cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK GIZI KURANG DAN GIZI BURUK PADA BALITA DESA BAN KECAMATAN KUBU KABUPATEN KARANGASEM OKTOBER 2013 Kadek Sri Sasmita Dewi G
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.418 KB)

Abstract

Kekurangan gizi pada anak merupakan masalah kesehatan dimana prevalensinya masih tinggi. Data puskesmas Kubu II desa Ban memiliki angka kejadian gizi kurang dan gizi buruk tinggi yaitu 3 gizi buruk dan 23 gizi kurang pada bulan Agustus 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor yang mempengaruhi gizi kurang dan gizi buruk pada balita di Desa Ban,Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, pada bulan Oktober 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan studi deskriptif cross sectional. Populasi penelitian  ini adalah seluruh balita di Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem.  Dari penelitian ini didapatkan distribusi status gizi balita dengan gizi kurang 28.8%, gizi buruk 3.8% dan gizi baik 67.3%.  
PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK PASIEN MORBUS HANSEN TIPE MULTIBASILER YANG MENDAPAT TERAPI CLOFAZIMINE, OFLOXACIN, DAN MINOCYCLINE(COM)DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH PERIODE JANUARI – DESEMBER 2014 Hans Nuari; I Gusti Ketut Darmada
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.814 KB)

Abstract

PREVALENCE AND CHARACTERISTICS OF MULTIBACILLARY HANSEN’S DISEASEPATIENTS WITHCLOFAZIMINE, OFLOXACIN, AND MINOCYCLINE (COM) THERAPY INSANGLAH GENERAL HOSPITAL JANUARY– DECEMBER 2014Hansen’s Disease (HD) or leprosy is a chronic disease which is still becoming a global health problem, including Indonesia, which ranks third in the world with the most prevalent new multibacillary (MB) cases.Lately, it has been found that many patients cannot be given Rifampicin as standard WHO therapy. Alternatively, they have been given Clofazimine, Ofloxacin and Minocycline (COM). This study was conducted to determine the prevalence of the HD, multibacillary (MB) HD, and MB HD with COM therapy and their characteristics in Sanglah Hospital at 2014. Hopefully this study could be useful as a reference to optimize the treatment of MH disease at health centers. The research is a descriptive study. Of the total 107 HD patients who visited Sanglah Hospital in 2014, the dominant sex was male and the dominant age was between aged 16-35 years.Of the total, 88.8% were patients with MB HD and 4.2% of MB patients treated with COM. Overall, Results of this study are expected to be used as a base for further descriptive or analytical research.
PROFIL PASIEN KANKER OVARIUM DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR – BALI PERIODE JULI 2013 – JUNI 2014 Ida Ayu Dhitayoni; I Nyoman Gede Budiana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.909 KB)

Abstract

Ovarian cancer is the most deadly gynecological cancer with the lowest five year survival rate among other gynecological cancers in the world, it happens because early diagnosis for ovarian cancer is arduous. Nowadays, early diagnosis depends largely on knowledge about the profile of the patient in a region. This research carried out to know ovarian cancer patients’ characteristic in RSUP Sanglah in the period of July 2013 until June 2014. In this research, medical record of patients who came in this period acquired from medical record installation are used to obtain data. Next, data is processed and served in descriptive manner as mean, median, and average. From this research, there are 73 (15.33%) ovarian cancer patients from 476 cases of gynecological cancers in RSUP Sanglah in this research period. Most of patients are 41 – 50 years old (38.4%), 50.7% diagnosed in IIIC stage, 87.67% with epithelial type, 24.66% with serous subtype and 79% has parity  ? two. The mean for body mass index is 22.77 kg/m2.As much as 17.8% patient used hormonal contraception. Thus, this research obtained ovarian cancer has the second highest prevalence of gynecological cancers in RSUP Sanglah after cervical cancer, with patient profile as follow: prominent in 4th to 5th decade of life, mostly diagnosed in stage IIIC, has serous epithelial subtype, parity ? two, and normal body mass index. The use of hormonal contraceptives in patients is low.
Gambaran Gejala Klinis Demam Berdarah Dengue pada Anak di RSUP Sanglah, Denpasar Selama Bulan Januari-Desember 2013 Andi Nurul Khadijah; I Made Gede Dwi Lingga Utama
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.868 KB)

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever is an infectious disease commonly found in the tropics and is an acute dengue fever that affects children with clinical manifestations of bleeding and causes shock which can result in death. The case fatality rate of dengue fever can reach more than 20%, most cases are children. This study aims to determine the clinical picture of DF, DHF and DSS, where the clinical picture is one of the determinants of the diagnosis. This study is a descriptive study with cross-sectional design and retrospective approach. The data obtained in this study is secondary data in the form of medical records of pediatric patients treated in Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Pudak and Jempirimg wards period January to December 2013. Data processing is done by descriptive analysis using statistical software that is SPSS version 20. It was found that the dominant clinical picture (5 clinical features) in DF patients was fever (78.94%), vomiting (47.36%), decreased appetite (31.57%), nausea (26.31%), and abdominal pain (26.31%). In DHF patients, the dominant clinical symptoms were fever (100%), vomiting (58.33%), abdominal pain (54.17%), nausea (41.67%), decreased appetite and drinking (37.5%), Headache, and tourniquet test. In the DSS patients, the dominant clinical symptoms were vomiting (84.61%), fever (76.92%), cold hands and feet / extremities (53.8%), CRT ? 2 seconds and abdominal pain (46.15%), As well as a weak pulse (38,46 %). Keyword: DF, DHF, DSS, Clinical Manifestation, Platelet, Hematrocrit.
HUBUNGAN OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN JATUH PADA POPULASI LANJUT USIA DI BEBERAPA KLINIK DI KOTA DENPASAR TAHUN 2015 Nadia Elsa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.848 KB)

Abstract

Jatuh pada populasi geriatri dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas. Hal ini memicu perhatian khusus terhadap faktor-faktor penyebab jatuh. Salah satunya adalah obat antihipertensi. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan adanya hubungan obat antihipertensi dengan jatuh pada populasi geriatri di kota Denpasar tahun 2015. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap; 1)survei epidemiologik mengenai jumlah dan presentase populasi yang menggunakan obat antihipertensi dan jatuh pada populasi geriatri di Denpasar tahun 2015, 2) penelitian analisis mengenai hubungan obat antihipertensi dan jatuh pada populasi geriatri di Denpasar tahun 2015. Dari 96 sampel yang diperiksa didapatkan 32,3% mengalami jatuh dan 58,3% menggunakan obat antihipertensi. Selanjutnya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) obat antihipertensi merupakan faktor risiko jatuh (RP>1); (2) tidak adanya hubungan yang signifikan antara obat antihipertensi dan jatuh pada populasi geriatri di kota Denpasar tahun 2015 (p>0,05). Dapat disimpulkan bahwa obat antihipertensi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan jatuh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai dasar penelitian lebih lanjut untuk mengetahui prevalensi dan proporsi jatuh dan obat antihipertensi di tempat lain selain Denpasar. Kata kunci: populasi geriatri, obat antihipertensi, jatuh
Studi Molekuler Gen Penyandi Enzim Extended Spectrum ?-Lactamase (ESBL), ?-Lactamase AmpC, dan Karbapenemase pada Isolat Klinis Multi-drug Resistant (MDR) Klebsiella pneumoniae di RSUP Sanglah, Denpasar GNR Suwardana; NMA Tarini; NND Fatmawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.23 KB)

Abstract

Klebsiella pneumoniae adalah salah satu bakteri penyebab hospital acquired infections (HAIs) dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Tingginya beban kesehatan akibat infeksi K. pneumoniae utamanya diakibatkan oleh sifat resistensi terhadap banyak golongan antibiotik (multi-resisten), termasuk resistensi terhadap antibiotik golongan mutakhir seperti sefalosporin generasi ketiga dan karbapenem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengonfirmasi keberadaan gen penyandi enzim Extended Spectrum ?-Lactamase (ESBL), ?-Lactamase AmpC, dan karbapenamase pada isolat klinis multi-resisten K. pneumoniae. Lima isolat klinis multi-resisten K. pneumoniae terdeteksi secara fenotip menggunakan uji Vitek Compact 2 (Biomereux®), kemudian teknik polymerase chain reaction (PCR) digunakan untuk mendeteksi adanya gen blaSHV, blaTEM, blaCTX-M sebagai gen penyandi ESBL, blaFOX sebagai gen penyandi AmpC, dan blaKPC serta blaNDM-1 sebagai gen penyandi karbapenamase. Penelitian ini menemukan bahwa 4 dari 5 sampel positif memiliki gen penyandi ESBL, yakni 2 sampel dengan blaCTX-M, sedangkan 2 sampel lainnya didapatkan dual gen blaSHV dan blaTEM. Tidak ditemukan adanya gen penyandi AmpC maupun karbapenemase pada semua sampel. Sifat multi-resistensi pada isolat klinis K. pneumoniae kemungkinan diakibatkan karena adanya gen penyandi ?-lactamase, sedangkan resistensi terhadap karbapenem kemungkinan besar terjadi bukan karena adanya gen penyandi karbapenemase, namun dimungkinkan adanya mekanisme resistensi yang lain. Kata kunci : K. pneumoniae, multi-resistensi, ESBL, AmpC, karbapenemase
STUDI POLA PENANGANAN NYERI BERAT KANKER DI RSUP SANGLAH OLEH TIM ANESTHESIA PAIN SERVICE (APS) Ni Made Ayu Candrayuni; IGN Mahaalit Aribawa; I Wayan Aryabiantara
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.98 KB)

Abstract

Nyeri kanker merupakan salah satu manifestasi klinis yang kerap dirasakan oleh pasien kanker, baik berupa akut maupun kronis. Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah sebagai rumah sakit rujukan diharapkan dapat memberikan penanganan nyeri yang efektif kepada pasien dan diwujudkan dengan terbentuknya tim Anesthesia Pain Service (APS). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola penanganan nyeri berat kanker di RSUP Sanglah dan tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini merupakan longitudinal non-eksperimental. Pengambilan data dilakukan secara prospektif terhadap pasien pada bulan Juni hingga Agustus 2017. Sampel berjumlah 50 orang yang ditentukan dengan teknik total population sampling. Responden terbanyak merupakan pasien perempuan dengan kelompok umur lansia awal. Regimen analgetika yang diberikan adalah opioid kuat dan kombinasi yang diberikan dengan teknik yang beragam meliputi Patient Controlled Analgesia (PCA), oral, IV, syringe pump, dan patch. Penanganan nyeri berat kanker di RSUP Sanglah menggunakan analgetika opioid dan kombinasi dengan konsep multimodalitas dengan berbagai teknik dan pola perubahannya. Kata kunci: Nyeri kanker, teknik pemberian analgetik, tingkat kepuasan
OCCUPATIONAL CONTACT DERMATITIS IN FARMERS Melina Tombeng; IGK Darmada; IGN Darmaputra
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.323 KB)

Abstract

Occupational contact dermatitis is common condition seen in the primary care setting. Farmer has the highest incidence for occupational contact dermatitis. This because of the job is exposed to chemical and wet works. Occupational contact dermatitis is divided to irritant contact dermatitis and allergic contact dermatitis. Whether both have different in pathogenesis, they give similar symptoms. Precise diagnosis is needed to confirm the diagnosis and to exclude the others. Treatment should be aimed at controlling inflammation, restoring the skin’s natural barrier, and avoiding irritants and potential allergens. There are a range of prevention strategies, which include: elimination or substitution of harmful exposures; technical control measures; personal protection; identification of susceptible individuals; and others.
LAPORAN KASUS TINEA KORPORIS ET KRURIS I Dewa Gede Gadithya; , I G.K Darmada; Luh Made Mas R
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.362 KB)

Abstract

Dermatofitosis atau tinea adalah penyakit infeksi jamur superficial yang menyerang kulit,rambut dan kuku yang disebabkan oleh suatu infeksi dermatofita. Infeksi jamurdermatofita yang terjadi pada badan, tungkai dan lengan, tetapi tidak termasuk lipat paha,tangan dan kaki disebut tinea korporis, sedangkan tinea kruris adalah infeksi jamurdermatofita pada daerah kulit lipat paha, daerah pubis, perineum dan perianal. Dilaporkansatu kasus tinea korporis et kruris yang kronis dan meluas pada separuh tubuh seorangremaja, dengan riwayat penggunaan kortikosteroid yang  lama, gambaran klinisnyaadalah bercak kemerahan pada dada,perut,lipatan paha dan tungkai ditemukaneffloresensi macula eritema batas tegas, tepi aktif meninggi, central healing dan ditutupiskuama halus, pada pemeriksaan KOH 20% dari bagian aktif lesi ditemukan hifa panjangbersepta dan bercabang. Diagnosis ditegakkan bedasarkan anamnesis dan KOH, terapiyang diberikan adalah terbinafin 1 x 250 mg selama 2 minggu dengan prognosis yangbaik.
CEREBRAL AUTOREGULATION IN HEAD INJURY Ni Made Ayu Apsari Dewi
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.833 KB)

Abstract

A characteristic feature of the cerebral circulation is that the cerebral blood flow is dynamically adjusted to protect brain blood from changes in perfusion pressure. Cerebral blood flow tends to remain constant over a range of systemic blood pressures (cerebral auto regulation). Increases and decreases of the arterial CO2 tension (PaCO2) will increase and decrease cerebral blood flow by cerebral vasodilatation and vasoconstriction, independent of cerebral auto regulation (CO2 reactivity of the brain). After brain injury, cerebral flow auto regulation gets impaired in most patients. In patient with severe traumatic brain injury, impaired CO2 reactivity occurred in early stage trauma.

Page 91 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue