cover
Contact Name
Jurnal Etnohistori
Contact Email
etnohistori@unkhair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arlinahmadjid@unkhair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
ETNOHISTORI: Jurnal Kebudayaan dan Kesejarahan
Published by Universitas Khairun
ISSN : 24601055     EISSN : -     DOI : -
Jurnal ETNOHISTORI adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dengan tujuan turut serta mengembangkan ilmu Antropologi dan ilmu Sejarah di Indonesia. Karena itu, Redaksi Jurnal ETNOHISTORI menerima karangan dalam kedua ranah disiplin ilmu tersebut. Karangan dapat bersifat ulasan teoritis, refleksi metode, ataupun hasil penelitian lapangan.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2017)" : 6 Documents clear
BUTULAN DAN JEPITAN SEBAGAI RUANG LIMINAL DALAM BUDAYA JAWA ISLAM DI PERKAMPUNGAN KAUMAN YOGJAKARTA Nadrah Muhammad
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.615 KB) | DOI: 10.33387/jeh.v4i2.1006

Abstract

Artikel ini membahas tentang elemen ruang khas Kampung Kauman di Yogjakarta sebagai wujud pertemuan budaya Jawa dan Islam. Elemen khas tersebut adalah butulan dan jepitan yang memiliki bentuk, konfigurasi, dan fungsi sebagai penghubung antar rumah. Di masa sekarang, butulan dan jepitan telah jarang ditemui seiring perkembangan keruangan dan sosial budaya masyarakat Kauman. Dengan menggunakan metode grounded theory, data penelitian dianalisis dengan prosedur koding atau konseptualisasi data. Hal itu untuk mengungkapkan tatanan fisik, makna dan fungsi butulan – jepitan di Kampung Kauman. Hasil penelitian menemukan dua  tipe hubungan pada butulan yakni (1) butulan langsung, yaitu bukaan langsung ke bangunan tetangga, (2) butulan tidak langsung, yaitu melalui perantaraan jepitan. Sementara jepitan memiliki empat karakteristik yakni (1) jepitan berpintu buntu, (2) jepitan tertutup buntu, (3) jepitan terbuka buntu, dan (4) jepitan terbuka menerus. Pada akhirnya, butulan-jepitan secara konseptual dapat dianggap sebagai ruang liminal yang menggambarkan batas ambigu fisik dan non-fisik kepemilikan.Kata kunci: Kampung Kauman Yogyakarta, butulan, jepitan, ruang, liminal
PERAN DAN PEMBAGIAN KERJA KAUM PEREMPUAN PADA AKTIVITAS AGRIKULTUR MASYARAKAT PATRIAKAL MELANESIA:Studi Kasus Pertanian Padi Ladang Di Sahu Halmahera Pheres Sunu Widjayengrono
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.093 KB) | DOI: 10.33387/jeh.v4i2.1010

Abstract

Artikel ini menunjukkan bagaimana peran kaum perempuan dan pembagian kerja dalam aktivitas pertanian swidden cultivation masyarakat Sahu. Meskipun pertanian padi ladang di Sahu merupakan pengaruh eksternal, mereka masih menggunakan pola budaya Melanesia pada pola pembagian kerja. Hubungan antara sistem kekerabatan dan pembagian kerja dalam pertanian padi ladang membuktikan sistem patriakal Melanesia yang tersembunyi di balik penampilan fisik non Melanesia dari orang Sahu. Kaum perempuan hadir dihampir seluruh aktivitas fisik dan kaum pria mendominasi aktivitas religius berkenaan dengan siklus pertanian padi. Kata Kunci: Sahu, Melanesia, perempuan, padi
REVITALISASI FUNGSI TRADISI LISAN DOLA BOLOLO DALAM MASYARAKAT TERNATE MODEREN Bakhtiar Majid
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.93 KB) | DOI: 10.33387/jeh.v4i2.1002

Abstract

Tulisan ini menjabarkan fungsi-fungsi dari tradisi lisan masyarakat Ternate yang dikenal dengan istilah dola bololo. Sebagai bagian dari tradisi lisan, dola bololo merupakan bagian integral dari kebudayaan lokal. Ia telah menjadi warisan adat, kebiasaan, nilai, identitas dan simbol-simbol budaya lokal masyarakat Maluku Utara. Tradisi lisan ini memiliki beberapa fungsi yang dapat direvitalisasi untuk mengantisasipasi dampak negatif dari perubahan masyarakat moderen Ternate. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika, penulis melakukan telaah atas makna yang tersembunyi di dalam teks lalu menafsirkan sesuai fenomena budaya dalam masyarakat kesultanan Ternate. Pemahaman atas fungsi dola bololo dapat digunakan untuk revitalisasi tradisi dola bololo di kalangan masyarakat Ternate moderen saat ini. Kata Kunci: Dola bololo, revitalisasi, fungsi tradisi lisan, masyarakat Ternate
VITALITAS BAHASA TERNATE DI PULAU TERNATE Farida Maricar; Ety Duwila
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.347 KB) | DOI: 10.33387/jeh.v4i2.1003

Abstract

Penelitian ini bermaksud mengungkapkan sejauh mana daya hidup bahasa Ternate saat ini yang secara tidak langsung berada di antara dua karakteristik, yakni bahasa Ternate hidup dalam konfigurasi masyarakat yang plural, dan berada pada masyarakat yang multilingual. Karakteristik tersebut ditengarai sebagai gejala atas keterancaman bahasa Ternate. Untuk itu, artikel ini menguraikan pola pemakaian bahasa Ternate dalam berbagai ranah dan mendeskripsikan realitas interaksi antara penutur bahasa Ternate dengan bahasa etnik lainnya yang berada dalam wilayah kota Ternate, serta melihat sikap etnik penutur bahasa Ternate dan etnik di luar itu. Dengan cara ini, gambaran atas daya tahan bahasa Ternate dapat terlihat. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, berbagai gejala sosial yang memengaruhi keterancaman bahasa Ternate dapat diuraikan dalam artikel ini. Hasil penelitian menunjukkan, kesehatan bahasa Ternate masuk dalam kategori mengkhawatirkan. Artinya, meskipun bahasa Ternate masih bertahan setakat ini tetapi sudah merisaukan karena Bahasa Ternate sebagai bahasa ibu yang sejatinya dipakai sebagai alat komunikasi utama dalam komunikasi sehari-hari, kini sudah tergantikan dengan Bahasa Melayu Ternate. Bahasa pertama yang diajarkan orang tua kepada anak adalah Bahasa Melayu Ternate. Akibatnya, bahasa ibu bagi anak-anak di Ternate adalah Bahasa Melayu Ternate. Selain itu, melemahnya Bahasa Ternate juga disebabkan oleh intensitas penggunaan yang mulai berkurang di berbagai ranah tutur.Kata kunci: Bahasa Ternate, Vitalitas Bahasa, Multilingual
ANTARA BAHASA ETNIK DAN BAHASA NASIONAL: Analisis Tindak Tutur Dalam Lingkungan Pelayanan Publik Di Kabupaten Maros Ratna -
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.601 KB) | DOI: 10.33387/jeh.v4i2.1004

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengungkapkan bahasa yang lebih dominan digunakan oleh pelayan publik dan faktor-faktor sosial penggunaan bahasa pada pelayanan publik di Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, dokumentasi, catat lapangan, kuesioner, dan wawancara. Teknik analisis data digunakan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif, berdasarkan ranah pemerintahan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia lebih dominan digunakan pada pelayanan publik di Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros. Selanjutnya, bahasa Makassar, bahasa campuran antara bahasa Indonesia ke bahasa etnik, dan penggunaan bahasa Bugis. Adapun faktor sosial yang berkaitan dengan penggunaan bahasa adalah usia, sedangkan faktor sosial jenis kelamin dan pendidikan tidak berhubungan. Meninjau fenomena in maka diharapkan para ahli bahasa dan pemerintahan lebih memperhatikan penggunaan bahasa Indonesia maupun bahasa etnik melalui penyuluhan di berbagai instansi pemerintahan terutama di Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros.Kata Kunci: Bahasa Etnik, Bahasa Nasional, Tindak Tutur, Pelayanan Publik
METODE SWOT DALAM PERENCANAAN PENGEMBANGAN PEMUKIMAN TEPI AIR BERBASIS PENGETAHUAN LOKAL DAN PARTISIPATIF DI DESA DARUBA KABUPATEN MOROTAI Arlinah Madjid; Khadijah Sultan
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.622 KB) | DOI: 10.33387/jeh.v4i2.1005

Abstract

Desa Daruba telah mengalami pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup pesat dalam satu dekade terakhir. Dengan posisinya sebagai pusat kota Kabupaten Morotai, pertumbuhan jumlah manusia di desa tersebut juga diikuti pertumbuhan pembangunan baik bersifat rumah tinggal, tempat usaha, maupun infrastruktur publik. Kondisi ini setidaknya menimbulkan beberapa persoalan permukiman yakni semakin sempitnya lahan tinggal yang menjadikan ruang gerak warga dalam kawasan Desa Daruba menjadi menyempit, bahkan cenderung menghilangkan ruang publik (melting pot). Pembangunan pemukiman juga tidak mengindahkan tata mukim dan tata lingkungan yang baik dan bersih. Hal tersebut menjadikan kawasan tepi air dalam Desa Daruba dapat dengan segera berubah menjadi sebuah kawasan yang kumuh. Dengan menggunakan analisis SWOT, tulisan ini memaparkan hasil penelitian pendahuluan berbasis kearifan lokal dalam merancang program pengembangan perumahan dan pemukiman. Pemerintah melalui Balai Penelitian dan Pengembangan Pemukiman Wilayah 3 Makassar bersama akademisi dan stakeholder lokal berembuk bersama masyarakat dalam merencanakan sebuah model pengembangan. Dengan menempatkan partisipasi masyarakat sebagai sumber utama dalam melakukan kajian perencanaan, diharapkan program dapat sesuai dan tepat guna untuk keberlanjutan penataan kawasan tepi air di Desa Daruba, Kabupaten Morotai. Kata kunci: Pemukiman Tepi Air, Desa Daruba, Partisipasi Masyarakat

Page 1 of 1 | Total Record : 6