cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
AKSIOMA
ISSN : 20862725     EISSN : 25797646     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika adalah jurnal dalam bidang matematika dan pendidikan matematika yang memfasilitasi guru, mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan dalam menerbitkan karya ilmiah atau artikel hasil penelitian maupun studi pustaka. Jurnal Aksioma ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DENGAN MEMANFAATKAN VIDEO YANG DIKEMAS DALAM BENTUK CD INTERAKTIF PADA MATA KULIAH INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA ., Rasiman; Nugroho, Aryo Andri; Purwosetiyono, FX. Didik
AKSIOMA Vol 3, No 1/Maret (2012): Aksioma
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran matematika dengan memanfaatkan video yang dikemas dalam bentuk CD Interaktif pada mata kuliah inovasi pembelajaran matematika pada mahasiswa dapat mencapai tuntas dan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran matematika dengan memanfaatkan video yang dikemas dalam bentuk CD Interaktif pada mata kuliah inovasi pembelajaran matematika terhadap hasil belajar mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasy Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester III jurusan pendidikan matematika IKIP PGRI Semarang yang terdiri dari sembilan kelas. Dengan teknik purposive sampling dipilih dua kelas, kelas 3D sebagai kelas eksperimen dan kelas 3C sebagai kelas kontrol. Variabel penelitian dalam penelitian ini yaitu kreativitas mahasiswa (X) sebagai variabel bebas dan hasil belajar (Y) sebagai variabel terikat. Cara pengambilan data dengan observasi dan tes hasil belajar. Olah data dengan uji banding dan uji pengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji ketuntasan dengan rata-rata 73,25 artinya telah mencapai ketuntasan dan terjadi perbedaan prestasi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang ditunjukkan dengan rata-rata 73,25 pada kelas eksperimen dan 68,30 pada kelas kontrol serta diperoleh variabel kreativitas mahasiswa berpengaruh positif terhadap prestasi belajar dengan persamaan regresi  dan pengaruhnya sebesar 12 %. Hal tersebut menunjukkan pembelajaran kelas eksperimen mencapai efektif.   Kata Kunci : Video, CD Interaktif, Efektif, Inovasi
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE KOOPERATIF MODEL LEARNING TOGETHER PADA SISWA KELAS VIIC TAHUN PELAJARAN 2009/2010 ., HM.Suyadi
AKSIOMA Vol 3, No 1/Maret (2012): Aksioma
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu pertama bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya metode kooperatif model Learning Together pada siswa kelas VIIC tahun pelajaran 2009/2010? , kedua bagaimanakah pengaruh metode kooperatif model Learning Together terhadap motivasi belajar siswa kelas VIIC tahun pelajaran 2009/2010?. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIIC SMP Negeri 21 Semarang tahun pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 22 siswa. Observasi dibagi dalam dua siklus yaitu siklus 1 dan 2, dimana masing-masing  siklus dikenai perlakuan yang sama (alur kegiatan yang sama) dan membahas satu sub-pokok bahasan yang diakhiri dengan tes formatif di akhir masing siklus. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa metode kooperatif model Learning Together memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (54,54%) dan siklus II (94,45%). Penerapan metode kooperatif model Learning Together mempunyai pengaruh positif, yaitu ditunjukan dengan meningkatnya aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II dan antusiasme siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan metode kooperatif model Learning Together semakin meningkatkan motivasi belajar siswa. Beberapa saran yang dapat peneliti berikan terkait dengan hasil penelitian diantaranya sebelum melaksanakan metode kooperatif model Learning Together guru hendaknya dapat menyesuaikan ketersediaan waktu dengan materi yang akan dipelajari, sehingga topik yang dipilih sesuai dengan metode kooperatif model Learning Together. Selain itu guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan kegiatan berbagai metode pengajaran, walau dalam taraf yang sederhana, dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan   Kata Kunci : Prestasi Belajar, Learning Together
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DALAM MENENTUKAN NILAI OPTIMUM DENGAN METODE COOPERATIVE LEARNING PADA SISWA PROGRAM KEAHLIAN PEMASARAN SMK N 2 TEMANGGUNG ., Muh. Idris
AKSIOMA Vol 3, No 1/Maret (2012): Aksioma
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar matematika siswa kelas XI Pemasaran SMK N 2 Temanggung dengan peserta didik 39 siswa relatif rendah, rata-rata nilai ulangan harian pertama adalah 53,08, nilai terendah 25 dan nilai tertinggi 75 dan frekuensi terbanyak ada pada rentang 40 sampai dengan 75. yang tuntas KKM untuk mata pelajaran Matematika 15 siswa. Untuk standar kompetensi kedua tentang  program linier  rata-rata nilai ulangan harian 49 degan nilai terendah 30 dan tertinggi 80, frekuensi tarbanyak pada rentang 40 sampai dengan 75. Siswa yang tuntas KKM sebanyak 21 siswa. Rata-rata nilai siklus I : 56,91, terendah 25 dan tertinggi 75. Siswa tuntas KKM mata pelajaran matematika  17 siswa. Untuk siklus II  rata-ratan 61,18, terendah 35 dan tertinggi 80. Dari 39 siswa tuntas KKM  24 siswa. Dilihat dari rata-rata siklus I dan II di atas, nilai rata- rata siklus I lebih rendah dari siklus II, yaitu rata-rata siklus I adalah 56,91 dibulatkan menjadi 57. Bagi siswa SMK Pemasaran nilai 57 untuk pelajaran matematika termasuk nilai yang rendah. Hasil pengamatan tindakan yang dilaksanakan pada siklus I diperoleh: dari 39 siswa yang tidak aktif sebanyak 11 siswa, maka persentasi tingkat keaktifannya 71,79 % aktif dan 28,20% tidak aktif   Kata Kunci:  Nilai optimum permasalahan model matematika.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Konstruktivisme Berbasis Humanistik dengan Metode Two Stay Two Stray Berbantuan CD Interaktif pada Materi Geometri Dimensi Dua Kelas X ., Indriastuti, T; Waluya, St. Budi; Surarso, Bayu
AKSIOMA Vol 3, No 1/Maret (2012): Aksioma
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan perangkat pembelajaran konstruktivisme berbasis humanistik dengan metode Two Stay Two Stay berbantuan CD interaktif pada materi geometri dimensi dua yang valid; (2) mengukur efektifitas pembelajaran konstruktivisme berbasis humanistik dengan metode Two Stay Two Stray berbantuan CD interaktif pada materi geometri dimensi dua.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan yang menggunakan modifikasi model 4-D (menjadi 3-D) dengan tahap-tahap: Define, Design, dan Develop. Jenis perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah Silabus, RPP, Buku Pegangan Peserta Didik, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), CD Interaktif, dan Tes Prestasi Belajar (TPB).Subyek ujicoba penelitian adalah peserta didik kelas X SMK N 11 Semarang tahun Pelajaran 2010/2011 , yang dibagi dalam tiga kelas, yaitu: 1 kelas uji coba soal TPB (32 peserta didik), 1 kelas kontrol (33 peserta didik) dan 1 kelas eksperimen (32 peserta didik). Data penelitian diperoleh melalui: (1) lembar validasi; (2) pengamatan; dan (3) tes prestasi belajar. Data-data tersebut digunakan untuk: (1) mengetahui kevalidan perangkat pembelajaran; dan (2) mengetahui efektivitas perangkat pembelajaran.Variabel aktivitas dan keterampilan proses sebagai variabel independen dan prestasi belajar sebagai variabel dependen. Data diolah dengan deskriptif, uji analisis uji banding, sample t.test dan uji pengaruh. Hasil penelitian menunjukkan (1) setelah melalui proses validasi dan revisi diperoleh perangkat pembelajaran berupa Silabus dengan rataan skor 3,82, RPP dengan rataan skor 3,82, Buku pegangan Peserta Didik dengan rataan skor 3,88, LKPD dengan rataan skor 3,75, CD Interaktif dengan rataan skor 3,72, dan  TPB dengan rataan skor 3,73 pada skor tertinggi 4 jadi dengan skor tersebut termasuk kriteria valid; (2) proses pembelajaran matematika konstruktivisme berbasis humanistik dengan metode Two stay Two Stray berbantuan CD interaktif pada materi Dimensi Dua efektif. Efektifitas ditandai dengan (a) Tercapainya KKM prestasi belajar peserta didik= 75 secara individual  80% dan klasikal  75; (b) Aktivitas dan keterampilan proses berpengaruh terhadap prestasi belajar sebesar 79,1%; dan (c) rata-rata prestasi belajar kelas eksperimen (81,88) lebih baik secara signifikan dari pada prestasi belajar kelas kontrol (70,91). Berdasarkan hasil  perangkat yang valid dan pembelajaran efektif menunjukkan pengembangan perangkat  tercapai. Kata Kunci: pengembangan perangkat, konstruktivisme, humanistik, Two Stay Two Stray, CD interaktif, Dimensi Dua.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA SMK NEGERI 8 SEMARANG DALAM MATERI INTEGRAL ., Almiati
AKSIOMA Vol 3, No 1/Maret (2012): Aksioma
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata pelajaran matematika di SMK Negeri 8 Semarang sampai saat ini masih dianggap oleh sebagian besar siswa sebagai mata pelajaran yang sulit dipahami dan menjenuhkan, sehingga hasil belajar siswa kurang memuaskan. Oleh karena itu guru perlu mengusahakan pembelajaran yang lebih menarik dan bervariasi dalam memilih model pembelajaran yang efektif sesuai dengan situasi dan kondisi dari siswa dan materi yang diajarkan. Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah apakah pembelajaran matematika dengan penggunaan model pembelajaran two stay two stray dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika siswa SMK Negeri 8 Semarang? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar matematika siswa SMK Negeri 8 Semarang melalui penggunaan model pembelajaran two stay two stray.  Penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui 2 siklus dan pada setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan , pelaksanaan tindakan , observasi dan refleksi. Yang menjadi subjek pada penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XII RPL1  SMK Negeri 8 Semarang pada tahun pelajaran 2011/2012 sedang objeknya adalah pembelajaran materi integral pada mata pelajaran Matematika yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran two stay two stray. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada akhir siklus kedua rata-rata hasil belajar 81,29 , ketuntasan hasil belajar 88,57% dan persentase aktivitas siswa dalam proses pembelajaran 85%. Hasil ini menunjukkan bahwa ketuntasan hasil belajar ≥ 85% dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran ≥ 80%, yang berarti sudah ada peningkatan kualitas pembelajaran matematika siswa SMK Negeri 8 Semarang melalui penggunaan model pembelajaran two stay two stray.   Kata Kunci : kualitas pembelajaran matematika, model pembelajaran two stay two stray,    hasil belajar.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK RASIMAN, RASIMAN
AKSIOMA Vol 4, No 2/September (2013): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah komptensi dalam kurikulum 2013 adalah mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat (Permendikbud, 2013). Dengan demikian, siswa perlu dibekali pula dengan kemampuan-kemampuan tertentu sehingga  mampu mengembangkan dan mengevaluasi argumen dalam suatu pemecahan masalah tertentu. Salah satu kemampuan yang harus dikembangkan untuk mencapai tujuan tersebut adalah kemampuan berpikir kritis. Seorang siswa dikatakan mempunyai  kemampuan berpikir kritis jika mampu menganalisis fakta, menggeneralisasikan dan mengorganisasikan ide, mempertahankan opini, membuat perbandingan, menarik kesimpulan, menguji argumen, dan menyelesaikan masalah (Chance, 1986). Di samping itu,  kemampuan berpikir kritis dapat meningkatkan cara berpikir yang sistematis, kesadaran dalam berpikir, dan memiliki kemampuan untuk membedakan suatu kebenaran dari kesalahan. Kemampuan-kemampuan tersebut sangat menunjang siswa dalam belajar matematika yang bersifat abstrak dan keabstrakan matematika ini merupakan salah satu penyebab kesulitan siswa dalam belajar matematika. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa para guru matematika tidak menyadari bahwa siswa juga dituntut untuk dapat berpikir kritis, sehingga mempunyai dasar yang kuat untuk mempelajari matematika. Namun  untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran matematika bukan pekerjaan yang mudah. Guru harus berani mengambil sikap dengan menerapkan beberapa model pembelajaran yang inovatif dengan menggunakan media pembelajaran yang bervariasi sehingga keabstrakan matematika dapat disederhanakan kebentuk yang lebih konkret dan juga berkaitan langsung dengan dunia nyata. Salah satu model pembelajaran yang perlu dikembangkan oleh guru adalah Pendekatan Matematika Realistik. Hal ini sesuai dengan pendapat Soedjana (1986) yang menyatakan bahwa pembelajaran dengan Pendekatan Matematika Realistik adalah kerangka konseptual sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah, sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis, analitis, sistematis, dan logis guna menemukan alternatif pemecahan masalah melalui eksplorasi data secara empiris dalam rangka menumbuhkan sikap ilmiah. Kata Kunci : berpikir kritis, matematika realistik
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL GUIDED NOTE TAKING (GNT) DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Nizaruddin, Nizaruddin
AKSIOMA Vol 4, No 2/September (2013): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya minat siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar dan banyak siswa yang mendapat nilai dibawah KKM, hal ini dikarenakan kurangnya kemampuan guru dalam menciptakan inovasi baru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu media pembelajaran berupa modul pembelajaran matematika berbasis model Guided Note Taking pada materi faktorisasi suku aljabar, sehingga menghasilkan media pembelajaran yang layak dan efektif digunakan selama proses pembelajaran, serta diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian ini dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama untuk pengembangan produk menggunakan model ADDIE dan tahap kedua untuk menguji keefektifan produk melalui tes uji coba dengan desain eksperimen Posttest-Only Control Design. Sebelum diujicobakan di lapangan, modul pembelajaran matematika berbasis model Guided Note Taking terlebih dahulu dilakukan uji validasi oleh ahli media dan ahli materi selanjutnya dilakukan tanggapan siswa terhadap media dalam uji coba lapangan. Secara rata - rata hasil dari validasi ahli dan tangapan siswa sebagian besar berkriteria sangat layak. Jadi media pembelajaran tersebut valid untuk diujicobakan. Uji keefektifan produk ditunjukkan dari hasil belajar kelompok eksperimen lebih baik dari kelompok kontrol, dengan menggunakan uji t satu pihak kanan diperoleh nilai yaitu 2,0284 > 1,67, maka H0 ditolak artinya pembelajaran dengan menggunakan modul pembelajaran matematika berbasis model Guided Note Taking lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Keefektifan produk ini juga ditunjukkan dengan pembelajaran yang menggunakan modul pembelajaran matematika berbasis model Guided Note Taking lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, dengan menggunakan uji t satu pihak diperoleh yaitu 3,96 > 1,69, maka Ho ditolak artinya modul pembelajaran matematika berbasis model Guided Note Taking yang dikembangkan efektif digunakan dalam proses pembelajaran pada materi faktorisasi suku aljabar. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan modul pembelajaran matematika berbasis model Guided Note Taking efektif dan meningkatkan hasil belajar siswa pada materi faktorisasi suku aljabar. Kata Kunci : Modul Pembelajaran, Model Pembelajaran Guided Note Taking.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS HUMANISTIK DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME BERBANTUAN CD INTERAKTIF MATERI SEGI EMPAT KELAS VII Prasetyowati, Dina
AKSIOMA Vol 4, No 2/September (2013): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pembelajaran Matematika Berbasis Humanistik dengan Pendekatan Konstruktivisme Berbantuan CD Interaktif Materi Segi Empat Kelas VII terhadap prestasi belajar peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasy Experimental. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Jakenan yang terdiri dari tujuh kelas paralel dengan satu kelas sebagai kelas unggulan dan enam kelas yang lain mempunyai kemampuan yang bisa diasumsikan setara. Dengan teknik sample ramdom sampling dipilih dua kelas, kelas VIID sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIG sebagai kelas kontrol. Variabel penelitian meliputi aktivitas intelektual (X1) dan motivasi (X2) sebagai variabel bebas dan prestasi belajar (Y) sebagai variabel terikat. Cara pengambilan data dengan observasi dan tes prestasi belajar. Olah data dengan uji banding t dan uji pengaruh regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dikatakan efektif yang ditandai oleh: a) nilai rata-rata prestasi belajar kelas eksperimen adalah 81,28 yang melebihi batas KKM 70; b) pengaruh aktivitas dan motivasi diperoleh persamaan artinya setiap aktivitas intelektual (x1) dan motivasi (x2) meningkat satu satuan maka prestasi belajar (Y) meningkat sebesar 1,844. Besarnya pengaruh dapat dilihat dari nilai R square = 0,872 yang berarti 87,2% prestasi belajar peserta didik dipengaruhi secara bersama-sama oleh faktor aktivitas intelektual dan motivasi peserta didik.; dan c) rata-rata prestasi belajar kelas eksprimen sebesar 81,3 sedangkan pada kelas kontrol hanya 68,4, maka kelas eksperimen memiliki rataan nilai akhir lebih baik secara signifikan daripada rataan kelas kontrol. Kata Kunci: Humanistik, Konstruktivisme,  CD Interaktif, Efektif
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA SMK BERBASIS SOFTWARE GEOMETERS SKETCHPAD DENGAN PENDEKATAN ETHNOMATHEMATIC Masduki, Lusi Rahmiazasi; Nurmawati, Nurmawati
AKSIOMA Vol 4, No 2/September (2013): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Matematika SMK Berbasis Software Geometers Sketchpad dengan Pendekatan Ethnomathematic”. Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah “Bagaimana proses pengembangkan bahan ajar Matematika SMK Berbasis Software Geometers Sketchpad dengan pendekatan matematika realistik yang teruji valid?”.Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengembangan bahan ajar Matematika SMK Berbasis Software Geometers Sketchpad dengan pendekatan Ethnomathematic hingga bahan ajar tersebut mendapat pengakuan valid oleh para ahli di bidangnya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Perangkat yang dikembangkan adalah bahan ajar Matematika SMK Berbasis Software Geometers Sketchpad dengan pendekatan Ethnomathematic. Model pengembangan bahan ajar yang digunakan adalah dengan memodifikasi model 4-D. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi. Data yang diperoleh akan dianalisis secara diskriptif sehingga diperoleh gambaran tentang proses pengembangan bahan ajar hingga diperoleh bahan ajar yang teruji valid secara isi oleh para validator yang ahli dibidangnya. Dari hasil penelitian dapat disimpukan bahwa pengembangan bahan ajar Matematika SMK dengan model 4-D telah sesuai dengan pendekatan Ethnomathematic. Selain itu, bahan ajar telah memenuhi kriteria/valid, yaitu validator ahli materi dengan skor rata-rata 77,50  dan validator ahli media komputer dengan skor rata-rata 82,66. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi guru-guru untuk menjadikan alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran  Matematika SMK sesuai kurikulum 2013. Kata Kunci: Ethnomathematic, Geometers Sketchpad, Matematika SMK
EVALUASI TERHADAP BAHAN AJAR MATEMATIKA BERBASIS PMRI DI BANDUNG RAYA Yuliani, Anik
AKSIOMA Vol 4, No 2/September (2013): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh bahan ajar matematika berbasis PMRI diterapkan di Bandung Raya. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yang didesain untuk mengukur kualitas bahan ajar berbasis PMRI yang dibuat dan dilaksanakan guru selama ini. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru di Jawa Barat yang telah menerapkan PMRI di sekolahnya masing-masing. Terdapat tiga sekolah yang menjadi subyek penelitian, yaitu MIN I Bandung, SDPN Sabang dan SMPN 12 Bandung sedangkan sampelnya adalah guru Matematika di sekolah-sekolah tersebut yang menerapkan PMRI dalam pembelajarannya.Data yang dikumpulkan berupa data kuesioner guru tentang penerapan PMRI. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar matematika berbasis PMRI telah diterapkan di MIN 1 Bandung, SDPN Sabang dan SMPN 12 Bandung tetapi pelaksananya hanya guru-guru tertentu. Di MIN 1 Bandung terdapat 3 guru yang menerapkan PMRI, di SDPN Sabang terdapat 2 orang guru yang menerapkan PMRI dan di SMPN 12 Bandung juga terdapat 2 orang guru matematika yang menerapkan PMRI. Namun dari keseluruhan, diketahui bahwa hampir 3 tahun terakhir sudah jarang diterapkan serta jarang ada kegiatan-kegiatan PMRI; Kata Kunci: Bahan Ajar, PMRI.

Page 5 of 50 | Total Record : 495


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 15, No 3 (2024): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 15, No 2 (2024): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 15, No 1 (2024): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14, No 3 (2023): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14, No 2 (2023): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2023): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 3 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2019): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2019): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2018): AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2018): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2018): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2017): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2017): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2016): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2016): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2015): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 2/september (2014): aksioma Vol 5, No 2/septembe (2014): aksioma Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA Vol 4, No 2/Septembe (2013): AKSIOMA Vol 4, No 2/September (2013): AKSIOMA Vol 4, No 1/MARET (2013): AKSIOMA Vol 4, No 1/MARET (2013): AKSIOMA Vol 3, No 2 (2012): AKSIOMA Vol 3, No 1/Maret (2012): Aksioma Vol 3, No 1/Maret (2012): Aksioma Vol 2, No 2/Septembe (2011): AKSIOMA Vol 2, No 2/September (2011): AKSIOMA Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA Vol 1, No 2/September (2010): AKSIOMA Vol 1, No 2/Septembe (2010): AKSIOMA Vol 1, No 1/Maret (2010): AKSIOMA Vol 1, No 1/Maret (2010): AKSIOMA More Issue