Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Respons Imun Itik Bali Pascavaksinasi Flu Burung Azizah, Hidayatul; Suardana, Ida Bagus Kade; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (4) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.434 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons imun itik bali terhadap vaksinasi Avian Infuenza (AI) dan waktu yang diperlukan untuk terbentuknya titer antibodi yang protektif. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan waktu sebagai perlakuan. Objek penelitian menggunakan 24 serum itik bali. Pengambilan darah pravaksinasi dilakukan pada umur 3 minggu dan vaksinasi dilakukan pada umur 4 minggu secara injeksi subkutan. Pengambilan darah pascavaksinasi dilakukan empat kali dengan interval waktu satu minggu dari vena tibialis cranial dengan spuit 1 cc. Serum dipisahkan dan ditampung dalam tabung eppendorf. Titer antibodi diuji dengan uji Hemaglutination inhibition (HI) dan hasil pemeriksaan titer antibodi dinyatakan dengan satuan log 2. Hasil pemeriksaan rataan titer antibodi pravaksinasi 0 ± 0,000 log 2, minggu ke-1 pascavaksinasi 2,83 ± 0,753 log 2, minggu ke-2 4,83 ± 0,753 log 2, minggu ke-3 6,00 ± 0,632 log 2, dan minggu ke-4 4,67 ± 0,516 log 2 sehingga didapatkan titer antibodi protektif (?24) pada minggu ke-2 sampai minggu ke-4 pascavaksinasi.
Laporan Kasus: Kistik Endometritis pada Kucing Persia Azizah, Hidayatul; Batan, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (2) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.149 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.2.177

Abstract

Seekor kucing persia berumur satu tahun berjenis kelamin betina menunjukkan gejala klinis: adanya leleran putih kental (leucorrhoea) meleleh keluar dari vulva, tidak berbau, sering menjilati vulvanya, perut nyeri saat ditekan dan nafsu makan menurun. Pada pemeriksaan hematologi rutin hasil menunjukkan eosinofil meningkat dan pemeriksaan ultrasonografi terhadap uterus diperoleh gambaran adanya cairan (anechoic) dan penebalan (hyper echoic). Hasil histopatologi menunjukkan uterus mengalami hemoragi, kistik, infiltrasi sel radang, nekrosis, dan hiperplasia. Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan kucing didiagnosis kistik endometritis. Tindakan yang dilakukan adalah ovariohisterectomy.
Pengaruh Sosialisasi Cek KLIKK BPOM terhadap Tingkat Pengetahuan Pemilihan Kosmetik pada Siswa MTs Al-Hannaniyah NW Praya Fitriana, Mariama; Ridwan, Sucilawaty; Azizah, Hidayatul; Hajrin, Wahida; Subaidah, Windah Anugrah; Pratiwi, Eskarani Tri
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/trilogi.v5i2.8380

Abstract

Tingginya pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia menimbulkan permasalahan berupa munculnya oknum-oknum yang mengedarkan kosmetik secara ilegal. Di antara kelompok yang paling rentan terpengaruh oleh oknum-oknum tersebut adalah kelompok usia remaja. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi kriteria pemilihan kosmetik yang aman, meliputi cek kemasan, label, izin edar, kegunaan, dan kadaluarsa (KLIKK) BPOM sebagai langkah cerdas dalam memilih kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sosialisasi cek KLIKK BPOM terhadap tingkat pengetahuan pemilihan kosmetik pada siswa/siswi MTs Al-Hannaniyah NW Praya. Rancangan penelitian menggunakan one group pretest-posttest design dengan metode sosialisasi dan pemberian kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan responden sebelum dan setelah sosialisasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan pada responden (P<0,05) setelah sosialisasi, di mana sebanyak 43,3% siswa/siswi memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, 40% memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi, dan 16,7% memiliki tingkat pengetahuan yang rendah.
Penerapan Storytelling Dongeng Timun Emas Melalui Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Rasa Kepercayaan Diri Siswa Kelas IV di SDN 2 Kelayu Selatan Hakim, Arif Rahman; Hadiah, Hastuti; Apriliani, Heni Tia Asri; Maulida, Hesti; Azizah, Hidayatul; Purnama, Ika
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v10i1.26674

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan metode storytelling dongeng timun emas melalui bimbingan kelompok untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri siswa kelas IV di SDN 2 kelayu selatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV yang berjumlah 31 siswa. Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes dan dokumentasi. Sedangkan instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas guru dan siswa dan lembar observasi percaya diri siswa. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tahap pra penelitian, tahap perencanaan tindakan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan terakir yaitu tahap refleksi tindakan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu penerapan metode storytelling dengan menggunakan teks cerita timun emas melalui bimbingan kelompok untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa di kelas IV berhasil diterapkan dengan mengacu pada hasil data yang menunjukkan adanya peningkatan yang terjadi pada proses pembelajaran di sekolah yaitu Peningkatan rasa kepercayaan diri dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN 2 Kelayu Selatan termasuk sudah berkembang dengan baik yaitu mencapai 84.44%.
PENGAWAS MENELAN OBAT BERPERAN DALAM KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS DI WILAYAH PUSKESMAS BALONGBENDO SIDOARJO Astuti, Eny; Siagian, Martha Lowrani; Azizah, Hidayatul
Bahasa Indonesia Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v14i1.696

Abstract

Penyakit tuberkulosis (TBC) adalah peyakit kronis menular yang masih tetap merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia.. WHO merekomendasikan strategi pengobatan DOTS (Directly observed treatment shortcourse), yaitu penderita minum obat dengan diawasi pengawas menelan obat. Faktor utama yang dapat mempengaruhi keberhasilan pengobatan pasien TB paru salah satunya adalah peran pengawas menelan obat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis. Jenis penelitian yang digunakan adalah Corellational dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien TBC di Wilayah puskesmas Balongbendo Sidoarjo sebanyak 45 orang. Dan untuk sampelnya sejumlah 40 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peran Pengawas Menelan Obat (PMO) dalam kategori mendukung dan kepatuhan dalam kategori kepatuhan tinggi. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran Pengawas Menelan Obat (PMO) terhadap kepatuhan minum obat dengan p-value 0,000 < 0,05 dengan koefisien korelasi sebesar 0,727. Disarankan bagi puskesmas untuk memilih PMO yang tepat sehingga PMO dapat menjalankan perannya agar pasien tetap patuh dan menunjang keberhasilan pengobatan.
Tulou As A Customary Criminal Sanction in Mentawai: Convergensi of Customary and Islamic Law for Social Reconciliation Rosman, Edi; Elfiani, Elfiani; Azizah, Hidayatul; Yufriadi, Ferdi
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol. 9 No. 3 (2025): Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/wqch0850

Abstract

This study examines the role of Tulou as a customary criminal sanction in the Mentawai Islands, particularly in cases of sexual harassment, and its relevance to Islamic criminal law. The research problem arises from the tension between the persistence of indigenous customary practices and the formal state legal system, as well as the possibility of their convergence with Islamic law in achieving justice. The central questions addressed are: How is Tulou applied as a mechanism of sanction in Mentawai society, and to what extent can its principles be aligned with Islamic criminal law? Methodologically, this study adopts a normative legal research approach combined with a socio-legal perspective, utilizing document analysis, court decisions, and in-depth interviews with customary leaders, community figures, victims’ families, and religious leaders. The findings indicate that Tulou functions as a restorative justice mechanism by prioritizing reconciliation, acknowledgment of wrongdoing, apology, and compensation, thereby restoring social harmony and protecting communal dignity. When analyzed through the lens of Islamic criminal law (fiqh jināyah), Tulou resonates with the principles of ta‘zīr and the objectives of maqāṣid al-sharī‘ah, particularly the protection of dignity (‘ird), justice (‘adl), and public welfare (maṣlaḥah). This study is novel in its exploration of Tulou as a customary sanction within a predominantly non-Muslim society through the lens of Islamic criminal law. Unlike previous works that separate customary and Islamic law, this research highlights their convergence in achieving maqāṣid al-sharī‘ah objectives such as dignity, justice, and public welfare. In doing so, the study contributes a new perspective to the discourse on restorative justice in plural legal contexts.
The Existence of Customary Criminal Justice in Resolving Moral Offenses in Mentawai Azizah, Hidayatul; Helfi, Helfi; Hamdani, Hamdani; Khoirunnisa, Larasati; Sahrizal, Sahrizal
Hakamain: Journal of Sharia and Law Studies Vol. 4 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/hakamain.v4i1.1452

Abstract

This study investigates the existence and practice of customary criminal justice in resolving moral offenses within the Mentawai community. Using a field research design with a qualitative approach, primary data were collected through direct observation, in-depth interviews with customary leaders (sikerei), village elders, and community members, as well as focus group discussions conducted in several Mentawai villages. Secondary data were also gathered from local records, case documentation, and previous studies to provide supporting evidence. The findings indicate that the Mentawai customary justice system remains actively practiced and widely trusted by the community, particularly in cases involving sexual harassment, adultery, and premarital relations. Sanctions applied through tulou emphasize reconciliation, compensation, and restoration of social harmony rather than strict punishment. Observations show that these customary mechanisms are perceived as more accessible, effective, and socially relevant compared to the formal criminal justice system, which is often viewed as distant and bureaucratic. The research also highlights the processes, interactions, and roles of community members, demonstrating how customary justice functions as a practical, community-based mechanism for resolving moral disputes. Field evidence reveals the enforcement procedures, decision-making practices, and participation of key actors in the customary process. The study contributes empirically by documenting the ongoing use and social acceptance of indigenous legal practices in Mentawai. Its findings provide valuable insights into how customary criminal justice operates in everyday life, offering data-driven perspectives for understanding the functioning, resilience, and social legitimacy of local legal institutions.
Collaborative Governance dalam Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) “Cipta Karya Unggul” di Desa Tipar Kidul Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas Kurniawan, Defri; Amartha, Putri; Azizah, Hidayatul; Fauziah, Mitha
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v3i1.5042

Abstract

Village-Owned Enterprises (BUMDes) play an essential role in improving rural economic development through the management of local potential. This study aims to identify the process of Collaborative Governance in the management of BUMDes “Cipta Karya Unggul” in Tipar Kidul Village, Ajibarang District, Banyumas Regency. This research uses a descriptive qualitative approach with data collected through interviews, observation, and documentation, while informants were selected using purposive sampling. The findings indicate that the management of BUMDes Cipta Karya Unggul involves collaboration among the village government, the community, and the private sector, particularly PT. Sinar Tambang Artha Lestari (PT STAR). This collaboration reflects the principles of Collaborative Governance—participatory, transparent, and goal-oriented— resulting in increased village income and community welfare. The success of this collaboration is supported by facilitative leadership, open communication, and mutual trust among stakeholders. Therefore, the application of the Collaborative Governance model is an effective strategy for strengthening sustainable village economic governance.
PENGEMBANGAN SEDIAAN GEL TABIR SURYA EKSTRAK DAUN KASTUBA MERAH (EUPHORBIA PULCHERRIMA L.) Azizah, Hidayatul; Hanifa, Nisa Isneni; Ramadhan, Muhammad Arif; Praditama, Lalu Denendra; Halimatussakdiyah, Halimatussakdiyah; Kania, Nadira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28124

Abstract

Paparan radiasi sinar UV secara terus menerus dapat memberikan dampak negatif  bagi kulit seperti munculnya gejala sunburn, eritema, photo aging, tanning, hingga kanker kulit. Tanaman kastuba (Euphorbia pulcherrima) daun merah memiliki kandungan antosianin lebih tinggi dibandingkan dengan daun kastuba hijau, dan memiliki aktivitas antioksidan yang dapat berperan sebagai tabir surya.Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan formulasi dan evaluasi sediaan sediaan gel tabir surya ekstrak daun kastuba merah (Euphorbia pulcherrima L.). Prosedur penelitian meliputi pembuatan simplisia, proses ekstraksi, pembuatan sediaan gel dengan 2 variasi konsentrasi ekstrak (F1 dan F2), pengujian SPF ekstrak dan sediaan gel secara in vitro, uji sifat fisik sediaan gel, dan uji aktivitas tabir surya gel dengan penghambatan pembentukan eritema secara in vivo. Hasil uji sifat fisik sediaan dari kedua formula  (F1 dan F2) adalah pada uji pH (6 dan 6); daya lekat (2 dan 1 detik); daya sebar (5,9 dan 6,1 cm). Adapun hasik uji nilai SPF secara in vitro dan in vivo yaitu  nilai SPF ekstrak 0,5 dan 1 ppm (5,30 dan 19,70) dan sediaan gel (12,73 dan 11,71); skala eritema (1,4 dan 1,6). Dapat disimpulkan dari hasil data nilai SPF yang diperoleh ekstrak daun kastuba merah memiliki potensi untuk mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan oleh paparan radiasi sinar UV dengan inovasi pengembangan menjadi produk sediaan gel tabir surya.
Sosialisasi Penggunaan Antibiotik Yang Rasional Pada Siswa/Siswi MTS Al-Hannaniyah NW Praya Afriliani, Tity; Azizah, Hidayatul; Anjani, Riani Patmi; Ridwan, Sucilawaty
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.7848

Abstract

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri, baik yang sifatnya bakteriostatik maupun yang bersifat bakterisid. Tingginya angka kejadian resistensi antibiotik disebabkan oleh beberapa farktor diantaranya yaitu penggunaan antibiotik yang tidak rasional, kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan, dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait penggunaan antibiotik sehingga resistensi dapat dikendalikan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dengan beberapa rangkaian kegiatan, diantaranya pembukaan, sambutan, pretest, pemaparan materi, diskusi, posttest, dan penutup.