cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2018)" : 9 Documents clear
Coping with 21st Century Opportunities and Challenges: English Teacher Professional Competence Development Nur Azizah
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The development of information and communication technology in the 21st century requires teachers of English as a foreign language (EFL) to be more professional to scaffold students to reach the global requirements. To be professional, teachers can participate in several modes based on certain demands as required by experts, world organization, and the Indonesian Ministery of Education. However, there are problematic aspects which should be considered, such as conflicts in the workplace, lacks of motivation, personal matters, costs spent, limited chances, and specifications of needs. Due to the problems which may be faced by individual teachers, informal modes can be the ways out fortheir professional development. Teachers can do independent self-development by using ICT as one of the educational devices in this era. This paper highlights teacher professional competence development in relation to the use of ICT as either opportunities or challenges in enhancing the quality of EFL teachers.Keywords: EFL teachers, ICT in 21st century, professional developmentAbstrak: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di abad ke-21 ini menun- tut guru bahasa Inggris sebagai bahasa asing (BIBA) menjadi lebih profesional dalam rangka membantu siswa mereka memenuhi berbagai tuntutan dunia global. Untuk menjadi profesional, guru dapat melakukan berbagai cara sesuai kebutuhan tertentu, seperti yang telah disyaratkan oleh para ahli, organisasi dunia, dan Kementerian Pendidikan Republik Indonesia secara for- mal. Meskipun demikian, ada beberapa aspek permasalahan yang seharusnya dipertimbangkan, seperti konflik ditempat kerja, kurangnya motivasi, permasalahan pribadi, biaya yang dikel- uarkan, keterbatasan kesempatan, dan spesifikasi kebutuhan. Untuk menghadapi permasala- han yang mungkin terjadi secara individu, guru dapat menggunakan cara-cara informal se- bagai jalan keluar dalam melaksanakan pengembangan kompetensi profesionalnya. Guru dapat mengembangkan diri sendiri secara mandiri dengan memanfaatkan ICT sebagai salah satu alat pendidikan di era ini. Makalah ini menyoroti pengembangan kompetensi profesional guru ter- kait penggunaan ICT baik sebagai suatu kesempatan maupun tantangan dalam meningkatkan kualitas guru bahasa Inggris.Kata-kata kunci: Guru EFL, TIK di abad 21, pengembangan keprofessionalan 
Improving Reading and Writing Achievements through Whole Language Approach Binti Koniaturrohmah
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The main purpose of this study was to find out whether or not whole language ap- proach could make a difference in improving both students’ reading and writing achievements. The research was conducted in terms of reading and writing intervention for about two months or 24 meetings including pre and post-tests. The tests were reading comprehension and writ- ing. The findings showed that (1) there was a significant progress within each group in both reading and writing. (2) there was also significant mean difference between the experimental and control groups with the contribution of the Whole Language Approach to students’ reading comprehension by 99.2% and to writing achievements by 87.2%.Keywords: whole language approach, reading achievement and writing achievement.Abstrak: Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pendekatan whole language dapat membuat suatu perbedaan dalam meningkatkan prestasi siswa dalam membaca dan menulis. Penelitian ini dilakukan dalam hal intervensi membaca dan menulis selama se- kitar dua bulan atau 24 pertemuan termasuk tes awal dan tes akhir. Tesnya adalah pemahaman membaca dan menulis. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) ada kemajuan yang signifikan dalam masing-masing kelompok dalam membaca dan menulis. (2) ada juga perbedaan rata-rata yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol dengan kontribusi dari Pendekatan Whole Language untuk prestasi siswa dalam pemahaman membaca sebesar 99,2% dan menulis sebe- sar 87,2%.Kata-kata kunci: pendekatan whole language, prestasi membaca dan menulis
Linguistically Intercultural Problems in Learning English as a Global Lingua Franca (EGLF) Diemroh Ihsan
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: In learning English as a Lingua Franca (ELF) of the globe, Indonesian learners of English as a Foreign Language (EFL) need great effort and seriousness to cope with certain linguistic and incultural problems. If beginning EFL learners make errors in making sentences using certain words, it is not surprising but it is when they are made by quite advanced learn- ers. However, errors should be respected and accepted as signs of learning as no learners create errors on purpose. Teachers should realize that errors are committed due to some factors that are beyond learners’ awareness linguistically as well as culturally. This paper is intended to describe some linguistic and incultural errors made by advanced EFL learners and discuss some possible causes and offer ways to help them improve their competence and performance in the English language. The data used in this study are in forms of (a) sentences made by 30 Mag- ister program students using certain words given, and (b) answers they provide based on Yes/ No questions and Tag-questions asked. The study reveals that to make correct sentences using certain words and correct answers to certain questions in English EFL learners are required to build some linguistic, pragmatic, and intercultural comptence both in Indonesian and English.Keywords: linguistic, pragmatic, and intercultural errors and competence,Abstrak: Dalam belajar bahasa Inggris sebagai bahasa perantara antar bangsa di dunia para siswa Indonesia yang belajar bahasa Inggris sbagai bahasa asng memerlukan usaha yang sung- guh-sungguh untuk memahami dan menguasai unsur-unsur kebahasaan dan kebudayaan tert- entu. Jika pembelajar pemula bahasa Inggris Indonesia membuat kesalahan dalam membuat kalimat dengan menggunakan kata-kata tertentu, itu mungkin dianggap wajar tetapi hal tersebut dianggap kurang wajar bila kesalahan seperti itu dibuat oleh pembelajar yang sudah dikategori- kan kelas advanced. Namun demikian, kesalahan apapun yang dibuat pembelajar hendaknya dihargai dan diterima sebagai tanda bahwa mereka sedang belajar karena tidak ada pembelajar yang sengaja membuat kesalahan apabila mereka sudah mengetahui mana yang benar. Para guru harus menyadari bahwa kesalahan terjadi karena beberapa faktor di luar pemahaman pem- belajar baik secara kebahasaan maupun budaya. Tulisan ini mencoba mendeskripsikan beber- apa unsur kebahasaan dan budaya yang dibuat oleh pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing, membahas beberapa penyebabnya, dan menawarkan beberapa usaha untuk membantu mereka memperbaiki pengetahuan dan kemampuan berbahasa Inggris mereka. Data penelitian ini berupa (a) sejumlah kalimat yang dibuat oleh 30 orang pembelajar S2 bahasa Inggris, dan(b) kalimat jawaban yang mereka buat berdasarkan pertanyaan Yes/No Question dan Tag-Ques- tion. Hasil studi ini menyatakan bahwa untuk dapat membuat kalimat yang benar dan jawaban dari pertanyaan Yes/No Question dan Tag-Question para pembelajar bahasa Inggris Indonesia dituntut untuk memiliki latarbelakang pengetahuan tentang ilmu bahasa, pragmatik, dan bu- daya sendiri maupun budaya bangsa yang berbahasa Inggris.Kata-kata Kunci: kesalahan dan kemampuan linguistik, pragmatik, interkultural 
Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Teks Berita Elvy Ratu Purbara; Subadiyono Subadiyono; Kasmansyah Kasmansyah
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) terhadap kemampuan membaca pemahaman teks berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Palembang. Metode yang digunakan adalah Eksperimen Semu. Sampel penelitian terdiri dari kelas VIII.2 sebagai kelas Eksperimen dan kelas VIII.4 sebagai kelas Kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes, teknik pengolahan data yang digunakan adalah perhitungan uji-t menggunakan program SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata tes awal kelas Eksperimen 39.76 meningkat menjadi 89.36 pada tes akhir. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 49.06. Dari hasil uji-t nilai rata-rata tes akhir anatara kalompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p<0.05). Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan model CIRC berpengaruh terhadap kemampuan membaca pemahaman teks berita siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Palembang.Kata-kata Kunci: model pembelajaran CIRC, membaca pemahaman, teks beritaAbstract: This study aimed at finding out the influence of Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model towards reading comprehension on news item text of the eighth graders of SMP Negeri 13 Palembang. The method of this study was quasi-experimental. The students of Class VIII.2, as the experimental group, and of Class V.III, as the control group, were chosen as the samples of the data. To collect the data, a test was done, and to analyze the data, t-test by using SPSS 20 was conducted. The results showed that the average of the initial test from experimental group was 39.76 which then increased to 89.36 on the final test – indi- cating that there was an increase of 49.06. From the t-test, the average of final test between the experimental and control group showed a significant difference (p<0.05). Therefore, it can be concluded that the application of CIRC model affected the students’ reading comprehension on news item text of the eighth graders of SMP Negeri 13 Palembang.Keywords: CIRC learning model, reading comprehension, news item text
Rethinking National Identities in Indonesian Education Curriculum Ella Masita
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This article explores the conceptualization of Indonesian national identity from the point of view of the Indonesian government. The data is taken from the three most recent In- donesian national curricula and its prescription in mandated English textbooks for senior high school. It interrogates the dimensions in an Indonesian context of the 2004 Curriculum as the first national curriculum in Indonesia after the fall of Soeharto’s regime, in 2006 Curriculum as Indonesia reconsidered its position within a global competitive world context, and in 2013 to respond to perceptions of unsatisfactory education results and a looming ‘identity crisis’. Vis- iting the key issues within those documents and the corresponding English textbooks through the lens of Representation theory as suggested by Hall (1997), the article explores the complex interconnections that frame the curriculum discussion. Three main findings are emerged in relation how the national identity concepts are shifting over time in those three consecutive curricula namely: from the interpretive to prescriptive curriculum, from operational to notional curriculum, and from other-ness to us-ness imagined communities.Keywords: Curriculum, English language teaching, national identityAbstrak: Artikel ini mengeksplorasi konsep identititas nasional ditinjau dari sudut pandang pemerintah Indonesia. Data diambil dari tiga kurikulum pendidikan nasional terakhir bersama dengan buku pelajaran Bahasa Inggris untuk SMA. Ketiga kurikulum tersebut adalah Kuriku- lum 2004, Kurikulum 2006,dan Kurikulum 2013. Kurikulum 2004 diambil sebagai kurikulum pendidikan nasional pertama di Indonesia setelah jatuhnya pemerintahan presiden Soeharto pada tahun 1998. Sementara itu, Kurikulum 2006 adalah kurikulum pendidikan nasional di In- donesia untuk memeprsiapkan generasi muda Indonesia dalam konteks persiangan global. Se- baliknya, Kurikulum 2013 disahkan pemerintah Indonesia sebagai kurikulum resmi di system pendidikan nasional Indonesia sebagai respons dari adanya persepsi tentang asil pendidikan yang kurang memuaskan dan adanya “kriris identitas” di kalangan generasi muda Indonesia. Melalui landasan teori Representation (Hall, 1997), artikel ini mengupas tentang bagaimana konsep identitas nasional bergeser dalam ketiga kurikulum tersebut. Terdapat tiga temuan uta- ma: perubahan dari interpretive menjadi prescriptive, dari operational menjadi notional, dan dari “other-ness’ menjadi “us-ness” imagined communities. Artikel ini berfokus pada temuan tentang perubahan kurikulum tersebut.Kata-kata kunci: Kurikulum, pengajaran Bahasa Inggris, identitas nasional
Role Play and Speaking Achievement of the Tenth Graders Based on Self Concept, Gender, and Grammar Mastery Rizqy Khairunnisa; Chuzaimah D. Diem; Soni Mirizon
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Role Play is an interesting strategy which gives a great benefit for many students.  It can be used to encourage general oral fluency or to train students’ speaking for specific situation. The objectives of this study were to find out whether or not there were significant interaction effects of Role Play and self-concept, gender, and grammar mastery on the tenth graders’ speaking achievement. Factorial design was used in this study which involved two groups (experimental and control groups). Forty students were selected as the sample of this study and equally divided into experimental and control groups. The result showed that the experimental group had better improvement in speaking achievement than the control group which did not get any treatment using Role Play. However, there were no interaction effects between Role Play Technique and Self Concept, Gender, Grammar Mastery on the students’ speaking achievement.Keywords: role play, speaking achievement, gender, self-concept, grammar masteryAbstrak: Role play adalah strategi yang menarik yang memberikan manfaat besar bagi banyak siswa. Role Play dapat digunakan untuk mendorong kefasihan secara umum atau untuk melatih siswa berkomunikasi dalam situasi yang lebih spesifik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh interaksi yang signifikan antara role play dan konsep diri, gender, dan penguasaan tata bahasa terhadap pencapaian berbicara siswa kelas sepuluh. Penelitian ini menggunakan desain faktorial yang melibatkan empat puluh siswa dan dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang lebih baik dalam hal berbicara dari pada kelompok kontrol. Na- mun tidak ada efek interaksi antara tekhnik role play dan konsep diri, gender, dan penguasaan tata bahasa terhadap pencapaian berbicara siswa. Kata-kata Kunci: bermain peran, pencapaian berbicara, jenis kelamin, konsep diri, pengua- saam tata bahasa
International Students’ English Language Learning Experiences: Academic Literacy in Graduate School Sary Silvhiany
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This case study explores the English language experiences and academic cultural adjustment of international doctoral students in the USA. Participants included three doctoral students from three different countries who are at different stages of their study. Using literacy memoir, interview, and email reponses as data collection methods, the study was aimed to un- derstand the factors affecting the students’ academic cultural adjustment. Thematic analysis re- veals that the students’ academic adjustment was influenced by their prior English language ex- periences which provided limited opportunities to develop language skills through meaningful communicative interactions. The different classroom culture and expectations had also affected the students’ academic literacy performance in their academic programs. Implications of the study highlights the need for university as the host institution of these international students to be more sensitive to different cultural capitals and the need for the sending countries to reform their curriculums to accommodate active English communication in the academic contexts.Keywords: cultural adjustment, academic literacy, international studentsAbstrak: Studi kasus ini mengeksplorasi pengalaman belajar bahasa Inggris dan penyesuaian budaya mahasiswa doktoral internasional di Amerika Serikat. Partisipan penelitian ini terdiri dari tiga mahasiswa doktoral yang berasal dari tiga negara dan yang berada pada tahap studi doktoral yang bervariasi. Menggunakan literacy memoir, interview, dan respon melalui surel sebagai metode pengambilan data, studi ini bertujuan untuk memahami faktor – faktor yang mempengaruhi penyesuaian budaya mahasiswa internasional. Analisis tematik menunjukkan bahwa penyesuain budaya mahasiswa internasioanl dipengaruhi oleh pengalaman belajar ba- hasa Inggris di negara mereka yang kurang memberikan kesempatan dalam membangun ket- erampilan melalui interaksi komunikatif yang bermakna. Implikasi penelitian ini menggaris bawahi pentingnya universitas penerima mahasiswa internasional untuk lebih sensitif terhadap perbedaan cultural capital yang dibawa oleh mahasiswa internasional dan perlunya negara pen- girim untuk mereformasi kurikulum mereka agar dapat mengakomodasi pembelajaran bahasa Inggris yang komunikatif dalam konteks akademik.Kata-kata Kunci: penyesuaian budaya, literasi akademik, siswa internasional  
The Challenges Faced by EFL Teachers in Integrating Character Education in English Subject Ira Audina Pratiwi
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The government regulation states that the goal of national education is to develop educated people with life skills and good character. Developing character in this globalization era is very challenging. However, despite the obvious good will of character educators, there is little training available, particularly on how to integrate the character itselfin any school subject. This paper reviews the challenges faced by the teacher in integrating the character education in English learning process. In Indonesia, the integration of character education should be based on 2013 curriculum which consists of eighteen character values. Based on the reviews done by language educators and researchers about character education, there seems to be some chal- lenges faced by English teachers, particularly in Indonesia, among others are (1) the difficulty of matching the character education values with the materials available, (2) the diverse charac- teristics of learners, and (3) the strategies on integrating various characters into English lessons.Keywords: character education, challenges, English teaching and learning process.Abstrak: Peraturan pemerintah menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk membina orang-orang yang berpendidikan dan berkarakter baik dengan memiliki berbagai keterampilan hidup. Membina karakter di era globalisasi ini merupakan tantangan tersendi-  ri. Namun, terlepas dari niat baik yang jelas dari pendidik karakter, hanya sedikit pelatihan yang tersedia, terutama tentang bagaimana mengintegrasikan karakter itu sendiri dalam mata pelajaran. Artikel ini mengulas tantangan yang dihadapi oleh guru dalam mengintegrasikan pendidikan karakter dalam proses belajar bahasa Inggris. Di Indonesia, integrasi pendidikan karakter harus didasarkan pada kurikulum 2013 yang terdiri dari delapan belas nilai karak-  ter. Berdasarkan peninjauan para pendidik dan peneliti bahasa terhadap pendidikan karakter, tampaknya terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh guru bahasa Inggris, khususnya  di Indonesia, di antaranya (1) kesulitan menyesuaikan nilai-nilai pendidikan karakter dengan materi yang tersedia, (2) keragaman karakteristik peserta didik, dan (3) strategi pengintegrasian berbagai karakter ke dalam mata pelajaran bahasa Inggris. Kata-kata Kunci: pendidikan karakter, tantangan yang dihadapi guru, proses belajar mengajar Bahasa Inggris
Task-Based Language Teaching in Promoting Students’ Speaking Fluency Indri Fitriani; Yanty Wirza
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study is conducted to investigate the use of task-based language teaching in pro- moting students’ speaking fluency. The students are exposed to four different tasks: sequencing task, picture narration task, question and answer task, and problem-solving task. The partici- pants of the study were thirty-six tenth grade students in one of the senior high schools in Band- ung. From thirty-six students, six students were selected as the representatives whose speaking performance were analysed. The students’ speaking performance were audio recorded and were analysed by looking at several linguistic aspects, such as segmental errors, speech rate, and grammatical accuracy. The findings of the study revealed that task-based language teaching promotes students’ speaking fluency. The students’ speech production showed improvement in the rhythm, segmental, speech rate aspect. The students showed positive responses during the task-based implementation in terms of awareness of the different aspect of English pronuncia- tion. In addition, the students’ participation in communicating in English was increased based on the observation result in each meeting and students’ interview. The study recommends that the students need to be exposed and learn the different aspects of pronunciation to further im- prove their speaking performance.Keywords: fluency, speaking skill, task-based language teaching.Abstrak: Penelitian ini meneliti penggunaan pengajaran Bahasa Inggris berbasis tugas (task- based instruction) untuk meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa. Dalam penelitian ini, siswa diberi empat macam tugas (tasks): menyusun, narasi gambar, tanya-jawab, dan pemecahan masalah. Siswa yang terlibat sebagai partisipan dalam penelitian ini berjumlah tiga puluh enam siswa kelas sepuluh dari salah satu SMP di Bandung. Dari tiga puluh enam siswa ini, enam di antaranya diambil contoh ujaran-ujarannya untuk diteliti lebih jauh menge- nai irama, segmental. Data diambil dari observasi, interview, dan penilaian performa berbicara Bahasa Inggris. Penelitian ini menemukan bahwa pengajaran Bahasa Inggris berbasis tugas dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa terutama dalam hal irama, aspeck segmental dan kecepatan berbicara. Siswa juga menunjukan respon positif dari pelaksanaan pembelajaran berbasis tugas ini yang terlihat dari meningkatnya kesadaran akan berbagai aspek dari pen- gucapan Bahasa inggris. Lebih lanjut, motivasi dan partisipansi siswa juga meningkat dalam berbicara berbahasa Inggris berdasarkan observasi dan interview. Penelitian ini merekomen- dasikan supaya siswa terus diberi paparan Bahasa Inggris yang baik dan diberikan pelajaran tentang berbagai aspect dari pengujaran Bahasa Inggris. Kata-kata kunci: kelancaran berbicara, kemampuan berbicara, pengajaran bahasa berbasis tugas.

Page 1 of 1 | Total Record : 9