Ni Putu Eka Leliqia
Program Studi Farmasi, FMIPA, Universitas Udayana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktivitas Antioksidan Kombinasi Fraksi Metanol Virgin Coconut Oil dan Madu Kele Bali dengan Metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl) Ni Putu Eka Leliqia; I Ketut Gede Gilang Gama Harta; A.A. Bagus Yoga Saputra; Pande Made Nova Armita Sari; Ni Putu Linda Laksmiani
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v5i2.44070

Abstract

Virgin coconut oil (VCO) dan madu telah banyak digunakan sebagai bahan baku sediaan topikal untuk perawatan kulit. Salah satu khasiat yang telah terbukti adalah aktivitas antioksidannya. Namun efek VCO dan madu sebagai antioksidan umumnya masih dibuktikan dalam bentuk bahan tunggal tidak dalam bentuk kombinasi keduanya. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH memerlukan sampel uji yang bersifat polar. Fraksi metanol dari VCO dan madu telah diketahui bersifat polar. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kombinasi fraksi metanol VCO dan madu kele Bali yang memberikan aktivitas antioksidan paling kuat. VCO dan madu kele Bali diperoleh dari Desa Aan, Bali. Skrining fitokimia fraksi metanol VCO dan madu kele Bali ditentukan ditentukan dengan metode yang sesuai. Aktivitas antioksidan (IC50) fraksi metanol VCO, madu kele Bali, dan kombinasi keduanya ditentukan dengan metode DPPH. Terdapat 5 kombinasi kedua bahan tersebut yang diuji. Data dianalisis menggunakan ANOVA oneway-LSD dengan taraf kepercayaan 95%. Fraksi metanol VCO mengandung flavonoid dan tanin, sedangkan madu kele Bali mengandung saponin, fenol, flavonoid dan steroid/triterpenoid. Fraksi metanol VCO dan madu kele Bali memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 berturut-turut sebesar 7,20±0,23 mg/mL dan 14,56±0,25 mg/mL. Perbandingan jumlah kombinasi fraksi metanol VCO dan madu kele Bali berpengaruh secara bermakna terhadap aktivitas antioksidannya (p<0,05). Kombinasi 0,0063 g fraksi metanol VCO dan 1 g madu kele Bali menunjukkan aktivitas antioksidan paling kuat (IC50 8,50±0,17 mg/mL). Fraksi metanol VCO dan madu kele Bali serta kombinasinya tergolong antioksidan lemah, namun terjadi peningkatan aktivitas antioksidan yang bermakna pada kombinasi ini dibandingkan madu kele Bali tunggal (p<0,05).
PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN BUNGA GEMITIR SEBAGAI MASKER WAJAH KAYA ANTIOKSIDAN L.P.F. Larasanty; N.L.P.V. Paramita; N.P.E. Leliqia; N.P.L. Laksmiani
Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 4 (2023): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/BUM.2023.v22.i04.p05

Abstract

Gemitir flower cultivation is one of the agricultural commodities in Apuan village, Susut district, Bangli. The demand for gemitir flowers fluctuates from time to time. When prices are low, farmers will generally experience losses. It is necessary to carry out community service activities that aim to diversify gemitir flower agricultural products into cosmetic products in the form of natural face masks with high antioxidant content. Gemitir flower petals are known to contain tagetin and hydroxyflavones which are naturally antioxidants and are useful in the process of skin regeneration. This face mask product can become a processed product that provides more economic value for farmer groups in Apuan Bangli Village. Community service activities are carried out in stages starting with a survey at the location of the service to see when the gemitir flowers are harvested. At harvest time, the flowers that have bloomed are then collected as needed to be used as samples for processing into face masks. In the first step, the activities carried out were the process of selecting and drying flowers in a natural way and with the help of an oven, then they were made into powder. Product manufacturing activities begin with the pre-formulation of mask preparations. Then with the existing formula, training activities on how to make masks were carried out, including mask packaging. The results of monitoring and evaluation activities showed an increase in public knowledge with an initial average value of 28 to 71 after the final monitoring evaliation was carried out. Keywords: gemitir flower, face mask, natural, antioxidant, training.