cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
BERITA BIOLOGI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 9" : 18 Documents clear
ANATOMI DAUN DAN TAKSONOMI JENIS-JENIS VANDA ZAINUDDIN, HARDANIAH; RIFAI, MIEN A.
BERITA BIOLOGI Vol 2, No 9&10 (1984)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.226 KB) | DOI: 10.14203/bb.v2i9&10.1415

Abstract

Salah satu marga anggrek yang penting dari segi hortikultura ialah Vanda R. Br. Marga ini mempunyai anggota kiia-kira 60 jenis yang tersebar luas mulai dari India. Asia Tenggara sampai ke Papua Nugini. Berdasaikan bentuk daunnya Vanda dap at dibedakan dalam dua kelompok. Yang pertama adalah kelompok Vanda pensil, memiliki daun yang berbentuk tabling seperti pensil, penampang melintang daunnya bundar (contoh : Vanda hookerana Rchb.f., Vanda teres (Roxb.) Lindl. dan Vanda tricuspidata J.J.S. Kelompok kedua disebut Vanda sabuk, mempunyai daun lebai yang memanjang seperti sabuk dan penampang melintang daunnya sepertikupu-kupu atauburung terbang (contoh: Vanda helvola BL, Vanda dearii Rchb.f., Vanda insignis BL, Vanda sumatrana Schlt., Vanda limbata BL Vanda suavis Rchb.f., Vanda celebica Rolfe dan Vanda tricolor Lindl.).
SERANGGA PENGUNJUNG KACANG PANJANG (VIGNA UNGUICULATA) RAHAYUNINGSIH, Y.; NOERDJITO, W.A.; ADISOEMARTO, S.; ASWARI, P.
BERITA BIOLOGI Vol 2, No 9&10 (1984)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.435 KB) | DOI: 10.14203/beritabiologi.v2i9&10.1418

Abstract

Sekalipun kacang panjang (Vigna unguiculata} meiupakan tanaman sayuran penting,hal ikhwal serangga pengunjungnya, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan, belum banyak diungkapkan (Kalshoven et al. 1951). Keterangan mengenai keanekaragaman jenis serangga pengunjung,hubungan tingkat umui tanaman dengan jenis serangga pengunjung, bagian tanaman yang dikunjungi serta peranan dan fungsi masing-masing jenis, pengaruh musim terhadap kehadiran serangga pengunjung kacang panjang belum banyak dipelajari.Oleh karena itu, penanganan terhadap serangga yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap kehidupan kacang panjang belum dapat dilakukan dengan pasti. Di negara lain seperti Nigeria (Singh 1975; Ayoade 1975) dan Tanzania (Kayumbo 1975) penelitian hama kacang panjang sudah agak lanjut.untuk melengkapi data biologi serangga pengunjung kacang panjang di Indonesia serangkaian penelitian yang dilaporkan berikut ini telah dilakukan.
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TERBATAS TERHADAP BERAT DAN KUALITAS TELUR PADA AYAM PETELUR TIPE MEDIUM UMUR 13 BULAN PRIJONO, SITI NURAMALIATI
BERITA BIOLOGI Vol 2, No 9&10 (1984)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.161 KB) | DOI: 10.14203/beritabiologi.v2i9&10.1423

Abstract

Efisiensi di dalam pemberian makanan ayam petelur dapat tercapai apabila biaya makanan dapat ditekan serendah mungkin, tetapi diperoleh hasil keuntungan yang sebesar-besarnya dengan catatan tidak mengurangi arti dari kesehatan ayam-ayamnya dan menurunkan kualitas telurnya. Biaya makanan ayam di dalam peternakan meliputi 60 persen dari jumlah biaya produksi, sehinggabiaya makanan tersebut besar pengaruhnya terhadap maju mundurnya usaha peternakan ayam (Hadisoeparto 1977).Scott et al.(1976J menyataKan bahwa pada masa pertumbuhan ayam-ayam terutama tipe medium dan tipe berat perlu mendapat pemberian makanan terbatas, karena setiap kelebihan energi dalam tubuh dapat diubah menjadi lemak.
MORFOLOGI MULUT DAN SALURAN PENCERNAAN SERANGGA PEMAKAN TUMBUHAN DAN PEMANGSA RAHAYUNINGSIH, Y.; ADISOEMARTO, S.; NOERDJITO, W.A.
BERITA BIOLOGI Vol 2, No 9&10 (1984)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.336 KB) | DOI: 10.14203/beritabiologi.v2i9&10.1419

Abstract

Walaupun diketahui bahwa makanan serangga menentukan berbagai bentuk mulut dan saluran pencemaannya, hubungan keanekaragaman jenis makanan dan keanekaragaman fungsi dan bentuk mulut seita saluran makanan belum banyak diketahui.Padahal pengetahuan ini mempunyai segi terapan yang beiguna, misalnya dalam membantu menentukan peranan serangga di suatu lingkungan. Kekhasan modifikasi bagian-bagian mulut diharapkan dapat dipakai untuk mencirikan kelompok pemiliknya. Dalam tahap permulaan penelitian morfologi mulut dan saluran pencernaan dilakukan terhadap serangga bermulut pengunyah dan penusuk-pengisap tumbuhan .serta mangsa. Hasil yang diperoleh dimaksudkan untuk menambah data mengenai bagian-bagian mulut dan saluran pencernaan (Snodgrass l935;Metcalf etal. 1962; Nasution 1972) danmenambah data yang dapat digunakan untuk membedakan serangga pemakan tumbuhan dari pemangsa.
RAGI TAPAI BENTUK BUBUK NUR, ELIDAR; SAONO, SUSONO
BERITA BIOLOGI Vol 2, No 9&10 (1984)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v2i9&10.1420

Abstract

Ragi tapai biasa disebut juga ragi pasar karena mudah dibeli di pasar. Pembuatannya biasanya dilakukan tidak secara steril, menggunakan peralatan sederhana, serta memakai tepung beras sebagai bahan dasar utama dan beberapa macam rempah-rempah sebagai bahan dasar tambahan.Bahan dasar utama berfungsi sebagai bahan pembawa (carrier) jasad renik yang diperlukan kehadirannya, sedangkan bahan dasar tambahan kemungkinan berfungsi sebagai pencegah kehadiran jasad renik yang tidak dikehendaki (Saono et al. 1974; Saono 1982).Karena dalam pembuatan ragi tapai biasanya tidak digunakan biang (starter), maka sumber utama jasad renik adalah lingkungan tempat pembuatannya dan bahan-bahan dasar yang digunakan
HISTOLOGI PENYAKIT JAMUR PADA DAUN KECIPIR KRAMADIBRATA, KARTINI
BERITA BIOLOGI Vol 2, No 9&10 (1984)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v2i9&10.1416

Abstract

Akhir-akhir ini kecipir Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC menarik perhatian dan menjadi penting artinya karena dinilai mempunyai potensi ekonomi dan nilai gizi tinggi bagi daerah tropik. Hampir seluruhbagian ianamanini - seperti polong muda, biji, kadang-kadang daun muda serta bunganya dan bahkan pada beberapa kultivar juga umbinya dapat dimakan.Masefield (1961) melaporkan kemampuan akar kecipir untuk meinbentuk bintil akar yang banyak dan besar.Sampai saat ini budidaya kecipir belum dilakukan sebagai tanaman utama, tetapi hanya sebagai penyela di pematang sawah ataupun di pekarangan bersama tanaman sayuran dan kacang-kacangan lainnya. Sekalipun demikian ternyata kecipir tidak luput daripada serangan hama dan penyakit. Karena itu penelitian mi diiakukan untuk mengumpulkan data jenis-jenis jamur yang menyerangnya dan menentukan sampai berapa jauh jamur ini masuk ke dalam jaringan daun terserang penyakit itu.
FERMENTASI BAHAN ONCOM BANDUNG SASTRAATMADJA, DUDI D.; SAONO, SUSONO
BERITA BIOLOGI Vol 2, No 9&10 (1984)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v2i9&10.1421

Abstract

Oncom teimasuk makanan yang harganya murah tetapi mengandung protein yang relatif tinggi. Di Jawa Barat makanan ini telah lama dikenal serta banyak dimakan. Pembuatannya dilakukan secaia tiadisional dengan menggunakan bahandasar bungkil kacang tanah dengan campuran onggok/ampas tapioka dan ampas tahu, atau bahan dasar ampas tahu dengan campuran onggok. Sampai saat ini belum banyak usaha yang dilakukan untuk mengetahui seluk beluk ilmiah produk ini, apalagi usaha terencana untuk meningkatkan mutu seita menyebarluaskan pemanfaatannya. Hal ini dapat disimpulkan dari terbatasnya pustaka yang ada (Dwidjoseputro et al. 1970, Van Veen et al. 1968, Steinkraus & Van Veen 1971, Muhilal et al. 1970; Slamet & Tarwotjo 1971; Saono et al. 1974).
SERANGGA PERUSAK KECIPIR (PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS L.) HANNA, ANITA; ADISOEMARTO, S.
BERITA BIOLOGI Vol 2, No 9&10 (1984)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v2i9&10.1417

Abstract

Kecipir kini merupakan tanaman protein yang mulai digalakkan pengembangannya karena kandungan protein yang hampir sama dengan kedelai. Biji kering mengandung 2.9,8 - 37,4% protein, daun 5,7 - 15%, bunga sekitar 5,6% dan polong muda 1,9 - 2,9% (NAS 1975, Citroreksoko 1977). Banyak bagian tanaman kecipir, seperti daun muda, polong dan biji, serta pada beberapa vaiietas juga juga umbinya, dapat dimakan (Burkill 1936).Penggalakan pengembangan budidaya kecipii ini memerlukan perhatian masalah hamanya. Penelitian mengenai hama kecipir telah dilakukan di berbagai negara, di antaranya ialah Papua Niugini, Malaysia dan Filipina (Price 1978). Di Indonesia sendiri penelaahan terhadap hama kecipir masih agak diabaikan. Dari pengumpulan data yang telah dilakukan temyata bahwa kecipir di Indonesia mempunyai pula musuh alami yang berpotensi dan kalau dibiarkan dapat menggagalkan usaha penanamannya (Adisoemarto dkk. 1978). Mengingat permasalahan hama yang timbul perlu dilakukan penelaahan secara kualitatif serangga hama yang berhubungan dengan kecipir.
JENIS-JENIS TIKUS DAN CACING PARASITNYA DI DAS SEKAMPUNG, LAMPUNG SUYANTO, A.; WIRORENO, W.; SAIM, A.
BERITA BIOLOGI Vol 2, No 9&10 (1984)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v2i9&10.1422

Abstract

Di Indonesia ada ±150 jenis tikus (Kadarsan& Boeadl 1975),namun baru beberapa jenis yang sudah diteliti kandungan cacing parasitnya (Kadarsan 1968, Brown et al. 1975, Carney & Stafford 1979).Padahal tikus dapat berperanan sebagai penyebar penyakit yang disebabkan cacing; kasus penyakit radang selaput otak yang diduga disebabkan cacing Angiostrongylus cantonensis dilaporkan pada pasien rumah sakit Kisaran, Sumatera Utara (Carney et al 1974) dan epidemi skistosomiasis pernah melanda penduduk Lindu, Sulawesi Tengah (Clarke et al. 1974).Mengingat pentingnya peranan tikus sebagai penyebar penyakit cacing pada manusia,dan karena kekayaan fauna cacing di Indonesia belum banyak diketahui maka suatu penelitian dilaksanakan di Dacrah Aliran Sungai Sekampung,Lampung.
RAGI TAPAI BENTUK BUBUK ELIDAR NUR; SUSONO SAONO
BERITA BIOLOGI Vol 2, No 9&10 (1984)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v2i9&10.1420

Abstract

Ragi tapai biasa disebut juga ragi pasar karena mudah dibeli di pasar. Pembuatannya biasanya dilakukan tidak secara steril, menggunakan peralatan sederhana, serta memakai tepung beras sebagai bahan dasar utama dan beberapa macam rempah-rempah sebagai bahan dasar tambahan.Bahan dasar utama berfungsi sebagai bahan pembawa (carrier) jasad renik yang diperlukan kehadirannya, sedangkan bahan dasar tambahan kemungkinan berfungsi sebagai pencegah kehadiran jasad renik yang tidak dikehendaki (Saono et al. 1974; Saono 1982).Karena dalam pembuatan ragi tapai biasanya tidak digunakan biang (starter), maka sumber utama jasad renik adalah lingkungan tempat pembuatannya dan bahan-bahan dasar yang digunakan

Page 1 of 2 | Total Record : 18


Filter by Year

1984 1984


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 3 (2022): Berita Biologi Vol 21, No 2 (2022): Berita Biologi Vol 21, No 1 (2022) Vol 21, No 3 (2021): Berita Biologi Vol 20, No 2 (2021): Berita Biologi Vol 20, No 1 (2021) Vol 19, No 3B (2020) Vol 19, No 3A (2020) Vol 19, No 2 (2020) Vol 19, No 1 (2020) Vol 18, No 3 (2019) Vol 18, No 2 (2019) Vol 18, No 1 (2019) Vol 18, No 1 (2019) Vol 17, No 3 (2018) Vol 17, No 3 (2018) Vol 17, No 2 (2018) Vol 17, No 2 (2018) Vol 17, No 1 (2018) Vol 17, No 1 (2018) Vol 16, No 3 (2017) Vol 16, No 3 (2017) Vol 16, No 2 (2017) Vol 16, No 2 (2017) Vol 16, No 1 (2017) Vol 16, No 1 (2017) Vol 15, No 3 (2016) Vol 15, No 3 (2016) Vol 15, No 2 (2016) Vol 15, No 2 (2016) Vol 15, No 1 (2016) Vol 15, No 1 (2016) Vol 14, No 3 (2015) Vol 14, No 3 (2015) Vol 14, No 2 (2015) Vol 14, No 2 (2015) Vol 14, No 1 (2015) Vol 14, No 1 (2015) Vol 13, No 3 (2014) Vol 13, No 3 (2014) Vol 13, No 2 (2014) Vol 13, No 2 (2014) Vol 13, No 1 (2014) Vol 13, No 1 (2014) Vol 12, No 3 (2013) Vol 12, No 3 (2013) Vol 12, No 2 (2013) Vol 12, No 2 (2013) Vol 12, No 1 (2013) Vol 12, No 1 (2013) Vol 11, No 3 (2012) Vol 11, No 3 (2012) Vol 11, No 2 (2012) Vol 11, No 2 (2012) Vol 11, No 1 (2012) Vol 11, No 1 (2012) Vol 10, No 6 (2011) Vol 10, No 6 (2011) Vol 10, No 5 (2011) Vol 10, No 5 (2011) Vol 10, No 4 (2011) Vol 10, No 4 (2011) Vol 10, No 3 (2010) Vol 10, No 3 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 6 (2009) Vol 9, No 6 (2009) Vol 9, No 5 (2009) Vol 9, No 5 (2009) Vol 9, No 4 (2009) Vol 9, No 4 (2009) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 8, No 6 (2007) Vol 8, No 6 (2007) Vol 8, No 5 (2007) Vol 8, No 5 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 4(a) (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 4(a) (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 6 (2005) Vol 7, No 6 (2005) Vol 7, No 5 (2005) Vol 7, No 5 (2005) Vol 7, No 4 (2005) Vol 7, No 4 (2005) Vol 7, No 1&2 (2004) Vol 7, No 1&2 (2004) Vol 7, No 3 (2004) Vol 7, No 3 (2004) Vol 6, No 6 (2003) Vol 6, No 6 (2003) Vol 6, No 5 (2003) Vol 6, No 5 (2003) Vol 6, No 4 (2003) Vol 6, No 4 (2003) Vol 6, No 3 (2002) Vol 6, No 3 (2002) Vol 6, No 2 (2002) Vol 6, No 2 (2002) Vol 6, No 1 (2002) Vol 6, No 1 (2002) Vol 5, No 6 (2001) Vol 5, No 6 (2001) Vol 5, No 5 (2001) Vol 5, No 5 (2001) Vol 5, No 4 (2001) Vol 5, No 4 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 5 (1999) Vol 4, No 5 (1999) Vol 4, No 2&3 (1998) Vol 4, No 2&3 (1998) Vol 4, No 4 (1998) Vol 4, No 4 (1998) Vol 4, No 1 (1997) Vol 3, No 9 (1989) Vol 3, No 8 (1988) Vol 3, No 7 (1987): (Supplement) Vol 3, No 7 (1987) Vol 3, No 6 (1986) Vol 3, No 5 (1986) Vol 3, No 4 (1986) Vol 3, No 3 (1985) Vol 3, No 2 (1985) Vol 3, No 1 (1985) Vol 2, No 9&10 (1984) Vol 2, No 9&10 (1984) Vol 2, No 8 (1984) Vol 2, No 8 (1984): (Supplement) Vol 2, No 7 (1983) Vol 2, No 6 (1981) Vol 2, No 5 (1979) Vol 2, No 5 (1979) Vol 2, No 4 (1979) Vol 2, No 3 (1979) Vol 2, No 2 (1977) Vol 2, No 1 (1977) Vol 1, No 4 (1974) Vol 1, No 3 (1971) Vol 1, No 2 (1968) Vol 1, No 1 (1968) More Issue