cover
Contact Name
Haninun
Contact Email
haninun@ubl.ac.id
Phone
+6285841314009
Journal Mail Official
jurnalvisionist@ubl.ac.id
Editorial Address
Jl. Zainal Abidin Pagar Alam No.89 Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Bandar Lampung, Provinsi Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Visionist
ISSN : 14114186     EISSN : 28088700     DOI : http://dx.doi.org/10.36448/jmv.v10i2
VISIONIST: Jurnal Manajemen, menyajikan artikel yang merupakan hasil refleksi, penelitian atau kajian analitis terhadap berbagai fenomena manajemen yang belum pernah dipublikasikan di media lain.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012): September" : 6 Documents clear
Kepuasan Nasabah Kredit Berpenghasilan Tetap Abdul Basit; Iskandar AA
VISIONIST Vol 1, No 2 (2012): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.658 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v1i2.668

Abstract

One sector that became the belle of the target banks claim is the consumption sector. In the banking sector given the level of consumption of a very small risk, plus the pattern offered by the consumption sector was so tempting. The purpose of this study are: 1) To determine the level of customer satisfaction of fixed-income credit (Kretap) at the BRI branch Telukbetung with the implementation of external marketing company; 2) To determine what factors are causing customersof Kretap at Telukbetung BRI branch is satisfied or not satisfied. Research design used is descriptive research. Study sample is 10% of the number of customers at the BRI branch Kretap Telukbetung of 97 respondents. Analysis conducted by the descriptive method the percentage technique. The results showed that customer satisfaction at the BRI branch Telukbetung reached 72% of the expected, with enough categories to satisfy customers. Factors that satisfy customers include interest rates in Kretap, easy to reach location of BRI, the ease in obtaining loans Kretap, staff skills in customer service, staff friendliness and courtesy, and attention in handling customer complaints. While the factors that are less satisfying customers include credit plafond, credit duration, and breadth of the office network (units/on line).Salah satu sektor yang menjadi primadona target garapan perbankan adalah sektor konsumsi. Dalam perbankan sektor konsumsi memberikan tingkat risiko yang sangat kecil, ditambah lagi pola yang ditawarkan oleh sektor konsumsi pun begitu menggiurkan. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui tingkat kepuasan nasabah kredit berpenghasilan tetap (Kretap) pada BRI Cabang Telukbetung terhadap pelaksanaan pemasaran eksternal perusahaan; 2)  Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan nasabah pinjaman Kretap pada BRI Cabang Telukbetung merasa puas atau tidak puas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah riset deskriptif. Sampel penelitian adalah 10 % dari jumlah nasabah Kretap pada BRI Cabang Telukbetung sebanyak 97 responden. Analisis dilakukan secara metode deskriptif dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan Nasabah Kretap pada BRI Cabang Telukbetung baru mencapai 72 % dari yang diharapkan, dengan kategori cukup memuaskan nasabah.  Faktor-faktor yang memuaskan nasabah di antaranya adalah dalam hal suku bunga Kretap, kemudahan menjangkau lokasi BRI, kemudahan dalam memperoleh pinjaman Kretap, keterampilan petugas dalam melayani nasabah, keramahan dan kesopanan petugas, dan perhatian dalam penanganan keluhan nasabah. Sedangkan faktor-faktor yang kurang memuaskan nasabah di antaranya adalah plafond Kretap, jangka waktu Kretap, dan keluasan jaringan kantor (unit/on line). 
Efektivitas Program Competency Based Training dalam Meningkatkan Kualitas Aparatur Pemerintah . Habiburrahman; M Yusuf S Barusman
VISIONIST Vol 1, No 2 (2012): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.004 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v1i2.664

Abstract

In order to respond the demand of society to implement good governance, government makes a basic change in institution especially in improving the quality of government apparatus. It implements through training and education program especially to improve knowledge, skills, and attitide that reflect the competency. This training and education program is named competency based training (CBT).  The objectives of this research are to evaluate CBT program and to know the effectiveness of CBT program that implemented by the agency of training and education at Lampung Province. Result of this research shows that the implementation success of CBT program is adequate. The effectiveness of this CBT program is adequate to improve the quality of government apparatus.Dalam rangka merespon berbagai tuntutan masyarakat untuk menyelenggarakan pemerintahan yang baik (Good Governance), pemerintah mengadakan perubahan-perubahan mendasar dibidang kelembagaan pemerintah melalui peningkatan kualitas aparatur pemerintah. Bentuk upaya peningkatan kualitas aparatur pemerintah yang dimaksud adalah pendidikan dan pelatihan (diklat). Diklat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), sikap (attitude) sebagai refleksi dari penguasaan kompetensi tertentu. Diklat semacan ini disebut dengan pelatiihan berbasis kompetensi atau Competency Based Taining (CBT). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program CBT dan untuk mengetahui efektivitas diklat CBT yang dilaksanakan oleh Badan Diklat Daerah Propinsi Lampung. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan program diklat CBT cukup berhasil dan cukup efektif dalam upaya meningkatkan kualitas aparatur pemerintah.
Analisis Model Decision Support System (DSS) untuk Pembukaan Program Studi Jenjang S2 di Universitas Bandar Lampung Agus Wahyudi; M. Yusuf S. Barusman; Budhi Waskito
VISIONIST Vol 1, No 2 (2012): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.707 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v1i2.669

Abstract

The opening of the new study program epsecially S2 level was an effort to enhance the role of UBL in national development particularly in Lampung Province. Decision-making to determine the study program that  be opened was a matter. This research aimed to design a model of  Decision Support  System  for the opening of the S2 level study program at the University of Bandar Lampung. The results showed that the model of Decision Support System helped  users in making policy decisions  or  decisions  that best fit with the assumption that desired. The study program of S2 level  that was deserve to be opened  and developed at the University of Bandar Lampung was theStudy Program of Business Administration Science.Pembukaan program studi baru jenjang S2 merupakan upaya untuk meningkatkan peran Universitas Bandar Lampung dalam pembangunan nasional khususnya di Provinsi Lampung. Pengambilan keputusan untuk menentukan program studi yang akan dibuka merupakan suatu hal yang rumut. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model Decision Support System untuk pembukaan program studi jenjang S2 di Universitas Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Decision Support System sangat membantu pengguna dalam melakukan pengambilan kebijakan atau pengambilan keputusan yang terbaik sesuai dengan asumsi yang diinginkan. Program studi jenjang S2 yang layak untuk dibuka dan dikembangkan di Universitas Bandar Lampung adalah Program Studi Ilmu Administrasi Niaga. 
Peran Pelatihan Teknis dan Motivasi dalam Pengawasan Teknis Pekerjaan Jasa Konstruksi Hery Riyanto; Dirwansyah Sesunan
VISIONIST Vol 1, No 2 (2012): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.317 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v1i2.665

Abstract

Technical manager official at government administration is a middle manager that gives priority to decision making accuracy and speed.  Beside of that, he must be able to translate strategic policy to operational policy and solve the operational obstacles that happened. This research aims to analyze factors that affect the speed of decision making as a foundation to formulate the strategy of implementation action. Factors that affect the performance  of technical superviser  to make a decision are technical training and working motivation. These factors are usually given  by technical manager official. The result of this research shows that technical training and working motivation significantly affect the decision making accuracy which determinat coeficient is 88.5%. If the technical training and working motivation is increased, it will increase the performance of technical supervisor 78,3 % per year.Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan pada birokrasi pemerintah adalah manajer menengah yang mengutamakan ketepatan dan kecepatan pengambilan keputusan. Selain itu  harus mampu menterjemahkan kebijakan strategis menjadikan kebijakan operasional, juga harus mampu memecahkan masalah operasional yang ada.  Riset ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan pengambilan keputusan  sebagai dasar untuk merumuskan strategi Pelaksanaan Pekerjaan. Dua variabel utama yang mempengaruhi kinerja tenaga pengawas teknis dalam pengambilan keputusan yaitu Pelatihan Teknis dan Motivasi Kerja yang diberikan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kedua faktor tersebut secara signifikan berpengaruh terhadap ketepatan pengambilan keputusan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 88,5 %. Bilamana Pelatihan Teknis dan Motivasi Kerja ditingkatkan, maka skala Kinerja pengawas Teknis dapat meningkat  sebesar 78,3 % dalam satu tahun.
Peningkatan Produktivitas Pegawai Melaui Peningkatan Motivasi dan Kepuasan Kerja Sunar Wahid
VISIONIST Vol 1, No 2 (2012): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.724 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v1i2.666

Abstract

The working motivation of official at Fishery and Ocean Office in East Lampung District is not optimum. It is indicated by low of responsibility to complete their duty.  The official of Fishery and Ocean Office in East Lampung District can not optimally use their capability and potential to do their job. The collaboration amang officials is not solid and can not give satisfaction optimally. The result of this research shows that the working motivation at Fishery and Ocean Office in East Lampung District is good. It is showed by frequency spread which the number of respondent that agree is 73.07 percent.  The working satisfaction at Fishery and Ocean Office in East Lampung District is generally good.Motivasi kerja pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Timur­ belum maksimal yang ditandai dengan masih kurangnya rasa tanggung jawab pegawai terhadap tugas. Pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Timur belum dapat secara maksimal mengaktualisasikan kemampuan dan potensi dirinya dalam pelaksanaan pekerjaan. Kerja sama antar pegawai dalam melaksanakan tugas masih kurang solid serta hasil kerja pegawai belum memberikan kepuasan secara maksimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja pegawai pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Timur saat ini secara umum sudah baik, hal ini juga ditunjukkan oleh sebaran frekuensi tertinggi yaitu yang menjawab setuju sebanyak 73,07 persen. Pada variabel kepuasan kerja, secara umum kepuasan kerja pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Timur saat ini sudah baik. 
Hubungan Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Dengan Disiplin Kerja Pegawai Anggrita Denziana; Sinung Hendratno
VISIONIST Vol 1, No 2 (2012): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.489 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v1i2.667

Abstract

The General Directorate of Post and Telecommunication in Bandar Lampung supervise and control the spectrum of radio frequency on every region in Indonesia. In order to complete this duty successfully, it is needed officials that have the high capability, loyality, and responsibility so the organization goal can be achieved. However,  its implementation is not good because the motivation and leadership style of officials at  the General Directorate of Post and Telecommunication is low and their discipline is not optimum.  This research aims to analyze the effect of leadership style and motivation to the working discipline of officials at  the General Directorate of Post and Telecommunication Bandar Lampung. The result of this research indicates that there is a positive relationship between leadership style and motivation to the working discipline of officials at  the General Directorate of Post and Telecommunication Bandar Lampung.Direktorat Jenderal Pos Dan Telekomunikasi Bandar Lampung melaksanakan fungsi pengawasan dan pengendalian spektrum frekuensi radio di setiap wilayah Indonesia. Agar tugas tersebut dapat berhasil diperlukan pegawai yang mempunyai kemampuan, loyalitas dan tanggung jawab yang tinggi sehingga diharapkan  tujuan organisasi secara keseluruhan dapat tercapai. Namun dalam pelaksanaannya belum berjalan dengan baik, hal ini disebabkan adanya hambatan-hambatan antara lain rendahnya disiplin kerja pegawai. Hambatan tersebut disebabkan karena gaya kepemimpinan dan kurangnya motivasi pegawai pada Direktorat Jenderal Pos Dan Telekomunikasi Bandar Lampung Masih rendah dan disiplin kerja pada UPT Direktorat Jenderal Pos Dan Telekomunikasi Bandar Lampung belum optimal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi dengan disiplin kerja pegawai pada UPT Direktorat Jenderal Pos Dan Telekomunikasi Bandar Lampung. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara gaya kepemimpinan dan motivasi pegawai dengan disiplin kerja pegawai pada UPT Direktorat Jenderal Pos Dan Telekomunikasi Bandar Lampung. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6