasca-konflik melanda daerah sekitar tahun 1999.Featherstone perspektif budaya konsumen (1990) digunakan untukmenunjukkan proses yang terjadi fenomena. Hasil penelitian menunjukkanbahwa penggunaan wanita veilby di Maluku Utara dalam menetapkanpengalaman estetitation dari tujuan aslinya, yaitu sebagai identitas Muslim.Dalam prosesnya, ia membawa multi-identitas tren gaya hidup, dengangagasan bahwa menjadi 'hangingout' dan jilbab 'modis'. Kesempatan inidimungkinkan oleh globalisasi, yang menyediakan berbagai pilihan berkaitandengan pakaian. Dengan demikian, praktek keagamaan menderitakontekstualisasi di berbagai tempat, termasuk di Maluku Utara.
The Challenges of Myth Based Coexistence between Christian and Muslim in Kendahe, Sangihe Islands, North Sulawesi Province Nur Widiyanto
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.266 KB) | DOI: 10.33387/jeh.v1i1.808

Abstract

Paper ini mengeksplorasi sumber bagi kerukunan antarpemeluk agama diKendahe, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Teori dari Jayne SeminareDocherty digunakan untuk menganalisa bagaimana penduduk Kendahemenjaga tradisi damai di antara pemeluk Kristen dan Islam, melalui dimensisimbolik dan material simbolik. Dimensi simbolik muncul melalui eksistensiMawu, sebutan lokal untuk Tuhan masyarakat Sangihe, yang berperan pentingdalam mitos lokal yang disebut Mitos Maselihe. Pesan utama dari mitos iniadalah agar menghindari pelanggaran perkawinan sedarah (incest) atau akandihukum oleh Mawu. Hal ini membuat penduduk Kendahe membangun sistemperkawinan tertentu yang akhirnya mendorong seluruh klan/marga terhubungmelalui garis perkawinan. Sedangkan dimensi material yang muncul melaluialat produksi dalam bidang pertanian dan penangkapan ikan di laut jugamemainkan peran penting untuk mendorong penduduk dari agama berbedauntuk bertemu dan saling membantu. Akhirnya, pada perkembangan terakhir,modernitas tak terhindarkan telah membawa beberapa perubahan baik dalambentuk positif maupun negatif, khususnya pada generasi muda. Beberapaperubahan ini secara langsung memberikan tantangan bagi eksistensi keduadimensi di atas di Kendahe.
Fenomenologi dan Hermeneutik: Perbandingan Dua Epistemologi Arlinah Madjid
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.296 KB) | DOI: 10.33387/jeh.v1i1.803

Abstract

Artikel ini membandingkan dua epistemologi dalam ilmu budaya, bernama fenomenologi dan hermeneutik. Dari epistemologi, ilmu pengetahuan pada dasarnya harus memahami secara mendalam, dan tidak hanya terbatas kepada praktisinya. Fokus diskusi dari artikel ini adalah terutama mengenai persamaan dan perbedaan tentang asumsi berdasarkan disiplin sosial budaya. Dari perbandingan ini juga kekuatan dan kelemahan kedua pendekatan dalam mempelajari fenomena sosial budaya. Di samping itu, dalam artikel ini diperkenalkan juga tokoh penting yang memicu dan gagasan utama dari dua epistemologi yang dibahas.

Page 1 of 1 | Total Record : 6