cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 7 (2) 2018" : 11 Documents clear
Gambaran Fisik Pemeriksaan Post-Mortem Organ Jantung, Paru-paru dan Hati Sapi Bali yang Berasal dari Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran Kota Denpasar Apriyani, Ester Muki; Swacita, Ida Bagus Ngurah; Suada, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (2) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.567 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.2.106

Abstract

Jeroan merupakan komponen sisa karkas berupa organ internal hewan yang masih layak dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang gambaran fisik pemeriksaan post-mortem organ sapi Bali yang berasal dari Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran Kota Denpasar. Sampel organ dari 90 ekor sapi diperiksa secara post mortem dengan cara inspeksi, palpasi, insisi serta mengamati tanda-tanda patologis penyakit pada organ jantung, paru-paru dan hati. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan 90 sampel organ jantung dan paru-paru tidak memperlihatkan tanda-tanda patologi maupun keabnormalan lainnya. Infeksi cacing Fasciola sp. ditemukan pada 7 sampel organ hati atau sebesar 7,78% dari total 90 sampel organ hati.
Pemetaan dan Analisis Kejadian Rabies di Kabupaten Buleleng Tahun 2010-2016 Novianti, Syinthia Arya; Batan, I Wayan; Suardana, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (2) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.342 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.2.150

Abstract

Rabies merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan di Indonesia terutama di Pulau Bali. Kejadian rabies di Pulau Bali khususnya di Kabupaten Buleleng masih tinggi. Tercatat pada tahun 2010 terdata sebanyak 6 kasus akibat gigitan dari anjing yang positif terinfeksi virus rabies pada manusia dan tahun 2015 masih ditemukan kejadian rabies pada anjing sebanyak 77 kasus. Korelasi antara kejadian rabies pada anjing dan manusia selanjutnya di analisis dengan Uji Spearman, yang bertujuan untuk mengetahui signifikasi hubungan kejadian rabies pada manusia dan anjing di Kabupaten Buleleng. Selain itu untuk mengatahui pola persebaran kejadian rabies di Kabupaten Buleleng juga dibuatkan peta persebaran rabies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian rabies pada anjing di Kabupaten Buleleng tahun 2010 sampai 2016 sebanyak 182 ekor dan 12 orang pada manusia serta hubungan korelasi kejadian rabies pada anjing dan manusia tidak menunjukan adanya hubungan sebab akibat (P > 0,05) yang artinya bahwa kejadian rabies anjing tinggi tidak selalu diikuti dengan kejadian rabies pada manusia.
Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Ayam Pelung Dalam Pengencer Kuning Telur Fosfat Yang Disimpan Pada Suhu 29oC Kusuma, Putu Wijaya; Bebas, Wayan; Budiasa, Made Kota
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (2) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.205 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.2.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama penyimpanan semen ayam pelung terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa dalam pengencer kuning telur fosfat yang disimpan pada suhu 29oC. Pengamatan terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa selama masa penyimpanan 0 menit (To), 30 menit (T1), 60 menit (T2), 90 menit (T3), dan 120 menit (T4). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian dan apabila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan, adanya penurunan motilitas dan daya hidup spermatozoa selama masa penyimpanan
Bakteriosin Asal Streptococcus Bovis 9A sebagai Biopreservatif pada Daging Sapi Ditinjau dari Uji Eber Franciska, Juliana; Suardana, I Wayan; Suarsana, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (2) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.336 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.2.158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman bakteriosin asal Streptococcus bovis isolat 9A sebagai biopreservatif pada daging sapi ditinjau dari uji Eber. Penelitian dimulai dari persiapan kultur isolat 9A dan dilanjutkan dengan produksi bakteriosin kasar, persiapan sampel dan aplikasi bakteriosin sebagai biopreservatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman daging dalam bakteriosin 5 menit, 10 menit dan tanpa bakteriosin berpengaruh terhadap kualitas daging berdasarkan uji Eber. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perendaman daging dalam bakteriosin asal Streptococcus bovis isolat 9A mampu memperpanjang masa simpan daging sapi.
Titer Antibodi Ayam Petelur Pascavaksinasi Avian Influenza Pada Peternakan Komersial Di Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan Bhakty, Zatya Wira; Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (2) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.944 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.2.123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon imun sekunder pascavaksinasi kedua AI pada peternakan komersial di Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan. Sampel penelitian dipilih secara acak terhadap 10 ekor ayam petelur dari total 200 ekor. Sampel diambil sebanyak tiga kali yakni sekali pravaksinasi dan dua kali pascavaksinasi pada peternakan komersial di Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan. Pemeriksaan titer antibodi AI dilakukan dengan uji serologi Haemaglutination Inhibition (HI). Nilai titer antibodi selanjutnya dianalisis menggunakan uji sidik ragam univariate dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT), uji Duncan, dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan titer antibodi yang signifikan setiap minggu pascavaksinasi. Rerata titer antibodi pravaksinasi sebesar 0 HI log 2. Rerata titer antibodi ayam petelur pascavaksinasi kedua pada minggu ke-2 yaitu 4,6 HI log 2 dan 8,3 HI log 2 pada minggu ke-3. Periode pengambilan serum berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan titer antibodi AI pascavaksinasi setiap minggunya. Disarankan untuk memperhatikan waktu vaksinasi kedua dilakukan sebelum titer antibodi primer mencapai 0 HI log 2.
Penambahan Alfa Tokoferol dalam Pengencerterhadap Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Ayam Pelung Pada Suhu 4?c Hendiyani, Melia; Bebas, Wayan; Budiasa, Made Kota
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (2) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.17 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.2.168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai konsentrasi ?-tocopherol pada pengencer fosfat kuning telur terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam pelung yang disimpan pada suhu 4ºC selama 24 jam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan. Masing-masing T0 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuning telur tanpa ditambah ?-tocopherol sebagai kontrol), T1 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuning telur ditambah dengan ?-tocopherol 300 µg/mL), T2 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuning telur ditambah dengan ?-tocopherol 400 µg/mL), T3 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuning telur ditambah dengan ?-tocopherol 500 µg/mL). Masing-masing perlakuan terdiri dari 6 ulangan sehingga jumlah sampel yang digunakan sebanyak 24. Variabel yang diamati adalah motilitas dan daya hidup spermatozoa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan General Linear Model (Multivariate). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ?-tocopherol dalam pengencer fosfat kuning telur berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya hidup dan motilitas spermatozoa ayam pelung. Konsentrasi ?-tocopherol 400 µg/mL merupakan konsentrasi terbaik dalam mempertahankan motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam pelung yang disimpan pada suhu 4oC selama 24 jam.
Pengaruh Pemberian Asam Butirat terhadap Peningkatan Berat Badan Ayam Pedaging Astari, Ni Putu Widya; Berata, I Ketut; Tono PG, Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (2) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.151 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.2.85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian asam butirat terhadap peningkatan berat badan ayam pedaging. Penelitian menggunakan 60 ekor ayam pedaging umur 1 hari dan dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan yaitu A kelompok perlakuan tanpa asam butirat (kontrol), B kelompok perlakuan dengan pemberian asam butirat dosis 0,5 kg/ton pakan dan C kelompok perlakuan dengan asam butirat dosis 1 kg/ton pakan. Variabel yang diukur adalah berat badan ayam pedaging. Pada uji jarak berganda Duncan didapatkan hasil terhadap peningkatan berat badan ayam pedaging yang berbeda-beda antara kelompok ayam kontrol dengan kelompok ayam yang diberikan perlakuan dengan dosis asam butirat 0,5 kg/ton pakan dan 1 kg/ton pakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kombinasi asam butirat dalam pakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan berat badan ayam pedaging.
Gambaran Histopatologi Ovarium Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Akibat Pemberian Vitamin E dan Etinil Estradiol Raharjo, Yudha Yaksa Crada Yoga Arum; Samsuri, Samsuri; Berata, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (2) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.661 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.2.132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemberian etinil estradiol mempengaruhi histopatoligi ovarium tikus putih dan mengetahui efek pemberian suplementasi vitamin E terhadap efek samping etinil estradiol pada ovarium tikus putih. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih betina, dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol(-) yang hanya diberi pakan dan minum saja, kontrol(+) diberikan etinil estradiol dengan dosis 150 mg/kg, P1 diberikan etinil estradiol 150 mg/kgbb dan vitamin E dengan dosis 100 mg/kgbb, P2 diberikan etinil estradiol 150 mg/kgbb dan vitamin E dengan dosis 150 mg/kgbb, P3 diberikan etinil estradiol 150 mg/kgbb dan vitamin E dengan dosis 200 mg/kgbb. Pemberian perlakuan selama 30 hari, kemudian hewan coba dinekropsi. Jaringan ovarium diambil dan diproses untuk pembuatan preparat histopatologi. Variabel yang diperiksa meliputi adanya proliferasi sel epitel dan nekrosis. Hasil penelitian diperoleh adanya perbedaan yang sangat nyata antara kontrol negatif (-) dan kontrol positif (+). Rerata skor perbaikan dari kerusakan ovarium berbeda nyata antara perlakuan P1, P2, dan P3. Kelompok perlakuan P2 dan P3 yang palning menunjukkan perubahan mendekati rerata skor kelompok kontrol negatif (-). Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian etinil estradiol mempengaruhi perubahan histopatologi ovarium tikus putih. Pemberian suplementasi vitamin E mampu mengurangi efek samping etinil estradiol. Sehingga vitamin E dapat digunakan sebagai terapi pada pasien yang sedang menggunakan preparat hormonal seperti etinil estradiol.
Laporan Kasus: Kistik Endometritis pada Kucing Persia Azizah, Hidayatul; Batan, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (2) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.149 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.2.177

Abstract

Seekor kucing persia berumur satu tahun berjenis kelamin betina menunjukkan gejala klinis: adanya leleran putih kental (leucorrhoea) meleleh keluar dari vulva, tidak berbau, sering menjilati vulvanya, perut nyeri saat ditekan dan nafsu makan menurun. Pada pemeriksaan hematologi rutin hasil menunjukkan eosinofil meningkat dan pemeriksaan ultrasonografi terhadap uterus diperoleh gambaran adanya cairan (anechoic) dan penebalan (hyper echoic). Hasil histopatologi menunjukkan uterus mengalami hemoragi, kistik, infiltrasi sel radang, nekrosis, dan hiperplasia. Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan kucing didiagnosis kistik endometritis. Tindakan yang dilakukan adalah ovariohisterectomy.
Penurunan Kadar Glukosa Darah dan Gambaran Histopatologi Pankreas dengan Pemberian Gula Aren (Arenga pinnata) pada Tikus Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Aloksan Swastini, Dewa Ayu; Shaswati, Gusti Ayu Prianka Adi; Widnyana, I Putu Sudiatmika; Amin, Amirul; Kusuma, Lalu Angga Sadi; Putra, Anak Agung Rai Yadnya; Samirana, Putu Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (2) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.459 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.2.94

Abstract

Gula aren (Arenga pinnata) merupakan hasil pengolahan dari nira aren. Gula aren berpotensi sebagai agen antidiabetes. Pengujian ilmiah terhadap potensi antidiabetes yang dikandung oleh gula aren belum tersedia, sehingga dilakukan penelitian mengenai pengujian aktivitas antidiabetes gula aren. Pemodelan diabetes mellitus dibuat dengan menggunakan tikus jantan galur wistar yang diinduksi aloksan dengan dosis 120 mg/kgBB secara intraperitonial. Pengujian dilakukan dengan membagi tikus menjadi 6 kelompok perlakuan, antara lain: kontrol normal, kontrol negatif (Aquades), kontrol positif (Glibenklamid 0,45 mg/kg BB), dan tiga kelompok perlakuan (variasi dosis pemberian gula aren (Arenga pinnata)2,57 mg/kg BB, 5,14 mg/kg BB, 10,28 mg/kg BB) diberikan selama 28 hari. Selanjutnya diukur kadar glukosa darah tikus menggunakan uji glukosa pada hari ke-7, 14, 21 dan 28 serta pengamatan diameter pulau Langerhans secara histopatologi. Berdasarkan hasil pengujian, selisih rata-rata kadar gula darah sesaat setelah induksi aloksan dan setelah 28 hari, gula aren mampu menurunkan kadar gula darah secara signifikan (p<0,05) dibandingkan dengan kontrol negatif dan memiliki rata-rata selisih lebih besar dibanding kontrol positif. Hasil pengamatan secara histopatologi menunjukan bahwa pemberian gula aren pada tikus jantan galur Wistar yang diinduksi aloksan belum mampu memperbaiki kondisi pulau Langerhans

Page 1 of 2 | Total Record : 11