cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PREVALENSI DAN GAMBARAN FAKTOR RISIKO HIPERTENSI PADA USIA DEWASA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TABANAN II PERIODE MEI 2012 Putu Shinta Widari Tirka; I Wayan Sudhana
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.701 KB)

Abstract

Data Riset Kesehatan Dasar(Riskesdas) 2007 Provisnsi Bali menyatakan bahwa banyak kasus hipertensi belum ditanggulangi dengan baik di Kabupaten Tabanan. Dari data 10 penyakit terbanyak di Puskesmas Tabanan II pada bulan Januari 2012 hingga Mei 2012, hipertensi selalu masuk di urutan 3 besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi hipertensi dan gambaran faktor risiko hipertensi (usia, jenis kelamin, riwayat keluarga hipertensi, kegemukan, konsumsi makanan asin, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, dan aktivitas fisik) pada usia dewasa di wilayah kerja Puskesmas Tabanan II pada bulan Mei 2012. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bukti bagi penyusunan dan perbaikan program Puskesmas Tabanan II dalam rangka meningkatkan usaha deteksi dan penatalaksanaan kasus hipertensi di wilayah kerjanya. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tabanan II, Kabupaten Tabanan, Indonesia pada bulan Mei 2012 dengan jumlah responden sebanyak 96 orang berusia ?18 tahun. Rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional digunakan dalam penelitian ini.Hipertensi ditentukan dengan pengukuran tekanan darah menggunakan kriteria JNC VII (tekanan darah sistolik ?140 mmHg dan/atau diastolic ?90 mmHg). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa prevalensi hipertensi pada penduduk usia dewasa di wilayah kerja Puskesmas Tabanan II pada bulan Mei 2012 sebesar 38,5%. Kejadian hipertensi lebih cenderung dialami oleh laki-laki (39,7%), kelompok usia ? 60 tahun (54,5%),kurang aktivitas fisik (47,7%), dan kegemukan (42,9%).Mengingat tingginya prevalensi hipertensi pada kelompok dengan aktivitas fisik rendah dan kegemukan, perlu dilakukan intervensi misalnya senam dan promosi kesehatan pada kelompok sasaran berusia 40 tahun keatas.    
STUDI RETROSPEKTIF PADA PASIEN POSITIF MALARIA DENGAN PEMERIKSAAN MIKROSKOPIK SEDIAAN DARAH TEBAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UMBU RARA MEHA JANUARI-DESEMBER 2013 Made Indah Pradnya Paramita
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.36 KB)

Abstract

Malaria merupakan penyakit parasitik yang masih menjadi permasalahan serius di seluruh belahan dunia terutama di negara beriklim tropis. Di Indonesia, khususnya provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan wilayah stratifikasi malaria tinggi dengan nilai Annual Parasite Insidence (API) tertinggi kedua setelah Papua Barat. Sumba Timur merupakan salah satu daerah endemis malaria di NTT yang ditandai dengan Annual Malaria Incidence (AMI) 411 per 1000 penduduk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan kecenderungan karakteristik pasien malaria dengan pemeriksaan mikroskopis sediaan darah tebal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umbu Rara Meha pada Januari-Desember 2013. Penelitian ini menggunakan desain studi retrospektif dengan pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Dari 683 data yang diperoleh, 616 pasien (90.2%) menunjukkan hasil tetes tebal positif dan 67 pasien (9.8%) dengan hasil negatif. Berdasarkan pemeriksaan tetes tebal, didapatkan frekuensi jenis, kepadatan dan stadium plasmodium terbanyak adalah Plasmodium falcifarum sebanyak 607 pasien (98.5%), kepadatan plasmodium +1 sebanyak 200 pasien (29.3%) dan stadium tropozoit sebanyak 539 pasien (87.5%). Kecenderungan karakteristik pasien meliputi usia 12-25 tahun sebanyak 230 pasien (33.7%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 380 pasien (55.6%) dan berasal dari Kec. Kota Waingapu sebanyak 379 pasien (55.5%).
UPPER GASTROINTESTINAL MALIGNANCY IN PATIENTS UNDERGOING ESOPHAGOGASTRODUODENOSCOPY IN SANGLAH GENERAL HOSPITAL DENPASAR Putu Prathiwi Primadharsinni
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4551.257 KB)

Abstract

PROFIL PENYAKIT SKABIES PADA ANAK-ANAK SMP DI YAYASAN AL ISLAM HIDAYATULLAH KOTA DENPASAR, BALI TAHUN 2014 Putu Nanda Tediantini; IGAA Praharsini
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.346 KB)

Abstract

Skabies adalah penyakit infeksi kulit akibat investasi dan sensitisasi terhadap tungau Sarcoptes scabiei varian hominis dan produknya. Penyakit skabies dapat ditularkan melalui kontak langsung oleh tungau dan menyebabkan gatal pada tubuh manusia sehingga bisa berkembang menjadi infeksi sekunder. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui profil penyakit skabies berdasarkan usia, lokasi lesi, tanda lesi, dan perilaku kebersihan diri pada anak-anak SMP di Yayasan Al Islam Hidayatullah Denpasar tahun 2014. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif cross sectional dengan pengambilan data melalui wawancara. Profil penyakit skabies terdapat 7 kasus dari 35 responden. Kasus penyakit skabies terjadi pada anak laki-laki yang berada dalam kisaran umur 10 tahun sampai 13 tahun (20%). Proporsi lokasi lesi paling banyak didapat pada pergelangan tangan 43%, sela-sela jari dan pergelangan tangan 29%, 14% didapat pada sela-sela jari, dan pada kaki 14%. Proporsi tanda lesi paling banyak ditemukan eritema, bula dan krusta 29%, eritema saja 28%, dan 14% eritema, krusta, dan pustula. Proporsi kebersihan diri tiap individu yang pernah kontak dengan penderita penyakit kulit 100%, sedangkan frekuensi mandinya, semua anak (100%) sudah mandi 2 kali dalam sehari.
TEMUAN POST MORTEM AKIBAT KERACUNAN METANOL Masnu’atul Hamidah; Kunthi Yulianti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.625 KB)

Abstract

Incident of methanol toxicity increases as high as alcohol consumption pattern in community. The high price of alcohol become one of factors that encourage people to get the high level alcohol with the lowest price. It was done by giving addictive substances, like methanol. With the phenomenon, this research is done to know how can methanol has death effect and what abnormalities can be found in the victims.It is a descriptive research to get an explanation about post mortem characteristics in methanol toxicity victims. This research takes secondary data of Victim Examination Report from 2008 until 2013 at RSUP Sanglah Denpasar.Amount of the samples are 10. It is found asphyxia sign that is ptechie dan vascular dilatation in many organs. Toxicology examination shows methanol level below 100 ppm in 10% samples, 20% samples has toxic dose 100-300 ppm, 40% samples has methanol level 300-1500 ppm, and 30% samples has extremely level of methanol above 1500 ppm. Histopathologic examination shows vascular dilatation at liver, kidney, lung, and brain. Death of methanol toxicity not only influenced by the dose of methanol, but also the existence of predisposition factor such as disease. It needs more research to know the specific abnormalities of methanol toxicity.
Perbedaan kadar kolesterol low density lipoprotein (LDL) pada diabetes mellitus tipe 2 dengan hipertensi serta tanpa hipertensi di RSUP Sanglah Denpasar, Bali Stephanie Inge Wijanarko; Sianny Herawati; Anak Agung Ngurah Subawa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.216 KB)

Abstract

Diabetes Mellitus was a disease with high blood sugar levels that allows the patient to an increase in blood pressure. Increased blood pressure itself is suspected because of the increased levels of LDL. This study aims to prove whether there is a difference between the levels of LDL in patients of DM type 2 with hypertension and without hypertension. The study was cross sectional analytic to determine differences in levels of LDL cholesterol in DM type 2 with or without hypertension. . The mean levels of LDL in patients with DM type 2 with hypertension (n=28) is 127.72 ± 73.7 (41-435) while the mean LDL levels in patients with DM type 2 without hypertension (n=25) was 73.70 ± 27.47 (6.46 - 120) with p = 0.0001. From these results it can be concluded that, there were significant differences for average levels of LDL patients of DM type 2 with hypertension and patients with DM type 2 without hypertension. Keywords: Diabetes Mellitus, Hypertension, LDL, Sanglah Hospital
PREVALENS DAN FAKTOR RISIKO OVERWEIGHT/OBESITAS PADA ANAK DAN REMAJA VEGETARIAN DI BALI Ni Nyoman Kanta Karmani; I Gusti Lanang Sidiartha
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.624 KB)

Abstract

Obesitas pada anak dan remaja merupakan sebuah faktor risiko terjadinya obesitas, disabilitas dan kematian pada saat mereka menjadi dewasa nanti. Obesitas juga bisa terjadi pada anak dan remaja vegetarian. Prevalens gizi lebih pada balita dan anak vegetarian di ashram Sri Sri Radha Madhava, Gianyar, Bali adalah 13,9%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalens dan faktor risiko overweight/obesitas pada anak dan remaja vegetarian di Bali. Penelitian ini menggunakan metode potong lintang dengan jumlah subjek 185 anak dan remaja vegetarian dari delapan ashram di Bali. Indeks Massa Tubuh (IMT) diukur dengan pengukuran antropometri, berdasarkan standar WHO 2007 status IMT menurut usia dikatakan normal jika nilai z-skor antara –2 SD-1 SD dan overweight/obesitas jika melewati 1 SD. Analisis data dengan Kai-kuadrat, Fisher’s Exact Test dan regresi logistik. Hasil penelitian ini adalah prevalens overweight/obesitas sebesar 23,8% (18,4% overweight dan 5,4% obesitas). Konsumsi makanan cepat saji vegetarian dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam satu minggu dapat meningkatkan risiko menderita overweight/obesitas sebesar 248 kali lipat. Anak yang menonton televisi lebih dari 2 jam dalam satu hari dan tidur selama lebih dari 8 jam sama-sama berisiko 18 kali menderita overweight/obesitas. Frekuensi olahraga kurang dari 3 kali dalam satu minggu meningkatkan risiko menderita overweight/obesitas sebesar 12 kali lipat. Anak dengan pendapatan perkapita keluarga >Rp.2.000.000,00 juga berisiko menjadi overweight/obesitas sebesar 5 kali lipat. Faktor yang paling berhubungan dengan overweight/obesitas pada anak dan remaja vegetarian di Bali adalah konsumsi makanan cepat saji vegetarian selama lebih dari 3 kali dalam satu minggu. Kata Kunci : Obesitas, Vegetarian, Anak, Prevalens
EKSTRAK ETANOL UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS L.) MENURUNKAN DEGENERASI LEMAK JARINGAN HATI TIKUS YANG DI https://ojs.unud.ac.id/index.php/eum OVARIEKTOMI Ni Putu Candra Paramita; I Wayan Sugiritama; Ni Made Linawati; IGA Dewi Ratnayanti; Ida Ayu Ika Wahyuniari; IGK Nyoman Arijana; IGN Sri Wiryawan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.804 KB)

Abstract

Menopause didefinisikan sebagai 1 tahun tanpa menstruasi. Wanita menopausekemungkinan berisiko mengalami Nonalcoholic Fatty Liver Disease(NAFLD). Efekmenguntungkan dari antosianin telah dibuktikan dalam penelitian hewan,sehubungan denganstres oksidatif dan steatosis hati. Ubi jalar ungu mengandung antosianin yang berfungsi sebagaiantioksidan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel tikus yang sudah diovariektomi, kemudian diberikan ekstrak etanol ubi jalar ungu pada tikus secara oral selama 30hari. Pada hari pertama dilakukan randomisasi dibagi menjadi empat kelompok yaitu kelompokkontrol negatif (P0), kelompok perlakuan pemberian ekstrak etanol ubi jalar ungu dosis 1ml(P1), dosis 2 ml (P2), dan dosis 4ml (P3). Pada hari ke-31 dilakukan terminasi untuk di ambiljaringan hati dan pembuatan preparat histologi, kemudian dilakukan pengamatan pada preparatdengan pembesaran 10x10 pada 2 lapang pandang. Dari 28 sampel hati tikus yang diperiksa,didapatkan semua sel hati tikus mengalami degenerasi lemak atau steatosis sebanyak >5% yangmerupakan kunci dari penyakit hati berlemak nonalkohol (NAFLD), namun jumlahnya berbedabeda. Rerata perlemakan kelompok kontrol negatif didapatkan hasil perlemakan paling tinggiyaitu 49,1%, kelompok perlakuan pemberian dosis 1ml, 2ml, dan 4ml didapatkan hasil 39,48%,31,62%, dan 29,14%. Setelah diuji secara statistik didapatkan perbedaan yang signifikan(p<0,05) terhadap pengaruh pemberian ekstrak etanol ubi jalar ungu.Berdasarkan hasilpenelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pemberianekstrak etanol ubijalar ungu selama 30 hari dapat menurunkan degenerasi lemak pada hati tikus yang mengalamipenyakit hati berlemak nonalkohol (NAFLD). Kata Kunci: Ekstrak etanol ubi jalar ungu, menopause, fatty liver
HUBUNGAN ANTARA DURASI TIDUR DENGAN SUSTAINED ATTENTION PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA I Gusti Ayu Inten Heny Pratiwi; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.935 KB)

Abstract

ABSTRAK Sustained attention merupakan kemampuan untuk mempertahankan atensi yangberkepanjangan. Atensi diperlukan untuk dapat mempertahankan kualitas pembelajaran mahasiswa,dimana sustained attention memegang peranan didalamnya. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal,salah satu diantaranya adalah durasi tidur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan antara durasi tidur dengan sustained attention pada mahasiswa Program Studi PendidikanDokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.Penelitian ini menggunakan desain penelitiananalitik cross-sectional dengan menggunakan data primer. Populasi sampel penelitian ini adalahmahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana denganmetode random sampling yang menghasilkan 136 sampel. Mahasiswa melakukan pengisian kuesioneruntuk mengetahui durasi tidur serta melakukan tes PC-PVT untuk mengetahui tingkat sustainedattention.Hasil analisis menggunakan SPSS 21 dengan uji korelasi Spearman menunjukkan adanyahubungan yang signifikan antara durasi tidur dengan performa PC-PVT. Terdapat korelasi negatifantara durasi tidur dengan dua variabel hasil dari pemeriksaan atensi yaitu maxRT (r= -0,305;p=0,000) dan meanRT (r= -0,227; p=0,008) dimana apabila semakin pendek durasi tidur, semakintinggi hasil dari maxRT dan meanRT. Hasil analisis membuktikan adanya hubungan antara durasitidur dengan sustained attention, sehingga disarankan agar Mahasiswa Program Studi PendidikanDokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana memiliki rentang durasi tidur yang cukup untukkualitas pembelajaran yang lebih baik.Kata Kunci: Sustained Attention, Tidur, PC-PVT
GAMBARAN STATUS GIZI SISWA SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEMBUKU I KABUPATEN BANGLI TAHUN 2015 Ida Ayu Mustika Suri Jayanti; Wayan Weta
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.268 KB)

Abstract

Malnutrisi masih menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Pada tahun 2014 terdapat 2-3 juta orang mengalami malnutrisi disetiap negara, walaupun malnutrisi tidak secara langsung menyebabkan kematian pada anak, namun malnutrisi dihubungkan dengan penyebab dari 54% kematian pada anak-anak di Negara berkembang pada tahun 2010. Penelitian ini merupakan studi deskriptif cross sectional dengan melibatkan 50 subjek penelitian yang merupakan anak SD 1 Tembuku. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Cara pengumpulan data pada penelitian ini dengan melakukan pengukuran langsung dan juga dilakukan wawancara untuk mengetahui asupan nutrisi serta kebiasaan sarapan siswa. Dari 50 sampel yang terdiri dari 23 siswa laki-laki dan 27 siswa perempuan berusia 7-9 tahun didapatkan 60% siswa memiliki status gizi yang baik, 28% gizi kurang, 4% gizi lebih, dan 8% dengan obesitas. Untuk asupan nutrisi sesuai kebutuhan sebagian besar sampel sudah memenuhi ?70% AKG dengan status gizi terbanyak yaitu status gizi baik sebesar 69%. Untuk  sampel dengan AKG <70% terbanyak pada kelompok status gizi kurang sebesar 52,4%. Tidak terdapat perbedaan proporsi antara siswa dengan gizi baik, gizi kurang maupun gizi lebih antara siswa yang biasa dan tidak biasa melakukan sarapan. 

Page 92 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue