cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA NELAYAN DI DESA PERANCAK, JEMBRANA TAHUN 2018 Ida Ayu Trisna Dewi; Made Wardhana; Ni Made Dwi Puspawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.974 KB)

Abstract

ABSTRAKDermatitis kontak akibat kerja (DKAK) adalah salah satu penyakit kulit yang timbul pada lingkungan kerja akibat adanya kontak langsung dari pekerja dengan bahan iritan maupunalergen. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui prevalensi dan karakteristik kejadiandermatitis kontak akibat kerja pada nelayan di Desa Perancak, Jembrana tahun 2018. Penelitianini dirancang sebagai studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukandengan teknik total sampling, dan didapatkan 46 orang yang sesuai kriteria. Hasil menunjukanbahwa dari 46 orang nelayan didapatkan kejadian tersering pada rentang usia 45-54 tahun(45,7%), dan didominasi oleh laki-laki (84,8%). Gejala tersering adalah likenifikasi (76%),sering terjadi di telapak tangan (87%), dan sebagian besar responden tidak melakukanpengobatan (60,9%). Sebagian besar responden tidak memiliki riwayat atopi diri (80,4%), danpada keluarga (84,8%). Sebagian besar responden sudah memiliki masa kerja ?4 tahun(97,8%).Seluruh responden menyatakan mengalami kontak langsung dengan peralatan kerja, danterkadang mengakibatkan luka. Penggunaan alat pelindung diri tidak dilakukan oleh 43 orang(93,5%). Lama kontak >4 jam/hari (93,5%), dan frekuensi paparan tersering >5 kali/hari (63%).Diperlukan tindakan pencegahan dengan menggunakan alat pelindung diri saat melakukanproses kerja. Kata kunci: dermatitis kontak akibat kerja, prevalensi, karakteristik, nelayan.
COMBINATION OF ESZOPICLONE AND MIND-BODY THERAPY AS NOVEL STRATEGY IN INSOMNIA TREATMENT AAD Dalem Dwi Putra
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.614 KB)

Abstract

Insomnia is defined as a disorder of difficulty initiating sleep, difficulty maintaining sleep, sleep is not fresh during 1 month or more that makes a significant clinical disturbance or distress. Insomnia affects 15% to 40% of world general population and predominantly in women 65 to 79 years. Insomnia also reported in individuals aged 18 to 34 years. If neglected for a long time, insomnia can diminish job performance and quality of live for each individuals. The new strategy to solve this problem in the future is combining pharmacotherapy like eszopiclone a nonbenzodiazepine derivate and mind-body therapy (MBT) to the patients. It can lowering severe risk of conventional drugs side effects, but from pharmacoeconomic this drug is not costly effective. It must combine with MBT to decrease frequency and duration of drug consumption.
MASTALGIA Dwi Andhayani Kartikaputri; Ketut Widiana
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.332 KB)

Abstract

Mastalgia is painful symptoms in the absence of abnormalities in the breast physiologyand pathology of the breast parenchyma. More than 80% of all cases mastalgia is a mildcase. The exact causes of mastalgia has not yet been sufficiently studied, but few studiesrelate endocrine abnormalities, inflammation, pcyconeurosis, improper nutrition, andconsumption of certain drugs. Based on the occurrence, mastalgia divided into twocategories, namely mastalgia cyclic (related to the endocrine system) and mastalgianoncyclic (associated with the nonendokrin system). Noncyclic mastalgia conditionscan be divided into two categories, which comes from the breast (true noncyclic breastpain) and in addition breasts (extramammary pain). Each classification of mastalgia hadtypical clinical picture, so the majority mastalgia diagnosis can already be diagnosedthrough a complete clinical examination. The most important of mastalgia managementis reassurance. This method will greatly affect the psychology of patients and areassociated with the severity of symptoms and response to therapy received by patients. 1 Non-pharmacological and pharmacological therapies may be done in accordance withthe indications. Surgical treatment is not recommended unless there is a definiteindication.
DEPRESSION AND ANXIETY IN PATIENT WITH ACUTE CORONARY SYNDROME Kadek Dwi Krisnayanti
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.776 KB)

Abstract

Depression and anxiety are two conditions that common happened in patient with acute coronary syndrome which can cause negative cardiovascular outcomes. Although the prevalencies of these two conditions are slightly high, most of them had not been treated well. The mechanisms that underly the association between depression and anxiety with the negative cardiovascular outcome are possibly correlates with their effect on inflammatory process, cathecolamine release, heart rate variability, endothelial function and also their effect on health promoting behavior. Fortunately, the standard therapies that available for these conditions are safe, effective, and can be tolerated well in most patients.
INSOMNIA DAN DIAGNOSIS PSIKIATRI PADA PASIEN DI INSTALASI RAWAT DARURAT (IRD) RSUP SANGLAH Alfa Matrika Sapta Dewanti; Ni Ketut Sri Diniari
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.214 KB)

Abstract

Insomnia adalah suatu kesulitan dalam memulai tidur, mempertahankan tidur, atau tiduryang tidak menyegarkan selama 1 bulan atau lebih di mana keadaan sulit tidur ini harusmenyebabkan gangguan klinis yang signifikan. Insomnia dibagi menjadi insomnia primerdan sekunder. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untukmenjelaskan karakteristik insomnia dan diagnosis psikiatri pada pasien di Instalasi RawatDarurat (IRD) RSUP Sanglah. Data penelitian ini berdasarkan register pasien IRD RSUPSanglah periode Mei-November 2013. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi ini terdiridari 52 laki-laki (49%) dan 54 perempuan (51%). Menurut tipe insomnia, 17% insomniaprimer dan 83% insomnia sekunder. Berdasarkan usia, 11% pada usia  ?20 tahun, 32%pada usia 21-30 tahun, usia 31-50 tahun  40% dan 17% pada usia>50 tahun. Pasien yangmenikah 51%, belum menikah 39%, janda 6% dan duda 4%. Pasien yang bekerja 56% dan44% tidak bekerja. Berdasarkan diagnosis psikiatri, skizofrenia 20 (22,7%), psikotik akut17 (19,3%), depresi  12 (13,6%), bipolar 7 (8%), delirium 8 (9,1%), GMO 10 (11,4%) dangangguan penyesuaian 14 (15,9%). Dari keseluruhan pasien insomnia yang datang ke IRD,17% merupakan insomnia primer dan 83% insomnia sekunder. Diagnosis psikiatri pasieninsomnia terbanyak adalah pasien psikotik, yaitu skizofrenia 22,7% dan psikotik akut19,3%.
HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTROVERT DENGAN KEJADIAN STRES PADA KO-ASISTEN ANGKATAN TAHUN 2011 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA I Gede Suprayoga Sukmana Putra; Luh Nyoman Alit Aryani
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.905 KB)

Abstract

Stres merupakan salah satu masalah psikologis yang seringkali dijumpai di kalangan koasisten Fakultas Kedokteran. Sumber stres dapat bersifat internal maupun eksternal. Tipe kepribadian merupakan salah satu faktor yang memengaruhi munculnya stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres pada koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional analitik. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebar pada 62 koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square menggunakan perangkat lunak SPSS 16.0. Jumlah responden yang memiliki kepribadian ekstrovert lebih banyak dibandingkan dengan yang introvert (56,5% vs 43,5%) dan responden yang mengalami stres berjumlah 33 orang (53,2%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres (p = 0,000 (p < 0,05). Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres pada koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.    
KARAKTERISTIK HASIL UJI BAKTERI TAHAN ASAM (BTA) PADA PASIEN YANG DICURIGAI MENDERITA TUBERKULOSIS (TB) DI RSU SURYA HUSADHA TAHUN 2013 Intan Astariani; I Wayan Putu Sutirta Yasa; A.A. Wiradewi Lestari
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CHARACTERISTIC OF TEST RESULT OF ACID-FAST BACILLUS (AFB) SMEAR AMONG PATIENTS WHOSUSPECT WITH TUBERCULOSIS IN SURYA HUSADHA HOSPITAL 2013Lung Tuberculosis is a chronic infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis and still become the world problem until today. Indonesia placed the fifth rank as the country with tuberculosis and the prevalence was 285 cases in 100.000 people with the mortality rate 27 death in 100.000 people. To reduce the cases of tuberculosis, the best prevention and appropriate treatment become very important. The diagnosis of tuberculosis must define precisely, so it needs an accurate diagnostic method.Acid-fast bacillus (AFB) smeartest become the primary method to define tuberculosis diagnostic in developing country, but it has limitation in specificity and sensitivity. The aim of this research is to know the prevalence of test result of AFB smear among patients who suspect with tuberculosis in Surya Husadha Hospital 2013 and the characteristic of the patients. This research using cross sectional non-experimental method with secondary data from Laboratory of Surya Husadha Hospital. The sample was all the test result of acid-fast bacillus smear among patients who were tested in the Laboratory in 2013. Total of sample was 287. The result of this research was from 287 patients who had acid-fast bacillus smear in Laboratory of Surya Husadha Hospital in 2013, the patients who collected their sputum completely was 257 patients (89.55%) and non-completely sputum was 30 patients (10.45%). From the complete sputum, the positive result which is shows the prevalence of suspect tuberculosis was 31 patients (12.06%), negative result was 219 patients (81.21%), and the sample who needed retest was 7 patients (2.72%).
PATIENT WITH VERUCCA VULGARIS RECCURENT Ni Made Gita Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.153 KB)

Abstract

The common wart or verruca vulgaris are benign lesions, elevated, firm nodules with characteristic papillomatous surface projections. This lession could appear anywhere in the body, mostly in fingers. The lesion could spread anywhere in the body, leaving a scar and also have a high incidence of reccurency. This report describe a man with verruca vulgaris recurrent. Preventive is important to prevent the reccurency, beside electrodesication as a curative therapy.
MANEJEMEN SIROSIS HEPATIS DENGAN VARISES ESOFAGUS: SEBUAH LAPORAN KASUS Made Adi Suryadarma
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.686 KB)

Abstract

Sirosi s hepatis merupakan penyakit hati menahun yang dit andai dengan adanyapembentukan j aringan ikat disertai nodul. Insidens si rosis hepati s meni ngkatsecara bermakna sej ak perang Dunia II sehi ngga menyebabkan si rosis menj adisal ah satu penyebab kemati an yang cukup menonjol .Salah Sat u Penyulit daripenyakit si rosi s hepat is yang sering dihadapi adal ah a Vari ses Esofagus yangmemerl ukan penanganan yang baik. Pada sirosis Hepatist erj adi peningkat antekanan vena porta yang menet ap di at as normal  yaitu 6 -12 cm HO akibatpeningkat an resist ensi  aliran d arah mel alui  hati dan peningkatan aliran art erisplangni kus, dimana kedua hal t ersebut yang nantinya menyebabkan Varisesesophagus. Mani fest asi  Klini s yang tampak dapat berupa hematemesis,hemat emesis dengan mel ena at au mel ena saj a.  Prognosis pada l aporan kasus  iniburuk karena t erj adi perdarahan vari ses esofag us , serum al bumi n kurang dari  2, 5g%, ikterus yang menetap dan bil irubin darah > 1,5 mg%, sehi ngga ada baiknyakita mempelaj ari gej al a sert a manaj emen awal dal am sirosis hepatis yang disertaivarises esophagus.
METHYLMALONIC ACID AND HOMOCYSTEIN SERUM IN DIAGNOSING MEGALOBLASTIC ANEMIA DUE TO COBALAMIN AND FOLATE DEFICIENCY IN TRAVEL MEDICINE Made Gian Indra Rahayuda; Sianny Herawati
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.708 KB)

Abstract

Anemia is a major global health problem, especially in developing countries. Anemia is a condition where the red blood cell mass and / or hemoglobin mass that circulating in the body was decreased to below normal level so it can not function well in providing oxygen to the body tissues. One of the most common type is megaloblastic anemia. Megaloblastic anemia is mostly caused by vitamin B12 (cobalamin) and folate deficiency. One of the causes of cobalamin and folate deficiency anemia is tropical sprue. Cobalamin deficiency anemia and folate deficiency anemia gives a similar symptom, but in cobalamin deficiency there is neuropathy symptoms. Normal serum folate is between 3-15 ng/mL. Normal folate erythrocyte is 150-600 ng/mL. In cobalamin deficiency, serum cobalamin decreased below the cut off point 100pg/mL (normally 100 - 400pg/mL). Other examination such as elevated homocysteine??, methylmalonic acid, or formioglutamic acid (FIGLU) in the urine can confirm the diagnosis of cobalamin and folic acid deficiency. There is no consensus on the cut-off point of homocysteine ??and MMA. Homocysteine ??has been considered to increase when the levels are above 12-14 ?mol /L in women and in the 14-15 ?mol/L. According to research by Robert et al in the case of cobalamin deficiency, serum tHcy> 15.0 ?mol/L. Most research considers the increase of MMA in cobalamin deficiency is> 0:28 ?mol / L, but the cut off point in circulation varies between 0:21 to 0:48 ?mol/L. MMA level is increased in serum and urine in cobalamin deficiency, whereas MMA normal in folate deficiency.

Page 76 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue