cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Farmasi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23017716     EISSN : 26224607     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Udayana merupakan jurnal elektronik yang dikelola oleh jurusan Farmasi FMIPA Udayana. Jurnal ini yang merupakan media publikasi penelitian dan review article pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif , kreatif, original dan didasarkan pada scientific. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini meliputi penemuan obat, sistem penghantaran obat serta pengembangan obat. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia medisinal, farmakologi, farmakokinetika, farmakodinamika, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknolofi farmasi, obat herbal dan komponen aktif tanaman serta evaluasi klinik obat
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol. 3, No. 1, Tahun 2014" : 28 Documents clear
Pengaruh Dosis Minuman Gambir Terhadap Peningkatan Daya Ingat Mencit Galur Balb/c Maryadhi N. M. D. D.; Swastini D. A.; Leliqia N. P. E.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.776 KB)

Abstract

Radikal bebas merupakan salah satu penyebab terjadinya penurunan daya ingat. Gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb) mempunyai kandungan katekin yang terbukti memperbaiki kerusakan oksidatif akibat radikal bebas, sehingga diduga dapat meningkatkan daya ingat. Dengan karakteristik gambir yang khas, gambir sangat cocok untuk dijadikan olahan minuman gambir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis minuman gambir terhadap peningkatan daya ingat mencit galur Balb/c. Model T-maze dan induksi dengan ECS (50 mA, 20 detik) digunakan dalam menguji kemampuan peningkatan daya ingat mencit dengan mengamati perubahan perilaku mencit secara spontan. Terdapat 5 kelompok perlakuan dalam penelitian ini yaitu kontrol normal, kontrol negatif dan 3 kelompok perlakuan yang diberi minuman gambir dengan dosis 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB dan 400 mg/kg BB. Parameter yang diamati adalah waktu tempuh yang dibutuhkan mencit melewati T-maze, 45 menit setelah diinduksi ECS. Data dianalisis secara statistik dengan uji Kruskal-Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dosis minuman gambir mempengaruhi kemampuan peningkatan daya ingat mencit. Minuman gambir dengan dosis 200 mg/kg BB dan 400 mg/kg BB memiliki kemampuan meningkatkan daya ingat mencit (P<0,05). Dosis 200 mg/kg BB ditentukan sebagai dosis minuman gambir yang paling efektif meningkatkan daya ingat mencit.
PROSES AMPLIFIKASI DAERAH PROMOTER inhA PADAISOLAT P11Mycobacterium tuberculosis MULTIDRUG RESISTANCE DI BALI DENGAN TEKNIK POLYMERASE CHAIN REACTION Asmara A. A. R.; Yustiantara P. S.; Yowani S.C.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.492 KB)

Abstract

Saat ini, Multidrug resistance Mycobacterium tuberculosis (MDR-TB) menjadi salah satu masalah kesehatan di dunia. Resistensi terhadap isoniazid dapat dipengaruhi oleh mutasi pada daerah promoter inhA. Untuk memperoleh titik mutasi di daerah promoter inhA maka terlebih dahulu dilakukan amplifikasi fragmen DNA target. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu annealing optimum primer yang dapat mengamplifikasi fragmen target daerah promoter inhA. Fragmen target diamplifikasi dengan teknik PCR menggunakan sepasang primer yaitu primer forward (mabA-inhA-promoter-FS) dengan urutan 5’ACATACCTGCTGCGCAAT3’ dan primer reverse (mabA-inhA-promoter-R) dengan urutan 5’CTCCGGTAACCAGGACTGAA3’. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sepasang primer yang digunakan pada suhu annealing 54º telah dapat mengamplifikasi fragmen 0,3 kb daerah promoter inhA.
UJI PENDAHULUAN FORMULA PELET EFFERVESCENT DENGAN VARIASI KONSENTRASI POLIVINIL PIROLIDON (PVP) SEBAGAI BAHAN PENGIKAT Dewi, G.A.P.C; Wijayanti, N.P.A.D; Dewantara, I. G. A
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.714 KB)

Abstract

Pelet effervescent merupakan sediaan yang dapat dibuat terpisah antara komponen paket asam dan paket basa namun dapat dikemas dalam satu wadah yang sama, sehingga tidak memerlukan kondisi suhu dan kelembapan ruangan yang terkendali untuk menekan reaksi kimia asam basa saat proses pembuatan. Pada formulasi pelet effervescent dilakukan uji pendahuluan yang meliputi uji organoleptis effervescent serta pengujian bentuk, dan ukuran pelet. Uji pendahuluan adalah uji tahap awal yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari variasi konsentrasi pengikat terhadap sifat fisik pelet dan sifat organoleptis effervescent serta untuk memastikan bahwa sediaan yang dibuat sesuai dengan definisi sediaan pelet effervescent. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental untuk melihat pengaruh dari variasi konsentrasi pengikat terhadap sediaan pelet effervescent yang ditunjukkan dari hasil uji pendahuluan. Pelet effervescent akan dibuat dengan metode ekstrusi sferonisasi, dimana dilakukan pemisahan antara paket asam dan paket basa. Paket asam terdiri dari asam tartrat, natrium sakarin, PVP, dan manitol. Sedangkan paket basa terdiri dari natrium bikarbonat, natrium karbonat, PVP, dan manitol. Kemudian akan dilakukan variasi konsentrasi pengikat yaitu polivinil pirolidon (PVP) sebesar 2-5% pada kedua paket. Tahapan selanjutnya yaitu melakukan pengujian homogenitas warna, sensasi rasa, bentuk, dan ukuran pelet effervescent. Hasil uji pendahuluan pelet effervescent menunjukkan tidak adanya pengaruh dari variasi konsentrasi pengikat yaitu PVP terhadap sifat fisik pelet effervescent, sehingga keempat formula dapat digunakan pada uji tahap lanjut untuk mendapatkan formula terbaik. Hasil ini berdasarkan pengujian pendahuluan yang meliputi homogenitas warna, sensasi rasa, bentuk pelet, dan ukuran pelet effervescent yang memenuhi persyaratan bentuk fisik pelet effervescent.
UJI PENDAHULUAN FORMULA PELET EFFERVESCENT DENGAN VARIASI KONSENTRASI POLIVINIL PIROLIDON (PVP) SEBAGAI BAHAN PENGIKAT Dewi, G.A.P.C; Wijayanti, N.P.A.D; Dewantara, I. G. A
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.714 KB)

Abstract

Pelet effervescent merupakan sediaan yang dapat dibuat terpisah antara komponen paket asam dan paket basa namun dapat dikemas dalam satu wadah yang sama, sehingga tidak memerlukan kondisi suhu dan kelembapan ruangan yang terkendali untuk menekan reaksi kimia asam basa saat proses pembuatan. Pada formulasi pelet effervescent dilakukan uji pendahuluan yang meliputi uji organoleptis effervescent serta pengujian bentuk, dan ukuran pelet. Uji pendahuluan adalah uji tahap awal yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari variasi konsentrasi pengikat terhadap sifat fisik pelet dan sifat organoleptis effervescent serta untuk memastikan bahwa sediaan yang dibuat sesuai dengan definisi sediaan pelet effervescent. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental untuk melihat pengaruh dari variasi konsentrasi pengikat terhadap sediaan pelet effervescent yang ditunjukkan dari hasil uji pendahuluan. Pelet effervescent akan dibuat dengan metode ekstrusi sferonisasi, dimana dilakukan pemisahan antara paket asam dan paket basa. Paket asam terdiri dari asam tartrat, natrium sakarin, PVP, dan manitol. Sedangkan paket basa terdiri dari natrium bikarbonat, natrium karbonat, PVP, dan manitol. Kemudian akan dilakukan variasi konsentrasi pengikat yaitu polivinil pirolidon (PVP) sebesar 2-5% pada kedua paket. Tahapan selanjutnya yaitu melakukan pengujian homogenitas warna, sensasi rasa, bentuk, dan ukuran pelet effervescent. Hasil uji pendahuluan pelet effervescent menunjukkan tidak adanya pengaruh dari variasi konsentrasi pengikat yaitu PVP terhadap sifat fisik pelet effervescent, sehingga keempat formula dapat digunakan pada uji tahap lanjut untuk mendapatkan formula terbaik. Hasil ini berdasarkan pengujian pendahuluan yang meliputi homogenitas warna, sensasi rasa, bentuk pelet, dan ukuran pelet effervescent yang memenuhi persyaratan bentuk fisik pelet effervescent.
PERANAN PENGGUNAAN ALAT BANTU DALAM METODE PEMBAGIAN VISUAL TERHADAP KESERAGAMAN BOBOT PUYER LAMIVUDIN DOSIS KECIL UNTUK TERAPI ANAK DENGAN HIV/AIDS Pratama, K.M.; Niruri, R.; Wati, K. D.K.; Wiradotama, I G.B.G.; Dewantara, I G.N.A.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.904 KB)

Abstract

Terapi dengan Antiretroviral (ARV) atau dikenal dengan Antiretroviral Terapi (ART) digunakan untuk terapi pada pasien dengan HIV/AIDS baik pasien anak-anak maupun dewasa (WHO, 2009). Salah satu ARV yang sering digunakan untuk terapi pada pasien HIV/AIDS pediatri adalah lamivudin. Pemberian obat pada pasien anak masih banyak diresepkan oleh dokter dalam bentuk sediaan puyer. Cara pembagian puyer yang paling banyak dilakukan adalah secara visual, dikarenakan lebih cepat dan praktis. Namun, pembagian secara visual memungkinkan terjadinya variasi dalam bobot dan kandungan puyer terkait keterbatasan dalam kemampuan pengamatan secara visual, ketelitian, ketrampilan, serta waktu dalam menyiapkan sediaan puyer. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan alat bantu dalam metode pembagian visual terhadap keseragaman bobot puyer. Metode : Dilakukan pembagian serbuk menggunakan metode pembagian secara visual dengan menggunakan alat bantu untuk mendapatkan puyer Lamivudin dosis kecil (50 mg) sebanyak 60 bungkus. Selanjutnya dilakukan penentuan keseragaman bobot puyer yang mengacu pada persyaratan Farmakope Indonesia Edisi III. Hasil : Pada penelitian ini diperoleh hasil keseragaman bobot yang memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia Edisi III. Hasil pengujian  dengan menggunakan alat bantu menunjukkan dari 60 bungkus puyer yang diuji, hanya 1 bungkus serbuk yang menyimpang lebih besar dari 10% bobot rata-rata namun penyimpangannya tidak lebih dari 15% dari bobot rata-rata. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa alat bantu memudahkan dalam penyiapan obat dalam sediaan puyer Lamivudin dosis kecil (50 mg) dan hasil penentuan keseragaman bobot puyer memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia Edisi III.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP NILAI pH SEDIAAN COLD CREAM KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.), HERBA PEGAGAN (Centella asiatica) dan DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (gilg) Domke) Putra M.M.; Dewantar I G.N.A.; Swastini D. A.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.897 KB)

Abstract

Nilai pH sediaan merupakan salah satu faktor penentu stabilitas dari sediaan cold cream. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pH yang terjadi selama penyimpanan sediaan cold cream kombinasi ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.), herba pegagan (Centella asiatica) dan daun gaharu (Gyrinops versteegii (gilg) Domke). Berdasarkan hasil pengujian, terjadi perubahan nilai pH sedian selama penyimpanan. Penurunan pH terjadi mulai dari minggu pertama sampai dengan minggu ke empat. Perubahan pH yang terjadi masih memenuhi rentang pH fisiologis 4-7. Perubahan nilai pH menandakan sediaan cold cream kombinasi ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.), herba pegagan (Centella asiatica) dan daun gaharu (Gyrinops versteegii (gilg) Domke) kurang stabil.
Penetapan Kadar Andrografolid dalam Isolat dari Sambiloto dengan KLT-Spektrofotodensitometri Warditiani N. K.; Widjaja I. N. K; Gitarini N. M.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.302 KB)

Abstract

Andrografolid merupakan kandungan aktif dari tanaman sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. f.) Ness) yang mempunyai berbagai aktivitas farmakologi seperti penurun kadar gula darah, trigliserida dan LDL, sebagai antioksidan, antiinflamasi dan analgesik. Andrografolid telah berhasil diisolasi dari tanaman sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Ness dengan metode maserasi menggunakan etanol 90%, purifikasi bertahap dengan n-hexan, etil asetat dan air panas selanjutnya pemurnian dengan rekristalisasi. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kadar andrografolid pada isolat yang diperoleh dari sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Ness menggunakan metode KLT-Spektrofotodensitometri. Pada proses penetapan kadar, standar andrografolid dan sampel isolat andrografolid hasil isolasi dari sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. f.) Ness ditotolkan pada plat KLT Silika Gel GF254 kemudian dieluasikan dalam chamber yang berisi campuran kloroform : metanol (9:1) sebagai fase geraknya. Deteksi noda dan pengukuran kadar dilakukan dengan Densitometer. Hasil menunjukkan bahwa isolat yang diperoleh memang benar merupakan andrografolid dimana panjang gelombang serapan maksimum larutan baku standar andrografolid dan isolat adalah sama yaitu 232 nm. Kadar andrografolid pada isolat yang diperoleh adalah 89,07 % dengan SD 0,041.
PENGARUH VARIASI SUHU PEMANASAN TERHADAP SPESIFIKASI AMILUM SINGKONG FULLY PREGELATINIZED SEBAGAI EKSIPIEN TABLET Wiguna I P.G.S.D.; Prasetia I G.N.J.A; Arisanti C.I.S.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.056 KB)

Abstract

Modifikasi amilum dilakukan untuk memperbaiki kualitas amilum. Salah satu modifikasi amilum adalah amilum singkong fully pregelatinized. Salah satu faktor dari kualitas amilum adalah spesifikasi amilum. Spesifikasi amilum singkong fully pregelatinized dipengaruhi oleh suhu pemanasan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu pemanasan terhadap spesifikasi amilum singkong fully pregelatinized. Amilum singkong alami dibuat dari Manihot esculenta Crantz. Amilum singkong fully pregelatinized dibuat pada variasi suhu pemanasan yaitu 80°C, 90°C, dan 100°C. Selanjutnya dilakukan uji spesifikasi kepada amilum singkong alami dan amilum singkong fully pregelatinized. Uji spesifikasi amilum meliputi uji identifikasi, organoleptik, mikroskopik, ukuran partikel, kadar air, kelarutan dan pH. Hasil uji spesifikasi menunjukkan amilum singkong alami dan amilum singkong fully pregelatinizedsesuai dengan standar Handbook of Pharmaceutical Excipient.Variasi suhu pemanasan pembuatan amilum singkong fully pregelatinized tidak berpengaruh terhadap identifikasi, organoleptis dan kelarutan dalam air, namun berpengaruh terhadap mikroskopik, kadar air, pH danmeningkatkan ukuran partikel secara signifkan (p<0,05)
UJI AKTIVITAS ANTIDEMENTIA MINUMAN GAMBIR DAN MINUMAN GAMBIR KOMBUCHA LOKAL BALI SECARA IN VIVO Moeliono A.P.; Maryadhi N.M.D.D.; Cahyadi M.F.; Irmayanti N.M.F.; Leliqia N.P.E.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.186 KB)

Abstract

Dementia dapat disebabkan oleh kerusakan oksidatif, dimana antioksidan dapat memperbaiki kerusakan tersebut. Secara in vitro, minuman gambir kombucha lokal Bali memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan minuman gambir (Rupadani, 2013). Penelitian secara in vivo telah dilakukan pada mencit galur Balb/c yang bertujuan untuk menguji aktivitas antidementia minuman gambir dan minuman gambir kombucha lokal Bali. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan uji aktivitas antidementia minuman gambir dan minuman gambir kombucha lokal Bali pada dosis 200mg/kgBB dengan metode induksi ECS sebesar 50 mA selama 20 detik lalu dilakukan pengukuran waktu tempuh hewan uji 45 menit setelah induksi. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman gambir dan minuman kombucha lokal Bali memiliki potensi aktivitas antidementia pada dosis 200mg/kgBB. Minuman gambir lebih efisien digunakan sebagai antidementia.
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL 90% DAUN KATUK (Sauropus androgynus (L.) Merr.) Susanti, N.M.P; Budiman, I.N.A; Warditiani, N.K.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.986 KB)

Abstract

Ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) telah terbukti memiliki berbagai macam aktivitas farmakologi. Kandungan kimia yang terkandung dalam daun katuk yang berperan dalam memberikan aktivitas farmakologi tersebut. Skrining fitokimia bertujuan memberikan gambaran tentang golongan senyawa yang terkandung dalam tanaman yang sedang diteliti. Ekstrak daun katuk diperoleh dengan cara maserasi selama 5 hari menggunakan pelarut etanol 90%, lalu di remaserasi dan saring untuk memperoleh ekstrak cair. Selanjutnya dipekatkan menggunakan rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak kental. Skrining fitokimia yang dilakukan terhadap ekstrak etanol 90% katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) meliputi pemeriksaan alkaloid, steroid/triterpenoid, saponin, tanin, polifenol, glikosida dan flavonoid. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 90% daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) positif mengandung senyawa golongan alkaloid, triterpenoid, saponin, tanin, polifenol, glikosida dan flavonoid.

Page 2 of 3 | Total Record : 28