cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2002)" : 9 Documents clear
Telaah Kritis Makalah Prognosis Bambang Tridjaja AAP
Sari Pediatri Vol 4, No 3 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.621 KB) | DOI: 10.14238/sp4.3.2002.152-4

Abstract

Seringkali kita ditanya orang tua di tempatpraktek seperti “Kalau anak saya tidakdiobati/dirawat, kemungkinan apa saja yangdapat terjadi pada anak saya?” Atau ketika berdiskusidengan orang tua pasien diare yang telah diberikancairan intravena, seringkali ditanyakan “Kira-kira tidakakan terjadi apa-apa kan dok, anak saya akan sembuhkan?” Pertanyaan pertama menggambarkan suatuskenario yang menyebabkan dokter harus menjelaskankepada orang tua mengenai perjalanan alamiahpenyakit. Pertanyaan kedua menggambarkan skenariosuatu perjalanan klinis. Semua skenario tersebutmempunyai satu persamaan yakni menjelaskanmengenai prognosis.
Herpes Zoster Oftalmikus Sinistra Diseminata dengan Infeksi Sekunder pada Anak Patria Vittarina S; Alan R. Tumbelaka
Sari Pediatri Vol 4, No 3 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.429 KB) | DOI: 10.14238/sp4.3.2002.125-8

Abstract

Dilaporkan seorang anak perempuan berumur 6 tahun dengan herpes zoster oftalmikussinistra diseminata yang mengalami infeksi sekunder. Diagnosis ditegakkan berdasarkananammesis dan gambaran klinis yang khas berupa erupsi unilateral dan terbatas padadaerah kulit yang dipersarafi oleh satu ganglion sensorik. Komplikasi herpes zoster padamata relatif tinggi terutama bila mengenai saraf trigeminus cabang nasosiliaris. Pasiendiobati dengan asiklovir 5x200 mg dan, seftriakson 2x500 mg. Pada mata kiri diberikanasiklovir salep mata, air mata buatan, xitrol dan sulfas atropin. Lesi kulit dikompresdengan larutan NaCl 0,9% lalu diberikan salep asam fusidat. Evaluasi pada hari keempatperawatan menunjukkan vesikel sudah menghilang, terdapat krusta kuning kehitamandan pada fase penyembuhan hari keduabelas, pada daerah perut terdapat bercak-bercakhipopigmentasi. Pemeriksaan mata menunjukkan adanya perbaikan, tanpa meninggalkangejala sisa.
Gambaran Analisa Gas Darah pada Distres Pernapasan Srie Yanda
Sari Pediatri Vol 4, No 3 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp4.3.2002.135-40

Abstract

Distres pernapasan merupakan salah satu problem yang mengancam jiwa. Analisis gasdarah arteri (AGDA) penting untuk menentukan tata laksana distres pernapasan, sepertimenegakkan diagnosis, menentukan terapi, maupun untuk evaluasi setelah mendapatterapi. Namun interpretasinya harus dilakukan bersamaan dengan penilaian klinis.Kelainan AGDA oleh karena gangguan pernapasan dapat berupa asidosis respiratorik(pada gangguan paru restriktif), alkalosis respiratorik (pada gangguan paru obstruktif)dan asidosis campuran (pada penyakit paru dengan komplikasi). Prinsip umum tatalaksana distres pernapasan ditujukan kepada penyakit utamanya. Perhatian harusditujukan pada perbaikan volume ekstraselular, koreksi elektrolit, menghilangkan zattoksik, dan memperbaiki ventilasi.
Gambaran Klinis Penyakit Eksantema Akut Pada Anak Tuty Rahayu; Alan R. Tumbelaka
Sari Pediatri Vol 4, No 3 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.192 KB) | DOI: 10.14238/sp4.3.2002.104-13

Abstract

Penyakit eksantema merupakan penyakit yang sering ditemukan pada anak terutamapada awal masa perkembangan seorang anak. Walaupun penyakit eksantema seringmemberikan gambaran klinis yang mirip satu dengan yang lainnya, namun sebenarnyasetiap penyakit eksantema memiliki karakteristik klinis yang khas sehingga kita harusdapat membedakan satu penyakit eksantema dengan yang lain. Kesalahan diagnosisdapat berdampak kepada pasien, orang yang kontak dengan pasien, dan masyarakatsekitarnya. Diagnosis banding penyakit eksantema ditegakkan berdasarkan pada beberapafaktor, antara lain riwayat penyakit menular dan imunisasi, bentuk gejala prodromal,gambaran erupsi kulit, adanya gejala patognomonik atau tanda lain, dan uji diagnostiklaboratoris.
Pola Penyakit Malaria pada Anak Di RSU Manna, Bengkulu Selatan Hindra Irawan Satari
Sari Pediatri Vol 4, No 3 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp4.3.2002.141-6

Abstract

Penyakit malaria sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan yang perludiperhatikan di negara kita, karena penyakit ini masih termasuk dalam kelompok limabesar pola penyakit anak di Puskesmas, demikian pula di Rumah Sakit Umum MannaBengkulu Selatan. Untuk mengetahui pola penyakit malaria pada anak yang di rawatRSU Manna, dilakukan penelitian retrospektif dari dokumen medik pasien yang dirawatdari tanggal 1 Januari 1990 sampai dengan 31 Desember 1992. Dalam kurun waktutersebut telah dirawat 122 anak pasien malaria, tetapi dari jumlah tersebut hanya 68pasien (55,7%) yang memenuhi syarat penelitian yang terdiri atas 41 pasien anak laki-laki(60,3%) dan 27 pasien anak perempuan (39,7%). Semua pasien diobati sesuai denganpedoman pengobatan yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan R.I. Empat pasiendi antaranya meninggal dunia (5,9%). Kelompok umur yang terbanyak adalah kelompokumur 1-4 tahun (38,2%), sedangkan parasit penyebab terbanyak adalah Plasmodiumvivax (58,8%). Manifestasi klinis adalah demam (100%), diikuti oleh muntah (39,7%),sedangkan menggigil bukan merupakan gejala yang terbanyak (32,3%). Hepatomegalidan mencret ditemukan pada 33,9% pasien, sedangkan splenomegali didapatkan pada8,7% pasien. Pada penelitian ini tampak pedoman pengobatan dari DepartemenKesehatan R.I. masih menunjukkan hasil yang baik.
Gangguan Kognitif pada Anemia Defisiensi Besi Lily Irsa
Sari Pediatri Vol 4, No 3 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp4.3.2002.114-8

Abstract

Anemia defisiensi besi masih merupakan masalah kesehatan terutama di negara yangsedang berkembang. Zat besi banyak dibutuhkan otak karena metabolisme oksidasinyayang tinggi. Beberapa enzim dalam proses oksidasi dan metabolisme sel membutuhkanbesi. Gangguan kognitif pada anemia defisiensi besi telah banyak diteliti. Beberapa halyang berhubungan dengan gangguan kognitif pada anemia defisiensi telah dikemukakan;terganggunya enzim-enzim yang berperan dalam metabolisme otak, gangguan dalammielinisasi dan terganggunya oksigenasi sel. Pada pemeriksaan terhadap bayi yangmenderita anemia defisiensi besi didapatkan skor Mental Development Index (MDI)yang rendah dan Infant Behavior Record (IBR) memperlihatkan perbedaan emosi. Padaanak usia sekolah didapatkan prestasi belajar yang rendah dan konsentrasi belajar yangsingkat.
Rapid Manual Test sebagai Alat Diagnostik Malaria falciparum Desrinawati Desrinawati
Sari Pediatri Vol 4, No 3 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp4.3.2002.147-51

Abstract

Malaria adalah penyakit infeksi akut maupun kronis yang disebabkan oleh Plasmodiummalariae dengan gejala klinis demam rekuren, anemia, dan hepatosplenomegali. DiIndonesia sampai saat ini penyakit malaria masih merupakan masalah kesehatanmasyarakat. Diagnosis pada malaria dapat dilakukan dengan uji mikroskopis dan nonmikroskopis. Rapid manual test termasuk uji non mikroskopis. Uji ini merupakan ujicepat, mudah dan tidak memerlukan laboratorium khusus. Rapid manual test dapat dibagi berdasarkan, Histidine Rich Protein-II (HRP-II) contoh kitnya ParaSight®,Paracheck,® ICT®. Juga berdasarkan parasite lactate dehydrogenese (pLDH) contoh kitnyaoptiMAL®. Kit-kit ini sudah diteliti di beberapa negara dengan hasil sensitivitas darispesifisitas rata-rata di atas 90%.
Tata laksana Dermatitis Atopik pada Anak serta Pencegahan Terjadinya Asma di Kemudian Hari Zakiudin Munasir
Sari Pediatri Vol 4, No 3 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp4.3.2002.119-24

Abstract

Konsep allergic march saat ini banyak dipakai dalam pencegahan dini timbulnya penyakitalergi pada anak yang lahir dari keluarga atopik. Gejala alergi yang paling sering padabayi usia dini adalah alergi makanan dengan manifestasi dermatitis atopik. Beberapajenis makanan yang mencetuskan dermatitis atopik antara lain susu sapi, telur, ikanlaut, kacang tanah, tomat, jeruk dan coklat. Diet eliminasi makanan alergen utamapada ibu menyusui dapat mencegah timbulnya penyakit alergi di kemudian hari padabayi yang disusui. Penanganan pasien dermatitis atopik relatif sulit. Walaupun demikian,dengan tata laksana yang adekuat dengan kerjasama yang baik antara dokter, pasien dankeluarganya kelainan ini dapat diatasi. Secara garis besar, pengobatan dermatitis atopikmeliputi penghindaran bahan iritan, faktor pencetus, mengatasi rasa gatal dan kekeringankulit serta mengatasi reaksi peradangan dan infeksi sekunder. Pengobatan pencegahandini dengan menggunakan setirisin pada anak dengan dermatitis atopik dilaporkan dapatmenurunkan risiko terjadinya asma di kemudian hari.
Imunogenitas dan Keamanan Vaksin DPT Setelah Imunisasi Dasar Eddy Fadlyana; Suganda Tanuwidjaja; Kusnandi Rusmil; Meita Dhamayanti; Lina H Soemara; R Dharmayanti
Sari Pediatri Vol 4, No 3 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.37 KB) | DOI: 10.14238/sp4.3.2002.129-34

Abstract

Imunisasi difteria, pertusis dan tetanus (DPT) telah lama masuk ke dalam programimunisasi nasional di Indonesia dan telah terbukti menurunkan angka kejadian maupunkematian yang disebabkan penyakit difteria, pertusis dan tetanus. Tujuan penelitian iniuntuk melakukan evaluasi status kekebalan dan faktor keamanan terhadap penyakitdifteria dan tetanus pada bayi yang mendapat imunisasi dasar DPT. Seratus enam puluhsubjek bayi sehat yang dipilih secara random, dilakukan imunisasi secara intramuskulardengan dosis 0,5 ml sebanyak 3 kali pada umur 2, 3 dan 4 bulan, menggunakan vaksinDPT buatan PT. Bio-Farma Bandung. Penentuan titer antibodi difteria dan tetanusdilakukan sebelum dilakukan imunisasi dan 1 bulan setelah imunisasi ke-1, 2 dan 3,menggunakan metode ELISA. Apabila hasilnya < 0,01 IU/ml disebut kelompok rentandan bila > 0,1 IU/ml disebut mempunyai kekebalan lengkap. Kejadian reaksi lokal(nyeri, kemerahan, bengkak, penebalan) dan sistemik (demam, iritabilitas) pasca imunisasidicatat dalam buku catatan harian ibu. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukanimunisasi 57% subjek sudah tidak mempunyai perlindungan terhadap difteri dan 6%sudah tidak mempunyai perlindungan terhadap tetanus. Terhadap difteria, rata-ratageometrik titer (GMT) sebelum dan setelah mendapat imunisasi ke-1, 2 dan 3,memberikan hasil berturut-turut 0,008; 0,005; 0,038; dan 0,217 IU/ml; sedang jumlahsubjek yang mempunyai titer > 0,01 IU/ml berturut-turut adalah 44, 28, 44 dan 80%.Terhadap tetanus, rata-rata geometrik titer (GMT) sebelum dan setelah mendapatimunisasi ke-1, 2 dan 3, memberikan hasil berturut-turut: 0,420; 0,273; 0,213; dan0,758 IU/ml; jumlah subjek yang mempunyai titer > 0,01 IU/ml berturtut-turut adalah94; 91; 100 dan 100%. Selama periode penelitian tidak ditemukan adanya reaksi vaksinberat. Reaksi lokal (nyeri, kemerahan, bengkak dan penebalan) dan reaksi sistemik(iritabilitas dan panas) sebagian besar dengan derajat ringan yang selanjutnya menghilangtanpa gejala sisa. Walaupun imunisasi DPT memberikan hasil kekebalan yang tinggidan aman diberikan, namun pada kelompok yang masih rentan perlu mendapat perhatian.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2002 2002


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue