cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 1 (2020)" : 11 Documents clear
Assessing Possible Family Language Practices for Children’s Bilingual Mastery in Indonesian Context Riski Aginia Hafiha
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The urgency of acquiring one another’s language is demanded in this era of industrial revolution 4.0 and to create society 5.0. The more people need to access the global world, the more they have to fid ways to be able to fi in. Language mastery plays a big act in completing the urgency of the 21 st century high demand to compete globally. Mastering more than one languages in the global era could benefi the young generation in most of the areas in life such as academic, social, cultural, and future career. Family literacy practices have become the keys for the family to direct the children to acquire the languages they approve. Some approaches have been familiarly used by many families based on their condition and needs. This paper discusses the possibility of family language practices to foster Indonesian children’s bilingualism. Furthermore, this paper also aims to discuss both the perspective of one-parentone-language and translanguaging approaches that have been widely used by many families in the world.Keywords: family language practice, bilingualism, one-parent-one-language, translanguagingAbstrak: Penguasaan lebih dari satu bahasa merupakan kebutuhan krusial di era revolusi industri 4.0 dan untuk pembentukan masyarakat 5.0. Semakin tinggi kebutuhan akan akses dunia global, semakin tinggi pula keharusan masyarakat untuk bisa beradaptasi dengan cepat dan tepat. Penguasaan bahasa di abad 21 ini sangat penting, selaras dengan kebutuhan akan terbentuknya manusia 5.0 yang harus berkompetisi dengan ketat di masa depan. Penguasaan lebih dari satu bahasa ini sangat menguntungkan, khusunya bagi anak di bidang akademik, sosial, kultural bahkan untuk karir masa depan mereka. Pengelolaan literasi oleh keluarga adalah kunci awal bagi orang tua untuk membiasakan anak dalam berbahasa sesuai bahasa yang diinginkan oleh orangtua. Berbagai pendekatan terkait budaya literasi keluarga telah banyak diaplikasikan oleh masyarakat dunia sesuai dengan kondisi di lapangan maupun kebutuhan keluarga itu sendiri. Artikel ini membahas kemungkinan budaya literasi keluarga yang dapat diaplikasikan oleh keluarga pada anak dalam konteks Indonesia. Selain itu, artikel ini membahas tentang perspektif yang digunakan di pendekatan satu orang tua-satu bahasa maupun pendekatan peralihan bahasa yang selama ini telah dikenal luas dan digunakan oleh banyak masyarakat dunia untuk budaya literasi keluarga bias diaplikasikan.Kata-kata kunci: budaya literasi keluarga, paham dwibahasa, pendekatan satu orang tuasatu bahasa, pendekatan peralihan bahasa
Kajian Sosiologi Sastra dalam Novel Habibie dan Ainun Karya Bacharuddin Jusuf Habibie M. Anwar Nurkholis
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Permasalahan penelitian adalah konteks sosial pengarang dan fungsi sosial yang terdapat pada novel Habibie dan Ainun karya Bacharuddin Jusuf Habibie, manfaat pada penelitian ini memberikan pelajaran atau membantu pembaca untuk memahami isi makna yang diungkapkan yang terkandung pada novel Habibie dan Ainun karya Bacharuddin Jusuf Habibie dengan menggunakan kajian sosiologi sastra. tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan konteks sosial pengarang, gambaran cermin masayarakat dalam novel Habibie dan Ainun karya Bacharuddin Jusuf Habibie dan fungsi sosial pada novel Habibie dan Ainun karya Bacharuddin Jusuf Habibie, Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Hasil penelitian pada novel Habibie dan Ainun karya Bacharuddin Jusuf Habibie sangat dipengaruhi oleh konteks sosial pengarangnya, konteks masyarakat yang terdapat dalam novel Habibie dan Ainun yaitu masyarakat yang masih memegang teguh adat dan budaya daerah, di samping itu masyarakat yang memiliki keinginan yang besar untuk meraih kesuksesan meski dari kalangan masyarakat biasa, dan fungsi sosial yang sangat baik.Kata-kata kunci: novel, sosiologi sastraAbstract: This article is grounded on a research which concerned the author’s social context and the social functions depicted in the novel “Habibie dan Ainun” written by Bacharuddin Jusuf Habibie. The research was designed to assist readers in understanding the novel’s underlying meaning. Based on a descriptive qualitative sociological analysis, it aimed to understand and describe the social context of the author, the society, and the social functions portrayed in the novel. Data collection involved the document review technique in which the novel was used as the source of data. The results of the study showed that the society in the novel strongly maintained their regional customs and culture. In addition, it showed that there was a strong desire to obtain success among members of the society, including among those of lower social status. The study also indicated that social functions were organized accordingly in the society.Keywords: novel, sociology of literature
Developing EFL Primary School Teachers’ Storytelling Technique to Support Their Students’ Language Learning in Class at Maitreyawira School Palembang Sheilla Noveta; Evi Yana
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aimed to develop EFL primary school teachers’ implementation of storytelling in primary school class. Storytelling has been one of the popular activities held in schools’ competition. However, storytelling is not yet well promoted and implemented within EFL primary school classroom in Palembang. Three EFL teachers were trained on how to develop a lesson plan involving storytelling and given a demonstration on how to conduct storytelling. Four classes were observed for the EFL teachers’ storytelling implementation using storytelling rubric. A questionnaire, an interview and teachers’ reflction were used as other types of measurement. The fidings suggest that EFL teachers still needs help in developing their storytelling technique skills and in implementing storytelling in class. However, the EFL primary school students were very eager in learning English through storytelling activities.Keywords: storytelling, EFL teachers, primary schoolAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penerapan kegiatan mendongeng pada guru bahasa Inggris di kelas sekolah dasar. Mendongeng menjadi salah satu kegiatan yang populer diadakan pada kompetisi sekolah - sekolah. Namun, kegiatan mendongeng belum dikembangkan dan diterapkan dengan baik di kelas sekolah dasar di Palembang. Tiga guru Bahasa Inggris dilatih bagaimana cara mengembangkan rencana pembelajaran yang melibatkan kegiatan mendongeng dan diberikan demonstrasi bagaimana mendongeng cerita. Empat kelas diobservasi untuk melihat pelaksanaan kegiatan mendongeng guru Bahasa Inggris menggunakan rubrik mendongeng. Kuesioner, wawancara dan reflksi guru digunakan sebagai alat ukur lainnya. Temuan menunjukkan bahwa guru Bahasa Inggris masih membutuhkan bantuan dalam mengembangkan keterampilan teknik mendongeng mereka dan dalam menerapkan kegiatan mendongeng di kelas. Namun, siswa dan siswi sekolah dasar sangat bersemangat dalam belajar bahasa Inggris melalui kegiatan mendongeng.Kata-kata kunci: mendongeng, guru bahasa Inggris, sekolah dasar
The Position of Culture in Elt in Indonesia Fikri Yansyah
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The teaching of English language in the 21st century will always be tied with the cultural aspects as language and culture are inseparable. The objective of this study was to fid out students’ perception towards the position of culture in ELT in Indonesia. The research participants were 100 students of English Education Study Program of Islamic State University Raden Fatah Palembang that were chosen randomly. Questionnaires and interviews were employed as methods in obtaining the data. The result of the study showed that the prospective English teachers in Indonesia realized the important position of culture in ELT in Indonesia.Keywords: culture, perception, culture in ELT in IndonesiaAbstrak: Pengajaran bahasa Inggris di abad ke-21 akan selalu berhubungan erat dengan aspek kebudayaan sebagaimana bahasa dan budaya merupakan satu-kesatuan. Artikel ini bertujuan mencari tahu persepsi siswa terhadap posisi budaya dalam pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia. Subyek dari penelitian ini adalah 100 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UIN Raden Fatah Palembang yang dipilih secara acak. Dalam penelitian ini, angket dan juga wawancara digunakan untuk memperoleh data. Dari penelitian ini didapatkan bahwa calon guru bahasa Inggris di Indonesia menyadari pentingnya peran budaya dalam pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia.Kata-kata kunci: budaya, persepsi, budaya dalam pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia
Enhancing Students’ English Speaking Skills through Toastmaster Program Lusi Suryani
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aimed to fid out if Toastmaster can enhance students’ speaking skills and its contribution to the speaking score and the siginifiant diffrence between the experimental and control group. The research involved twenty students of SMA Negeri 10 Palembang as an experimental group. The students in experimental group were given English instruction through Toastmaster. To measure the result, the researcher used a pre-test and a post-test. The result of the test showed the Toastmaster could enhance the students’ speaking skill (tcount = 4.728) and P.0.000). It means that the research hypothesis was accepted while the null hypothesis was rejected, with contribution of 19.4% to the total speaking score (based on the regession analysis). According to the result of the calculation of indepedent sample t-test (tcount = 4.755 and P.0.000), it is clear that Toastmaster gave a signifiant diffrence in enhancing students’ speaking skill.Keyword: English, speaking skill, toastmasterAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Toastmaster dapat meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa dan kontribusinya terhadap skor berbicara (speaking) dan perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penelitian ini melibatkan dua puluh siswa SMA Negeri 10 Palembang sebagai kelompok eksperimen. Siswa pada kelompok eksperimen diberikan pengajaran Bahasa Inggris melalu Toastmaster. Untuk mengukur hasilnya, peneliti menggunakan pre-test dan post-test. Hasil test menunjukkan bahwa Toastmaster dapat meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa (tcount= 4,728) dan P,0,000). Artinya bahwa research hipothesis (HA) diterima sedangkan null hipothesis (H0) ditolak, dengan kontribusi sebesar 19,4% terhadap total skor berbicara (berdasarkan Regression Analysis). Berdasarkan hasil perhitungan Independent sample t-test (tcount= 4,755 dan P,0,000), jelas bahwa Toastmaster memberikan pengaruh signifian terhadap peningkatan keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa.Kata-kata kunci: Bahasa Inggris, keterampilan berbicara, toastmaster
ELT Research in Covid-19 Pandemic Era: Policy, Problem, and Possibility Soni Mirizon
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The spread of Covid-19 pandemic since the beginning of 2020 has made many changes to human life across the globe. It has dramatically given impacts on various sectors such as government, health, business, and education. In education sector for instance, Covid-19 pandemic has made Indonesian government launched policy related to schooling system, funding reallocation, and teaching and learning implementation. The school system has been adjusted to suit the pandemic, education funding has been reallocated and teaching and learning activity has been shifted to online mode. In higher education, one of the impacts that is encountered by students is related to ELT research. Conducting research as a partial fulfiment of the requirements of obtaining degree needs to be carried out while data collection on research site would hardly be done due to space constraint implemented since the pandemic outbreak. This article discusses the problems emerge during Covid-19 pandemic and the possibility of conducting ELT research in relation to the educational policy Indonesian government has taken.Keywords: Covid-19 pandemic, ELT research, policy, problem, possibilityAbstrak: Menyebarnya pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020 telah membuat banyak perubahan terhadap kehidupan manusia di seluruh belahan dunia. Hal itu secara dramatis telah memberikan dampak terhadap berbagai sektor seperti pemerintahan, kesehatan, bisnis, dan pendidikan. Pada sektor pendidikan contohnya, pandemic Covid-19 telah membuat pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan yang berhubungan dengan sistem persekolahan, realokasi pendanaan, dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Sistem persekolahan disesuaikan untuk mencocoki kondisi saat pandemi, pendanaan pendidikan telah direalokasi, dan aktivitas belajar mengajar beralih ke moda daring. Pada pendidikan tinggi, salah satu dampak yang dirasakan mahasiswa terkait pelaksanaan penelitian pendidikan dibidang Bahasa Inggris. Melaksanakan penelitian yang merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan studi harus dilakukan sementara pengumpulan data di lokasi penelitian sangatlah sulit untuk dilakukan disebabkan kebijakan jaga jarak yang diterapkan selama masa pandemi. Artikel ini membahas permasalahn yang muncul sejak masa pandemi dan kemungkinan melaksanakan penelitian pendidikan di bidang Bahasa Inggris sehubungan dengan kebijakan di bidang pendidikan yang telah diambil pemerintah Indonesia.Kata-kata Kunci: Pandemi Covid-19, penelitian ELT, kebijakan, masalah, kemungkinan
Utilizing an E-Grammar Book to EFL learners: Analysing the Practicality Level Nurul Fitriyah Almunawaroh; Kuntum Trilestari
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: English grammar competency will determine one’s competencies in listening, speaking, reading, and writing. While English grammar plays crucial roles in learning English language, it is the core of EFL students’ diffilties in learning English. Utilizing an e-book to teach English grammar to students will benefi them since it is provided with interactive features that can promote students’ motivation and understanding of English grammar. This study aims to fid students’ perspective on the use of an e-book with past tense materials towards its practicality and interactivity in motivating EFL student’s learning. The e-book was developed by using ADDIE model and the practicality level was gauged by administering close-ended questionnaire to EFL students. The results revealed that the e-book was practical with a very high practicality level which indicated that the e-book can be utilized by the students, and the students were motivated in learning English Grammar by using the e-book.Keywords: e-book, past tenses materials, practicality.Abstrak: Kompetensi tata Bahasa Inggris akan menentukan kompetensi seseorang dalam menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Meskipun memainkan peran penting dalam belajar bahasa Inggris, tata Bahasa Inggris adalah inti dari kesulitan yang dihadapi siswa dalam belajar bahasa Inggris. Memanfaatkan buku elektronik untuk mengajarkan tata bahasa Inggris kepada siswa akan menguntungkan mereka karena dilengkapi dengan fiur interaktif yang dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa tentang tata Bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif siswa tentang penggunaan e-book dengan materi past tense terhadap kepraktisan dan interaktivitas dari buku elektronik tersebut dalam memotivasi siswa belajar tata Bahasa Inggris. Buku elektronik dikembangkan dengan menggunakan model ADDIE dan tingkat kepraktisan diukur dengan memberikan kuesioner kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku elektronik praktis dengan tingkat kepraktisan yang sangat tinggi yang mengindikasikan bahwa buke elektronik dengan materi past tenses dapat digunakan siswa dalam mempelajari tata Bahasa Inggris, siswa pun termotivasi dalam mempelajari tata Bahasa Inggris menggunakan buku elektronik tersebut.Kata kunci: buku elektronik, materi past tenses, kepraktisan
Students’ Attitudes toward Drama Activities and Its Correlation to Their Narrative Reading Achievement Astiara Larasati; Rita Hayati; Fiftinova Fiftinova
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The objectives of this study were to fid out: (1) how the attitude toward drama activities of the seventh semester students of English Education Study Program of Sriwijaya University was,(2) the level of the students’ narrative reading achievement, (3) whether or not there was a signifiant correlation between students’ attitudes toward drama activities and their narrative reading achievement, and (4) whether or not there was a signifiant contribution of students’ attitudes toward drama activities to their narrative reading achievement. The population of this study was all of the seventh semester students of English Education Study Program of Sriwijaya University in academic year 2016/2017 with the total number of 93 students. Purposive sampling was applied and 45 students were chosen as the sample. The correlational research design was used in this study. The data were collected by using a questionnaire about attitudes toward drama activities and narrative reading test. Pearson product moment correlation coeffient of SPSS version 22 was used for analyzing the data. The results showed that (1) the students gave positive attitudes toward drama activities, (2) the level of students’ narrative reading achievement was categorized into good to average categories, (3) there was a weak signifiant correlation between students’ attitudes toward drama activities and the students’ narrative reading achievement (r= 0.333), and (4) it was also determined that there was 11.1% contribution of students’ attitudes toward drama activities to students’ narrative reading achievement.Keywords: attitude, drama activities, narrative reading achievementAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifiasi: (1) bagaimana sikap mahasiswa semester tujuh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sriwijaya terhadap kegiatan drama, (2) tingkat prestasi mahasiswa dalam membaca naratif, (3) ada atau tidak ada hubungan signifian antara sikap siswa terhadap kegiatan drama dan prestasi membaca naratif mereka, dan (4) ada atau tidak ada kontribusi signifian sikap siswa terhadap kegiatan drama pada prestasi membaca naratif mereka. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester tujuh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sriwijaya tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 93 mahasiswa. Teknik purposive sampling diterapkan dan 45 siswa dipilih sebagai sampel penelitian. Desain penelitian korelasional digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket mengenai sikap siswa terhadap kegiatan drama dan tes membaca naratif. Koefiien korelasi Pearson Product Moment dari SPSS versi 22 digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa menunjukkan sikap positif terhadap kegiatan darama, (2) tingkat prestasi membaca naratif siswa berada dalam kategori baik hingga sedang, (3) terdapat hubungan signifian yang lemah antara sikap siswa terhadap kegiatan drama dan prestasi membaca naratif (r = 0,333), dan (4) juga terdapat 11,1% kontribusi sikap siswa terhadap kegiatan drama pada prestasi membaca naratif siswa.Kata-kata kunci: sikap, kegiatan drama, prestasi membaca naratif
EFL Students’ Motivation toward E-learning Muhammad Wahyudi
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Learning English as a Foreign Language has faced a diffrent phase in the on-going 21st century since it presents some challenges to be mastered by society to succeed. Mastering information, communication, and technology (ICT) has been one of the issues to equip due to its rapid growth. Consequently, integrating ICT in all aspects of human life cannot be circumvented without exception in the education sector especially in EFL learning. Electronic learning, commonly abbreviated as e-learning assisted by technology to facilitate learning, has altered the traditional method to enable EFL teaching and learning. Due to its development, a variety of e-learning platforms have been created and utilized to support the education goal and try to attract students’ motivation toward its implementation. This paper outlines how EFL students' motivation toward E-learning.Keywords: English as a Foreign Language (EFL), students’ motivation, E-learning.Abstrak: Belajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing menghadapi fase yang berbeda di abad ke-21 yang sedang berlangsung karena menghadirkan beberapa tantangan yang harus dikuasai oleh masyarakat untuk berhasil. Penguasaan informasi, komunikasi, dan teknologi (TIK) menjadi salah satu hal yang harus dibekali karena perkembangannya yang pesat. Akibatnya, pengintegrasian TIK dalam semua aspek kehidupan manusia tidak dapat dielakkan tanpa terkecuali di bidang pendidikan khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Pembelajaran elektronik, biasa disingkat e-learning dibantu oleh teknologi untuk memfasilitasi pembelajaran, telah mengubah metode tradisional untuk memungkinkan pengajaran dan pembelajaran EFL. Karena perkembangannya, berbagai platform e-learning telah diciptakan dan dimanfaatkan untuk mendukung tujuan pendidikan dan berusaha menarik motivasi siswa dalam penerapannya. Makalah ini menguraikan bagaimana motivasi siswa EFL terhadap E-learning.Kata-kata kunci: Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL), motivasi siswa, E-learning.
Strengthening EFL Teacher Collaboration in the “New Normal”: Leveraging the Use of Online Resources Artanti Puspita Sari
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The burden of maintaining the continuity of education amid Covid-19 pandemic highlights the necessity to increase English as a Foreign Language (EFL) teacher collaboration. This article aims to present a review of literature concerning the benefis and challenges of teacher collaboration, forms of teacher collaboration practices, and the roles of educational leaders in fostering teacher collaboration. Then, it explores possible ways in leveraging online resources to support teachers’ collaborative activities. Results of the literature review shows that teachers’ collaborative effrts effctively support their professional development and improve students’ achievement despite several challenges. Some of the challenges are teachers’ lack of time management, inability to provide and receive feedback, inability to appoint collaborative leaders, limited leadership support, defiiency in pedagogical knowledge, and limited technological access and skills. Collaborative practices include peer coaching, pedagogical discussions, sharing of teaching materials, peer observation, pair mentoring, and study groups. Existing literature also shows that the support of educational leaders toward teacher collaboration leads to better teachers’ professional development and students’ achievement. In addition, the review indicates that online platforms serve as powerful media for collaborative activities. Based on the review of literature, several implications are drawn with regards to the roles of schools, teachers, teacher education institutions, the government, and possibilities for future research.Keywords: Teacher collaboration, New Normal, Online ResourcesAbstrak: Beban menjaga keberlangsungan pendidikan akibat pandemi Covid-19 mengharuskan para guru Bahasa Inggris sebagai bahasa asing untuk meningkatkan kegiatan berkolaborasi. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan kajian pustaka mengenai manfaat dan tantangan kolaborasi guru, bentuk-bentuk aktifias dalam kolaborasi guru, dan peran pemimpin institusi/ organisasi pendidikan dalam membina kolaborasi guru. Tulisan ini juga mengeksplorasi berbagai cara yang dapat dilakukan dalam rangka memanfaatkan sumber daya online untuk kegiatan kolaboratif. Hasil tinjauan pustaka menunjukkan bahwa kolaborasi guru efektif dalam pengembangan profesionalisme guru dan peningkatan prestasi siswa walaupun terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya. Beberapa tantangan yang dihadapi adalah kurangnya kemampuan guru dalam mengatur waktu, ketidakmampuan dalam memberikan dan menerima umpan balik, ketidakmampuan untuk menunjuk pemimpin dalam kelompokkelompok kolaboratif, terbatasnya dukungan pemimpin, kurangnya pengetahuan pedagogis dan akses terhadap teknologi, serta terbatasnya keterampilan menggunakan teknologi. Bentuk aktifias kolaboratif guru termasuk peer coaching, diskusi mengenai pembelajaran, berbagi bahan pengajaran, peer observation, pair mentoring, dan kelompok belajar. Literatur yang ada menunjukkan bahwa dukungan pemimpin institusi/organisasi pendidikan terhadap kolaborasi guru berdampak pada pengembangan profesional guru dan peningkatan prestasi siswa. Selain itu, pustaka yang ada juga menunjukkan bahwa media online menunjang kegiatan kolaboratif guru. Berdasarkan kajian literatur terhadap kolaborasi guru, disimpulkan beberapa implikasi sehubungan dengan peran sekolah, guru, lembaga pendidikan keguruan, pemerintah, dan kemungkinan arah penelitian ke depan.Kata-kata Kunci: kolaborasi guru, kenormalan baru, media dalam jaringan

Page 1 of 2 | Total Record : 11