cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
AKSIOMA
ISSN : 20862725     EISSN : 25797646     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika adalah jurnal dalam bidang matematika dan pendidikan matematika yang memfasilitasi guru, mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan dalam menerbitkan karya ilmiah atau artikel hasil penelitian maupun studi pustaka. Jurnal Aksioma ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) DAN PROBLEM POSING DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA Sugiyanti, Sugiyanti
AKSIOMA Vol 4, No 2/September (2013): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Apakah pembelajaran matematika pada materi kelipatan dan faktor dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) lebih baik daripada pembelajaran dengan pendekatan Problem Posing (2) Apakah peserta didik yang mempunyai gaya belajar visual akan mempunyai prestasi belajar lebih baik dibanding dengan peserta didik yang mempunyai gaya belajar auditorial, peserta didik yang mempunyai gaya belajar visual akan mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dibanding peserta didik yang mempunyai gaya belajar kinestetik, dan peserta didik yang mempunyai gaya belajar auditorial akan mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dibanding peserta didik yang mempunyai gaya belajar kinestetik. (3) Apakah perbedaan prestasi belajar dari masing-masing pendekatan pembelajaran konsisten terhadap masing-masing gaya belajar siswa dan apakah perbedaan antara masing-masing gaya belajar siswa konsisten pada setiap pendekatan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 23. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV (empat) SD Negeri di Kecamatan Grobogan. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 188 orang dengan rincian 97 orang untuk kelas eksperimen 1 dan 91 orang untuk kelas eksperimen 2. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi belajar matematika dan angket gaya belajar siswa. Uji keseimbangan menggunakan uji rerata t, dengan  diperoleh kesimpulan bahwa kedua kelompok eksperimen dalam keadaan seimbang. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dengan menggunakan metode uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett dengan statistik uji Chi Kuadrat. Dengan  diperoleh kesimpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Pendekatan pembelajaran RME memberikan prestasi yang sama dengan pendekatan Problem Posing. (2) Terdapat perbedaan efek gaya belajar. Siswa dengan gaya belajar visual memiliki prestasi belajar yang sama dengan siswa yang memiliki gaya belajar auditorial. Siswa dengan gaya belajar visual memiliki prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa dengan gaya belajar kinestetik, dan siswa dengan gaya belajar auditorial memiliki prestasi yang sama dengan siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik. (3) Perbedaan prestasi belajar dari masing-masing metode pembelajaran tidak konsisten terhadap masing-masing gaya belajar siswa dan perbedaan antara masing-masing gaya belajar siswa tidak konsisten pada setiap motode pembelajaran. Pada pembelajaran dengan pendekatan RME, siswa dengan gaya belajar visual memiliki prestasi yang sama baiknya dengan siswa dengan gaya belajar auditorial, siswa dengan gaya belajar visual memiliki prestasi yang lebih baik daripada siswa dengan gaya belajar kinestetik dan siswa dengan gaya belajar auditorial  memiliki prestasi yang sama baiknya dengan siswa dengan gaya belajar kinestetik. Pada pembelajaran dengan pendekatan Problem Posing, semua gaya belajar memberikan prestasi yang sama, baik gaya belajar visual, auditorial maupun kinestetik. Pada siswa dengan gaya belajar visual, pendekatan RME memberikan prestasi belajar yang lebih baik daripada pendekatan Problem Posing, pada siswa dengan gaya belajar auditorial dan kinestetik, pendekatan RME memberikan prestasi belajar sama dengan pendekatan Problem Posing. Kata kunci: Realistic Mathematics Education (RME), Problem Posing, Gaya Belajar Siswa
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DAN JIGSAW TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI POKOK SEGIEMPAT DITINJAU DARI GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK SMP NEGERI KABUPATEN BLORA Utami, Rizky Esti Utami
AKSIOMA Vol 4, No 2/September (2013): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) manakah pembelajaran yang memberikan prestasi belajar lebih baik antara model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, STAD, atau Konvensional. 2) manakah yang mempunyai prestasi belajar yang lebih baik, peserta didik yang memiliki gaya belajar visual, auditorial, atau kinestetik. 3) pada masing-masing kategori gaya belajar, manakah yang memberikan prestasi belajar yang lebih baik antara model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, STAD atau konvensional. 4) pada masing-masing jenis model pembelajaran, manakah yang mempunyai prestasi belajar lebih baik, peserta didik yang memiliki gaya belajar visual, auditorial atau kinestetik. Penelitian ini termasuk eksperimental semu dengan desain faktorial 3×3 yang dilakukan di Kelas VII SMP di Kabupaten Blora semester II Tahun Pelajaran 2011/2012. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP di Kabupaten Blora tahun Pelajaran 2011/2012. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified cluster random sampling. Pengumpulan datanya dilakukan melalui tes pilihan ganda dan angket gaya belajar siswa. Teknik analisis datanya menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, 1) pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw memberikan prestasi belajar yang sama baik dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD, pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw dan STAD memberikan prestasi belajar yang lebih baik daripada pembelajaran konvensional 2) prestasi belajar peserta didik yang mempunyai gaya belajar visual lebih baik daripada prestasi belajar peserta didik yang mempunyai gaya belajar auditorial maupun kinestetik dan prestasi belajar peserta didik yang mempunyai gaya belajar auditorial sama baik dengan prestasi belajar peserta didik yang mempunyai gaya belajar kinestetik. 3) pada gaya belajar  visual, pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw memberikan prestasi belajar yang sama baik dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD, pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw maupun STAD memberikan prestasi belajar yang lebih baik daripada pembelajaran konvensional. 4) pada gaya belajar  auditorial, pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw memberikan prestasi belajar yang sama baik dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD, pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw maupun STAD memberikan prestasi belajar yang lebih baik daripada pembelajaran konvensional 5) pada gaya belajar  kinestetik, pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw memberikan prestasi belajar yang sama baik dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD, pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw maupun STAD memberikan prestasi belajar yang lebih baik daripada pembelajaran konvensional 6) pada model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, prestasi belajar peserta didik yang memiliki gaya belajar visual lebih baik dibandingkan dengan prestasi belajar peserta didik yang memiliki gaya belajar auditorial maupun kinestetik, dan prestasi belajar  peserta didik yang mempunyai gaya belajar auditorial sama baik dengan prestasi belajar  peserta didik yang mempunyai gaya belajar kinestetik. 7) ) pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD, prestasi belajar peserta didik yang memiliki gaya belajar visual lebih baik dibandingkan dengan prestasi belajar peserta didik yang memiliki gaya belajar auditorial maupun kinestetik, dan prestasi belajar  peserta didik yang mempunyai gaya belajar auditorial sama baik dengan prestasi belajar  peserta didik yang mempunyai gaya belajar kinestetik. 8)  pada model pembelajaran konvensional, prestasi belajar peserta didik yang memiliki gaya belajar visual lebih baik dibandingkan dengan prestasi belajar peserta didik yang memiliki gaya belajar auditorial maupun kinestetik, dan prestasi belajar  peserta didik yang mempunyai gaya belajar auditorial sama baik dengan prestasi belajar  peserta didik yang mempunyai gaya belajar kinestetik Kata Kunci : Gaya Belajar, Prestasi Belajar, Pembelajaran Kooperatif, Jigsaw, STAD, Konvensional.
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS ASSISTED INDIVIDUALIZATION DAN THINK PAIR SHARE DITINJAU DARI KEAKTIFAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SEKABUPATEN GROBOGAN. Endahwuri, Dhian
AKSIOMA Vol 4, No 2/September (2013): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah: (1) Penggunaan pembelajaran tipe TAI menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan pembelajaran menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe TPS; (2) Siswa yang mempunyai keaktifan tinggi menghasilkan prestasi yang lebih baik dari pada siswa yang mempunyai keaktifan sedang dan rendah, dan siswa yang mempunyai keaktifan sedang menghasilkan prestasi yang lebih baik dari pada siswa yang mempunyai keaktifan rendah.; (3) Pada masing-masing tingkat keaktifan (tinggi, sedang, rendah), metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar lebih baik dibandingkan metode pembelajaran kooperatif tipe TPS.; (4) Pada metode pembelajaran kooperatif tipe TAI, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang dan rendah serta prestasi belajar siswa yang mempunyai keaktifan sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan rendah.; (5) Pada metode pembelajaran kooperatif tipe TPS, apakah prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang dan rendah serta prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan rendah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 23. Populasi dari penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VIII SMP tahun pelajaran 2010/2011 di Kabupaten Grobogan. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 240 orang dengan rincian 120 orang untuk kelas dengan model pembelajaran Teams Assisted Individualization, 120 orang untuk kelas dengan model pembelajaran Think Pair Share. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi belajar matematika dan angket angket keaktifan belajar siswa. Sebelum digunakan untuk pengambilan data, instrumen tes prestasi dan angket keaktifan belajar terlebih dahulu diujicobakan. Penilaian validitas isi instrumen tes dan angket dilakukan oleh validator. Uji reliabilitas instrumen tes menggunakan rumus Cronbach Alpha, uji reliabilitas instrumen angket menggunakan rumus Cronbach Alpha. Daya pembeda tes dan konsistensi internal angket menggunakan rumus korelasi produk momen dari Karl Pearson. Uji keseimbangan menggunakan uji t. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dengan menggunakan metode uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett dengan statistik uji Chi Kuadrat. Dengan  diperoleh kesimpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan metode pembelajaran kooperatif tipe TPS pada materi bangun ruang (Fa = 9.064  dengan Ftabel = 3.882 ). (2) prestasi belajar matematika siswa yang memiliki keaktifan belajar tinggi lebih baik daripada siswa yang mempunyai keaktifan belajar sedang dan rendah, dan prestasi belajar matematika siswa yang memiliki keaktifan belajar sedang lebih baik daripada siswa yang mempunyai keaktifan belajar rendah. (Fb = 53.296 dengan Ftabel = 3.034). (3) Metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar lebih baik dibandingkan metode pembelajaran tipe TPS pada siswa dengan keaktifan belajar tinggi, sedang dan rendah (Fab = 0.739 dengan  Ftabel = 3.034). (4) Pada metode pembelajaran kooperatif tipe TAI, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang dan rendah serta prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan rendah (Fab = 0.739 dengan Ftabel = 3.034). (5) Pada metode pembelajaran kooperatif tipe TPS, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang dan rendah serta prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan rendah (Fab = 0.739 dengan Ftabel = 3.034).   Kata kunci: Teams Assisted Individualization, Think Pair Share, Keaktifan Siswa
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN GURU MATEMATIKA DALAM MENYUSUN SOAL BERMUATAN LITERASI MATEMATIKA SEBAGAI WUJUD IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Suyitno, Amin
AKSIOMA Vol 4, No 2/September (2013): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahun 2011, Kemdikbud telah menggalakkan kegiatan pelatihan bagi guru pelajaran matematika, yang dikenal dengan nama Program Bermutu (Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading). Salah satu kegiatannya adalah meningkatkan kemampuan guru dalam membuat soal yang bermuatan literasi matematika. Program ini diteruskan oleh Kemdikbud dengan menelurkan kurikulum baru yang kita kenal dengan nama Kurikulum 2013. Dalam Permendikbud Nomor 081A Tahun 2013, dituliskan bahwa implementasi Kurikulum2013 ini, materi pelajaran diajarkan dengan pendekatan saintifik yang meliputi tahapan: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi/menalar,  dan mengkomunikasikan. Jika pemerintah menganggap bahwa kompetensi guru tentang literasi matematika perlu diberikan dan ditingkatkan melalui program Bermutu, maka sudah selayaknya Perguruan Tinggi pencetak guru matematika harus menyiapkan mahasiswanya agar memiliki kompetensi dalam pembuatan soal-soal matematika yang bermuatan literasi matematika. Indonesia sebagai negara yang cukup disegani di dunia internasional, jelas Indonesia harus melibatkan para siswanya untuk mengikuti berbagai lomba matematika atau kegiatan sejenis di tingkat internasional diajang bergengsi seperti PISA dan TIMSS. Hasil lomba, diumumkan dan terbuka untuk diketahui oleh masyarakat dunia karena diakses melalui internet. Bahkan, guru-guru pelajaran matematika yang mengikuti PLPG, di akhir kegiatan juga harus menempuh uji kompetensi dengan soal-soal matematika yang bermuatan literasi matematika. Apa dan bagaimana cara mengajarkan soal-soal yang bermuatan literasi matematika melalui pendekatan ilmiah, akan dibahas dalam artikel ini. Kata kunci: Literasi matematika, pendekatan saintifik, Kurikulum 2013.
ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODELING PADA PENGARUH KEBIASAAN MENGAKSES FACEBOOK TERHADAP KUALITAS HIDUP DAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA N a l i m, N a l i m
AKSIOMA Vol 4, No 2/September (2013): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadirnya media jejaring sosial Facebook di kalangan pelajar telah merubah cara mereka dalam berkomunikasi, berbagi informasi, membangun jejaring, menjaga relasi, berkencan, bahkan belajar. Kenyataan menunjukkan bahwa saat ini Facebook telah menjadi media jejaring sosial yang paling banyak digemari pelajar dan mahasiswa. Namun demikian, mengakses Facebook secara berlebihan dapat menguras waktu-waktu efektif penggunanya (Kuss & Griffiths, 2011). Di satu sisi, Facebook dapat memberikan manfaat, seperti mendapatkan asistensi, bantuan konsultasi dari dosen atau sharing bahan kuliah, materi dan catatan kuliah (Ulusu, 2010). Namun di sisi lain, penggunaan Facebook bisa membuang waktu, dapat menyebabkan seseorang menunda dan merubah prioritas (Vivian, 2011), menyebabkan pemborosan (karena biaya tambahan untuk surfing di dunia maya), bahkan kecanduan (Kuss & Griffiths, 2011). Penelitian ini berusaha mengetahui pengaruh Facebook terhadap kualitas hidup dan prestasi akademik mahasiswa. Sampel sebanyak 210 diambil dari tiga perguruan tinggi dengan metode multistage proportional random sampling, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan software Lisrel 8.80 (student version). Hasil penelitian menunjukkan, meskipun sesuai dengan dugaan peneliti bahwa Facebook memberikan pengaruh negatif terhadap kualitas hidup, namun pengaruh tersebut tidak signifikan. Hal ini terbukti dari nilai t sebesar -1.90 (lebih kecil dari 1,96). Demikian pula, dalam persamaan struktural yang dihasilkan, kualitas hidup dan Facebook secara bersama-sama memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap prestasi akademik (dengan nilai t berturut-turut adalah 0,69 dan -0,92).
EFEKTIVITAS KELAS HUMANISTIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK Dwijayanti, Ida
AKSIOMA Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang berkaitan dengan degredasi karakter anak bangsa menjadi topic yang memerlukan perhatian lenih dari seluruh elemen bangsa. Banyak penelitian yang telah dilakukan sebagai upaya mengembangkan karakter peserta didik, namun sebagian besar masih berlandaskan pada teori kognitif dalam penyusunan strategi. Berdasarkan kajian teoritis, teori belajar yang dekat dengan perilaku peserta didik dan memberikan peluang lebih banyak untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal ialah teori Humanistik. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan quasi eksperimental. Dimana data yang akan diambil ialah karakter, prestasi belajar, serta kemampuan guru dalam menerapkan kelas humanistic. Berdasarkan hasil ujicoba efektivitas pembelajaran yang meliputi 3 kriteria yaitu: (a) tercapainya batas ketuntasan 75 baik secara klasikal di seluruh kelas ujicoba, bahkan 4 kelas uji coba melamaui 75 yaitu MTs Muhammadiyah Waru Baki (Kab. Sukoharjo), SMP Negeri 15 Semarang, SMP Muhammadiyah 3 Semarang dan SMP Negeri 1 Wonosobo; (b) berpengaruhnya aktivitas (karakter) peserta didik terhadap prestasi belajar peserta didik; dan (3) prestasi belajar peserta didik pada kelas eksperimen di seluruh sekolah lebih baik dibandingkan dengan kelas control serta dapat mengembangkan karakter ideology pancasila peserta didik Kata Kunci: Kelas Humanistik, Pembelajaran Matematika, Karakter
PENELUSURAN ALUMNI (TRACER STUDY) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA IKIP PGRI SEMARANG SEBAGAI UPAYA KAJIAN RELEVANSI Rasiman, Rasiman; Widodo, Suwarno; Setyawati, Rina Dwi
AKSIOMA Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lamanya masa tunggu alumni sampai mendapatkan pekerjaan, tingkat keterserapan alumni, kesesuaian pekerjaan alumni dengan bidang keahliannya, dan penilaian stakeholders terhadap kinerja alumni Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Semarang di dunia kerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa lulusan telah bekerja dengan tingkat pengangguran yang sangat rendah dan daya serap di dunia kerja sangat tinggi. Lulusan telah bekerja sesuai dengan bidang pendidikannya yaitu sebagai guru / di bidang pendidikan sebesar 82,57%. Dari penyebaran responden pada profesi guru tersebut menunjukkan sesuai dengan visi IKIP PGRI Semarang yaitu menjadi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan yang Professional dan Berjati Diri. Tingkat ketersebaran tempat asal responden sebanyak 96,21% berasal dari Jawa Tengah. Selanjutnya, pihak pengguna menyatakan bahwa alumni prodi Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP PGRI Semarang mempunyai integritas, profesionalisme, Bahasa Inggris, penggunaan teknologi informasi, komunikasi, kerjasama tim dan pengembangan diri masuk dalam kategori sangat baik sebesar 41,2 %, kategori baik sebesar 44,6 %, kategori cukup baik sebesar 12,7 % dan 1,5% kategori kurang baik. Namun demikian, sebanyak 32,2% Stakeholders menyatakan bahwa kemampuan kemampuan Bahasa Inggris masih dinilai dalam kategori cukup. Kata Kunci: Tracer Studi, Alumni, Prodi Pendidikan Matematika.  
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI E-LEARNING PADA MATA KULIAH TEORI BILANGAN Nugroho, Aryo Andri
AKSIOMA Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran matematika melalui e-learning pada mata kuliah teori bilangan untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa dengan memanfaatkan edmodo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan 4-D (Four-D) Thiagarajan Semmel dan Semmel. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 3 Universitas PGRI Semarang tahun ajaran 2013/2014. subjek penelitian ini adalah terdiri dari 2 kelas yang masing-masing sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pemilihan dan penentuan subyek penelitian ini diambil dengan teknik sampel bertujuan (purposive sampling). Variabel penelitian dalam penelitian ini yaitu kreativitas mahasiswa (X) sebagai variabel bebas dan prestasi belajar (Y) sebagai variabel terikat. Cara pengambilan data dengan observasi dan tes prestasi belajar. Olah data dengan uji banding dan uji pengaruh. Berdasarkan hasil validasi pengembangan media pembelajaran matematika melalui e-learning menggunakan edmodo dikatakan valid dan pembelajarannya telah mencapai indikator efektif, yaitu: (1) Pembelajaran mencapai ketuntasan pada prestasi belajar mahasiswa dengan melihat rata – rata kelas eksperimen yang mencapai KKM yaitu sebesar 72,5. (2) Terdapat pengaruh positif kreativitas terhadap prestasi belajar mahasiswa yang ditunjukkan kontribusi pengaruhnya sebesar 9,7%. (3) Prestasi belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibanding prestasi belajar kelas kontrol yang ditunjukkan dengan rata – ratanya yaitu rata – rata kelas eksperimen sebesar 72,5 dan rata – rata kelas kontrol sebesar 68,57. Kata Kunci: e-learning, edmodo, prestasi belajar, four-D
PENGEMBANGAN CD PEMBELAJARAN BERBANTU AUTOGRAPH DENGAN MODEL PBL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Buchori, Achmad
AKSIOMA Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya kemampuan guru dalam menciptakan inovasi baru selama proses belajar mengajar berlangsung sehingga yang didapat hanyalah kurangnya minat siswa selama proses belajar mengajar dan itu mengakibatkan banyak siswa yang mendapat nilai dibawah KKM. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan suatu media pembelajaran berupa CD Pembelajaran Berbantu Autograph sehingga menghasilkan media pembelajaran yang valid dan layak digunakan selama proses belajar mengajar berlangsung. Penggunaan CD Pembelajaran Berbantu Autograph diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa, serta dalam menggunakan CD Pembelajaran Berbantu Autograph Berbasis Model Pembelajaran PBL lebih baik ataukah tidak dibandingkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Konvensional. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitianResearch and Development. Penelitian pengembangan menggunakan modifikasi model 4-D dengan tahap define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Dan dalam penelitian eksperimen, populasi dalam penelitian ini adalah kelas X SMA Negeri 1 Semarang, dipilih dua kelas, kelas X H sebagai kelas eksperimen dan kelas X F sebagai kelas kontrol. Sebelum diujicobakan di lapangan, CD Pembelajaran Berbantu Autograph terlebih dahulu dilakukan uji validasi CD Pembelajaran Berbantu Autograph oleh ahli media dan ahli materi. Selain itu diperlukan angket tanggapan siswa mengenai CD Pembelajaran Berbantu Autograph. Hasil dari validasi ahli dan angket siswasebagian besar berkriteria baik. Jadi media pembelajaran tersebut valid untuk diujicobakan. Hasil uji coba lapangan menunjukkan thitung> ttabel yaitu 1,83 > 1,67 maka, hipotesis H0 ditolak,sehingga dapat disimpulkan pembelajaran dengan menggunakan CD Pembelajaran berbantu Autograph berbasis Model Pembelajaran PBL (Problem Based Learning) lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional di SMA Negeri 1 Semarang pada materi Segiempat dan Segitiga.Kemudian juga dari data analisis awal rata-rata nilai matematika di kelas ekperimen adalah 65,47 meningkat menjadi . Hal tersebut menunjukkan bahwa CD Pembelajaran berbantu Autograph berbasis Model Pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci :CD Pembelajaran, Software Autograph, Model Pembelajaran PBL
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS GURU DAN CALON GURU MATEMATIKA MENGGUNAKAN DIDACTICAL DESIGN RESEARCH (DDR) Kartinah, Kartinah
AKSIOMA Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pedoman evaluasi sangat dibutuhkan untuk menstandarkan kualitas pembelajaran matematika. Pedoman evaluasi digunakan untuk menilai kualitas guru matematika yang berupa rubrik penilaian kemampuan matematis. Oleh sebab itu tujuan khusus penelitian ini adalah membuat pedoman evaluasi kemampuan matematis guru matematika, khususnya kemampuan penalaran dan kemampuan komunikasi matematis. Keluaran penelitian ini adalah rubrik penilaian kemampuan penalaran dan kemampuan komunikasi matematis yang dimiliki oleh guru dan calon guru. Metode penelitian yang digunakan adalah Research & Development (R&D). Rubrik penilaian kemampuan penalaran dan kemampuan komunikasi matematis dirancang dengan menganalisis tujuan mata pelajaran matematika, materi dan teori belajar. Draf rancangan awal ini divalidasi oleh ahli dan diuji coba secara berulang kali kepada calon guru matematika di kota Semarang. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dan validasi dari ahli, maka dihasilkan suatu rubrik penilaian kemampuan penalaran dan kemampuan komunikasi matematis yang dimiliki oleh guru dan calon guru. Kata Kunci:    Kemampuan penalaran, kemampuan komunikasi matematis, DDR.

Page 6 of 50 | Total Record : 495


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 15, No 3 (2024): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 15, No 2 (2024): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 15, No 1 (2024): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14, No 3 (2023): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14, No 2 (2023): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2023): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 3 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2019): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2019): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2018): AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2018): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2018): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2017): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2017): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2016): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2016): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2015): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA Vol 5, No 2/september (2014): aksioma Vol 5, No 2/septembe (2014): aksioma Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA Vol 4, No 2/Septembe (2013): AKSIOMA Vol 4, No 2/September (2013): AKSIOMA Vol 4, No 1/MARET (2013): AKSIOMA Vol 4, No 1/MARET (2013): AKSIOMA Vol 3, No 2 (2012): AKSIOMA Vol 3, No 1/Maret (2012): Aksioma Vol 3, No 1/Maret (2012): Aksioma Vol 2, No 2/Septembe (2011): AKSIOMA Vol 2, No 2/September (2011): AKSIOMA Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA Vol 1, No 2/September (2010): AKSIOMA Vol 1, No 2/Septembe (2010): AKSIOMA Vol 1, No 1/Maret (2010): AKSIOMA Vol 1, No 1/Maret (2010): AKSIOMA More Issue