cover
Contact Name
I G. Made Krisna Erawan
Contact Email
krisnaerawan@unud.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Animal Hospital, Faculty of Veterinary Medecine Building, Udayana University, 2nd Floor, Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa No 6, Banjar Gaduh, Sesetan, Denpasar, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Veteriner
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14118327     EISSN : 24775665     DOI : https://doi.org/10.19087/jveteriner
Core Subject : Health,
Jurnal Veteriner memuat naskah ilmiah dalam bidang kedokteran hewan. Naskah dapat berupa: hasil penelitian, artikel ulas balik (review), dan laporan kasus. Naskah harus asli (belum pernah dipublikasikan) dan ditulis menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Naskah ilmiah yang telah diseminarkan dalam pertemuan ilmiah nasional dan internasional, hendaknya disertai dengan catatan kaki
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 24 No 2 (2023)" : 15 Documents clear
Pengembangan Kontrol Positif Sintetik dan Metode Gradient Reverse Trancriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) Gen VP6 Bovine Rotavirus Group A Dyah Ayu Hewajuli; Pratama Y; Winarsongko A; Purwani A; Ajeng Fabeane; Suyatno T; Harimurti Nuradji; Nur Sabiq; Atik Ratnawati; Muharam Saepulloh; Ni Luh Putu Dharmayanti
Jurnal Veteriner Vol 24 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.2.187

Abstract

Rotavirus adalah jenis virus yang sering menyebabkan diare. Rotavirus grup A merupakan penyebab utama diare pada sapi. Rotavirus dibedakan menjadi delapan kelompok (A-H) berdasarkan perbedaan antigenik dan keragaman genetik protein VP6. Uji Gradient Reverse Trancriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) bersifat sensitif, spesifik, dan cepat untuk mendeteksi rotavirus grup A dalam sampel feses. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan kontrol positif sintetik dan mengoptimasi RT-PCR satu langkah dengan target gen VP6 untuk deteksi rotavirus grup A dari sampel feses. Kontrol positif sintetik bovine rotavirus grup A gen VP6 disintesis dengan gBlocks Gene Fragments. Optimasi menggunakan metode Gradient Reverse Trancriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol positif sintetik dan primer - menghasilkan pita jelas pada 1356 basepairs (bp) pada suhu annealing (56,4; 59,4; 61,6)ºC, sedangkan kontrol positif sintetik dan primer - menghasilkan pita jelas pada 450 bp terutama pada suhu annealing (45; 45,4; 46,4; 48,1; 50,3; 53,1;56,4; 59,4; 61,6)ºC. Selanjutnya, suhu annealing yang menghasilkan pitaoptimal digunakan dalam metode RT-PCR pada sampel penelitian. Hasil RT-PCR dari sampel penelitian menunjukkan 157 sampel negatif terhadap Rotavirus dengan primer Chinsangaram et al., 1993 tetapi satu sampel positif terhadap Rotavirus dengan primer Wang et al., 2019 yang ditandai dengan pita di 450 bp. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan kontrol positif sintetis dan optimasi RT-PCR untuk deteksi Bovine Rotavirus grup A dengan gen target VP6 dapat digunakan sebagai metode skrining untuk mendeteksi Rotavirus pada sampel lapang.
Cover, Editorial Board, Daftar Isi I Wayan Batan
Jurnal Veteriner Vol 24 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover, Editorial Board, Daftar Isi
Rumput Laut Sango-sango (Gracilaria sp.) Berpotensi Memperbaiki Kondisi Hiperglikemik dan Ekspresi Insulin Pankreas Tikus Diabetik Olga Purnama Bakti; Ekowati Handharyani; Sri Purwaningsih
Jurnal Veteriner Vol 24 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.2.179

Abstract

Indonesia menempati urutan kelima dengan penderita diabetes melitus terbanyak di dunia. Manajemen makan harus dilakukan terutama pada penderita diabetes melitus yang menggunakan obat penurun glukosa darah atau insulin. Rumput laut sango-sango atau Gracilaria sp., memiliki potensi sebagai agen antidiabetes. Pengujian aktivitas antihiperglikemik pada model hewan diperlukan sebelum implementasi pada manusia. Penelitian dilakukan dengan pemberian pakan dengan penambahan Gracilaria sp. pada tikus dengan periode yang berbeda. Tikus diberi streptozotocin (50 mg/kg bb) untuk menginduksi diabetes. Hewan dibagi dalam enam kelompok perlakuan: kontrol, kontrol diabetes, tikus diabetes diberi pakan standar dan obat metformin, tikus diabetes diberi Gracilaria sp., selama tiga minggu dan dua minggu, dan tikus normal diberi Gracilaria sp., selama empat minggu. Parameter yang digunakan adalah glukosa darah dan luas area positif ekspresi insulin. Hasil yang didapatkan adalah pemberian streptozotocin mengakibatkan keadaan diabetes pada tikus. Pakan dengan penambahan Gracilaria sp., menunjukkan potensi untuk membantu manajemen hiperglikemik. Hasil yang signifikan ditemukan pada area positif ekspresi insulin. Pemberian pakan dengan penambahan Gracilaria sp., dengan hasil terbaik diperoleh pada pakan dengan pemberian selama tiga minggu.
Imunitas Ayam Petelur Pascavaksinasi dengan Vaksin Flu Burung Subtipe H9N2 Yuniati Kencana; I Nyoman Suartha
Jurnal Veteriner Vol 24 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.2.194

Abstract

Virus flu burung dengan keganasan rendah atau Low pathogenic avian influenza (LPAI) subtipe H9N2 tersebar luas di seluruh dunia, dan menjadi endemik pada populasi unggas di Asia dan Timur Tengah. Galur H9N2 merupakan salah satu subtipe AI yang sangat merugikan peternak karena dapat menurunkan produksi telur, serta penurunan bobot badan pada ayam pedaging. Tindakan preventif dapat dilakukan dengan vaksinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui titer antibodi ayam petelur pascavaksinasi AI subtype H9N2. Sebanyak 45 ekor ayam petelur digunakan untuk sampel penelitian, dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok kontrol (K) yang diberi plasebo, kelompok perlakuan vaksinasi P1 (vaksinasi pertama) dan P2 (vaksinasi booster) minggu. Pengambilan darah dilakukan sekali pravaksinasi dan tiga kali pascavaksinasi yakni pada saat satu, dua, dan tiga minggu pascavaksinasi. Titer antibodi diperiksa dengan uji serologi penghambatan hemaglutinasi (HA/HI). Hasil uji titer antibodi dianalisis dengan sidik ragam, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan serta analisis regresi menggunakan SPSS. Penelitian dilakukan selama tiga bulan pada peternakan ayam petelur komersial di Desa Perean, Kabupaten Tabanan, Bali, sedangkan uji serologi dilaksanakan di Laboratorium Virologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Hasil analisis titer antibodi ayam petelur menunjukkan bahwa vaksin AI subtipe H9N2 berpengaruh terhadap respons imun ayam petelur pascavaksinasi. Titer antibodi ayam petelur kelompok P2 pascavaksinasi ulang lebih tinggi dibandingkan dengan titer antibodi kelompok kontrol dan kelompok P1. Periode pengambilan serum setiap minggu berpengaruh nyata (P ? 0.05 ) terhadap peningkatan titer antibodi AI-H9N2 pascavaksinasi. Disimpulkan bahwa vaksin AI-H9N2 meningkatkan respons imun AI-H9N2 ayam petelur pascavaksinasi dan titer antibodi yang ditimbulkan di atas titer protektif.
Molecular Identification of Taenia hydatigena from Goats in Khishig-Undur, Mongolia Temuujin Janchiv; Yeruult Chultemsuren; Amarbayasgalan Zagd; Mungunzaya Tangad; Akhiit Tileubai; Bolorchimeg Baldandorj; Burmaa Badrakh; Bayarsaikhan Uudus; Toni Wandra; Christine M Budke; Khulan Janchiv; Ochirkhuyag Baldorj; Narankhajid Myadagsuren
Jurnal Veteriner Vol 24 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.2.147

Abstract

Cysticercosis caused by the larval form of the Taenia hydatigena tapeworm poses a global challenge to the livestock industry. A total of 56 goats slaughtered in Khishig-Undur, Mongolia were evaluated for the presence of cystic lesions. Collected cysts were assessed using the mitochondrial 12S rRNA gene. In total, 46.4% (26/56) of evaluated goats were positive for T. hydatigena infection, with most cysts attached to the omentum, mesentery, liver, or spleen. Partial 12S rRNA gene sequences were obtained from all evaluated cysts and aligned with known sequences for T. hydatigena. Infection prevalence was higher in goats three years of age and older (50.0%; 17/34) compared to goats less than three years of age (40.0%; 9/22) (p=0.035). Infection with T. hydatigena appears to be highly prevalent in goats in Khishig-Undur. Additional studies are needed to evaluate local parasite transmission dynamics and the impact of this parasite on local livestock production.
Detection of mRNA and Antibody in Mice Injected with Plasmid pCDNA3.1-SRM Carrying African Swine Fever Virus Gen Able to Produce Self-Replicating RNA Gusti Ngurah Bayu Krisna Mahardika; Made Pharmawati; Yan Ramona
Jurnal Veteriner Vol 24 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.2.201

Abstract

Vaccine technology and gene therapy have been well developed, in which DNA and mRNA is used as a base. This technology has a drawback as high quantities of DNA/RNA are needed, and therefore it is not feasible economically, especially for animals. Self-replicating/amplifying RNA (saRNA) is a promising technology to cope with the drawback of DNA and mRNA vaccines. A pCDNA3.1-SRM plasmid with a gene of picornavirus encoding polymerase enzyme and 5’-and 3’-untranslated region (UTR) might produce saRNA to be used as a vaccine. In this research, the pCDNA3.1-SRM plasmid was inserted with DNA “ASF-276R-224L” encoding antigens for the African swine fever (ASF) virus. The main aim of this research was to compare the amount of mRNA and antibody of the pCDNA3.1-SRM vaccine with the pCDNA3.1 without polymerase gene as a control vaccine in mice. A total of 46 mice were divided into four groups according to the amount of plasmid per vaccine and type of plasmid. The mRNA quantity was obtained from CT-Values in the qRT-PCR analysis of mice thigh muscles that were sampled at day 3, 6, and 9 postinjections. African swine fever antibodies were measured using ELISA applying synthetic peptides and the optical density (OD) were statistically analysed using T-test method. The results of both mRNA quantity and antibody level of pCDNA3.1-SRM were found to be higher when compared to the control vaccine, but they are not significantly different statistically (p>0.05). For future research, it is recommended to improve the construction of pCDNA3.1-SRM plasmid.
Perbaikan Profil Kolesterol dan Histologis Jantung Tikus Model Diabetes dengan Nanopartikel Poly(Lactic-Co-Glycolic Acid) -Ekstrak Etanol Kulit Buah Jengkol desak made Malini; Firda Mohammad Firdous; Madihah Madihah; Wawan Hermawan
Jurnal Veteriner Vol 24 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.2.238

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kelainan metabolisme glukosa akibat defisiensi atau penurunan efektivitas insulin. Kondisi ini memicu terjadinya hiperlipidemia yang ditandai dengan kadar low density lipoprotein (LDL) yang tinggi dan high density lipoprotein (HDL) rendah serta meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas nanopartikel poly(lactic-co-glycolic acid) atau PLGA-ekstrak etanol kulit buah jengkol (EEKBJ) dalam memperbaiki profil kolesterol dan kerusakan struktur histologis jantung tikus (Rattus Norvegicus) Wistar model diabetes. Tikus yang digunakan sebanyak 30 ekor yang dibagi menjadi enam kelompok yaitu satu kelompok normal dan lima kelompok diabetes. Induksi model tikus diabetes dilakukan dengan injeksi intravena streptozotocin (STZ) dosis 65 mg/kg BB. Perlakuan yang diberikan adalah KN (Carboxy Methyl Cellulose (CMC) 0,5%), kontrol positif (KP) (STZ+CMC 0,5%), pembanding (Pb) (STZ+Glibenklamid dosis 10 mg/kg BB), P1 (STZ+EEKBJ 770 mg/kg BB), P2 (STZ+EEKBJ 110 mg/kg BB), dan P3 (STZ+nanopartikel PLGA-EEKBJ 110 mg/kg BB) selama 14 hari berturut-turut. Parameter yang diamati adalah kadar kolesterol HDL dan LDL, jumlah sel nekrosis, dan derajat kerusakan pada sel miokardium (degenerasi hidropik, degenerasi lemak, dan infiltrasi sel radang). Uji analisis statistika menggunakan sidik ragam, dilanjutkan dengan uji Kruskal Wallis dan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian nanopartikel PLGA-EEKBJ menurunkan kadar LDL, jumlah sel nekrosis, derajat kerusakan histologis dan meningkatkan kadar kolesterol HDL secara signifikan (p>0,05), Simpulan dari penelitian ini adalah nanopartikel PLGA-EEKBJ dosis 110 mg/kg BB efektif memperbaiki profil kolesterol dan struktur histologis jantung tikus model diabetes.
Analisis Penerapan Biosekuriti Peternakan Babi Terhadap Virus African Swine Fever di Kota Palangka Raya Ardi Sandriya; Maria Haryulin Astuti; Paulin Paulin; Putri Sriwulan
Jurnal Veteriner Vol 24 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.2.172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan peternak dan penerapan biosekuriti pada peternakan babi terhadap persentase mortalitas akibat virus African Swine Fever (ASF) di Kota Palangka Raya. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah survei dan observasi. Responden berjumlah 30 orang yang mempunyai peternakan babi di Kota Palangka Raya. Wawancara dilakukan dengan para peternak yang telah dipilih sebagai sampel, untuk memperoleh data informasi dan penjelasan langsung mengenai tingkat pengetahuan biosekuriti. Tingkat penerapan biosekuriti diperoleh dengan cara observasi langsung di kandang babi. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh nyata (p<0.05) pada parameter pendidikan terhadap pengetahuan biosekuriti, namun tidak ada pengaruh yang nyata (p>0.05) pada parameter usia dan jenis pekerjaan utama terhadap pengetahuan biosekuriti peternak. Peternak dikelompokkan dalam 3 katagori pengetahuan yaitu buruk (33.3%), sedang (26.7%), dan baik (40%). Tingkat penerapan biosekuriti peternak dibagi menjadi 3 yaitu buruk ada lima (16.6%), sedang 17 (56.7%) dan baik delapan (26.7%). Analisis dilanjutkan untuk melihat pengaruh pengetahuan dan penerapan sekuriti terhadap tingkat mortalitas babi yang disebabkan oleh ASF. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh yang nyata antara pengetahuan dan penerapan biosekuriti (p<0.05) terhadap tingkat mortalitas babi yang disebabkan oleh ASF. Disimpulkan bahwa peternak babi di Kota Palangka Raya secara umum belum memiliki tingkat pengetahuan dan penerapan biosekuriti yang baik, sehingga perlu adanya peningkatan biosekuriti untuk menanggulangi ASF.
Analisis Risiko Kualitatif terhadap Masuknya Virus Equine Influenza ke Indonesia Melalui Pemasukan Kuda Asal Belanda Eko Sugeng Pribadi; Amrie Muhammad; Sri Murtini
Jurnal Veteriner Vol 24 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.2.209

Abstract

Equine Influenza (EI) adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang sangat menular pada hewan dalam keluarga equidae seperti kuda, keledai dan zebra yang disebabkan oleh dua subtipe Virus Influenza A (H7N7 dan H3N8) dari famili Orthomyxoviridae. Belum terdapat data ilmiah mengenai keberadaan virus EI di Indonesia hingga saat ini. Kuda yang dimasukkan (diimpor) dari Belanda ke Indonesia diperuntukkan sebagai kuda pacu dalam olahraga berkuda, hewan kesayangan dan pembibitan. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan besarnya peluang risiko masuknya virus EI ke Indonesia melalui pemasukan kuda dari Belanda menggunakan kerangka analisis risiko kualitatif. Metode pengumpulan data primer diperoleh dari pendapat pakar, pengamatan langsung, wawancara, sertifikat kesehatan dari negara asal, dan hasil pemeriksaan laboratorik. Data sekunder diambil melalui pustaka, penerbitan ilmiah, dan data dari instansi berwenang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkiraan risiko pada penilaian pelepasan virus EI ke Indonesia secara keseluruhan dinilai sangat tinggi dan perkiraan risiko pada penilaian pendedahan virus EI oleh kuda terinfeksi ke hewan rentan dan lingkungan di Indonesia secara keseluruhan dinilai tinggi. Dampak secara langsung dan tidak langsung masuknya virus EI ke Indonesia secara keseluruhan diduga sangat tinggi. Perkiraan tingginya risiko yang didapatkan dalam penelitian ini dapat diturunkan melalui pengelolaan risiko yang dilakukan oleh Pemerintah terhadap kepastian status EI di Belanda, pemeriksaan laboratorik, pedoman tindakan karantina, pengetahuan masyarakat dan peninjauan status EI di Indonesia.
Tingkat Kepadatan dan Status Resistansi Lalat Pengganggu di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang Andri Kurnia; Susi Soviana; Akhmad Arif Amin
Jurnal Veteriner Vol 24 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.2.248

Abstract

Lalat sebagai vektor penyakit yang bersifat mewabah, indikator sanitasi maupun kondisi lingkungan permukiman yang tidak sehat dan pengganggu kenyamanan, memerlukan penanganan serius apabila suatu daerah ditemukan infestasi lalat dengan kepadatan yang tinggi. Cara singkat untuk mengendalikan lalat di lingkungan adalah dengan menggunakan insektisida. Satu diantara tugas dan fungsi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Padang adalah melakukan pengukuran kepadatan dan pengendalian lalat di Pelabuhan Teluk Bayur. Pengukuran kepadatan lalat dilakukan di perimeter, buffer dan pasar yang berada di wilayah buffer pelabuhan menggunakan fly grill. Sementara itu uji resistansi dilaukan pada enam koloni lalat pengganggu (masing-masing koloni Musca domestica dan Chrysomya megacephala dari area perimeter, buffer dan pasar) terhadap insektisida sipermetrin dengan menggunakan metode bioassay. Pengukuran kepadatan lalat didapatkan rendah (<2 lalat) di area perimeter, dan kategori (6-20) di area buffer dan Pasar Gaung. Hasil uji status resistansi lalat pengganggu, menunjukkan status rentan pada koloni lalat M. domestica dan C. megacephala yang berasal dari area perimeter juga koloni M. domestica asal pasar, sedangkan koloni lalat M. domestica dan C. megacephala asal area buffer serta koloni C. menacephala asal pasar diduga telah resistan.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2023 2023