cover
Contact Name
Fuji Rahmawati
Contact Email
fujirahmawati@fk.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
antariniidriansari@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23555459     EISSN : 26849712     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Sriwijaya berisi artikel-artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian maupun hasil studi pustaka meliputi ranah keilmuan, ilmu keperawatan dasar (konsep dasar keperawatan, teknik-teknik dan metodologi asuhan keperawatan, teknik komunikasi dan pendekatan budaya dalam asuhan keperawatan), ilmu dasar keperawatan (anatomi, fisiologi, fisika kedokteran, biokimia, patologi klinis, patologi anatomi, kimia medik,gizi klinik), keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal bedah, keperawatan gawat darurat, keperawatan komunitas (komunitas, keluarga, lansia, kesehatan kerja), serta keperawatan paliatif.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2018)" : 14 Documents clear
GAMBARAN STATUS FUNGSIONAL PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG Riri Amalina; Kusman Ibrahim; Etika Emaliyawati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penyakit gagal ginjal kronis menyebabkan masalah kesehatan seperti manifestasi klinis, komplikasi dan efek samping terapi yang akan mempengaruhi status fungsional yang berhubungan dengan kinerja, kemandirian, pemeliharaan kesehatan, dan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status fungsional pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di rsup dr. hasan sadikin bandung.   Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 80 orang yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian menggunakan instrumen (FACIT), data dianalisis menggunakan nilai mean. Semakin tinggi skor semakin baik status fungsional atau kesejahteraan.   Hasil: Nilai mean status fungsional pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis adalah 2,65 (±3,08) dengan nilai kesejahteraan emosional 2,36 (±0,48), kesejahteraan fisik 2,40 (±0,60), kesejahteraan fungsional 2,58 (±0,72), kesejahteraan sosial/keluarga 2,87 (±0,78) dan kesejahteraan spiritual 3,07 (±0,41).   Simpulan: Dari hasil tersebut terjadi penurunan status fungsional pada kesejahteraan emosional, fisik, dan fungsional. Upaya meningkatkan status fungsional tersebut dapat dilakukan dengan terapi aktivitas kelompok agar pasien dapat mengungkapkan perasaan dan pengalaman selama menjalani hemodialisis.
PENGALAMAN PERUBAHAN KONSEP DIRI PADA ANAK JALANAN DI PANTI SOSIAL REHABILITASI GELANDANGAN, PENGEMIS, DAN TERLANTAR DI SUMATERA SELATAN TAHUN 2016 Suzanna Suzanna
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui pengalaman perubahan konsep diri pada anak jalanan dipanti sosial rehabilitasi, pengemis dan terlantar tahun 2016. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif fenomenologi. Hasil: Hasil analisis data didapatkan 7 tema yaitu penerimaan diri yang positif, penyebab anak turun kejalanan, bekerja sebagai pengamen adalah pekerjaan anak jalanan, kehidupan anak jalanan sebagai pengamen, harapan anak jalanan mendapatkan kehidupan lebih baik, kenyamanan menjadi anak jalanan dan perasaan anak jalanan yang terabaikan. Simpulan: Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsep diri pada anak jalanan merupakan konsep diri yang positif. Saran: Peneliti menyarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menggali lebih dalam mengenai berbagai permasalahan yang ada dalam kehidupan anak-anak jalanan terutama pada konsep diri dengan menggunakan dua pendeketan kuantitatif dan kualitatif.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN TERAPI OKUPASI DALAMMENINGKATKANKEMANDIRIAN MAKAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DENGAN DOWN SYNDROME Iqbal Raffi; Ganis Indriati; Sri Utami
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Down Syndrome merupakan suatu sindrome genetik yang sering dijumpai dan mudah untuk dikenali pada anak. Down syndrome menyebabkan penderita mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan, kecacatan, kelemahan fisik sehingga mempunyai tingkat kemandirian yang relatif rendah. Salah satu kemandirian yang harus dicapai seorang anak adalah kemandirian makan. Untuk meningkatkan kemandirian makan pada anak down syndrome diperlukan sebuah terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian terapi okupasi dalam meningkatkan kemandirian makan pada anak usia sekolah dengan down syndrome.   Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain quasy experiment dengan rancangan non equivalent control group. Penelitian dilakukan diSLB Negeri Pembina dan SLB Sri Mujinab Pekanbaru. Jumlah sampel sebanyak 30 responden yang diambil sesuai kritetria inklusi dan menggunakan teknik purposive sampling, dibagi menjadi 15 reponden kelompok eksperimen dan 15 responden kelompok kontrol.   Hasil: Penelitian menemukan bahwa karakteristik responden paling banyak berada pada rentang umur 9-13 tahun (66,6%) dan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki (56,6%). Hasil uji statistik didapatkan bahwa mean kelompok eksperimen sebelum diberikan terapi okupasi adalah 8,67 dan pada kelompok kontrol 8,07. Setelah diberikan terapi okupasi pada kelompok eksperimen terdapat peningkatan mean menjadi 10,13. Hasil uji t independent diperoleh nilai p value 0,042 (? = 0,05), sehingga terapi okupasi efektif dalam meningkatkan kemandirian makan pada anak down syndrome. Hasil uji t dependent pada kelompok eksperimen sebelum dan setelah diberikan terapi okupasi didapatkan p value 0,000 (? = 0,05). Hal ini bermakna adanya peningkatan kemandirian makan, yaitu sebesar 6,00 setelah selama 3 hari diberikan terapi okupasi.   Simpulan:pemberian terapi okupasi pada anak usia sekolah dengan down syndrome efektif dalam meningkatkan kemandirian makan pada anak down syndromep value< ?.  
GAMBARAN RADIOLOGIS CALCANEUS PADA PENGAYUH BECAK Tri Suciati; Indri Seta Septadina
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penggunaan otot rangka yang berlebihan pada pengayuh becak dapat menyebabkan gangguan pada  tendon Achilles yang menerima tekanan yang cukup besar dalam waktu yang cukup lama sehingga dapat menyebabkan perubahan pada kartilago pada tualng calcaneus di kaki.   Metode : Penelitian yang dilakukan merupakan observasional dengan pendekatan potong lintang (cross sectional) pada pengayuh becak di Kotamadya Palembang.  Subjek penelitian adalah tiga puluh orang  pengayuh becak yang telah menjalani profesinya lebih dari lima  tahun. Pemeriksaan radiologis  dilakukan di BBLK Palembang.    Hasil : Pengayuh becak dengan gambaran calcaneus spur sebanyak 19 orang (63,3%). Pengayuh becak yang mengalami calcaneus spur yang mengalami nyeri kaki sebanyak 11 orang (73,3%) dari 15 responden sedangkan responden yang tidak mengalami nyeri kaki sebanyak 8 orang (53,3%) dari 15 responden. Hasil uji statistik dengan menggunakan chi square didapatkan p value = 0,449.   Simpulan : Sebagian besar pengayuh becak memiliki gambaran calcaneus spur. Namun tidak ada hubungan antara nyeri kaki  dengan calcaneus spur.  Kata kunci : calcaneus, pengayuh becak
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TENTANG CARA PERAWATAN HIPERTENSI DENGAN MENGGUNAKAN MANAJEMEN STRESS DI DESA CIGANJENG DAN KARANGSARI KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN PANGANDARAN Titin Sutini; Etika Emaliyawati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dr. Hans Selye membagi respon terhadap stress dalam tiga tingkatan yaitu alarm (alarm), perlawanan (resitance) dan peredaan (exhaustation), Ada beberapa penyakit yang dimulai dari stress, seperti hipertensi. Hipertensi di desa Ciganjeng dan Karangsari, angka kejadian hipertensinya cukup tinggi, untuk dikarangsari ada sekitar 43orang, di ciganjeng ada sekitar 54orang, data didapat dari bidan desa ciganjeng dan karangsari. Menurut petugas kesehatan di kedua desa tersebut baru ada penanganan dalam bentuk pemberian obat hipertensi saja, itupun tidak semua pasien berobat rutin. kami menganggap perlu melakukan pemberdayaan masyarakat tentang cara perawatan hipertensi dengan manajemen stress di desa ciganjeng dan karangsari kecamatan Padaherang kabupaten Pangandaran.   Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif serta analisa data dilakukan dengan mencari nilai rata-rata pada data pre-test dan post-test. Tehnik sampel yang digunakan adalah total sampling, yaitu sampel yang terkumpul adalah 59 untuk desa Ciganjeng dan 51 untuk Desa Karangsari. Kuesioner yang digunakan adalah 10 item pertanyaan pilihan tunggal. Intervensi yang dilakukan untuk pemberdayaan masyarakat desa Karang sari dan Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang adalah dengan cara melakukan penyuluhan tentang managemen stress dan juga hipertensi, karena sesuai dengan teori yang akan diambil adalah theory self care, yaitu dengan mamandirikan masyarakat dan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya. terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat desa Ciganjeng tentang masalah psikososial dan hipertensi.   Hasil: Perubahan penilaian pengetahuan pre dan post lebih dari 100% peningkatannya, hal ini membuktikan bahwa masyarakat desa Ciganjeng memiliki kemampuan untuk dibina dalam membuat desa siaga, sehingga masyarakat desa Ciganjeng akan menjadi masyarakat atau desa siaga.
ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT LINGKUNGAN INDUSTRI KARET REMAH DI KOTA PALEMBANG Adis Ferosandi
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan:Tujuan penelitian untuk menganalisis persepsi masyarakat khususnya terkait kesehatan masyarakat terdekat lokasi industri karet remah-X di Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Kota Palembang.    Metode:Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2017. Sampel 100 KK dengan cara random sampling merupakan masyarakat yang bermukim pada Ring-I industri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan desain cross sectional. Teknik pengumpulan data berupa kuesioner berdasarkan konsep health belief model, wawancara dan observasi, data dianalisis dengan regresi logistik ganda   Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat (67%) tentang industri terkait kesehatan masyarakat dikategorikan kurang baik. Analisis confounding menunjukkan bahwa variabel pengetahuan  (Prevalence Ratio = 0,8) mempengaruhi persepsi masyarakat. Hasil uji regresi logistik ganda menunjukkan bahwa variabel kondisi kesehatan masyarakat (Prevalence Ratio = 3,7) memperngaruhi persepsi masyarakat terhadap industri karet remah .   Simpulan: Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh kondisi kesehatan terhadap persepsi masyarakat.  
PENGARUH PEER EDUCATION TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA WANITA PEKERJA SEKS TIDAK LANGSUNG Hafiza Khoradiyah; Jum Natosba; Eka Yulia Fitri
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Infeksi menular seksual (IMS) merupakan suatu gangguan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, jamur, virus, dan parasit yang dapat ditularkan melalui hubungan seks (baik melalui vagina, oral maupun anus) dengan berganti-ganti pasangan. Penelitiaan ini dalah pendidikan kesehatan salah satunya dengan metode peer education untuk meminimalisir penyebaran dan komplikasi yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peer education terhadap pengetahuan tentang infeksi menuar seksual pada wanita pekerja seks tidak langsung.   Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pre dan post tests one groups. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita pekerja seks tidak langsung di panti pijat kota Palembang yang berjumlah 44 orang.   Hasil: Hasil analisis menggunakan uji t-paired menunjukkan bahwa peer education berpengaruh terhadap pengetahuan WPS tidak langsung dengan p value = 0,001 baik pada peer educator maupun pada anggota.   Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian bahwa peer education dapat dijadikan sebagai salah satu metode mempengaruhi pengetahuan WPS tidak langsung terhadap penyakit IMS dan diharapkan penerapan peer education dapat lebih sering diterapkan dan menjadi salah satu program pelayanan kesehatan dinas sosial dan dinas kesehatan untuk mencegah penyebaran dan komplikasi penyakit IMS.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN TERAPI OKUPASI DALAMMENINGKATKANKEMANDIRIAN MAKAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DENGAN DOWN SYNDROME Iqbal Raffi; Ganis Indriati; Sri Utami
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 5 No. 1 (2018): Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Down Syndrome merupakan suatu sindrome genetik yang sering dijumpai dan mudah untuk dikenali pada anak. Down syndrome menyebabkan penderita mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan, kecacatan, kelemahan fisik sehingga mempunyai tingkat kemandirian yang relatif rendah. Salah satu kemandirian yang harus dicapai seorang anak adalah kemandirian makan. Untuk meningkatkan kemandirian makan pada anak down syndrome diperlukan sebuah terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian terapi okupasi dalam meningkatkan kemandirian makan pada anak usia sekolah dengan down syndrome. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain quasy experiment dengan rancangan non equivalent control group. Penelitian dilakukan diSLB Negeri Pembina dan SLB Sri Mujinab Pekanbaru. Jumlah sampel sebanyak 30 responden yang diambil sesuai kritetria inklusi dan menggunakan teknik purposive sampling, dibagi menjadi 15 reponden kelompok eksperimen dan 15 responden kelompok kontrol. Hasil: Penelitian menemukan bahwa karakteristik responden paling banyak berada pada rentang umur 9-13 tahun (66,6%) dan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki (56,6%). Hasil uji statistik didapatkan bahwa mean kelompok eksperimen sebelum diberikan terapi okupasi adalah 8,67 dan pada kelompok kontrol 8,07. Setelah diberikan terapi okupasi pada kelompok eksperimen terdapat peningkatan mean menjadi 10,13. Hasiluji t independent diperoleh nilai p value 0,042 (α = 0,05), sehingga terapi okupasi efektif dalam meningkatkan kemandirian makan pada anak down syndrome. Hasil uji t dependent pada kelompok eksperimen sebelum dan setelah diberikan terapi okupasi didapatkan p value 0,000 (α = 0,05). Hal ini bermakna adanya peningkatan kemandirian makan, yaitu sebesar 6,00 setelah selama 3 hari diberikan terapi okupasi. Simpulan:pemberian terapi okupasi pada anak usia sekolah dengan down syndrome efektif dalam meningkatkan kemandirian makan pada anak down syndromep value< α.
GAMBARAN STATUS FUNGSIONAL PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG Riri Amalina; Kusman Ibrahim; Etika Emliyawati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 5 No. 1 (2018): Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penyakit gagal ginjal kronis menyebabkan masalah kesehatan seperti manifestasi klinis, komplikasi dan efek samping terapi yang akan mempengaruhi status fungsional yang berhubungan dengan kinerja, kemandirian, pemeliharaan kesehatan, dan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status fungsional pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di rsup dr. hasan sadikin bandung.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 80 orang yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian menggunakan instrumen (FACIT), data dianalisis menggunakan nilai mean. Semakin tinggi skor semakin baik status fungsional atau kesejahteraan.Hasil: Nilai mean status fungsional pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis adalah 2,65 (±3,08) dengan nilai kesejahteraan emosional 2,36 (±0,48), kesejahteraan fisik 2,40 (±0,60), kesejahteraan fungsional 2,58 (±0,72), kesejahteraan sosial/keluarga 2,87 (±0,78) dan kesejahteraan spiritual 3,07 (±0,41). Simpulan: Dari hasil tersebut terjadi penurunan status fungsional pada kesejahteraan emosional, fisik, dan fungsional. Upaya meningkatkan status fungsional tersebut dapat dilakukan dengan terapi aktivitas kelompok agar pasien dapat mengungkapkan perasaan dan pengalaman selama menjalani hemodialisis.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TENTANG CARA PERAWATAN HIPERTENSI DENGAN MENGGUNAKAN MANAJEMEN STRESS DI DESA CIGANJENG DAN KARANGSARI KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN PANGANDARAN Titin Sutini; Etika Emaliyawati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 5 No. 1 (2018): Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dr. Hans Selye membagi respon terhadap stress dalam tiga tingkatan yaitu alarm (alarm), perlawanan (resitance) dan peredaan (exhaustation), Ada beberapa penyakit yang dimulai dari stress, seperti hipertensi. Hipertensi di desa Ciganjeng dan Karangsari, angka kejadian hipertensinya cukup tinggi, untuk dikarangsari ada sekitar 43orang, di ciganjeng ada sekitar 54orang, data didapat dari bidan desa ciganjeng dan karangsari. Menurut petugas kesehatan di kedua desa tersebut baru ada penanganan dalam bentuk pemberian obat hipertensi saja, itupun tidak semua pasien berobat rutin. kami menganggap perlu melakukan pemberdayaan masyarakat tentang cara perawatan hipertensi dengan manajemen stress di desa ciganjeng dan karangsari kecamatan Padaherang kabupaten Pangandaran. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif serta analisa data dilakukan dengan mencari nilai rata-rata pada data pre-test dan post-test. Tehnik sampel yang digunakan adalah total sampling, yaitu sampel yang terkumpul adalah 59 untuk desa Ciganjeng dan 51 untuk Desa Karangsari. Kuesioner yang digunakan adalah 10 item pertanyaan pilihan tunggal. Intervensi yang dilakukan untuk pemberdayaan masyarakat desa Karang sari dan Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang adalah dengan cara melakukan penyuluhan tentang managemen stress dan juga hipertensi, karena sesuai dengan teori yang akan diambil adalah theory self care, yaitu dengan mamandirikan masyarakat dan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya. terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat desa Ciganjeng tentang masalah psikososial dan hipertensi. Hasil: Perubahan penilaian pengetahuan pre dan post lebih dari 100% peningkatannya, hal ini membuktikan bahwa masyarakat desa Ciganjeng memiliki kemampuan untuk dibina dalam membuat desa siaga, sehingga masyarakat desa Ciganjeng akan menjadi masyarakat atau desa siaga

Page 1 of 2 | Total Record : 14