cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2006)" : 12 Documents clear
Hubungan Lingkar Pinggang dengan Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular pada Anak Obesitas Usia Sekolah Dasar Gustina Lubis; Nazardi Oyong
Sari Pediatri Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.167 KB) | DOI: 10.14238/sp8.2.2006.147-53

Abstract

Latar belakang. Obesitas pada masa anak cenderung menetap sampai dewasa danmeningkatnya kemungkinan menderita penyakit kardiovaskuler (PKV) di kemudianhari. Oleh karena itu perlu parameter praktis untuk mendeteksi faktor risiko tersebutlebih dini. Lingkar pinggang (LP) merupakan prediktor yang lebih baik untukmendeteksi faktor risiko PKV pada dewasa; data epidemiologis hubungan ini padaanak masih sedikit.Tujuan penelitian. Untuk mencari apakah ada hubungan antara lingkar pinggangdengan faktor risiko penyakit kardiovaskuler pada anak obesitas usia Sekolah Dasar.Metoda. Penelitian dilakukan secara cross sectional analitik pada 100 anak obes usiaSD yang berasal dari empat SD favorit di Kota Padang bulan Desember 2003 sampaidengan Januari 2004. Subyek dipilih secara consecutif sampling. Subyek penelitian yaituanak obes terjaring ( Indeks massa tubuh > persentase 95, CDC 2000 ) yang telahmendapat persetujuan orangtuanya untuk mengikuti penelitian. Data dianalisis denganmencari korelasi bivariat koefisien Pearson, uji t, ANOVA dan X2 dengan á 0,05 danpower 80%.Hasil. Subyek terdiri dari 59 anak laki-laki dan 41 perempuan, usia 5-13 tahun, 58anak dengan LP > persentil 90 dan 42 anak dengan LP < persentil 90. Peningkatan LPdiikuti peningkatan GDP (r=0,24), ApoB (r=0,20), Kol/HDL (r=0,25) dan LDL/HDL(r=0,25). Tujuh puluh lima persen anak obes dengan LP > p90 sudah terdapat minimal1 faktor risiko dan 58% minimal 2 faktor risiko PKV. Anak obes dengan LP >p90kemungkinan menderita hipertensi sistolik adalah 1,8 kali (p= 0,000 ), hipertensi diastolik1,5 kali (p = 0,001).Kesimpulan. Terdapat hubungan LP dengan beberapa faktor risiko PKV pada anakobesitas usia sekolah dasar. Ukuran LP dapat dipakai sebagai parameter untuk mendeteksifaktor risiko PKV pada kelompok anak tersebut.
Uji Sensitivitas Salmonella typhi Terhadap Berbagai Antibiotik di Bagian Anak RSUD ULIN Banjarmasin Edi Hartoyo; Ari Yunanto; Lia Budiarti
Sari Pediatri Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.317 KB) | DOI: 10.14238/sp8.2.2006.118-21

Abstract

Latar belakang. Demam tifoid di Kalimantan Selatan merupakan infeksi usus akut denganangka kejadian dan angka kematian yang cukup tinggi. Sampai saat ini belum ada datamengenai pola sensitivitas Salmonella typhi terhadap antibiotik, khususnya di KalimantanSelatan.Tujuan. Untuk mengetahui sensitivitas Salmonela typhi terhadap berbagai antibiotik diBagian Ilmu Kesehatan Anak RSUD Ulin Banjarmasin.Metoda. Penelitian potong lintang, pada anak dengan gejala klinis demam tifoid yangdirawat di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUD Ulin periode Januari 2004 - Juni 2004.Darah dibiak pada media bouillon dan agar SS. Kuman yang tumbuh pada biakan tersebutdilakukan uji biokimia, serta uji sensitivitas terhadap antibiotik.Hasil. Salmonella typhi ditemukan pada 52 (73%) sampel darah dari 71 anak dengangejala demam tifoid. Uji sensitivitas menunjukkan ampisilin, amoksilin, dankloramfenikol mempunyai sensitivitas masing-masing sebesar 34%, 28%, dan 46%.Asam nalidiksat dan kotrimoksasol mempunyai sensitivitas yang sama sebesar 66%,sedangkan sefiksim dan azitromisin masing-masing sebesar 79%. Siprofloksasinmempunyai sensitivitas tertinggi sebesar 84%, dan tidak ada kuman S. typhi yang resistenterhadap azitromisin.Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antibiotik siprofloksasin,sefiksim, azitromisin masih sensitif terhadap kuman Salmonella typhi, sedangampisilin, amoksilin, serta kloramfenikol sudah resisten. Asam nalidiksat dankotrimoksasol mempunyai sensitivitas menengah, dan tidak ditemukan resistensiterhadap azitromisin.
Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Episode Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Rocky Wilar; J. M. Wantania
Sari Pediatri Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.137 KB) | DOI: 10.14238/sp8.2.2006.154-8

Abstract

Latar belakang. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyakit yang seringdiderita oleh anak-anak. Gangguan hemodinamik pada penyakit jantung bawaan (PJB)dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan yang berulang. Banyak faktor risiko yangberhubungan dengan terjadinya ISPA.Tujuan penelitian. Mengetahui episode dan lamanya ISPA pada anak dengan PJBdan faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya ISPA tersebut.Metoda. Jenis penelitian ini adalah studi longitudinal (prospektif), sejak 10 Nopember2004 sampai 10 Juni 2005 pada 47 anak yang menderita PJB (29 tipe non sianotik dan18 tipe sianotik) yang berusia 6 bulan sampai 12 tahun. Diagnosis PJB berdasarkan atasanamnesis, pemeriksaan fisik, EKG dan ekokardiografi. Diagnosis ISPA berdasarkananamnesis dan pemeriksaan fisik. Dilakukan kunjungan rumah tiap bulan pada pasienuntuk mengevaluasi episode dan lamanya ISPA. Kriteria inklusi tidak menderita kelainanbawaan yang lain (misalnya bibir sumbing), berdomisili di kota Manado dan mendapatpersetujuan dari orang tua/wali. Analisis statistik menggunakan analisis deskriptif, regresilinear sederhana dan multipel.Hasil. Terdapat perbedaan episode dan lamanya ISPA antara PJB non sianotik dan PJBsianotik (p<0,001). Terdapat hubungan antara episode ISPA dengan umur dan statusgizi (p<0,001). Terdapat hubungan antara lamanya ISPA dengan tipe PJB (p<0,01).Kesimpulan. Episode ISPA pada pasien PJB lebih sering dibandingkan dengan anak normal.Episode ISPA pada PJB sianotik lebih sering dibandingkan PJB non sianotik. Pasien PJBsianotik apabila mengalami ISPA lebih lama dibanding PJB non sianotik. Umur danstatus gizi sangat berhubungan dengan episode ISPA pada anak-anak dengan PJB.
Pola Kuman, Sensitifitas Antibiotik dan Risiko Kematian oleh Kuman Staphylococcus coagulase Negatif pada Sepsis Neonatorum di RS DR Moewardi Surakarta Yulidar H; Sri Martuti; Sunyataningkamto Sunyataningkamto
Sari Pediatri Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.406 KB) | DOI: 10.14238/sp8.2.2006.122-6

Abstract

Latar belakang. Sepsis neonatorum merupakan penyebab kematian tertinggi padaneonatus. Sebagai pedoman antibiotik yang akan diberikan diperlukan data pola kumansecara berkala. Beberapa Negara telah melaporkan infeksi Staphylococcus coagulasenegative (CoNS) yang merupakan kuman komensal kulit, sebagai penyebab sepsisneonatorum awitan lambat.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kuman dan jenis antibiotikyang sensitif pada bayi sepsis yang dirawat di bangsal neonatus RS Dr. MoewardiSurakarta dan risiko kematian oleh Staphylococcus coagulase negatif (CoNS).Metoda. Penelitian dilakukan secara retrospektif dengan mengambil data dari rekammedis bayi yang dirawat di bangsal neonatus RS Dr. Moewardi (RSDM) Surakarta.Data diambil dari bulan Desember 2004 sampai Desember 2005 dengan diagnosis sepsis,didapatkan hasil kultur kuman positif.Hasil. Didapatkan 49 data dengan kuman positif. Kuman penyebab sepsis didapatkanberturut-turut Enterobacter sebagai penyebab terbanyak 42,9%, diikuti olehStaphylococcus dan Citrobacter masing-masing 18,4%, Streptococcus dan Serratia6,1%, Pseudomonas dan Klebsiella 4,1%. Pada kelompok kuman Enterobactermeropenem merupakan antibiotik dengan sensitifitas paling tinggi (73,7%) dansensitifitas terhadap sefepim 38,1%. Angka kematian secara keseluruhan 57,1%. Padakelompok kuman Enterobacter, Staphylococcus dan Citrobacter angka kematianberturut-turut 57,1%, 33,3% dan 77,8%. Risiko kematian oleh kuman CoNSdibandingkan dengan kuman gram negatif RR 5,5 dengan tingkat kepercayaan 95%(0,97;31,45). Risiko kematian terhadap Staphylococcus aureus juga tidak berbedabermakna.Kesimpulan. Kuman yang paling sering ditemukan pada bayi sepsis di bangsal neonatusRSDM Surakarta adalah Enterobacter. Angka kematian masih tinggi 57,1% dan tidakterdapat perbedaan bermakna pada risiko kematian CoNS dibandingkan dengan kumangram negatif dan Staphylococcus aureus.
Hemofilia A dengan Komplikasi Epilepsi Pasca Perdarahan Intrakranial Irma Rochima Puspita; Pustika Amalia; Irawan Mangunatmadja
Sari Pediatri Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp8.2.2006.159-62

Abstract

Seorang bayi laki-laki berumur 9 bulan dengan hemofilia A dirawat di RS Dr.Ciptomangunkusumo Jakarta epilepsi pasca perdarahan intrakranial akibat trauma dikepala. Adanya perdarahan intrakranial dipastikan oleh pemeriksaan CT Scan kepala.Diagnosis hemofilia A ditegakkan pada waktu penderita mengalami perdarahanintrakranial, sedangkan diagnosis epilepsi ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan EEG.Pengobatan yang diberikan kepada penderita pada saat terjadinya perdarahan intrakranialialah konsentrat faktor VIII karena penderita alergi terhadap kriopresipitat. Tindakanbedah tidak dilakukan karena orang tua pasien menolak. Asam valproat diberikan untukpengobatan epilepsi.
Penggunaan Antibiotik Khususnya pada Infeksi Bakteri Gram Negatif di ICU Anak RSAB Harapan Kita Amar Widhiani Adisasmito; Alan R Tumbelaka
Sari Pediatri Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.059 KB) | DOI: 10.14238/sp8.2.2006.127-34

Abstract

Pendahuluan. Rumah sakit dan unit perawatan intensif (ICU) merupakan breedingground atau tempat berkembangnya bakteri. Strategi pemberian antibiotik yang terbaikadalah dengan membatasi penggunaan antibiotik yang tidak terindikasi dan mengurangilama penggunaan antibiotik.Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi penggunaan antibiotik pada infeksibakteri Gram negatif, mencakup latar belakang diagnosis klinis dan lama penggunaanantibiotik.Metoda. Metode penelitian retrospektif – deskriptif selama periode satu tahun antaraOktober 2001 hingga September 2002. Penelitian dilakukan di ICU Anak RSAB HarapanKita Jakarta. Hubungan bakteri Gram negatif dan antibiotik akan ditampilkan dalamgrafik Pearson correlation. Risiko relatif (RR) untuk mengetahui 1) Lama terapicefotaxime mempengaruhi timbulnya resistensi cefotaxime 2) Lama perawatan akanmempengaruhi timbulnya resistensi.Hasil. Dari semua kelompok umur ditemukan 49 pasien ( 52,7%) dicurigai pneumonia,15 pasien ( 16,1%) dengan sepsis, 7 pasien ( 7,5%) dengan infeksi saluran kencing, 35pasien ( 37,6%) dengan gastroenteritis dan 12 pasien ( 12,9%) dengan bakteremia.Pada grafik Pearson correlation menunjukkan pada pemakaian sulbactam ampicillinyang makin lama, maka resistensi bakteri Gram negatif terhadap antibiotik ini makintinggi. Hal yang sama juga terjadi pada pemakaian antibiotik ampicillin dan amikacin.Perawatan inap yang memanjang juga akan meningkatkan resistensi bakteri Gram negatif( P.aeruginosa dan Enterobacter sp) terhadap cefotaxime dengan RR >1.Kesimpulan. Patogen yang paling utama adalah E.coli, Pseudomonas sp, Klebsiella spdan Enterobacter sp, dua patogen yang terakhir adalah yang paling dominan dari extentedspectrum β lactamases producing-enterobacteriaceae (ESBLPE).
Penggunaan Analgesia Nonfarmakologis Saat Tindakan Invasif Minor pada Neonatus Effa Triani; Munar Lubis
Sari Pediatri Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp8.2.2006.107-11

Abstract

Pada perawatan rutin neonatus sering dilakukan tindakan invasif minor yangmenimbulkan rasa nyeri. Nyeri yang tidak ditanggulangi dapat menimbulkan efek jangkapanjang yaitu mempengaruhi respon afektif dan tingkah laku saat tindakan yangmenimbulkan nyeri berikutnya. Glukosa, sukrosa, pacifier, menyusui, skin to skin contactdan stimulasi multisensori merupakan analgesia nonfarmakologis yang dapat mengurangirasa nyeri saat tindakan invasif minor pada neonatus, sehingga dapat dihindarkanpemakaian analgesia farmakologis yang sering menimbulkan efek samping.
Tingkat Kepuasan Orangtua Pasien di Pediatri Rawat Jalan Departemen Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta James L. Alvin Sinaga; Soepardi Soedibyo; Harry S. Purwanto; Aman B. Pulungan
Sari Pediatri Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp8.2.2006.135-41

Abstract

Latar belakang. Sejak tahun 2000 hingga kuartal I tahun 2005 angka kunjunganpasien rawat jalan mengalami penurunan secara gradual di Unit Rawat Jalan DepartemenIlmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Cipto Mangunkusumo (URJDepartemen IKA RSUP CM) Jakarta. Kecenderungan penurunan angka kunjunganpasien merupakan indikator bagi pengelola untuk meninjau kembali strategi pelayanandi Pediatri Rawat Jalan.Tujuan Penelitian. Meneliti tingkat kepuasan orangtua pasien yang membawa anaknyaberobat jalan di URJ Departemen IKA RSCM.Metoda penelitian. Studi survai deskriptif dengan metode potong lintang (crosssectional) dilakukan di URJ Departemen IKA RSCM dalam kurun waktu Agustus –Nopember 2005. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner yang terstrukturberisi 30 pertanyaan.Hasil penelitian. Dari 144 orang tua pasien, enam puluh dua persen orangtua pasienmerasa puas terhadap kualitas pelayanan, skor kepuasan total terhadap dimensi kualitaspelayanan 3,55 (puas). Bukti fisik (tangibility) memberi skor kepuasan tertinggisedangkan kehandalan pelayanan (reliability) memberi skor kepuasan terendah bagiorangtua pasien.Kesimpulan. Kualitas pelayanan di URJ Departemen IKA RSCM memuaskan (skor3,55) dan persentase orangtua pasien yang puas 62%.
Infeksi Respiratorik Bawah Akut pada Anak Bambang Supriyatno
Sari Pediatri Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp8.2.2006.100-6

Abstract

Infeksi respiratorik akut dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu infeksi respiratorikatas akut (IRAA) dan infeksi respiratorik bawah akut (IRBA), yang menjadi masalahutama adalah pneumonia dan bronkiolitis. Pneumonia merupakan ancaman baikkesakitan maupun kematian pada bayi khususnya bayi muda. Pengobatan utama adalahpemberian antibiotik yang sesuai dengan penyebabnya. Masalahnya adalah penyebabpneumonia sulit diketahui secara pasti karena tidak dilakukan kultur darah, sehinggapemberian antibiotik hanya berdasarkan empiris. Mengenai manfaat pemberian obatsuportif lain seperti vitamin A, Zn masih memerlukan penelitian lebih jauh. Sementaraitu bronkiolitis yang disebabkan oleh virus terutama RSV (respiratory syncitial virus)masih merupakan kendala bagi kesehatan anak di Indonesia; sehingga pengobatanbronkiolitis masih merupakan perdebatan yang panjang. Penggunaan antibiotik tidakdiperlukan, pemberian anti virus ribavirin, kortikosteroid sistemik, dan pemberianbronkodilator masih memerlukan analisis yang mendalam. Pernah dilaporkanpemberian RSVIG pada kasus yang berat, hasilnya masih belum memuaskan karenatidak berbeda bermakna dengan pemberian albumin disamping pengobatan suportiflainnya.
Gambaran Persepsi Orang Tua tentang Penggunaan Antipiretik sebagai Obat Demam Soepardi Soedibyo; Elsye Souvriyanti
Sari Pediatri Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp8.2.2006.142-6

Abstract

Latar belakang. Pemberian antipiretik pada anak dengan demam, sering dilakukansendiri oleh orang tuanya. Walaupun masih ada yang memberikannya dengan indikasidan cara yang kurang tepat. Semua jenis antipiretik mempunyai efek samping oleh sebabitu, perlu diberikan informasi yang jelas tentang cara penggunaannya pada mereka.Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenaipersepsi orang tua pasien tentang penggunaan antipiretik.Metoda. Penelitian deskriptif ini dengan desain cross sectional yang dilakukan padaorang tua pasien yang datang ke Poliklinik Umum Ilmu Kesehatan Anak, RS.CiptoMangunkusumo, Jakarta pada Desember 2005.Hasil. Pada penelitian ini ditemukan bahwa indikasi pemberian antipiretik cenderungberlebihan bahkan diberikan pada suhu tubuh yang masih normal. Antipiretik yangsering digunakan adalah asetaminofen. Sumber informasi penggunaan antipiretikterbanyak dari dokter.Kesimpulan dan saran. Frekuensi penggunaan antipiretik sudah benar, tetapi dosistidak tepat karena tidak menggunakan sendok takar yang dianjurkan. Antipiretik yangsering digunakan adalah asetaminofen karena mudah didapat dan harga murah.Penggunaan antipiretik terutama didapat dari informasi tenaga medis (88,3%) makadiharapkan tenaga medis yang memberikan pelayanan primer memberikan informasidengan tepat.

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2006 2006


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue