cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PROFIL PASIEN KOINFEKSI TB-HIV DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH BALI TAHUN 2013 Dwi Alfian Heru Soraya; Dewa Made Artika
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.292 KB)

Abstract

Penyakit tuberkulosis dan HIV adalah dua penyakit infeksi yang angka prevalensnya terus meningkat. Kedua penyakit ini dan penyebabnya dapat saling berinteraksi dan mempengaruhi epidemiologi masing-masing. Maka perlu dilakukan beberapa kajian unuk mengetahui dan mengukur besarnya angka kejadian dan profil pasien TB-HIV khususnya di Indonesia untuk mengatasi ancaman epidemi ganda TB-HIV. Penelitian ini mempunyai desain deskriptif retrospektif, catatan medik digunakan sebagai sampel. Sampel berjumlah 27 rekam medis pasien HIV/AIDS koinfeksi tuberkulosis periode Januari – Desember 2013 di RSUP Sanglah Denpasar. Secara keseluruhan kelompok pasien koinfeksi HIV-TB paling banyak didapatkan pada lelaki dengan 21 orang (77,7%), dan pasien usia 15-35 tahun yaitu 15 orang (55,5%). Jumlah pasien yang bekerja adalah yang tertinggi yaitu 23 orang (85,1%) dengan jenis pekerjaan terbanyak yaitu pegawai swasta berjumlah 16 orang (59,2 %). Kadar Hb 10-12 g/dL didapatkan pada 13 orang (48,1%), jumlah CD4 <100 sel/?L didapatkan pada 20 pasien (74,07%). Jumlah persen limfosit terbanyak adalah kurang dari 15 dan antara 15-40 yaitu sebanyak 13 pasien (48,1%), hasil pemeriksaan sputum BTA negatif didapatkan pada 21 orang (77,7%), dan penyakit penyerta terbanyak adalah oral candidiasis dengan 18 orang (66,6%).  Jumlah pasien Tuberkulosis pada tahun 2013 di RSUP Sanglah Denpasar berjumlah 289 orang, sementara 33 orang diantaranya adalah pasien TB-HIV dengan rekam medis dari pasien tersebut sebagai sampel penelitian dengan gambaran profil pasien yang sudah dijelaskan di dalam hasil.
GAMBARAN INDEKS ERITROSIT ANEMIA PADA IBU HAMIL DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2016 Luh Marina Wirahartari; Sianny Herawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.517 KB)

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan permasalahan kesehatan di negara-negara dunia yang mempengaruhi negara berkembang maupun negara maju. Menurut WHO tahun 2011, persentase anemia pada ibu hamil di dunia adalah 38,2%. Di Indonesia ibu hamil yang mengalami anemia ringan sampai sedang adalah 30%, dan anemia berat adalah 0,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan klasifikasi anemia berdasarkan konsentrasi hemoglobin dan berdasarkan indeks eritrosit pada ibu hamil yang mengalami anemia di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016. Penelitian ini adalah studi deskriptif-retrospektif yang dilakukan di RSUP Sanglah Denpasar. Data yang diperoleh adalah data sekunder rekam medis pasien dari bulan April sampai Desember 2016. 94 subjek terlibat dalam penelitian ini. Pasien yang berusia 15 tahun sampai 24 tahun adalah 26,6% (n=25), 25 tahun sampai 34 tahun adalah 56,4% (n=53), dan 35 tahun sampai 44 tahun adalah 17% (n=16). Pasien yang mengalami anemia ringan 29,8% (n=28), anemia sedang 61,7% (n=58), dan anemia berat 8,5% (n=8). Rerata hemoglobin±SD pasien ibu hamil yang mengalami anemia adalah 9,27 g/dl±1,51, dan rentangan hemoglobin berkisar dari 3,42 g/dl sampai 11,94 g/dl. Berdasarkan indeks eritrosit, pasien terbanyak mengalami anemia hipokromik mikrositer (51,06%; n=48), lainnya mengalami anemia hipokromik normositer (13,83%; n=13), anemia normokromik normositer (34,04%; n=32), dan anemia makrositer (1,06%; n=1). Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa pasien ibu hamil yang mengalami anemia di RSUP Sanglah tahun 2016 terbanyak pada usia 25 sampai 34 tahun. Pasien didominasi oleh anemia sedang dan anemia hipokromik mikrositer. Kata kunci: Indeks eritrosit, anemia, ibu hamil
HUBUNGAN ANTARA SARAPAN DENGAN TINGKAT KONSENTRASI PADA MAHASISWA ANGKATAN 2011 DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA I.G.N Bagus Hindra D; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.377 KB)

Abstract

Concentration is part of cognitive function. Concentration makes people can focus in doing something in the given time. There are many things that can influence concentration. This study was conducted to know the relationship between breakfast and the degree of concentration in teenager. This study is analytic observational study with cross sectional approach. The samples was taken with consecutive sampling method. The samples in this study was from 2011 college student in Medical Faculty of Udayana University which is either doing breakfast or not, and willing to participate in this study by signing the informed consent. From 83 samples, 56 was doing breakfast and 27 was not. After the test using Continuous Performance Task (CPT) was done, we found the number of people which have good concentration in breakfast group are 12 and 44 have bad concentration in breakfast group. Meanwhile in non breakfast group, one has good concentration, and 70 have bad concentration. After the hypothesis testing was done with fischer method, we get the p>0.05 which show that there are no difference in the degree of concentration between breakfast and non breakfast group. Thus, it is concluded that there is no relationship between breakfast and the degree of concentration. The results of this research could be applied as a basis for further research in searching factors that can influence the degree of concentration. Keywords : Breakfast, concentration, Continuous Performance Task
Prevalensi dan karakteristik infeksi menular seksual di Klinik Anggrek UPT Ubud II pada bulan Januari - Desember 2016 Ni Putu Candra Nirmalasari P; Md Swastika Adiguna; Ni Made Dwi Puspawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.169 KB)

Abstract

Sexually Transmitted Infections (STI) is one of the world’s major health problems. Bali, and in particular the town of ubud is a world famous tourist destination and often visited by foreigners. This makes Ubud very vulnerable to the spread of STIs. The purpose of this study was to determine the prevalence and characteristics of STI cases based on age, gender and risk factors at the Anggrek clinic UPT Ubud II from January to December 2016. This research is a descriptive research with secondary data gathered from the medical record. Sample of this research is medical record of STI patient who came to Anggrek clinic UPT Ubud II in the period of 1 January - 31 December 2016 with amount of 273 samples. Secondary data are further processed statistically by using statistical software.The results of the study showed the most frequent STIs were HIV, there were 134 cases (49.1%), followed by Syphilis with 69 cases (25.3%), Gonorrhea with 61 cases (22.3%) and Condyloma Akuminata with 9 cases (3.3%). Men had the higher incidence of STI with 251 cases (91.9%) whereas in women there were only 22 cases (8.1%). The highest STI population was in the age group of 25-49 years where there were 166 cases (60.8%). The highest risk factor for Condyloma acuminata, gonorrhea and syphilis was 79 people (56.8%), in HIV the highest risk factor was homosexual (MSM) of 112 cases (83.6%). It can be concluded that the characteristic of STI patients found is HIV as the most frequent type of STI, where the incidence of STIs is more common in males, in the 25-49 age group with homosexual (MSM) risk factors. Keywords: STI, Ubud, Characteristics
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) TERHADAP KEJADIAN DBD DI DESA PEMECUTAN KLOD, KECAMATAN DENPASAR BARAT Made Sushmita Dharmasuari; I Made Sudarmaja
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.996 KB)

Abstract

Faktor risiko yang berpengaruh terhadap penyebaran DBD adalah perilaku masyarakat dalam melakukan pencegahan DBD. Keberhasilan program pencegahan DBD bergantung pada tingkat pengetahuan masyarakat terhadap DBD, dan pemahaman terhadap pentingnya menerapkan upaya pencegahan DBD dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan masing – masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan DBD terhadap kejadian DBD di Desa Pemecutan Kelod, Kecamatan Denpasar Barat. Penelitian ini berjenis analitik, dengan metode pendekatan cross-sectional. Sampel dipilih dengan cara consecutive sampling yang berjumlah 75 responden. Hasil analisis hubungan tingkat pengetahuan dengan kejadian DBD diperoleh nilai signifikansi 0,005 kurang dari ? = 5% (0,005< 0,05) yang menunjukkan tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian DBD di Banjar Monang-Maning Desa Pemecutan Klod. Pada 75 responden, terdapat 3 responden memiliki perilaku pencegahan yang kurang (4%), 12 responden memiliki perilaku pencegahan yang cukup (16%), dan 60 responden (60%) memiliki perilaku pencegahan yang baik. Pada 3 responden yang memiliki perilaku pencegahan yang kurang (4%), tidak terdapat kejadian DBD pada seluruh responden (0%). Pada 12 responden dengan pengetahuan cukup, terdapat kejadian DBD pada 3 responden (25,0%). Pada 60 responden (60%) yang memiliki perilaku pencegahan yang baik, terdapat kejadian DBD pada 9 responden (75%). Setelah dilakukan uji Fisher’s Exact diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,644 lebih dari ? = 5% (0,644 > 0,05). Hal ini menunjukkan terdapat hubungan antara perilaku pencegahan dan kejadian DBD. Kata Kunci : Demam Berdarah Dengue, Pengetahuan, Perilaku, Pencegahan
HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI PADA REMAJA DENGAN PRESTASI AKADEMIS SISWA SMA NEGERI 4 DENPASAR Anak Agung Istri Praptikaningtyas; Anak Ayu Sri Wahyuni; Luh Nyoman Alit Aryani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.387 KB)

Abstract

Depresi merupakan gangguan medis yang mempengaruhi perasaan dan pikiran berupa perasaan sedihyang terus menerus dan adanya rasa hilang minat sebelum melakukan suatu aktivitas. Salah satu dampakdepresi pada remaja adalah terkait dengan prestasi akademis. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui distribusi dan hubungan antara tingkat depresi pada remaja dan prestasi akademis siswaSMA Negeri 4 Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode analitik potong lintang. Subjek penelitianini adalah 150 siswa SMA Negeri 4 Denpasar tahun ajaran 2017/2018. Data penelitian ini adalah dataprimer berupa kuisioner BDI-II dan nilai rapot siswa yang diambil langsung oleh peneliti. Dari 150sampel diperoleh 105 siswa (70%) tidak mengalami depresi, 32 siswa (21,3%) mengalami depresiringan, 10 siswa (6,7%) mengalami depresi sedang, dan 3 siswa (2%) mengalami depresi berat. Hasiluji Kendall’s tau_b diperoleh hubungan yang lemah antara tingkat depresi pada remaja dengan prestasiakademis. Arah hubungan antara depresi pada remaja dengan prestasi akademis bersifat negatif. Kata kunci: Remaja, Tingkat Depresi, Prestasi Akademis
PREVALENSI DYSMENORRHEA DAN KARAKTERISTIKNYA PADA REMAJA PUTRI DI DENPASAR Rebecca Mutia Agustina Silaen; Luh Seri Ani; Wayan Citra Wulan Sucipta Putri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.076 KB)

Abstract

Dysmenorrhea atau nyeri haid adalah masalah umum yang terjadi pada hampir seluruh wanita usia reproduksi di dunia, termasuk di Indonesia. Prevalensi penderita dysmenorrhea di Indonesia adalah sebesar 64,5% dengan kasus terbanyak ditemukan pada usia remaja, yaitu usia 17-24 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan kejadian dysmenorrhea dan karakteristiknya pada remaja putri di Denpasar. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode observasional potong lintang. Data yang diambil merupakan data primer dengan menggunakan kuesioner pada 43 remaja putri. Diagnosis dysmenorrhea ditegakkan berdasarkan data riwayat klinis pasien yang diambil melalui wawancara, mencakup informasi bagaimana nyeri yang dialami, bagian-bagian yang merasakan nyeri, dampak nyeri dalam aktivitas sehari-hari, dan kestabilan munculnya nyeri saat menstruasi. Sebanyak 74,42% remaja putri mengalami dysmenorrhea. Proporsi dysmenorrhea paling tinggi ditemukan pada remaja dengan umur 14-16 tahun, tidak memiliki riwayat keluarga dengan dysmenorrhea, rentang umur menarche 11-12 tahun, dan siklus menstruasi selama 7 hari atau lebih. Selain itu proporsi dysmenorrhea tertinggi di penelitian ini juga ditemukan pada kelompok remaja dengan status gizi normal dan kelompok yang jarang berolahraga. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sosialisasi dysmenorrhea pada remaja putri perlu diselanggarakan. Kata kunci: dysmenorrhea, nyeri haid, remaja putri, prevalensi, potong lintang.
CASE REPORT : OSTEOARTHRITIS Putu Imayati; Gede Kambayana
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.579 KB)

Abstract

Osteoarthritis is a degenerative joint disease in which the affected joint is usually the largejoint and unilateral. Prevalence of osteoarthritis in Indonesia, 15.5% in men and 12.7% inwomen, where the incidence is increasing with age. Osteoarthritis is more common anidiopathic disease or unknown cause although there is also a secondary cause such astrauma, infection, neurological or metabolic disorders. The usual complaints  that perceivedby osteoarthritis patients is pain in the affected joint, especially after the load on the joint.Therapy in osteoarthritis is usually symptomatic, which include the control of risk factors,physiotherapy and pharmacological.
LDLCHOLESTEROLEXAMINATION (LDL-C) USINGHOMOGENEOUS ASSAY Made DwiAmbara Putra
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.252 KB)

Abstract

Homogeneous method describe as a method that does not require separation of free and bound label. This method has the ability tofully automate the determination of LDL-C directly small sample volume sand short examination time. In addition this method use automated pipette and control of time and temperature more accurate. There are 5 methods i.e. Solubilization homogeneous LDL-C assay (SOL) from KyowaMedex, Surfactant LDL-C assay (SUR) from Daiichi Pure Chemicals, Protecting LDL-assay reagent (PRO) from Wako Chemicals, LDL-C assaycatalase (CAT) Denka Seiken and Calixarene of LDL-C assay (CAL) from International Reagents Corporation. All method is to use a variety of detergents and other chemicals that cause blocking or dissolution of specific lipoprotein classes to achieve specificity for LDL.
TERAPI RESPERIDONE PADA SKIZOFRENIA PARANOID: SEBUAH LAPORAN KASUS Ni Wayan Desy Lestari
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.502 KB)

Abstract

Sifat yang menjadi ciri dari subtipe skizofrenia paranoid adalah adanya halusinasi audiotorik atau adanya delusi. The Diagnostic  and Statistical Manua of Mental Disorders (DSM –IV TR)  mendefinisikan adanya gejala positif dan negatif dari skizofrenia, yang dikatakan muncul diantara periode 1 dan 6 bulan. Gejala positif yang dimaksud adalah munculnya gejala aktif termasuk delusi dan halusinasi. Gejala negatif yang dimaksud adalah kehilangan emosi, berbicara, atau motivasi. Gangguan skizofrenia memiliki kesinambungan dari gejala ringan hingga berat yang sulit dibedakan dengan gangguan bipolar, yang dimana sama-sama mengamati munculnya gejala positif dan negatif. DSM-IV TR membagi skizofrenia menjadi beberapa tipe, diantaranya disorganisasi, katatonik, paranoid, schizophreniform, residual, skizoafektif, undiferensiasi dan yang tidak terspesifikasi. Laporan kasus ini membahas kasus skizofrenia paranoid pada pria berusia 35 tahun. Penanganan yang diberikan terapi medikamentosa (resperidone2 x 1 mg per oral) dan psikoterapi suportif. .

Page 90 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue