Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

DESAIN DNA PELACAK SECARA IN SILICO SEBAGAI PENDETEKSI MUTASI PADA GEN embB Mycobacterium tuberculosis Ade Ari Sundari; Ni Putu Monica Rosdiana Dewi Paramitha; Sagung Chandra Yowani; Putu Sanna Yustiantara
CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 8 No 1 (2020): Volume 8, Nomor 1, 2020
Publisher : Magister Program of Applied Chemistry, Udayana University, Bali-INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Terapi lini pertama Tuberkulosis (TB) selalu menggunakan terapi kombinasi yaitu rifampisin, isoniazid, etambutol, dan pirazinamid. Penggunaan etambutol dalam terapi kombinasi TB digunakan untuk mencegah terjadinya resistensi terhadap obat lain namun tingkat resistensi etambutol secara bertahap meningkat. Mutasi pada operon embCAB bertanggung jawab pada resistensi etambutol dengan prevalensi tertinggi terjadi pada kodon 306 gen embB. Mutasi pada gen embB kodon 306 juga dikaitkan dengan adanya kecenderungan resistensi akibat peningkatan konsumsi obat sehingga dijadikan sebagai kandidat potential marker untuk board drug resistance, khususnya untuk MDR-TB. Penelitian ini akan mendesain urutan nukleotida TaqMan probe untuk mendeteksi mutasi M306I menggunakan program Clone Manager Suite 9.2. Hasil rancangan probe DNA kemudian dianalisis berdasarkan kriteria probe secara umum dan berdasarkan kriteria pelabelan TaqMan probe. Rancangan probe DNA mutan menggunakan program menghasilkan 10 probe yang memenuhi kriteria probe secara umum untuk mutasi M306I pada gen embB. Berdasarkan analisa pelabelan TaqMan probe, diperoleh 7 probe (E306MI4, E306MI5, E306MI6, E306MI7, E306MI9, E306MI10, dan E306MI13) untuk deteksi mutasi M306I pada gen embB. Hasil rancangan probe mutan yang telah memenuhi kriteria pelabelan TaqMan probe dapat digunakan untuk mendeteksi adanya mutasi kodon 306 gen embB Mycobacterium tuberculosis. Hasil perancangan TaqMan probe perlu diuji secara eksperimental untuk membuktikan efisiensi kerja dari probe tersebut agar dapat digunakan pada metode Real-Time PCR. ABSTRACT: First-line Tuberculosis (TB) therapy always uses combination therapy, such as rifampicin, isoniazid, ethambutol, and pyrazinamide. Ethambutol was effective for preventing treatment failures caused by Mycobacterium tuberculosis isolates resistant to other anti-TB drugs however, the resistance rate of ethambutol has gradually increased. Mutations in the embCAB operon have been identi?ed to confer resistance to ethambutol, with embB codon 306 being the most frequently affected. embB306 mutations are associated a tendency for resistance due to increasing numbers of antibiotics consumption so it may be a potential marker for broad drug resistance, especially for MDR-TB. This research design the TaqMan probe nucleotide sequence for the M306I spesific mutation using the Clone Manager Suite 9.2 program. The results of the DNA probe design were then analyzed based on probe criteria in general and based on the TaqMan probe labeling criteria. The mutant DNA probes design using the program produced 10 probes thats have met the general probe criteria for the M306I mutation in the embB gene. Based on the TaqMan probe labeling analysis, theres 7 probes (E306MI4, E306MI5, E306MI6, E306MI7, E306MI9, E306MI10 and E306MI13) for the detection of M306I mutations in the embB gene. The results of the mutant probe design that has met the TaqMan labeling criteria can be used to detect mutations in M. tuberculosis embB gene codon 306. The results of the TaqMan probe need to be tested experimentally to prove the working efficiency of the probe so that it can be used in the Real-Time PCR method.
AMPLIFIKASI DAN IDENTIFIKASI MUTASI REGIO PROMOTER inhA PADA ISOLAT Mycobacterium tuberculosis MULTIDRUG RESISTANCE DENGAN TEKNIK POLYMERASE CHAIN REACTION Devita Kusdianingrum; Sanna Yustiantara; Sagung Chandra Yowani
CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Magister Program of Applied Chemistry, Udayana University, Bali-INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.542 KB)

Abstract

ABSTRAK: Sekitar 8-20% isolate M. tuberculosis yang resisten terhadap isoniazid diketahui telah mengalami mutasi pada posisi regio promoter inhA [1]. Untuk memperoleh titik mutasi pada regio promoter, maka amplifikasi fragmen target perlu untuk dilakukan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengamplifikasi regio promoter inhA, mengetahui ada tidaknya mutasi dan jenis mutasi pada isolat 134 MDR-TB. Tahap isolasi DNA dilakukan menggunakan metode Boom yang telah dimodifikasi. Fragmen target diamplifikasi dengan teknik PCR menggunakan sepasang primer (forward primer 5’ ACATACCTGCTGCGCAAT 3’ dan reverse primer 5’ CTCCGGTAACCAGGACT GAA 3’). Amplikon disekuensing secara satu arah menggunakan forward primer. Analisis homologi dilakukan menggunakan program online BLASTn, sementara identifikasi mutasi dilakukan menggunakan software MEGA4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis homologi isolate 134 terhadap M. tuberculosis H37Rv adalah sebesar 99%. Tahap analisis mutasi menemukan terjadinya perubahan sitosin menjadi timin (CàT) pada posisi -15 isolat 134 MDR-TB ABSTRACT: Approximately 8-20% M. tuberculosis isolates that are resistant to isoniazid habe been known to have a mutation in inhA promoter region [1]. To find the mutation in inhA promoter region, it is necessary to carry out the amplification of the target fragment. The purpose of this research were to amplify the inhA promoter region and to find out if there is a mutation and type of mutation at MDR-TB isolate. DNA isolation was done by a modified Boom method. Target fragment was amplified by a pair primer (forward primer 5’ ACATACCTGCTGCGCAAT 3’ and reverse primer 5’ CTCCGGTAACCAGGACT GAA 3’ using Polymerase Chain Reaction (PCR) technique. Amplicon was sequenced in one forward direction. Homology analysis was conducted by online BLASTn program, while the mutation was identified by MEGA4. The result of this research showed that homology analysis of 134 was homolog by 99% of M. tuberculosis H37Rv. The mutation of cytosine to thymine (CàT) was found occurring at position -15 of isolate 134 MDR-TB.  
DESAIN PELACAR DNA SECARA IN SILICO SEBAGAI PENDETEKSI RESISTENSI FLUOROQUINOLONE PADA ISOLAT MULTI DRUG RESISTANT TUBERCULOSIS Sagung Chandra Yowani; Jennifer Tamara; Ayu Nyoman Chandra Yustiana; Putu Sanna Yustiantara
CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 7 No 2 (2019): volume 7, Nomor 2, 2019
Publisher : Magister Program of Applied Chemistry, Udayana University, Bali-INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.244 KB)

Abstract

ABSTRAK: Resistensi fluoroquinolone (FQ) pada Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) umumnya disebabkan oleh adanya sejumlah mutasi pada beberapa gen yang mengkode sensitivitas Mycobacterium tuberculosis dan sebagian besar terjadi pada gen gyrA. Mutasi pada kodon 94 gen gyrA merupakan mutasi yang paling sering terjadi dengan 7 variasi perubahan asam amino. Resistensi FQ dapat dideteksi menggunakan DNA probe yang spesifik agar dapat memberi terapi yang tepat pada pasien. Penelitian ini akan mendesain urutan nukleotida TaqMan probe menggunakan program Clone Manager Suite 9.2. Hasil rancangan DNA probe kemudian dianalisis dalam 2 tahap. Tahap pertama berdasarkan kriteria probe secara umum yaitu panjang (18-30 basa), %GC (40-60%), Tm (5-10°C lebih tinggi dibanding Tm primer), runs (? 4), repeats (? 4), dimer (? 4), dan tidak terbentuk hairpin. Selanjutnya tahap kedua berdasarkan kriteria pelabelan TaqMan probe, yaitu tidak terdapat basa G pada 2 nukleotida di ujung 5’ dan jumlah basa C ? G. Rancangan DNA probe mutan menggunakan program menghasilkan 1 probe untuk mutasi spesifik D94G. Probe tersebut dianalisa dengan kriteria probe secara umum dan kriteria pelabelan TaqMan probe. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu hasil rancangan probe mutan A94MG1 dengan urutan 5’ – TCGATCTACGGCAGCCTGGT – 3’ telah memenuhi kriteria pelabelan TaqMan probe dan dapat digunakan untuk mendeteksi adanya mutasi pada kodon 94 gen gyrA Mycobacterium tuberculosis. Kata kunci: MDR-TB, gen gyrA, in silico, TaqMan probe, Real-Time PCR ABSTRACT: Fluoroquinolone (FQ) resistance in Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB is generally caused by some mutations in several genes that encode the sensitivity of Mycobacterium tuberculosis and most of them occur in gyrA gene. Mutations in codon 94 gyrA gene are the most common mutations with 7 variations in amino acid changes. FQ resistance can be detected using a spesific DNA probe to provide the precise therapy for the patient. This research will design the TaqMan probe nucleotide sequence using the Clone Manager Suite 9.2. program. The results of designing DNA probes were then analyzed by 2 stages. The first stage is based on criteria of the probe in general which is length (18-30 bases), GC% (40-60%), Tm (5-10°C higher than primer Tm), runs (? 4), repeats (? 4), dimer (? 4), and hairpin is not formed. Second stage is examination based on the labeling criteria for TaqMan, that is no G base at 2 nucleotides at the end of 5’ and the amount of bases C ? G. The mutant DNA probe design using the program produced 1 probe for the D94G specific mutation. The probe was analyzed with general criteria and TaqMan probe labeling. The conclusion of this study is A94MG1 mutant probe design have met the TaqMan probe labeling criteria and can be used to detect mutations in the Mycobacterium tuberculosis gyrA gene codon 94.
DESAIN DNA PRIMER SECARA IN SILICO SEBAGAI PENDETEKSI MUTASI GEN gyrA Mycrobacterium tuberculosis UNTUK METODE POLYMERASE CHAIN REACTION Luh Vida Sasmitha; Putu Sanna Yustiantara; Sagung Chandra Yowani
CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 6 No 1 (2018): Volume 6, Nomor 1, 2018
Publisher : Magister Program of Applied Chemistry, Udayana University, Bali-INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.339 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendesain DNA primer yang digunakan untuk mengamplifikasi gen gyrA dengan metode PCR. Gen gyrA bertanggung jawab dalam resistensi fluorokuinolon yang merupakan inti regimen dari MDR-TB. Resistensi fluorokuinolon merupakan penanda terjadinya Extensively Drugs Resistance Tuberculosis (XDR-TB). XDR-TB merupakan tuberkulosis yang terjadi akibat adanya resistensi terhadap isoniazid, rifampisin dan fluorokuinolon serta terhadap salah satu obat anti tuberkulosis lini kedua dalam bentuk injeksi (amikasin, kanamisin dan kapreomisin). Pada penelitian ini desain primer dilakukan secara in silico dengan menggunakan program Clone Manager Suite 6 (University of Groningen). Urutan nukleotida gen gyrA Mycrobacterium tuberculosis yang digunakan sebagai cetakan (template) diakses dari website www.ncbi.nlm.niv.gov (GenBank : AL123456.3). Primer dipilih berdasarkan kriteria dari Clone Manager Suite 6 (University of Groningen), meliputi: panjang primer, %GC, Tm (melting temperature), stabilitas, repeats, runs, interaksi primer (dimers dan hairpins) dan false priming. Hasil penelitian mendapatkan sepasang primer dengan panjang masing-masing 19 basa, yaitu primer forward 5’-GCAGCTACATCGACTATGC-3’ (3-S1) dan primer reverse 5'-GGCTTCGGTGTACCTCATC-3’ (4-S1). Pasangan primer ini mampu mengamplifikasi sekuens gen gyrA sebesar 320 pb (nukeotida 90-380) dengan kondisi PCR pada suhu 95°C selama 15 menit untuk proses predenaturasi, diikuti 40 siklus amplifikasi (denaturasi pada suhu 94°C selama 1 menit, annealing pada 58°C selama 1 menit 20 detik, elongasi pada suhu 72°C selama 2 menit) serta proses elongasi akhir dilakukan pada suhu 72°C selama 10 menit. Kata kunci: Primer, in silico, gyrA, PCR ABSTRACT: The aim of this study is to design DNA primer that amplifying gyrA gene using PCR method. The gyrA gene is responsible to fluoroquinolone resistance which is the main drug of MDR-TB regimen. Fluoroquinolone resistance is marker of Extensively Drugs Resistance Tuberculosis (XDR-TB). XDR-TB is a type of tuberculosis (TB) that is resistant to at least isoniazid, rifampicin and fluoroquinolone and/or to second-line anti-tuberculosis drugs (amykacin, kanamycin and capreomycin). In this study, primer design were reconstruct in silico using Clone Manager Suite 6 program (University of Groningen). Nucleotide sequence of gyrA accessed from www.ncbi.nlm.niv.gov (GenBank: AL123456.3). The primer was chosen based on the criteria of Clone Manager Suite 6 (university of Groningen), including primer length, %GC, Tm (melting temperature), stability, repeats, runs, primer interaction (dimers and hairpins) and false priming. The result of this research were a pair of primers which each length is 19 bases, e.g. forward primer 5’-GCAGCTACATCGACTATGC-3’ and reverse primer 5’-GGCTTCGGTGTACCTCATC 3’. PCR product of these primers is 320 pb (nucleotide 90-380), in predenaturation at 95°C for 15 minutes and followed by 40 cycles of amplificarion (denaturation at 94°C for 1 minutes, annealing at 58°C for 1 minutes 20 seconds, and extension at 72°C for 2 minutes) with final extension at 72°C for 10 minutes.
FORMULASI SEDIAAN SIRUP PENINGKAT IMUNITAS DARI HERBA MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) W. O. Sugarda; K.D.C. Dewi; K.W.A. Putra; M.B. Yogiswara; C.B.A.C. Sukawati; P.A.R. Sutresna; N.L.G.J. Dewi; C.I.S. Arisanti; P.S. Yustiantara
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol.13 No.2 Juli 2019
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.596 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2019.v13.i02.p03

Abstract

Meniran herb (Phyllanthus niruri L.) is a plant that has been scientifically proven to have activity as a natural immunomodulator. The effectiveness of natural immunomodulators from meniran herbs can be improved by formulating the ethanolic extract of meniran herbs into syrup preparations. This research was conducted to find out that the herbal extracts obtained had fulfilled the parameters of extract quality standards so that they could be formulated into pharmaceutical products. Standardization of herbal extracts includes testing of moisture content, testing of total ash content, testing of acid-soluble ash content, and testing of total flavonoid levels. Ethanol extract of Meniran herbs was obtained by maceration using 95% ethanol. Testing the extract moisture content produced extracts with a moisture content of 7.295%. Total ash content was 3%, acid insoluble ash content was 1.2% and total flavonoid content was 3.15%. Keywords: formulation, immunity, syrup, Phyllanthus niruri L.
ANALISIS PRIMER UNTUK AMPLIFIKASI PROMOTER inhA MULTIDRUG RESISTANCE TUBERCULOSIS (MDR-TB) DENGAN METODE POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) I Gusti Ayu Agung Septiari; Putu Sanna Yustiantara; Sagung Chandra Yowani
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 9, no. 1 Januari 2015
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.804 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2015.v09.i01.p19

Abstract

The aim of this study was to analyze several primary combinations for amplifying inhA promoter region by in silico and in vitro ways. Primary in silico’s analysis was done by Clone Manager Suite 6 program. fabG gene sequence of M. tuberculosis was downloaded from www.ncbi.nlm.nih.gov (genbank: U66801.1) and used as DNA template. In vitro detection was done by PCR technique using P16 and 86 M. tuberculosis MDR isolates as DNA template. Amplification was done in described conditions: predenaturation at 95°C for 15 minutes, 45 cycle of amplication (denaturation on 94°C for 1 minute, annealing on 54°C for 1 minute 20 seconds dan extension on 72°C for 1 minute 10 seconds) and also post extension on 72°C for 10 minutes. PCR product was detected by agarose gel elektroforesis (1,5%). In conclusion, combination of primary forward (mabA-inhA-promoter-FS) 5’-ACATACCTGCTGCGCAAT-3’ (18 nucleotide) and primary reverse (mabA-inhA-promoter-R) 5’-CTCCGGTAACCAGGACTGAA-3’ (20 nucleotide) (Chen et al., 2011) have met the good criteria of primary combination which was seen from several aspects such as: primary length, Tm value, %GC, stability, number of hairpins, dimers and runs. In vitro detection showed that the primary combination also amplified inhA promoter region with the length of 284 pb
PENGARUH ETANOL, ETIL ASETAT DAN EKSTRAK ETANOL TERPURIFIKASI TERHADAP HASIL EVALUASI SIFAT FISIK SEDIAAN PATCH MUKOADHESIF EKSTRAK DAUN SIRIH (PIPER BETLE L.). P. S. Yustiantara; A. A. G. R. Yadnya-Putra; A. F. Febriana-Putra; A. A. P. Febriyana
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 12 No.1 Januari 2018
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.501 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2018.v12.i01.p08

Abstract

Patch dapat mengandung lapisan polimer mukoadhesif yang berikatan dengan mukosa mulut, atau gingiva. Tanaman sirih hijau (Piper betle L.) secara empiris telah digunakan pada pengobatan gingivitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dari patch yang mengandung ekstrak etanol, etil asetat, dan ekstrak etanol terpurifikasi daun sirih hijau, dilihat dari bobot matriks patch, ketebalan matriks patch, susut pengeringan matriks patch, dan ketahanan lipatan matriks patch. Ekstraksi daun sirih menggunakan metode maserasi. Patch dibuat dengan sistem matriks dengan ekstrak daun sirih dengan bahan tambahan antara lain; HPMC, PEG 400, dan mentol. Hasil uji fisik pada patch memperlihatkan bobot matrik patch ekstrak etanol (2,153 ± 0,077g), ekstrak etil asetat (1,906 ± 0,040g) dan ekstrak terpurifikasi sebesar (1,593 ± 0,075g). Tebal matrik patch ekstrak etanol (0,61 ± 0,613 mm ), ekstrak etil asetat (0,57 ± 0,576 mm ) dan ekstrak terpurifikasi sebesar (0,55 ± 0,550 mm), susut pengeringan matriks patch mengandung ekstrak etanol (4,20 ± 4,206 %), ekstrak etil asetat (3,97 ± 3,973 %) dan ekstrak terpurifikasi sebesar (3,67 ± 3,673%) dan ketahanan lipatan matriks patch pada ekstrak etanol sebanyak (491 ± 40,27 lipatan), pada ekstrak etil asetat (320 ± 16,65 lipatan) dan pada ekstrak purifikasi sebesar (532 ± 40,55 lipatan).
PELATIHAN PEMBUATAN LULUR DARI RUMPUT LAUT DAN GARAM PADA IBU-IBU PKK DI DESA KUTUH BADUNG SELATAN N.P.A.D. Wijayanti; K.W. Astuti; N.P.L. Laksmiani; P.S. Yustiantara; I.G.A. Januarta; I.K. Subagia
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.983 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i02.p03

Abstract

Daerah Kutuh (Pantai Pandawa) Badung Selatan merupakan salah satu wilayah penghasil rumput laut di Bali mencapai 130 sampai 225 per ton. Desa Kutuh memiliki potensi serta produktivitas yang tinggi untuk pengembangan budidaya rumput laut dan garamnya, namun kenyataannya masih terdapat permasalahan yaitu strategi pengembangan usaha rumput laut masih kurang terencana. Dalam 3 tahun terakhir ini mengalami penurunan drastis dikarenakan para petani banyak yang beralih profesi saat ini menjadi pedagang dan penyedia usaha wisata di sekitar Pantai Pandawa. Menyusutnya jumlah petani tersebut semakin cepat seiring dijadikannya Pantai Pandawa sebagai obyek wisata. Untuk dapat tetap membudidayakan rumput laut yang menjadi salah satu keanekaragaman hayati khas yang dimiliki oleh Bali maka perlu dilakukan suatu pengembangan usaha rumput laut dan dapat dikaitkan dengan pantai pandawa dijadikan sebagai obyek wisata. Salah satunya adalah mengolah rumput laut dan garam menjadi produk yang dapat dipasarkan didaerah wisata seperti lulur rumput laut sehingga perlu diadakan kegiatan pelatihan pada ibu-ibu PKK. Pelatihan ini bertujuan untuk melatih keterampilan Ibu-Ibu PKK Desa Kutuh Badung Selatan untuk menghasilkan produk bernilai jual. Kegiatan pelatihan pembuatan lulur telah dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 27 Agustus 2018 bertempat di Aula Kantor Desa Kutuh Badung Selatan. Acara dibuka oleh bagian Hubungan Masyarakat Desa Kutuh Badung dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang lulur dan pembuatannya serta pemanfaatan rumput laut dan garam sebagai bahan baku lulur. Kemudian Ibu-ibu PKK dibagi menjadi 5 kelompok untuk praktek pembuatan lulur rumput laut. Hasilnya kelompok PKK telah mampu menghasilkan lulur rumput laut dengan tingkat kehalusan yang berbeda-beda sesuai dengan selera. Lulur dikemas dalam plastik. Pelatihan pembuatan lulur rumput laut dan garam sangat bermanfaat dalam melatih keterampilan Ibu-ibu PKK dan meningkatkan nilai jual rumput laut. Kata kunci : Rumput laut, Garam, Lulur, Pelatihan, Desa Kutuh Badung
Pemanfaatan Yoghurt Sebagai Masker Alami Untuk Meningkatkan Kesehatan Dan Kecantikan Kulit Wajah Luciana Octavia Selvi Correia; Putu Sanna Yustiantara
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p30

Abstract

Masker wajah merupakan kosmetik perawatan kulit wajah yang sangat bermanfaat untuk menjaga dan merawat wajah, mengelastisitas kulit, mencegah penuaan dini serta munculnya keriput. Saat ini penggunaan kosmetik yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan alami hasil fermentasi sangat disarankan penggunaannya, yang mana salah satu bahan yang dapat diolah menjadi masker wajah adalah yoghurt. Yoghurt memiliki kandungan yang dapat mengurangi pigmentasi kulit dan meningkatkan kelembutan kulit sehingga cocok digunakan sebagai bahan baku dalam masker wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa yoghurt mampu digunakan sebagai bahan baku masker wajah. Metode yang digunakan dalam ulasan artikel ini yaitu studi pustaka melalui jurnal atau artikel baik nasional maupun internasional terkait pemanfaatan yoghurt sebagai masker wajah alami yang diterbitkan secara online pada rentang waktu 5 tahun terakhir melalui database ilmiah seperti Google Scholar, Science Direct, Researchgate dan Pubmed. Beberapa penelitian yang diperoleh melaporkan bahwa yoghurt dapat digunakan sebagai bahan masker wajah karena memiliki kandungan berupa asam laktat, alfa hydroxy acid, dan vitamin seperti vitamin B12, B6, D, K, protein dan kalsium yang sangat baik bagi kulit dan mampu melembabkan serta memberikan perubahan pada wajah sehingga terlihat lebih halus dan cerah. Selain itu, pemanfaatan yoghurt dapat dikombinasikan dengan bahan alami lainnya seperti rumput laut, sari lemon, kunyit, kopi, teh, tepung beras, air cucian beras, dan cokelat sehingga dapat menciptakan suatu masker wajah alami dengan berbagai jenis masker berbeda yang bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan kulit wajah.
Potensi Antijerawat Ekstrak Daun Paku Sarang Burung (Asplenium nidus L.) dalam Formulasi Nanoemulgel A. A. Sagung Indah Candra Putri; Putu Sanna Yustiantara
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p40

Abstract

Kulit merupakan organ yang berfungsi melindungi tubuh manusia dari pengaruh lingkungan. Jerawat atau Acne vulgaris merupakan kelainan kulit kronis yang melibatkan folikel rambut dan kelenjar sebaseus. Salah satu penyebab jerawat adalah kolonisasi bakteri yang dapat diatasi dengan pemberian antibiotik. Paku sarang burung (Asplenium nidus) merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan flavonoid yang tinggi, sebagian besar gliciridin-7-O-hexoside dan quercetin-7-O-rutinoside yang dapat digunakan sebagai antibakteri, antioksidan, dan anti kanker. Kuersetin adalah senyawa yang bersifat polar namun sukar larut dalam pelarut air sehingga untuk meningkatkan penetrasi zat aktif ke dalam kulit diperlukan suatu sistem formulasi nanocarrier yakni nanoemulgel. Nanoemulgel adalah nanoemulsi yang diinkoporasikan ke dalam basis hidrogel dimana nanoemulgel dapat menyempurnakan keterbatasan nanoemulsi yang memiliki viskositas yang rendah. Kajian ini bertujuan untuk memperbaharui pengetahuan terkini masyarakat terkait dengan alternatif pengobatan berbasis bahan alam beserta teknologi formulasi untuk meningkatkan penetrasi dan efektivitas antijerawat paku sarang burung (Asplenium nidus). Kajian ini diperoleh melalui pencarian data penelitian baik dari jurnal nasional dan internasional serta buku secara daring. Berbagai penelitian menunjukkan kandungan fitokimia, aktivitas antibakteri, dan teknologi formulasi nanoemulgel ekstrak paku sarang burung (Asplenium nidus) guna menghasilkan formulasi dengan efektivitas dan penetrasi tinggi. Formulasi nanoemulgel ekstrak paku sarang burung (Asplenium nidus) berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk herbal sebagai alternatif pengobatan jerawat.