cover
Contact Name
AHMAD SYAUQI
Contact Email
syauqiberbakti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.empati@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 95, (Gedung Fak. Dakwah dan Ilmu Komunikasi Lt. III), Cempaka Putih, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten 1541
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
EMPATI : JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
ISSN : 23014261     EISSN : 26216418     DOI : 10.15408/empati
Core Subject : Social,
Empati: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial is a peer-reviewed journal on social welfare and social work, offering access to a better understanding of social welfare in Indonesia and developments through the publication of articles and research reports. EMPATI emphasizes on social welfare and social work practice in Indonesia, and intended to communicate original researches and current issues on various subjects such as on human service organizations, children, elderly, disability, economy, policy, health, gender, age, class, mental health, etc. The Journal provides an interdisciplinary forum to which academics and professionals working in the fields of social welfare.
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM PENDAMPINGAN PSIKOSOSIAL ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI LEMBAGA KONSULTASI KESEJAHTERAAN KELUARGA (LK3) “MELATI” KABUPATEN KARAWANG Kartika Al Ashzim, Kartika Al Ashzim
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 7 No. 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v7i2.11197

Abstract

Abstract Children are the forerunner of the birth of the next generation that will determine the fate of the nation. Today many children do not get what they are entitled to. That way, the frequent occurrence of violence against children that occurs both in schools, homes, and in public places is more attention to protect children from acts of violence, both physical, psychological and sexual violence. This is the background to understanding the role of social workers in mentoring children victims of sexual violence in LK3 "Melati". This study uses qualitative methods that are descriptive. The results of this study prove that LK3 social workers "Melati" provide assistance by consulting client cases and then referring to relevant institutions. So that the stages of mentoring are carried out using case management stages. The method applied by LK3 social worker "Melati" is casework and case management methods. Of the seven roles of social workers according to Zastrow, social workers at LK3 "Melati" use the role of a case manager in psychosocial assistance to children victims of sexual violence. AbstrakAnak merupakan cikal bakal lahirnya generasi penerus yang akan menentukan nasib bangsa. Saat ini banyak anak yang tidak mendapatkan apa yang menjadi haknya. Dengan begitu, sering terjadinya kekerasan terhadap anak yang terjadi baik di lingkungan  sekolah,  rumah, maupun di tempat umum menjadi perhatian lebih untuk dapat melindungi anak dari tindak kekerasan, baik kekerasan fisik, psikis maupun seksual. Hal tersebut menjadi latar belakang untuk memahami bagaimana peran pekerja sosial dalam pendampingan anak korban kekerasan seksual di LK3 “melati”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pekerja sosial LK3 “melati” melakukan pendampingan dengan cara konsultasi kasus klien dan kemudian merujuk ke lembaga-lembaga yang terkait. Sehingga tahapan pendampingan yang dilakukan yaitu memakai tahapan manajemen kasus. Adapun metode yang diterapkan oleh pekerja sosial LK3 “Melati” adalah metode casework dan manajemen kasus. Dari ketujuh peran pekerja sosial menurut Zastrow, pekerja sosial di LK3 “Melati” lebih menggunakan peran sebagai case manager dalam melakukan pendampingan psikososial terhadap anak korban kekerasan seksual. 
KEBIJAKAN RENCANA PEMBANGUNAN DESA SEBAGAI USAHA KESEJAHTERAAN SOSIAL MASYARAKAT DI DESA CIDOKOM Khoeriyah, Enung
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 7 No. 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v7i2.11331

Abstract

Abstract. Village management is a crucial as the government closest unit to the community. So it needs a clear planning and arrangement to realize the welfare of the local community. A transparent planning involving citizens through the Village Mid-Term Development Plan (RPJM Desa) and the Village Government Work Plan (RKP Desa). Citizens’ engagement will produce results like meeting the needs of clothing, food and shelter, as well as to have an easy access to various services and other social activities. But creating a prosperous village community is uneasy; a government policy should be in place to regulate the welfare efforts, one of which is through a development policy. This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection is performed through observation, interviews and documentation study. The findings show that the village development planning policy carried out based on the stages adjusted to the policy promulgated by the central government through Village Law Number 6 of 2014. Furthermore, it contains the elaboration of the stages of village development planning adjusted to the priority development policies. It is through this policy priority that Cidokom Village conducts a development program to improve the welfare of the village community. Abstrak. Pengelolaan desa menjadi penting, sebab unit pemerintahan tersebut paling dekat dengan masyarakat. Sehingga perlu perencanaan dan penataan yang jelas untuk mewujudkan kesajahteraan masyarakat setempat. Perencanaan yang transparan dan juga melibatkan warga dapat melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa) dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa). Pelibatan Warga akan membuahkan hasil terhadap terpenuhinya kebutuhann sandang, pangan, dan papan., serta untuk memiliki akses yang mudah pada berbagai layanan dan kegiatan sosial lainnya. Namun mewujudkan masyarakat desa yang sejahtera tidaklah mudah, perlu adanya kebijakan pemerintah yang mengatur langsung usaha kesejahteraan, salah satunya melalui pembangunan. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif deskriprif. Tujuannya untuk memudahkan peneliti dalam menjelaskan bagaiman hasil temuan diperoleh di lapangan. Adapun metodenya melalui observasi, wawancara dan juga studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebijakan perencanaan pembangunan desa dilakukan berdasarkan tahapan yang disesuaikan dengan kebijakan yangtelah dibuat olehpemerintahpusat melalui undang- undang desa nomor 6 tahun 2014. Selanjutnya berisi penjabaran tahapan perencanaan pembangunan desa yang disesuaikan dengan kebijakan prioritas pembangunan. Melalui prioritas kebijakan inilah Cidokom melakukan program pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. 
ADVOKASI HAK-HAK PEREMPUAN ASISTEN RUMAH TANGGA OLEH LEMBAGA BANTUAN HUKUM ASOSIASI PEREMPUAN UNTUK KEADILAN (LBH APIK) JAKARTA Yudistika, Ayu Sopia
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 7 No. 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v7i2.11364

Abstract

Abstract. A household assistant (Asisten Rumah Tangga-ART) is a profession oftenly underestimated, especially females who are prone to violence, intimidation, discrimination and neglect of their rights as workers. Thus, ART needs a protection. This research conducted to comprehend how regulation related to women household assistants. As well as how to advocate their rights carried out by Legal Aid Body such as LBH APIK Jakarta. This research uses a descriptive qualitative that is describing certain situations based on data obtained in the field related to the rights of women household assistants. The data collection technique is by a field research with interviews of three lawyers and one internal coordinator, documentation study at LBH APIK Jakarta, and library research. The results of this study show that advocacy by LBH APIK Jakarta related to the rights of Household Assistants have two models of protections. One is case management and policy advocacy through the formulation of Household Assistant Law, which is still being prioritized and advocated to date. Abstrak. Asisten rumah tangga merupakan suatu pekerjaan yang sering dipandang sebelah mata, terutama ART perempuan yang memang rentan sekali mengalami tindak kekerasan, intimidasi, diskriminasi dan juga penelantaran hak-haknya sebagai pekerja. Dengan demikian perempuan ART membutuhkan perlindungan.  Hal tersebut menjadi latar belakang mengapa penelitian ini dilakukan, yaitu untuk mengetahui bagaimana regulasi terkait dengan perempuan asisten rumah tangga. Serta bagaimana advokasi hak-hak perempuan asisten rumah tangga yang dilakukan oleh LBH APIK Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif yaitu menggambarkan situasi tertentu berdasarkan data yang diperoleh di lapangan secara terperinci terkait dengan hak-hak perempuan asisten rumah tangga. Teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah penelitian lapangan dengan melakukan wawancara kepada tiga orang pengacara dan satu orang koordinator internal, dokumentasi di LBH APIK Jakarta, serta penelitian kepustakaan. Adapun hasil penilitian ini juga menunjukan bahwa advokasi yang dilakukan LBH APIK Jakarta terkait hak-hak perempuan Asisten Rumah Tangga yang memiliki dua model dalam melakukan perlindungan terhadap hak-hak perempuan ART yaitu dengan cara penanganan kasus dan juga berupaya untuk memberikan perlindungan khusus terhadap ART dalam bentuk Undang-undang PRT yang masih di prioritaskan dan diadvokasikan sampai saat ini.  
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP BAGI REMAJA PUTUS SEKOLAH STUDI KASUS DI PANTI SOSIAL BINA REMAJA (PSBR) “TARUNA JAYA” Fahmi, Zul
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 7 No. 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v7i2.11366

Abstract

Abstract. A number of  Indonesian children have experienced a dropped out school and the phenomenon seems increasing each year. This problem is in need of a resolve, especially from the local government. Due to various reasons of children dropping out, there is a need for a coaching scheme from institutions or organizations involved in this type of cases. Efforts are needed to improve the quality of life for teenagers with situation, i.e., the Taruna Jaya Social Care Institution for Youth (PSBR). This study uses a descriptive qualitative approach, while data collection, compilation, and report of the findings by a descriptive analysis method. The results of the research show that in an effort to provide skills for the school dropouts, PSBR conducts a skill trainings consisting of five majors, namely automotive, welding, air conditioning, salon and sewing. Skill training is carried out for six months with a portion of the curriculum 70% of practice and 30% theory. To support personality development, a social, mental and spiritual guidance are also provided. The study concludes that the training conducted at PSBR has a positive effects due to its skills training orientation in addition to a spiritual and mental guidance provision.  Abstrak. Begitu banyaknya anak Indonesia yang putus sekolah dan setiap tahun semakin meningkat, seyogianya permasalahan ini perlu dicarikan jalan keluarnya, teruma pemerintah setempat. Sebab anak putus sekolah memiliki alasan yang berbeda-beda, sehingga perlu pembinaan dari lembaga atau oranisasi yang memang menggeluti kasus sepert ini. Karena itu dibutuhkan upaya meningkatkan kualitas hidup bagi remaja putus sekolah, salah satunya seperti yang dilakukan oleh Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) “Taruna Jaya”. Penelitian ini, menggunakan pendekatan kualitati deskriptif, dalam mengambil data, menyusun, dan melaporkan temuan penulis menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil dari penelitan yakni dalam upaya memberikan keterampilan bagi anak putus sekolah, PSBR melakukan pelatihan yang terdiri dari lima jurusan ini yaitu otomotif, las, ac, salon dan menjahit. Pelatihan keterampilan dilakukan selama enam bulan dengan porsi kurikulum 70 % untuk praktek dan 30 % untuk teori. Untuk menunjang keperibadian juga diberikan bimbingan sosial, mental dan spiritual serta diberikan bimbingan social, bimbingan mental dan spiritual. Dari hasil penelitian yang menggunakan metode kualitatif ini, peneliti menyimpulkan bahwa pelatihan yang dilakukan di PSBR sangat baik karena melakukan pelatihan keterampilan dengan memberikan juga bimbingan spiritual dan mental.
PEMULIHAN TRAUMA PSIKOSOSIAL PADA PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI YAYASAN PULIH Fadilah, Khusnul
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 7 No. 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v7i2.11423

Abstract

Abstract. One form of crime against humanity is rape, sexual harassment, sexual slavery or other forms of sexual violence where the victims are often women. In dealing with cases of sexual violence, not only do we depend on government regulations that provide severe penalties for the perpetrators, but also the role of the surrounding community who care about social problems, especially community institutions. The role of institutions is very much needed in handling victims of sexual violence which have severe impacts on both children and adults. With this this set of background, Pulih Foundation was born as a psychological institution that provides counseling and assistance services for the recovery victims of sexual violence. This study aims to reveal how the stages and efforts to recover trauma of sexual violence victims to recover from the violence effects. This research is a qualitative research with a descriptive research type. Data collection consists of interview, observation and documentation. The selection of informants uses a purposive sampling technique. The research results show that Pulih Foundation has been making efforts to restore vvictims of sexual violence by providing assistance and counseling. In the recovery effort, victims of sexual violence go through the following stages: emotional stages such as the denial stage, the anger stage, the depression stage and the offer stage before finally reaching the acceptance stage.  Abstrak. Salah satu bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pemerkosaan, pelecehan seksual, perbudakan seksual atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lainnya yang korbannya sering kali adalah perempuan. Dalam menangani kasus kekerasan seksual tidak hanya perpangku tangan mengandalkan peraturan pemerintah yang memberikan hukuman berat untuk para pelaku, tetapi juga peran masyarakat sekitar yang peduli akan masalah sosial terutama lembaga-lembaga masyarakat. Peranan lembaga sangat dibutuhkan dalam penanganan korban kekerasan seksual yang menimbulkan dampak berat baik pada anak maupun pada orang dewasa. Dengan adanya permasalahan tersebut Yayasan Pulih lahir sebagai lembaga psikologi yang memberikan layanan konseling dan pendampingan untuk pemulihan korban kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana tahapan dan upaya pemulihan trauma kepada korban kekerasan seksual untuk pulih dari dampak kekerasan tersebut. Penelitian ini menggunakan metodelogi penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil Penelitian menunjukkan itu Yayasan Pulih melakukan upaya pemulihan untuk korban kekerasan seksual dengan memberikan pendampingan serta konseling. Pada upaya pemulihan, korban kekerasan seksual melewati tahapan sebagai berikut: tahapan emosi seperti tahap penyangkalan, tahap kemarahan, tahap depresi dan tahap penawaran sebelum akhirnya mencapai tahap penerimaan.
STRATEGI COPING ANAK KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Yasir Yunan, Zulfahmi
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 7 No. 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v7i2.11452

Abstract

Abstract. Domestic violence is one social problem that is often found in the community. However, to uncover the case is very difficult, such as violence perpetrated by parents against children. The purpose of this study is to find out the coping strategies carried out by children who experience violence committed by their own parents. A person’s internalization of a violence experience and social resources will direct one’s efforts in overcoming problems and ultimately determine a person’s psychological state. The results of this study indicate each subject of the study posses a different family background, but there are similarities from both of which are equally derived from a harmonious family. On the other hand, the perpetrators of violence in this study generally had the same experience of violence in their childhood. The reaction of the two subjects to the acts of violence and trauma they experienced are in common, namely being self-blame and taking the positive aspects of each incident. Certain coping strategies they practice can overcome the stress conditions. Abstrak. Kekerasan dalam rumah tangga menjadi salah satu yang sering dijumpai di tengah-tengah masyarakat. Akan tetapi untuk mengungkap kasus ini sulit sekali, seperti kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui strategi coping yang dilakukan oleh anak yang mengalami kekerasan yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri. Penghayatan seseorang terhadap pengalaman kekerasan yang diterima serta sumber-sumber yang dimilikinya akan mengarahkan usaha seseorang dalam mengatasi permasalahan dan pada akhirnya menentukan keadaan psikologis seseorang. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah, masing-masing subyek dalam penelitian ini memiliki latar belakang keluarga yang berbeda, namun terdapat persamaan dari keduanya yaitu sama-sama berasal dari keluarga yang harmonis. Sedangkan pelaku kekerasan dalam penelitian ini pada umumnya memiliki pengalaman kekerasan yang sama yakni pada masa kecilnya mengalami tindak kekerasan. Reaksi kedua subyek terhadap tindak kekerasan dan trauma yang dialaminya memiliki kesamaan, yakni bersikap menyalahkan diri sendiri dan mengambil segi positif dari setiap kejadian. Strategi coping tertentu yang mereka lakukan cukup dapat mengatasi kondisi stress yang dialaminya.  
DAMPAK PROGRAM ELDERLY DAY CARE SERVICE TERHADAP KESEJAHTERAAN LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI DHARMA BEKASI Yulianti, Yulianti
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 7 No. 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v7i2.11596

Abstract

Abstract. Old age is a phase of a human being in the final life stage before the stage of death. At this stage the elderly require various needs and difficulties they experience, such as physical, psychological, social and spiritual challenges. Therefore, the Bekasi Tresna Budi Dharma Social Home has a program to improve the welfare of the elderly. The institution develops a program for the visiting elderly but receiving the same social services. The program is called Elderly Day Care Service. This research aims at the exploration of the program implementation process and the impact of the Elderly Day Care Service program affecting the welfare of the elderly. This research uses a descriptive qualitative approach. The research data collection technique is by means of interviews, observations, and documentation studies. The results show that the Elderly Day Care Service program at Bekasi Tresna Werdha Budi Dharma Social Home reseults a very positive effect on the elderly participating in the program. In addition, physical, psychological, social and spiritual problems are gradually resolved and make a prosperous elder; active, independent and productive. Abstrak. Lanjut usia merupakan fase seorang manusia berada pada tahap kehidupan akhir sebelum tahap kematian. Pada tahap ini lansia memiliki banyak kebutuhan dan permasalahan yang dialaminya, seperti kendala fisik, psikologis, sosial dan spiritual. Maka dari itu Panti Sosial Tresna Budi Dharma Bekasi memiliki program untuk meningkatkan kesejahteraan lansia. Dan Panti Sosial Tresna Werdha Budi Dharma Bekasi mengembangkan sebuah program bagi lansia yang tidak tinggal di panti namun mendapatkan pelayanan sosial yang sama. Program tersebut bernama Pelayanan Harian Lanjut Usia atau Elderly Day Care Service. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan program dan dampak program Elderly Day Care Service yang dilakukan oleh Panti Sosial Tresna Werdha Budi Dharma Bekasi berpengaruh pada kesejahteraan lansia. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan kualitatif jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian merupakan kumpulan data dari wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa program Elderly Day Care Service di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Dharma Bekasi memiliki pengaruh yang sangat positif bagi para lansia yang mengikuti program tersebut. Selain itu, permasalahan baik fisik, psikis, sosial dan spiritual sedikit demi sedikit teratasi dan menjadikan lansia yang sejahtera yaitu aktif, mandiri dan produktif.   
THEORY OF CHANGE AND LOGICAL FRAMEWORK: A COMPARATIVE MEASURE FOR MONITORING AND EVALUATION PRACTICES Hamdy, M Kholis
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 8 No. 1 (2019): Empati Edisi Juni 2019
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v8i1.14331

Abstract

Abstract. This article is a brief study of the advantages and disadvantages of Theory of Change (ToC) and the Logical Framework (Log Frame) based on literature; a comparative approach. The later has a long historical stand in the development practices while the former was formed as supposed to answer the shortcomings of the Log Frame. By comparing both strengths and weaknesses, the finding argues that ToC is strongly considered to have a more certain degree of advantages rather than the M&E in view of development agencies especially NGOs in the practice of monitoring and evaluation of development practices. M&E, in particular, gave birth to ToC in pursue of answering the Log Frame’s current shortcoming. ToC has gained positive stand in the realm of international development by addressing at least three main features: participation, flexibility and the dynamic of development deliverance and accountability.  Abstrak. Artikel ini adalah studi singkat tentang kelebihan dan kekurangan dari Theory of Change (ToC) dan Logical Framework (Log Frame) berdasarkan literatur; pendekatan komparatif. Yang kedua memiliki pendirian historis yang panjang dalam praktik pembangunan, sementara yang pertama dibentuk untuk menjawab kekurangan Log Frame. Dengan membandingkan kekuatan dan kelemahan, temuan ini berpendapat bahwa ToC secara kuat dianggap memiliki tingkat keuntungan yang lebih pasti daripada M&E dalam pandangan lembaga pembangunan terutama LSM dalam praktik pemantauan dan evaluasi praktik pembangunan. Monitoring & Evaluation secara khusus melahirkan ToC dalam rangka menjawab kekurangan Log Frame saat ini. ToC telah mendapatkan posisi positif di bidang pembangunan internasional dengan mengatasi setidaknya tiga fitur utama: partisipasi, fleksibilitas dan dinamika pembebasan dan akuntabilitas pembangunan.  
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH YAYASAN KUNTUM INDONESIA MELALUI KEWIRAUSAHAAN SOSIAL KAMPOENG WISATA BISNIS TEGALWARU (KWBT) BOGOR Fuaida, Lisma Dyawati
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 8 No. 1 (2019): Empati Edisi Juni 2019
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v8i1.14334

Abstract

Abstract. This study aims to answer questions about how community empowerment by the Indonesian KUNTUM Foundation occurs through the social entrepreneurship practices of Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru. This research uses a qualitative approach. The theory used is the theory of social entrepreneurship and the theory of community empowerment. The results of this research are the community around Bogor Tegalwaru Village given entrepreneurship education by directly practicing certain businesses with various methods that have been mutually agreed upon. In the process and results of the social entrepreneurial practices of KWBT social entrepreneurs, there have been 3 (three) types of empowerment, namely: 1) economic empowerment; 2) education empowerment; 3) social empowerment. With community empowerment in Tegalwaru Village by the KUNTUM Indonesia Foundation, the community can carry out its social role well.  Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana pemberdayaan masyarakat oleh Yayasan KUNTUM Indonesia terjadi melalui praktik kewirausahaan sosial Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan yaitu teori kewirausahaan sosial dan teori pemberdayaan masyarakat. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah masayarakat di sekitar Desa Tegalwaru Bogor diberikan pendidikan kewirausahaan dengan cara mempraktikkan langsung bisnis tertentu dengan berbagai metode yang sudah disepakati bersama. Pada proses dan hasil praktik kewirausahaan sosial para wirausahawan sosial KWBT telah terjadi 3 (tiga) jenis pemberdayaan yaitu: 1) pemberdayaan ekonomi; 2) pemberdayaan pendidikan; 3) pemberdayaan sosial. Dengan pemberdayaan masyarakat di Desa Tegalwaru oleh Yayasan KUNTUM Indonesia, masyarakat dapat menjalankan peranan sosialnya dengan baik. 
RE-EDUCATION: A TREATMENT TO REVISE THE MISUNDERSTANDING OF TERRORIST RELIGION, A STUDY CASE ON FIRST FEMALE TERRORIST IN INDONESIA Sulistjaningsih, Sri; Mukhlasin, Latifah
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 8 No. 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v8i2.14421

Abstract

Abstract. Terrorism itself began to become one of the global issues that was quite important and often became the focus of the international community. The terrorism ideology had spread out in all country in the world. In 2016, Indonesian society was shocked by women who would be candidate of suicide bomber attack. One of them named Dian Yulia Novi, the first woman involved in a terrorist act and ready to become a suicide bomber to attack the State Palace of Indonesia by carrying a pot bomb with a high enough explosive power. This study uses descriptive qualitative research method while the type of research uses a case study. Now, Dian is undergoing her sentences in Correctional for Women Class IIA Bandung. Dian’s suicide bombing case is rare and need special treatment to decrease her radicalism ideology. So, the correctional institution and National Counterterrorism Agency provide reeducation program for her treatment during her imprisonment to give the right understanding about Islam and prove that her ideology is wrong. The development from the treatments program that has been obtained is she not trying to spread his views on radicalism, and she willing to associate with prisoners of other cases even though with a limited people. Abstrak. Terorisme sendiri mulai menjadi salah satu masalah global yang cukup penting dan sering menjadi fokus masyarakat internasional. Ideologi terorisme telah menyebar di semua negara di dunia. Pada tahun 2016, masyarakat Indonesia dikejutkan oleh wanita yang akan menjadi kandidat serangan bom bunuh diri. Salah satunya bernama Dian Yulia Novi, wanita pertama yang terlibat dalam aksi teroris dan siap menjadi pembom bunuh diri untuk menyerang Istana Negara Indonesia dengan membawa bom pot dengan daya ledak yang cukup tinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif sedangkan jenis penelitiannya menggunakan studi kasus. Kini, Dian menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Bandung. Kasus bom bunuh diri seperti ini jarang terjadi dan perlu pembinaan khusus untuk mengurangi ideologi radikalisme pelakunya. Lembaga Pemasyarakatan dan Badan Penanggulangan Terorisme Nasional menyediakan program reedukasi untuk pembinaannya selama masa pemenjaraannya untuk memberikan pemahaman yang benar tentang Islam dan membuktikan bahwa ideologinya salah. Perkembangan yang telah diperoleh dari program pembinaan adalah ia tidak berusaha menyebarkan pandangannya tentang radikalisme, dan ia bersedia bergaul dengan narapidana kasus lain walaupun hanya dengan orang tertentu.  

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Empati Edisi Juni 2025 Vol 13, No 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024 Vol 13, No 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024 Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023 Vol 12, No 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023 Vol 12, No 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023 Vol 11, No 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Empati Edisi Juni 2022 Vol 11, No 1 (2022): Empati Edisi Juni 2022 Vol 10, No 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021 Vol 10, No 1 (2021): Empati Edisi Juni 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Empati Edisi Juni 2021 Vol 9, No 2 (2020): Empati Edisi Desember 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Empati Edisi Desember 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Empati Edisi Juni 2020 Vol 9, No 1 (2020): Empati Edisi Juni 2020 Vol 8, No 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019 Vol 8, No 1 (2019): Empati Edisi Juni 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Empati Edisi Juni 2019 Vol 7, No 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018 Vol 7, No 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018 Vol 6, No 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017 Vol. 5 No. 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016 Vol 5, No 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016 Vol 4, No 1 (2015): Empati Edisi Juni 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Empati Edisi Juni 2015 Vol. 3 No. 1 (2014): Empati Edisi Juni 2014 Vol 3, No 1 (2014): Empati Edisi Juni 2014 Vol. 2 No. 1 (2013): Empati Edisi Juni 2013 Vol 2, No 1 (2013): Empati Edisi Juni 2013 Vol 1, No 1 (2012): Empati Edisi Juni 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): Empati Edisi Juni 2012 More Issue