cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
DELIRIUM PADA PASIEN RAWAT INAP DENGAN SKIZOFRENIA: SEBUAH LAPORAN KASUS Made Ayu Dwi Pradnyawati; Nyoman Ratep; Wayan Westa
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.817 KB)

Abstract

Delirium is psychiatric disorder characterized by conciousness state impairment,disorientation, and affective alteration, including cognitive and non-cognitive deficite, anddeveloped in acute onset. Delirium stand in organic mental disorder group, which has manysimilarity of signs and symptoms with psycotic mental disorder as schizophrenia. Delirium,particularly that is not related with alcohol and drug abuse, frequently found in elderly. Somecases of delirium among inpatient psychiatric patients have been reported, but just few furtherstudies have been held on those cases. This case report try to deliver a case of delirium in a65 y.o. inpatient paranoid type schizophrenia. This patient showed sign of severedisorientation during his treatment. In psychiatric assesment, stated male patient withinappropriate appearance, contact avoidance, decrease of conciousness, and severedisorientation. Mood/affect found irritable/appropriate. Patient experienced delution andhallucination. He suspected with undetected dementia as underlying disease.  
OXIDATIVE AND ANTIOXIDANT STATUS IN DEPRESSIVE DISORDER PATHOLOGY Sanggary Marimuthu
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.314 KB)

Abstract

Depressive disorder is a psychiatric disorder often found lately. Oxidative stress is a mechanism that promotes the occurrence of major depressive disorder. Oxidative stress is defined as an imbalance between oxidants and antioxidants whereby high oxidant content is due to decrease the antioxidant cap city of the system. Objective: The aim of this study is to assess the oxidative and antioxidative status in plasma in patients diagnosed with clinical depression, and to assess whether there is a relationship between oxidative stress and severity of depression. Methods: In this study we gather 50 patients with depression according to the Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders fourth edition and 20 healthy control subjects. Activity levels of plasma malondialdehyde, superoxide dismutase and glutathione peroxidase were measured in this study to assess the oxidative status and antioxidative defense prior to antidepressant medication. Results: Patients with depression had higher total plasma peroxide and lower plasma antioxidants than controls. Depressed oxidative stress index values patients were significantly higher than controls, and there is a significant positive correlation between the scale and the Hamilton depression Rating Oxidative stress index value. Conclusion: Patients with major depression are exposed to oxidative stress, and oxidative stress index may be useful to reflect the severity of the disease.
GAMBARAN KEBIASAAN MEROKOK DAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DEWASA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKUTATAN I TAHUN 2013 I Putu Arya Narayana; I Wayan Sudhana
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.274 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal. Hipertensi disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah kebiasaan merokok. Hasil pemeriksaan kesehatan oleh petugas kesehatan tahun 2012 di Puskesmas Pekutatan I menunjukkan bahwa terdapat 1.213 kunjungan hipertensi dan menempati peringkat ke-2 pada sepuluh besar penyakit tahun 2012. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kebiasaan merokok dan kejadian hipertensi pada masyarakat dewasa di wilayah kerja Puskesmas Pekutatan I. Penelitian ini merupakan suatu studi deskriptif cross-sectional, dengan jumlah sampel 70 responden yang terdiri dari penduduk yang berumur 25 tahun ke atas dan berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Pekutatan I. Data diperoleh dengan metode wawancara terstruktur menggunakan kuesioner, dan pengukuran tekanan darah. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu dari karakteristik demografis, responden laki-laki (60%) lebih banyak dari perempuan, sebagian responden berumur 45 – 64 tahun (50%), sebagian besar beralamat di Dusun Pasar, Desa Pekutatan (42,9%), serta responden paling banyak digolongkan tidak bekerja (28,6%). Berdasarkan status hipertensi, 35,7% responden menderita hipertensi. Berdasarkan kebiasaan merokok, 32,9% responden memiliki kebiasaan merokok, dimana sebagian besar mulai merokok pada umur 20 – 29 tahun (52,2%), sebagian besar menghisap rokok dengan filter (60,9%), dan rata-rata menghisap 7 batang rokok per hari. 52,2% responden yang merokok menderita hipertensi. Responden dengan kebiasaan merokok memiliki kecenderungan menderita hipertensi.      
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PENGOBATAN HIPERTENSI PADA LANSIA BINAAN PUSKESMAS KLUNGKUNG 1 Gede Wahyu Pratama; Ni Luh Putu Ariastuti
E-Jurnal Medika Udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data tahun 2014, hipertensi merupakan salah satu penyakit yang termasuk dalam 10 besar penyakit pada Puskesmas Klungkung 1. Wawancara dengan petugas kesehatan di Puskesmas Klungkung 1 menunjukkan bahwa masih ditemuinya penduduk lansia dengan hipertensi yang tidak patuh terhadap pengobatannya. Hal tersebut tentunya memerlukan penanganan yang tepat. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan hipertensi pada lansia merupakan langkah pertama yang perlu dilakukan. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional analitik dengan populasi penelitian adalah semua pasien hipertensi lansia (?45 tahun) yang datang berobat dan tercatat dalam data kunjungan tahun 2014 di Puskesmas Klungkung 1. Sampel diperoleh dengan menghitung jumlah sampel minimal dan melakukan simple random sampling hingga didapatkan 97 sampel. Data diperoleh dengan melakukan wawancara terstruktur dan observasi langsung. Analisis data yang dilakukan berupa analisis univariat dan bivariat. Hasil dan simpulan penelitian ini adalah dari 97 orang sampel, 62 (63.9%) sampel memiliki kepatuhan rendah dan 36.1% sampel memiliki kepatuhan tinggi terhadap pengobatan hipertensi. Hasil uji statistik pada faktor – faktor yang mempengaruhi kepatuhan menunjukkan hasil yang signifikan pada; tingkat pengetahuan (p=0.015), motivasi (p=0.02), dukungan petugas (p=0.048) dan dukungan keluarga (p=0.000). Sedangkan jumlah jenis obat yang dikonsumsi (p=0.485) dan akses terhadap pelayanan kesehatan menunjukkan hasil yang tidak signifikan.  
HUBUNGAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA MAHASISWA LAKI – LAKI FAKULTAS TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS UDAYANA I Gede Wara Nugraha
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.809 KB)

Abstract

Merokok sudah menjadi kebiasaan yang sangat umum dan meluas di masyarakat Indonesia.  Terdapat lebih dari 4,000 bahan kimia dalam rokok yang dapat menyebabkan berbagai masalah pada tubuh manusia seperti gangguan kardiovaskular, pernapasan, keganasan, mental, termasuk insomnia yang timbul akibat konsumsi rokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan merokok dengan kejadian insomnia pada mahasiswa laki – laki Fakultas Teknik Sipil Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian observasional (non eksperimental) dengan pendekatan analitik cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah 52 orang mahasiswa laki – laki Fakultas Teknik Sipil Universitas Udayana yang memenuhi kriteria inklusi sebagai subjek penelitian.  Kejadian insomnia ditentukan menggunakan kuisioner Insomnia Rating Scale. Dari kuisioner didapatkan data mahasiswa merokok mengalami insomnia 9 orang (17,30%), mahasiswa yang merokok tidak insomnia 6 orang (11,54%), mahasiswa yang tidak merokok mengalami insomnia 21 orang (40,38%), dan mahasiswa yang tidak merokok tidak insomnia 16 orang (30,77%). Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku merokok terhadap kejadian insomnia pada mahasiswa laki-laki Fakultas Teknik Sipil Universitas Udayana dengan nilai p = 0,83 dan nilai Odds Ratio (OR) yang didapatkan, yaitu sebesar 1,143.
Prevalensi Kelompok Gen blaCTX-M-1 pada Klebsiella pneumoniae di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Ni Putu Eka Umarista Apriliani; Komang Januartha Putra Pinatih
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.732 KB)

Abstract

Klebsiella pneumoniae merupakan bakteri yang menimbulkan dampak besar di bidang kesehatan terutama akibat kecenderungan bakteri ini untuk mengalami resistensi antibiotik. Ekspresi gen resisten, yaitu kelompok gen blaCTX-M-1, merupakan salah satu mekanisme resistensi antibiotik yang dimiliki Klebsiella pneumoniae. Kelompok gen blaCTX-M-1 berfungsi mengkode enzim yang dapat mengakibatkan terjadinya resistensi Klebsiella pneumoniae terhadap beberapa jenis antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi kelompok gen blaCTX-M-1 pada Klebsiella pneumoniae yang resisten terhadap antibiotik beta-laktam di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 24 isolat Klebsiella pneumoniae yang memenuhi kriteria inklusi. Prosedur dalam penelitian ini terdiri dari subkultur bakteri, isolasi DNA, PCR, serta elektroforesis gel agarosa. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa sebanyak 20 sampel (83,33%) positif untuk kelompok gen blaCTX-M-1, sedangkan sebanyak 4 sampel (16,67%) adalah negatif. Dapat disimpulkan bahwa prevalensi kelompok gen blaCTX-M-1 pada Klebsiella pneumoniae yang resisten terhadap antibiotik beta-laktam di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar adalah 83,33%. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai prevalensi dari kelompok gen blaCTX-M lain beserta variannya sehingga dapat diketahui persebaran gen blaCTX-M di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar.
GAMBARAN BUKTI MEDIS KASUS KEJAHATAN SEKSUAL YANG DIPERIKSA DI BAGIAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK RSUP SANGLAH PERIODE JANUARI 2009 – DESEMBER 2013 Cecilia Kartika Wijaya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.578 KB)

Abstract

High sex drive can push someone to commit sexual assault to fulfill their need. Generally, sexual assault happens around the world, and it tends to increase annually with diverse medical evidence. This study aims to discover the overview of medical evidence of sexual assault examined in Sanglah Hospital between 2009 and 2013. This study was a descriptive study with cross-sectional approach using clinical forensic data. The number of case which met the inclusion criteria was 291 cases. This study showed that the victims of sexual assault mostly came from teenage group, which were 175 cases (60.1%). Sixty six point three percent of victim had forensic medical examination after 72 hours had passed, 26.1% were examined within 72 hours of the assault, and 7.6 % were not found any sign of sexual intercourse. The physical examination of the victim found that most cases indicating that there were not any sign of physical abuse, as many as 85.2%. The sign of sexual intercourse found in most cases was penetration without positive ejaculation sign, as many as 78%. Eighty seven point six percent of cases did not affect the victim’s life, but some victims got pregnant and suffered psychiatric disorder, 10.7% and 1.7% respectively. Keywords: Sexual assault, forensic, medical evidence.
HUBUNGAN LINGKAR PINGGANG TERHADAP TEKANAN DARAH PADA SISWA SMA DI DENPASAR UTARA A.A NGR HARAWIKRAMA ADITYAWARMA
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.992 KB)

Abstract

Obesitas merupakan salah satu faktor risiko yang menyebabkan kematian tertinggi di dunia. Menurut data WHO 3,4 juta orang dewasa meninggal setiap tahunnya karena mengalami obesitas atau overweight, dimana 44% diantaranya juga mengalami diabetes dan 23% diantaranya juga mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah. Tingkat prevalensi obesitas di dunia pada tahun 2008 adalah 10% pria dan 14% wanita di seluruh dunia mengalami obesitas (BMI ?30 kg/m²).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari prevalensi obesitas sentral dan hubungan antara lingkar pinggang dengan tekanan darah pada siswa SMA di Denpasar Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional.Sampel yang digunakan adalah siswa- siswi dari SMAN 1 Denpasar, SMAN 7 Denpasar dan SMAN 8.Pengambilan data lingkar pinggang dan tekanan darah dilakukan secara langsung di lapangan.Uji pearson digunakan untuk menganalasis hubungan antara lingkar pinggang dan tekanan darah, dan menggunakan uji Kolmogorof-smirnov untuk mengetahui kenormalitasan data. Hasil yang didapatkan prevalensi siswa SMA Negeri di Denpasar Utara yang mengalami obesitas sentral adalah 8,49%, dimana wanita yang lebih dominan (66,67%) dibandingkan laki-laki (33,33%). Adanya korelasi positif antara lingkar pinggang dengan tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik pada siswa SMA Negeri di Denpasar Utara.Korelasi antara variabel lingkar pinggang dengan tekanan darah sistolik signifikan diindikasikan melihat p <0,05 yaitu p= 0,01, sedangakan korelasi antara variabel lingkar pinggang dengan tekanan darah diastolik tidak signifikan diindikasikan dengan p>0,05 yaitu p=0,256. Adanya korelasi antara lingkar pinggang dengan tekanan darah, dan diharapkan kedepannya dapat dijadikan pedoman ketika melakukan penelitian dalam bidang obesitas sentral pada remaja Kata kunci: Lingkar Pinggang, Tekanan Darah, Anak SMA, Obesitas Sentral
BEBAN PERAWATAN PADA CAREGIVER PENDERITA SKIZOFRENIADI POLIKLINIK RAWAT JALANRUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI Ni Made Meilani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.537 KB)

Abstract

Skizofrenia merupakan penyakit yang berlangsung kronis dan biasanya diikuti dengan adanya waham, halusinasi, bicara terdisorganisasi, perilaku terdisorganisasi atau gejala negatif yang berupa pendataran afektif dan alogia.Caregiver adalah sebutan bagi individu yang membantu perawatan pasien yang biasanya berasal dari keluarga pasien atau orang yang peduli terhadapnya. Studi menyebutkan bahwa caregiver yang merawat individu dengan gangguan mental berat cenderung mengalami beban yang berat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran beban perawatan pada caregiver penderita skizofrenia di poliklinik rawat jalan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan studi cross-sectional. Teknik pengambilan sampelnya adalah non-probability sampling dengan prosedur consecutive samplingdan menggunakan kuisionerburden assesment schedule.Berdasarkan karakteristik subjek penelitian yang mengalami beban perawatan yaitu berjenis kelamin perempuan, berprofesi sebagai pelajar, pensiun dan profesi lainnya, pendidikan terakhir sekolah dasar (SD) dan tidak sekolah, durasi perawatan dengan rerata 8 tahun dan 8,6 jam perhari, hubungan suami istri, pendapatan rendah yaitu < Rp 1.000.000 per bulan, frekuensi rawat inap sebanyak 2 kali, 4 kali dan 5 kali.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawatan pasien skizofrenia menimbulkan beban perawatan yang signifikan bagi caregiverpasien skizofrenia. Sampel penelitian yang berjumlah 38 orang menunjukkan hasil yaitu 27 orang atau 71,1 %. Penelitian ini menunjukkan urutan domain yang berpengaruh pada beban perawatan adalah beratnya masalah gangguan yang dihadapi (domain 5), apresiasi terhadap peran perawatan (domain 3), dampak pada perasaan nyaman (domain 1), dampak pada hubungan dengan orang lain (domain 4) dan dampak pada kualitas hubungan perkawinan (domain 2). Kata Kunci : skizofrenia, caregiver, beban perawatan.
HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN, KONSUMSI KAFEIN, TINGGAL SENDIRI, DAN JAM MULAI TIDUR DENGAN KUALITAS TIDUR BURUK MAHASISWA DI KOTA DENPASAR Ignatia Novianti Tantri; Luh Putu Ratna Sundari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.543 KB)

Abstract

Kualitas tidur buruk adalah suatu gangguan yang umum dijumpai dewasa ini dan dapatberpengaruh pada kinerja pekerjaan dan kegiatan sehari-hari individu. Salah satukelompok yang rentan akan gangguan kualitas tidur adalah mahasiswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana prevalensi dan hubunganmahasiswa penderita kualitas tidur buruk di Kota Denpasar dengan jenis kelamin,konsumsi kafein, tinggal sendiri dan jam mulai tidur untuk menilai besarnya masalah danmelakukan intervensi untuk mencegah keparahan akibat gangguan tidur. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner di Kota Denpasar berupakuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur, bersamaandengan kuesioner data karakteristik mahasiswa berupa jenis kelamin, konsumsi kafein,tinggal sendiri, dan waktu memulai tidur. P value berdasarkan penelitian sebelumnyaadalah 0,05.Dari 87 sampel yang diperoleh, 77% sampel mengalami kualitas tidur buruk.Pria memiliki prevalensi lebih besar dari wanita (p = 0,851), kelompok dengan konsumsikafein lebih besar daripada yang tidak mengonsumsi kafein (p = 0,982), tinggal sendirilebih besar daripada tinggal bersama keluarga (p = 0,325), dan yang memulai tidur lebihlama lebih besar daripada yang tidur lebih awal (p = 0,011). Antara jam mulai tidur dankualitas tidur buruk memiliki hubungan yang signifikan. Kata kunci: PSQI, kualitas tidur buruk, mahasiswa, jenis kelamin, kafein, tinggal sendiri Denpasar

Page 75 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue