cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 2 (2020)" : 13 Documents clear
Word Splash Strategy in Reading Comprehension Class Rekha Asmara; Dewi Sartika
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Today, technology and literacy in the area of education 4.0 has increasingly been used in many language classes. The changes in literacy conception demands the capabilities of teachers and students in utilizing digital tools in the classroom activities. Computer as one of the digital tools offers teachers some new interesting strategies for teaching reading com- prehension. Unfortunately, to comprehend a reading text in English is not easy. Many students face some problems in comprehending a text. They need to read many times to comprehend the text. The problem in reading comprehension does not only derive from students, but it is also influenced by teachers’ teaching methods or strategies, and the quality of the teachers them- selves. Moreover, reading without interest can inhibit readers to comprehend the texts well. Thus, Word Splash strategy is believed as one of the strategies that can decrease the student’s problem in comprehending the content of the text and eventually make students love reading. Keywords: education 4.0, digital tools, word splash strategy Abstrak: Saat ini, teknologi dan literasi di era Pendidikan 4.0 telah digunakan dalam kelas-ke- las pembelajran Bahasa. Perubahan terhadap konsep literasi meminta guru dan siswa untuk memaksimalkan perangkat digita dalam kegiatan kelas. Komputer sebagai salah satu alat yang menawarkan berbagai strategi baru kepada guru untuk mengajarkan pemahaman memba- ca. Sayangnya, untuk memahami teks bacaan Bahasa Inggris tidaklah mudah. Banyak siswa meng¬hadapi banyak basalah dalam memahami isi bacaan. Mereka perlu membca teks be- rulang-ulang demi mahami bacaannya. Masalah dalam memahami bacaan ini tidak hanya diala- mi oleh siswa saja, namun juga dipengaruhi oleh metode dan strategi mengajar guru, dan kual- itas guru terse¬but. Terlebih lagi, membaca tanpa diiringi dengan minat, dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap teks tersebut. Sehingga, Word Splash Strateg dipercaya sebagai salah satu strate¬gi yang dapat mengurasi permasalahan siswa dalam memahami konten bacaan dan membuat siswa menyukai kegiatan membaca. Kata-kata kunci: pendidikan 4.0, perangkat digital, word splash strategi
The Correlations among Parents’ Socioeconomic Status, the Twelfth Grade Students’ Language Learning Attitude and English Achievement Lisda Enny Noprianty
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper was aimed at finding out whether or not (1) there was a correlation be- tween parents’ socioeconomic status and the twelfth grade students’ English achievement, (2) there was a correlation between students’ language learning attitude and English achievement (3) there was a correlation between parents’ socioeconomic status and students’ language learn- ing attitude, and (4) there were contributions of parents’ socioeconomic status and, students’ language learning attitude simultaneously toward students’ English achievement. The data were collected through questionnaires and school documentation. From the population of 579 twelfth grade students in Academic Year of 2019/2020, the writer chose 119 (20%) students as the sample by using proportional random sampling method. The result showed that there was a sig- nificant correlation between parents’ socioeconomic status and English achievement (r=595); there was a correlation between students’ language learning attitude and English achievement (r=622); there was a correlation between parents’ socioeconomic status and students’ language learning attitude (r=4.340) and there were contributions of parents’ socioeconomic status, and students’ attitude simultaneously toward students’ English achievement simultaneously, with R square value was 0.929. It meant that the variability of English achievement could be explained at a percentage of 92.9% by parents’ socioeconomic status and students’ attitude. Keywords: parents’ socioeconomic status, students’ language learning attitude, and English achievement Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah (1) ada hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan prestasi belajar bahasa Inggris siswa kelas dua belas, (2) ada hubungan antara sikap belajar bahasa siswa dengan prestasi belajar bahasa Inggris (3) ada hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan sikap belajar bahasa siswa, dan (4) ada kontribusi status sosial ekonomi orang tua dan sikap belajar bahasa siswa terhadap prestasi bahasa Inggris siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dokumentasi seko- lah. Dari populasi 579 siswa kelas XI tahun pelajaran 2019/2020, penulis memilih 119 (20%) siswa sebagai sampel dengan menggunakan metode proporsional random sampling. Hasil pe- nelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi orang tua dengan prestasi belajar bahasa Inggris siswa kelas XII (r = 595); ada hubungan antara sikap belajar bahasa siswa dengan prestasi bahasa Inggris (r = 622); Ada hubungan antara status so- sial ekonomi orang tua dengan sikap belajar bahasa (r = 4,340) dan ada kontribusi status sosial ekonomi orang tua dan sikap siswa terhadap prestasi belajar bahasa Inggris siswa secara simul- tan, dengan nilai R square 0,929. Artinya variabilitas prestasi bahasa Inggris dapat dijelaskan92,9% oleh status sosial ekonomi orang tua dan sikap siswa Kata-kata kunci: status sosial ekonomi orang tua, sikap belajar bahasa siswa, dan prestasiBahasa Inggris
Differences in Self-Esteem among the Eighth Grade Students of Different Genders and Their Impact toward Students’ Speaking Skills (A Case Study at SMPN 19 Palembang) Dhia Fitriah; Rusman Roni
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The objectives of the study were to find out if (1) there was any significant difference in self-esteem among the students of different genders, (2) there was any significant difference in speaking skills among the students of different genders, (3) there was any significant influence of self-esteem toward students’ speaking skills, (4) how much the contribution of self- esteem toward the students’ speaking. The study was conducted at SMPN 19 Palembang. The population and sample of the study was the eighth-grade students academic year 2019/2020. The data were collected by using questionnaire and speaking test which would be analyzed by applying the correlational and regression analyses using SPSS version 26.0. It was found out that there was no significant difference in self-esteem among the students of different genders where t-obtained (1.492) lower than the value of t-table (2.021) with df= 40. However, there was significant difference in speaking skills among the students of different genders where the value of t-obtained (4.052) higher than the value of t-table (2.021). It was also found that there was significant correlation between self-esteem and speaking skill. The Correlation Coefficient was0.341 at (p) 0.031. Additionally, further analysis using the linear regression analysis revealedthat self-esteem contributed 11.6% to speaking skills. Keywords: correlation, self-esteem, gender, speaking skills Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara harga diri siswa dengan gender yang berbeda, (2) terdapat perbedaan yang signifikan dalam keterampilan berbicara di antara siswa dengan gender yang berbeda, (3) terdapat pengaruh yang signifikan pada harga diri terhadap keterampilan berbicara siswa, (4) seberapa besar kontribusi harga diri siswa terhadap keterampilan berbicara siswa. Penelitian dilakukan di SMPN 19 Palembang. Populasi dan sampel penelitian adalah siswa kelas delapan tahun ajaran 2019/2020. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan tes berbicara yang kemudian dianalisis dengan menerapkan analisis korelasional dan regresi menggunakan SPSS versi 26.0. Ditemukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada harga diri dengan nilai t diperoleh (1.492) lebih rendah dari nilai t-tabel (2.021) dengan df = 40. Namun terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berbicara pada siswa dengan gender yang berbeda, dimana nilai t yang diperoleh (4.052), lebih tinggi dari nilai t-tabel (2.021). Ditemukan juga bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara harga diri dan keterampilan berbicara. Koefisien korelasi yang ditemukan adalah 0.341 pada (p) 0.031. Selain itu, analisis lebih lanjut  menggunakan  analisis regresi linier mengungkapkan  bahwa kepercayaan diri berkontribusi 11,6% terhadap keterampilan berbicara. Kata-kata kunci: korelasi, harga diri, gender, keterampilan berbicara
Teacher-made Summative Test: An Analysis of Test Format, Index of Difficulty, Discrimination, and Distractors Isabell Sengkaton; Muslih Hambali; Soni Mirizon
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study was aimed at finding out the quality, index of difficulty, discriminating power, and effectiveness of distractors of teacher-made English summative test item format. The sample of this study was 44 eleventh-grade students of one public senior high school in Palembang. The data were collected from the result of the English summative test responded by eleventh-grade students of the school. The data were analyzed by using the table of multiple- choice test item format and item analysis. The result of the test item format showed that none of the item was in the good (accepted) category, 34 (85%) items were in the moderate category, and 6 (15%) items were in poor category. The result of index difficulty showed that 10 (25%) items were in difficult category, 12 (30%) items were in easy category, and 18 (45%) items were in satisfactory category. The result of discriminating power showed that 16 (40%) items had poor discriminating power, 10 (25%) items had moderate discriminating power, and 14 (35%) items had good discriminating power. The result of the effectiveness of distractors showed that from a total of 160 distractors 41% of them functioned effectively, 51% of the distractors functioned less effectively, and 8% of the distractors were ineffective. In short, the teacher- made English summative test of the eleventh-grade students of the school was not acceptable to be used as an instrument to evaluate the students’ English learning due to many aspects of a good test in terms of quality, index of difficulty, discrimination power and effectiveness of distractors were not fulfilled. Keywords: test item analysis, teacher-made summative test, English Abstrak: Studi ini bertujuan untuk mengetahui kualitas, indeks kesulitan, kekuatan pembeda, dan keefektipan pengecoh terhadap format butir tes sumatif Bahasa Inggris. Jumlah sampel sebanyak 44 siswa kelas 11 Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Palembang. Data studi ini merupakan jawaban hasil sumatif tes yang dikerjakan oleh ke 44 siswa tersebut dan dianalisa menggunakan tabel format butir tes berbentuk pilihan ganda. Hasil format butir tes menunjukkan tidak satupun butir soal berkatagori bagus. Dari sejumlah 40 soal, 34 (85%) butir soal tergolong sedang dan sisanya 6 soal (15%) termasuk katagori kurang. Dari hasil indeks kesulitan butir soal terdapat 10 butir (25%) dianggap sulit, 12 butir  (30%) mudah , dan 18 butir (45%) tergolong memuaskan. Untuk kekuatan pembeda, terdapat 16 butir (40%) soal kurang, 10 butir (25%) butir sedang, dan 14 butir (35%) dianggap bagus. Sementara itu, hasil keefektipan pengecoh menunjukkan 41% dari total 160 pengecoh efektif, 51% kurang efektif, dan 8% tidak efektif. Secara ringkas tes sumatif Bahasa Inggris buatan guru  untuk kelas 11 kurang dapat diterima sebagai instrumen untuk mengevaluasi pembelajaran bahasa Inggris siswa dikarenakan terdapat beberapa aspek sebagai persyaratan tes yang bagus tidak sempurna terpenuhi. Kata-kata kunci: analisis butir tes, tes sumatif buatan guru, Bahasa Inggris
Utilising Google Classroom as an Online Platform in Blended Learning: A Survey in UIN Raden Fatah Palembang Amalia Hasanah
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Google Classroom has been established since 2014. However, due to the condition happening at the moment, the use of Google Classroom has been rising. This article would like to address how students at Syariah Faculty of UIN Raden Fatah perceive Google Classroom as an online platform to support blended learning. A small survey was undertaken after the teaching and learning process ended with thirty students responded to the survey. The results of the survey showed that most students thought that Google Classroom was easy to operate and they felt convenient to use it. Therefore, they thought that Google Classroom was considered a helpful platform to support blended learning. However, because of the unfortunate circumstance due to the poor internet connection, a few students thought that Google Classroom was quite burdensome. Keywords: Google Clasroom, online, survey Abstrak: Google Classroom sudah ada sejak 2014. Tetapi, karena keadaan saat ini, penggunaan Google Classroom semakin meningkat. Tulisan ini ingin mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa  Fakultas  Syariah  UIN  Raden  Fatah  tentang  penggunaan  Google  Classroom sebagai media pembelajaran daring untuk mendukung pembelajaran campuran. Survey kecil dilakukan setelah proses belajar mengajar dengan responden sebanyak 30 orang mahasiswa. Hasil survey menunjukkan bahwa kebanyakan mahasiswa menganggap Google Classroom mudah dioperasikan dan mereka merasa nyaman menggunakannya. Oleh karena itu, mereka mengganggap Google Classroom sebagai media daring yang membantu pelaksanaan pembelajaran campuran. Tetapi, karena kondisi internet yang jelek, beberapa siswa mengatakan bahwa Google Classroom cukup merepotkan. Kata-kata kunci: Google Classroom, daring, survey
Critical Literacy in Indonesian EFL Reading Materials Nais Saraswati
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: In respond to 21st  century demands, the society needs to acquire certain core skills and competences. In line with the demands, many countries including Indonesia possess more focus on implementing approaches and teaching and learning framework to promote critical thinking and literacy. Critical literacy approach suggests that reading should not only focus on language but also on developing students’ critical literacy. Critical literacy encourages students to question, analyze what they read, listen and accept and to reveal various point of views. This paper discusses how critical literacy is integrated in Indonesian EFL reading material, its challenges and opportunities. Based on the literature study, beside its positive impacts of the integration of critical literacy on reading materials, critical literacy in reading has not been implemented immensely  yet due to certain reasons. Keywords: critical literacy, ELT, reading materials Abstrak: Menanggapi tuntutan abad ke-21, masyarakat dirasa perlu memiliki beberapa keterampilan dan kompetensi inti tertentu. Sejalan dengan tuntutan tersebut, banyak negara termasuk Indonesia lebih memfokuskan pada penerapan pendekatan dan kerangka belajar- mengajar untuk mempromosikan pola berpikir kritis dan literasi. Pendekatan literasi kritis menyarankan agar membaca tidak hanya fokus pada bahasa tetapi juga pada pengembangan literasi kritis siswa. Literasi kritis mendorong siswa untuk bertanya, menganalisis apa yang mereka baca, dengar dan terima, dan untuk mengungkapkan berbagai sudut pandang. Studi ini membahas bagaimana literasi kritis terintegrasi dalam bahan bacaan EFL (Bahasa Inggris sebagai bahasa asing) di Indonesia, tantangan serta peluangnya. Berdasarkan studi literatur, terlepas dari sisi positif dari integrasi literasi kritis pada bahan bacaan, ditemukan bahwa literasi kritis dalam membaca belum dapat di implementasikan secara masif karena beberapa alasan. Kata-kata kunci: literasi kritis, pembelajaran bahasa inggris, materi baca 
Higher Order Thinking Skill: Teachers’ Perception and Their Assessment Implementation Nyimas Larasati Utami
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Higher order thinking skill (HOTS) is a required skill one needs to possess in this21st century. Without it, one can hardly compete with others in the world which increasingly demands critical thinking and creativity to solve problems. In teaching and learning process, the assessments towards HOTS are needed in order to make sure the skills are used effectively. This article highlights some issues of HOTS assessment. Firstly, the perception of the teachers regarding HOTS and its assessment is comprehensive but in practice, lower order thinking skills (LOTS) are more dominant in the assessment. Secondly, the factors challenging the teachers in constructing HOTS-based questions are categorized into teacher’s aspects, teaching and learning aspects, and student’s aspects. Lastly, the advantages of HOTS assessment for the students relate to how this type of assessment motivate students to learn as well as improve the learning outcomes. Keywords: Higher Order Thinking Skill (HOTS), assessment Abstrak: Kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) merupakan kemampuan wajib yang perlu dimiliki seseorang di abad ke-21 ini. Tanpanya, orang-orang akan kesulitan bersaing dengan orang lain dalam menjalani hidup yang menuntut pemikiran kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah. Dalam proses belajar mengajar, diperlukan penilaian terhadap HOTS agar kemampuan tersebut digunakan secara efektif. Artikel ini menyoroti beberapa aspek yang berkaitan dengan penilaian kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Pertama, persepsi guru tentang HOTS dan penilaiannya yang bersifat komprehensif namun dalam praktiknya muncul  pertanyaan  yang  berbasiskan  LOTS.  Faktor-faktor  yang  menjadi  tantangan  guru dalam mengembangkan soal berbasis HOTS dikategorikan menjadi aspek guru, aspek belajar mengajar, dan aspek siswa. Manfaat penilaian HOTS bagi siswa adalah meningkatkan motivasi belajar siswa serta meningkatkan hasil belajar. Kata-kata kunci: Kemapuan berpikir tingkat tinggi, penilaian, HOTS
Error Analysis in Argumentative Essays Written by the Fifth Semester Students Lussy Albayinnah; Diemroh Ihsan; Margaretha Dinar Sitinjak
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The objectives of this study were to find out: (1) The argumentative essay achievement of the fifth semester students of English Education Study Program of Sriwijaya Uuniversity, (2) kinds of errors in argumentative essays made by the same students, (3) possible causes of errors in argumentative essays made by them, (4) kinds of errors mostly found in argumentative essays made by the students, and (5) possible ways to eliminate errors made by them..The sample of this study were 20 fifth semester students selected by employing stratified sampling from two different class campuses--Indralaya and Palembang.  Argumentative essay writing tests were used to collect the data which were then analyzed by using two error taxonomies, namely Surface Strategy Taxonomy and Linguistic Strategy Taxonomy. The result showed that the students’ argumentative achievements reached the Meeting Standard score with 8.5 as the highest score and 6 as the lowest score. Errors in Grammar, Lexicon, Semantics, Syntax, and Mechanics as well as in Omission, Addition, Misformation, and Misorder were found, which were caused by one or two of the following factors: overgeneralization, first language interference, and/or carelessness. Among those errors,  errors on grammar and omission were mostly found. Some suggested ways to eliminate errors include doing remedial teaching focussing on teaching material covering the use of punctuation, conjunction, subordinate conjunction, and a brief theory about translation. Keywords: argumentative essay, error analysis, linguistic category taxonomy, surface strategy taxonomy Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) pencapaian kemampuan mahasiswa semester 5 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sriwijaya dalam menulis esei argumenatative, (2) jenis kesalahan yang dibuat oleh mereka, (3) kemungkinan penyebab terjadinya kesalahan tersebut, (4) jenis kesalahan yang paling banyak terjadi, dan (5) beberapa cara yang mungkin dapat diterapkan untuk mengurangi terjadinya kesalahan-kesalhan tersebut. Sampel penelitian ini terdiri dari 20 orang mahasiswa pada program studi yang sama yang dipilih dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara bertingkat dari dua lokasi kampus—Inderalaya  dan  Palembang.  Tes  dalam  menulis  esei  argumentattive  digunakan untuk mengumpulkan data yang diperlukan yang kemudian di analisis menggunakan dua cara untuk mengetahui jenis kesalahan (two error taxonomies), yakni Surface Strategy Taxonomy dan  Linguistic  Strategy Taxonomy.  Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  kemampuan mahasiswa dalam menulis esei argumentative mencapai nilai standar cukup bagus, 8.5 untuk nilai tertinggi dan 6 untuk nilai terendah. Jenis kesalahan yang ditemukan berkaitan dengan tatabahasa, kosakata, makna, sintaks, mekanik, penghapusan, penambahan, salahpembentukan, dan salah susun. Kesalahan-keasalahan tersebut disebbkan oleh salah satu atau dua dari faktor overgeneralization, first language interference, and/or carelessness.Di antara beberapa jenis kesalahan di atas, keasalahan yang paling banyak ditemukan adalah kesalahan dalam tatabahasa dan penghapusan (omission). Beberapa cara yang mungkin dapat diterapkan oleh dosen untuk mengurangi atau membatasi terjadinya kesalahan oleh para mahasiswa adalah  mengadakan perbaikan proses pengajaran,  misalnya yang mencakup  materi ajar seperti cara penggunaan tatabaca, kata penghubung, termasuk teori singkat tentang penerjemahan. Kata-kata kunci: argumentative essay, error analysis, linguistic category taxonomy, surface strategy taxonomy
Language Ideologies: Family Language Policies on Bi/Multilingualism Rani Septi Sapriati
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: English is the most useful language to be mastered in this century of globalization, but it has no particular official position in Indonesia. It was claimed as the first foreign language in Indonesia whose status as a multilingual country. In terms of being able to compete with others in this era, the citizen must have the ability to use English. As a result, the family has a substantial responsibility to educate their children bi-/multilingually, using two or more languages in interaction, especially using English. Parents do a role to undertake in constructing language policy in the family, what they wholeheartedly believe in languages (ideologies), how languages are exerted (practices), and what attempts have been made to retain languages (management). Focusing on this community, a conceptual framework for language ideologies held by bi/multilingual families is provided in this paper: cultural values, political values, social values, economical values, values of language acquisition, and parents' knowledge toward bi/ multilingualism. Keywords: Bi-/multilingualism, family language policy, language ideologies Abstrak: Bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling berguna untuk dikuasai di abad globalisasi ini, tetapi tidak memiliki posisi resmi tertentu di Indonesia. Bahasa Inggris diklaim sebagai bahasa asing pertama di Indonesia yang berstatus negara multibahasa. Agar mampu bersaing di era ini, warga negara harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris. Oleh karena itu, keluarga memiliki tanggung jawab yang besar untuk mendidik anak-anak mereka menggunakan dua bahasa atau lebih dalam interaksi, khususnya menggunakan bahasa Inggris. Orang tua berperan dalam membangun kebijakan bahasa di keluarga, apa yang mereka yakini sepenuh hati terhadap bahasa (ideologi), bagaimana bahasa digunakan (praktik) dan upaya apa yang telah dilakukan untuk mempertahankan bahasa (manajemen). Berfokus pada komunitas ini, kerangka konseptual ideologi bahasa yang dipegang oleh keluarga dua atau multibahasa disajikan dalam tulisan ini: nilai budaya, nilai politik, nilai sosial, nilai ekonomi, nilai pemerolehan bahasa dan pengetahuan orang tua terhadap dua atau multibahasa. Kata-kata Kunci: Dua atau multibahasa, kebijakan bahasa keluarga, ideologi bahasa  
EFL Coursebooks: A Path to Reach Intercultural Communicative Competence Fransiska Ika Prihatiningsih
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The globalisation of English and its rapid use among communities of speakers around the world has led the localisation of the language and the development of many varieties of English. The idea of communicative competence (CC) is being challenged through globalisation and needs to transform into intercultural communicative competence (ICC) in which EFL learners require a competence that combines both linguistic and socio-cultural skills to suit the context of the communication situation. In light of the necessity to equip EFL learners with ICC, EFL coursebooks can be used as source of exposure to the target or international cultures. This paper focuses on how EFL coursebooks can be utilized in promoting the learners’ ICC by using Byram’s framework as a bench mark. Keywords: intercultural communicative competence, EFL coursebook, intercultural communication Abstrak : Globalisasi bahasa Inggris dan penggunaannya yang cepat di antara komunitas penutur di seluruh dunia telah menyebabkan lokalisasi bahasa dan perkembangan banyak ragam bahasa Inggris. Ide kompetensi komunikatif ditantang melalui globalisasi dan perlu diubah menjadi kompetensi komunikatif antar budaya di mana pemelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing memerlukan kompetensi yang menggabungkan keterampilan linguistik dan sosial budaya agar sesuai dengan konteks situasi komunikasi. Mengingat kebutuhan untuk membekali pemelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing dengan kompetensi komunikatif antar budaya, buku pelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing dapat digunakan sebagai sumber paparan budaya target atau budaya internasional. Makalah ini berfokus pada bagaimana buku pelajaran EFL dapat digunakan dalam mempromosikan kompetensi komunikatif antar budaya dengan menggunakan kerangka Byram sebagai tolak ukur. Kata-kata kunci: kompetensi komunikatif antar budaya, buku pelajaran EFL, komunikasi antar budaya 

Page 1 of 2 | Total Record : 13