cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4 (2) 2015" : 11 Documents clear
Isolasi dan Identifikasi Oosista Toxoplasma Gondii pada Feses Kucing dengan Metode Pengapungan Gula Sheater Joy Simamora, Adven Three Any; Suratma, Nyoman Adi; Apsari, Ida Ayu Pasti
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (2) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.202 KB)

Abstract

Kucing merupakan hewan kesayangan yang sangat banyak digemari oleh masyarakat untuk dipelihara namun banyak juga yang hidup liar. Hampir setiap individu hewan khususnya kucing dapat terinfeksi parasit, salah satunya adalah parasit Toxoplasma gondii. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi Oosista T. gondii dengan menggunakan metode pengapungan gula sheater dan mengidentifikasi Oosista T.gondii berdasarkan morfologi dan morfometrinya. Penelitian ini menggunakan 35 sampel feses kucing yang diambil dari sejumalah pasar dan sekitar perumahan di Denpasar. Hasil penelitian mendapatkan, 35 sampel feses yang digunakan ditemukan satu sampel yang positif terinfeksi Oosista T.gondii. Dasar identifikasi Oosista yang ditemukan, morfologinya berbentuk lonjong, memiliki dinding yang jelas dan terdapat dua sporokista yang masing-masing berisi empat sporozoit, dan morfometrinya ukuran Oosista dengan 9,37 x 11,25µm. Metode pengapungan gula sheater dapat dipakai untuk isolasi oosista T.gondii.
Bentuk Ujung Gigi Taring Pada Anjing Yang Diberi Pakan Dog Food Sida Pello, Brigitta Cynthia; Widyastuti, Sri Kayati; Utama, Iwan Harjono
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (2) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.166 KB)

Abstract

Gigi adalah bagian keras yang terdapat di dalam mulut. Adapun fungsi dari gigi adalah memotong makanan (incisivus/gigi seri), untuk mengiris dan menyobek makanan (caninus/gigi taring), untuk menyobek dan membantu menggiling makanan (premolar/gigi geraham depan) serta untuk mengunyah dan menggiling makanan (molar/gigi geraham belakang). Penelitian bertujuan untuk mengetahui bentuk dari ujung gigi taring pada anjing yang selalu diberikan pakan berupa dog food. Objek dalam penelitian ini adalah 30 ekor anjing ras berumur 1 tahun7 bulan sampai 3 tahun yang dipelihara oleh masyarakat, berjenis kelamin jantan maupun betina, dan diberi pakan berupa dog food (kering) selama 1 sampai 2 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional. Sebanyak 19 pasang ujung gigi taring pada anjing yang diberi pakan dog food kering mengalami penumpulan, sisanya ada 11 pasang ujung gigi taring yang tetap tajam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa semakin lama pemberian pakan dog food mengakibatkan ketumpulan pada ujung gigi taring tersebut semakin meningkat.
Uji Toksisitas Ekstrak Akar Tuba (Derris Elliptica) Secara Topikal pada Kulit Anjing Lokal Br Ginting, Febrina Cicilia; wanto, Sis; Merdana, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (2) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.999 KB)

Abstract

Ekstrak akar tuba (Derris elliptica) mengandung zat beracun disebut dengan rotenon yang dapat membunuh kutu pada anjing maupun kucing. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak akar tuba terhadap alergi pada kulit dan toksisitas ekstrak akar tuba yang digunakan sebagai antiektoparasit secara topikal. Penelitian ini menggunakan hewan coba sebanyak 10 ekor anjing lokal yang terdiri dari lima ekor jantan dan lima ekor betina, umur 1,5-2 tahun. Untuk perlakuan digunakan aquades sebagai kontrol negatif dan larutan ekstrak akar tuba dengan konsentrasi 1%, 2%, dan 3%. Pengamatan dilakukan setelah 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam dan setelah 24 jam terhadap terjadinya dermatitis pada kulit. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak akar tuba dengan konsentrasi 1%, 2%, dan 3% yang diberikan secara topikal tidak menimbulkan dermatitis pada anjing. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak akar dapat digunakan sebagai antiektoparasit pada anjing lokal.
Dosis Glukosa Ideal pada Pengencer Kuning Telur Fosfat Dalam Mempertahankan Kualitas Semen Kalkun pada Suhu 5°C Pambudi, Jian Rindawidya; Budiasa, Made Kota; Bebas, Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (2) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.881 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan glukosa pada pengencer kuning telur fosfat dalam mempertahankan motilitas dan daya hidup spermatozoa kalkun yang disimpan pada suhu 50 C. Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dengan 6 ulangan : kelompok To (kontrol), kelompok T1 (glukosa konsentrasi 0,3 w/v%), kelompok T2 (glukosa konsentrasi 0,6 w/v%), kelompok T3 (glukosa konsentrasi 0,9 w/v%). Pemeriksaan motilitas dilakukan di bawah mikroskop terhadap spermatozoa yang memiliki pergerakan progresif dan daya hidup dilakukan dengan pewarnaan eosin negrosin. Pemeriksaan dimulai saat penyimpanan sampai motilitas dibawah 40% dan daya hidup dibawah 45%, yaitu 0 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam, 60 jam, 72 jam, dan 84 jam. Metoda penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan uji statistik General Linear Model (Multivariate). Apabila perlakuan memberikan pengaruh yang nyata (p
Performans Reproduksi Burung Cucak Rawa (Pycnonotus Zeylanicus) Pada Penangkaran Secara Ex-Situ Zulkarnain, David; Bebas, I Wayan; Tri Laksana, I Gusti Ngurah Bagus
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (2) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.471 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan reproduksi burung cucak rawa yang ditangkarkan secara ex-situ meliputi jumlah telur, bobot telur, lama mengeram, dan daya tetas telur. Dilakukan pengamatan dan dicatat kapan burung mulai bertelur, jumlah telur, bobot telur, lama mengeram, kapan telur menetas, jumlah telur yang menetas, lama disapih, bobot anakan, dan saat burung bertelur kembali sehingga dapat diketahui siklus reproduksi burung cucak rawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burung cucak rawa menghasilkan dua butir telur. Bobot telur bervariasai antara 3,40–5,37 gram dengan rataan 4,60 gram. Burung cucak rawa mengeram selama 14 hari terhitung sejak burung tersebut bertelur. Daya tetas telur yang dihasilkan lima pasang indukan burung cucak rawa sangat tinggi, setiap telur yang dihasilkan menetas dengan baik. Anakan burung cucak rawa disapih pada umur 5 hari dengan bobot anakan bervariasi antara 18,46–29,26 gram dengan rataan 23,17 gram. Selisih waktu dari awal burung bertelur hingga bertelur kembali bervariasi antara 26–31 hari. Dengan mengetahui performa reproduksi burung cucak rawa yang ditangkarkan secara ex-situ diharapkan para penghobi dapat menangkarkan burung cucak rawa dan membantu melestarikan keberadaan burung cucak rawa.
Isolasi dan Identifikasi Oosista Koksidia dari Tanah Di Sekitar Tempat Pembuangan Sampah Di Kota Denpasar Azmy, Andi Azhary; Apsari, Ida Ayu Pasti; Ardana, I Bagus Komang
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (2) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.266 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai isolasi dan identifikasi ookista Coccidia dari tanah di sekitar tempat sampah di Kota Denpasar. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi oosista Coccidia dari sampel tanah menggunakan metode pengapungan sukrose dengan 0,1% gelatin. Tanah di sekitar tempat pembuangan sampah bisa menjadi sebagai tempat atau media tumbuhnya parasit seperti Isospora spp, Eimeria spp, Toxoplasma gondii, Cryptosporidium spp, dan Sarcocytis spp. Penelitian ini menggunakan 100 sampel tanah yang berasal dari 25 lokasi tempat pembuangan sampah, dengan setiap satu tempat pembuangan sampah diambil empat sampel tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua genus oosista Coccidia yaitu Eimeria dan Isospora pada tanah di sekitar tempat pembuangan sampah di Kota Denpasar. Simpulannya adalah terdapat dua jenis koksidia di tempat sampah, yakni Eimeria dan Isospora.
Kejadian Pincang pada Sapi Bali Akibat Trauma Terkait Proses Transportasi Ke Pasar Hewan Beringkit ruroh, Mas; Pemayun, I Gusti Agung Gde Putra; Batan, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (2) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.183 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian observasi kejadian pincang pada sapi bali akibat trauma terkait proses transportasi di Pasar Hewan Beringkit, Mengwi, Badung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada dan tidaknya kejadian pincang pada sapi bali yang dipasarkan di Pasar Hewan Beringkit dan untuk mengetahui bagian kaki sapi bali yang sering mengalami kepincangan. Pengamatan dilakukan sebanyak 12 kali pada setiap hari pasar (Rabu dan Minggu) dan hari Prapasar (Selasa dan Sabtu) tepat di depan dermaga dan di lanjutkan di delapan los Pasar Hewan Beringkit. Sapi bali yang mengalami kepincangan didata dan dokumentasikan, selanjutnya meminta informasi kepada peternak pemilik sapi bali tersebut terkait anamnesis dan kejadian pincang. Hasil penelitian menunjukan dari 6.881 ekor sapi bali terdapat empat kejadian pincang pada sapi bali yang dipasarkan di Pasar Hewan Beringkit, yang disebabkan karena proses transportasi. Dari kajian ini disimpulkan bahwa para peternak pada umumnya sudah mengetahui cara penanganan sapi untuk mencegah kejadian pincang akibat trauma terkait transportasi.
Kualitas Daging Kambing yang Disimpan pada Suhu Ruang Ditinjau dari Uji Subjektif dan Objektif Sembiring, Uli Rehlitna; Suada, I Ketut; Agustina, Kadek Karang
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (2) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.169 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian terhadap daging kambing untuk mengetahui kualitas daging pada suhu ruang ditinjau dari uji subjektif dan objektif. Sampel diambil dari empat tempat pemotongan di kota Denpasar antara lain : di Kampung Jawa, Kampung Bugis, (Serangan) Sidakarya dan Teuku Umar. Untuk uji warna menggunakan standar warna SNI, sedangkan uji bau dan tektur diuji oleh panelis, untuk mengukur daya ikat air menggunakan metode Hamm. Kadar air dilakukan dengan pengeringan menggunakan oven selanjutnya untuk mengukur pH dilakukan dengan menggunakan pH meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat tempat pemotongan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap keenam parameter antara lain : warna, bau, tekstur, daya ikat air, kadar air dan pH sedangkan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P
Uji Efektivitas Ekstrak Akar Tuba (Derris Elliptica) Terhadap Caplak Anjing Secara In Vitro Hutasoit, Ika Hartini; wanto, Sis; Merdana, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (2) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.176 KB)

Abstract

Ekstrak akar tuba (Derris elliptica) mengandung zat kimia yang disebut rotenon yang dapat membasmi serangga, larva, nyamuk, rayap tanah dan lain sebagainya. Belum adanya penelitian tentang pengaruh extrak akar tuba terhadap caplak anjing, maka dilakukan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak akar tuba sebagai anti ektoparasit terhadap caplak anjing. Sampel yang digunakan adalah caplak sebanyak 40 ekor yang dibagi dalam empat kelompok, masing-masing sepuluh ekor ditaruh dalam cawan petridis yang dialasi kapas. Kemudian dilakukan penyemprotan 0% aquades (kontrol), 1%, 2%, dan 3% ekstrak akar tuba. Pengamatan dilakukan terhadap caplak yang sudah mati. Pada konsentrasi 1% menunjukkan kematian caplak tiga ekor pada menit ke-20, lima ekor pada menit ke-30, dan kematian 100% pada menit ke-64. Pada konsentrasi 2% menunjukkan kematian dua ekor pada menit 10,tujuh ekor pada menit ke-30 dan kematian 100% pada menit ke-55. Dan pada konsentrasi 3% menunjukkan kematian pada tujuh ekor caplak pada menit ke-10, sembilan ekor pada menit ke-20 dan kematian 100% pada menit ke-30. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak akar tuba dengan konsentrasi 3% lebih efektif daripada 1% dan 2%. Ini dibuktikan dengan jumlah dan kecepatan kematian pada caplak. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak akar tuba kadar 1%, 2%, dan 3% sangat efektif digunakan sebagai anti ektoparasit anjing.
Profil Lipoprotein Plasma Tikus dalam Kondisi Hiperglikemia Wahyudi, Tri; Widyastuti, Sri Kayati; Suarsana, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (2) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.586 KB)

Abstract

Konsumsi makanan yang banyak mengandung glukosa dapat memicu tingginya kadar gula dalam darah atau hiperglikemia. Hiperglikemia yang berkepanjangan secara tidak langsung mempengaruhi proses metabolisme tubuh. Kadar gula dalam darah yang berlebihan sebagian akan dirubah menjadi lipid melalui proses lipogenesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil lipoprotein plasma tikus dalam kondisi hiperglikemia. Sampel darah diambil dari 20 ekor tikus jantan dengan berat antara 150-200 gr dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan. Kekompok pertama sebagai kontrol diberikan aquades sebanyak 2 ml/oral, sedangkan kelompok kedua diberikan perlakuan sukrosa 80% sebanyak 2 ml/oral per hari sebanyak 2 kali selama 6 minggu. Metode pemeriksaan darah menggunakan alat spektrofotometer. Hasil penelitian profil lipoprotein plasma tikus hiperglikemia didapatkan hasil kadar total kolesterol 59 mg/dl, HDL sebesar 33,5 mg/dl, TGA sebesar 70,3 mg/dl, dan LDL sebesar 11,44 mg/dl. Data dianalisis dengan uji T tes tidak berpasangan. Hasil penelitian profil lipoprotein plasma tikus hiperglikemia dapat disimpulkan bahwa kondisi hiperglikemia menyebabkan kadar total kolesterol, HDL, TGA, dan LDL lebih tinggi dibandingkan dengan tikus normal dan berbeda nyata (P< 0,01).

Page 1 of 2 | Total Record : 11