Claim Missing Document
Check
Articles

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS ASSISTED INDIVIDUALIZATION DAN THINK PAIR SHARE DITINJAU DARI KEAKTIFAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SEKABUPATEN GROBOGAN. Endahwuri, Dhian
AKSIOMA Vol 4, No 2/September (2013): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah: (1) Penggunaan pembelajaran tipe TAI menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan pembelajaran menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe TPS; (2) Siswa yang mempunyai keaktifan tinggi menghasilkan prestasi yang lebih baik dari pada siswa yang mempunyai keaktifan sedang dan rendah, dan siswa yang mempunyai keaktifan sedang menghasilkan prestasi yang lebih baik dari pada siswa yang mempunyai keaktifan rendah.; (3) Pada masing-masing tingkat keaktifan (tinggi, sedang, rendah), metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar lebih baik dibandingkan metode pembelajaran kooperatif tipe TPS.; (4) Pada metode pembelajaran kooperatif tipe TAI, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang dan rendah serta prestasi belajar siswa yang mempunyai keaktifan sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan rendah.; (5) Pada metode pembelajaran kooperatif tipe TPS, apakah prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang dan rendah serta prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan rendah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 23. Populasi dari penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VIII SMP tahun pelajaran 2010/2011 di Kabupaten Grobogan. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 240 orang dengan rincian 120 orang untuk kelas dengan model pembelajaran Teams Assisted Individualization, 120 orang untuk kelas dengan model pembelajaran Think Pair Share. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi belajar matematika dan angket angket keaktifan belajar siswa. Sebelum digunakan untuk pengambilan data, instrumen tes prestasi dan angket keaktifan belajar terlebih dahulu diujicobakan. Penilaian validitas isi instrumen tes dan angket dilakukan oleh validator. Uji reliabilitas instrumen tes menggunakan rumus Cronbach Alpha, uji reliabilitas instrumen angket menggunakan rumus Cronbach Alpha. Daya pembeda tes dan konsistensi internal angket menggunakan rumus korelasi produk momen dari Karl Pearson. Uji keseimbangan menggunakan uji t. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dengan menggunakan metode uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett dengan statistik uji Chi Kuadrat. Dengan  diperoleh kesimpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan metode pembelajaran kooperatif tipe TPS pada materi bangun ruang (Fa = 9.064  dengan Ftabel = 3.882 ). (2) prestasi belajar matematika siswa yang memiliki keaktifan belajar tinggi lebih baik daripada siswa yang mempunyai keaktifan belajar sedang dan rendah, dan prestasi belajar matematika siswa yang memiliki keaktifan belajar sedang lebih baik daripada siswa yang mempunyai keaktifan belajar rendah. (Fb = 53.296 dengan Ftabel = 3.034). (3) Metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar lebih baik dibandingkan metode pembelajaran tipe TPS pada siswa dengan keaktifan belajar tinggi, sedang dan rendah (Fab = 0.739 dengan  Ftabel = 3.034). (4) Pada metode pembelajaran kooperatif tipe TAI, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang dan rendah serta prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan rendah (Fab = 0.739 dengan Ftabel = 3.034). (5) Pada metode pembelajaran kooperatif tipe TPS, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang dan rendah serta prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan rendah (Fab = 0.739 dengan Ftabel = 3.034).   Kata kunci: Teams Assisted Individualization, Think Pair Share, Keaktifan Siswa
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS GUIDED INQUIRY GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA Endahwuri, Dhian
AKSIOMA Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu modal penting dalam menghadapi tuntutan era globalisasi adalah perlunya perhatian pada kompetensi berpikir, khususnya kompetensi berpikir kreatif. Salah satu isu penting dalam pembelajaran matematika saat ini adalah pentingnya pengembangan kemampuan komunikasi matematis. Pembelajaran melalui guided inquiry mengarahkan siswa untuk membangun konsep-konsep sendiri Hal ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam proses pembelajaran. Permasalahannya ialah bagaimana mengembangkan bahan ajar berbasis guided inquiry yang valid dan praktis untuk  meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa?. Adapun teknik mengambilan data awal kemampuan komunikasi dilakukan secara angket dan observasi. Teknik pengambilan data pendapat ahli tentang bahan ajar dan respon siswa terhadap bahan ajar yang dikembangkan menggunakan melalui angket. Adapun hasil penelitian yang dihasilkan proses pengembangan perangkat dimulai dati tahap pendefinisian untuk mengidentifikasi kemampuan awal komunikasi siswa serta mengamati kegiatan pembelajaran yang dapat dijadikan kegiatan yang berpeluang untuk mengembangkan komunikasi siswa. Selanjutnya baru dilakukan tahap perencanaan rangkaian kegiatan yang berpotensi mengembangkan komunikasi siswa dalam RPP serta modul pembelajaran. Terakhir ialah menyusun alat evaluasi yang dapat memberikan peluang aplikasi kreativitas, tanggung jawab dan kejujuran peserta didik. Tahapan selanjutnya ialah validasi ahli yang menghasilkan simpulan bahwa bahan ajar layak digunakan dengan sedikit revisi. Sedangkan respon siswa positif karena rata-rata persentase siswa lebih dari atau sama dengan 80% menyatakan sikap positif Kata Kunci: Pengembangan bahan ajar, guided inquiry, kemampuan komunikasi matematik siswa
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK PADA MATA KULIAH MATEMATIKA SMA Rahmawati, Noviana Dini; Buchori, Achmad; Endahwuri, Dhian
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.225 KB) | DOI: 10.26714/jkpm.3.2.2016.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan rata-rata hasil belajar antara mahasiswa yang dikenai model pembelajaran RME berbantuan multimedia interaktif dan model konvensional pada mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester 4 Pendidikan Matematika UPGRIS. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data ini dengan menggunakan metode wawancara, metode tes, dan metode dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Tidak terdapat perbedaan antara hasil belajar mahasiswa pada pembelajaran RME berbantuan Lectora dan pembelajaran RME berbantuan Prezi dengan nilai . (b) Terdapat perbedaan antara hasil belajar mahasiswa pada pembelajaran RME berbantuan Lectora dengan pembelajaran konvensional dengan nilai . Apabila dilihat dari selisih reratanya diperoleh 8,182, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar mahasiswa pada pembelajaran RME berbantuan Lectora lebih baik daripada pembelajaran konvensional. (c) Tidak terdapat perbedaan antara hasil belajar mahasiswa pada pembelajaran RME berbantuan Prezi dengan pembelajaran konvensional dengan nilai.Kata Kunci: RME, Multimedia Interaktif, Lectora, Prezi
PROFIL KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA Nur Arfi Aulia Zulfah; Widya Kusumaningsih; Dhian Endahwuri
JIPMat Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v6i2.9495

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan profil kemampuan penalaran matematis kelas VIIA MTs Nurul Ulum Jembayat dalam menyelesaikan soal cerita titinjau dari gaya belajar. Metode yang dipakai adalah diskriptif kualitatif. Subjek yang diambil adalah tiga siswa kelas VIIA MTs Nurul Ulum Jembayat tahun ajaran 2021/2022 dengan rincian satu siswa visual, satu siswa auditorial dan satu siswa kinestetik. Pemilihan subjek penelitian berdasarkan nilai UTS tertinggi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket gaya belajar, tes tulis, dan lisan. Uji keabsahan data yaitu menggunakan triangulasi metode. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek visual hanya memenuhi 3 indikator penalaran matematis yaitu, siswa mampu menunjukkan proses penalarannya dan dapat menentukan langkah awal serta metode dengan tepat, selain itu siawa kurang teliti sehingga ada beberapa perhitungan yang salah. Subjek auditorial dan kinestetik memenuhi 4 indikator penalaran matematis. Subjek auditorial mampu menyajikan informasi soal dengan lengkap, langkah awal dalam menyelesaikan soal sudah benar dan dalam memberikan argument sangat jelas dan lengkap. Sedangkan subjek kinestetik tidak menuliskan informasi pada soal dan dalam mengajukan dugaan dan menyusun dan memberikan alasan terhadap kebenaran solusi subjek auditorial lebih baik dibandingkan subjek kinestetik.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VIRTUAL REALITY (VR) PADA MATERI TRIGONOMETRI TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA Annajmuts Tsaaqib; Achmad Buchori; Dhian Endahwuri
JIPMat Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v7i1.9950

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui motivasi belajar siswa antara pembelajaran menggunakan media pembelajaran Virtual Reality dengan pembelajaran tanpa media pembelajaran (konvensional). (2) Untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa antara pembelajaran menggunakan media pembelajaran virtual reality dengan pembelajaran tanpa media pembelajaran (konvensional). (3) Untuk mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaran Virtual Reality pada materi trigonometri terhadap motivasi hasil belajar matematika siswa SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif. Desain penelitian menggunakan Posttest-Only Control Design. Teknik pengumpulan data melalui angket dan tes hasil belajar siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan analisis Indepentdent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan motivasi belajar siswa antara eksperimen yang menggunakan media pembelajaran virtual reality dengan motivasi belajar kelas kontrol yang tanpa menggunakan media pembelajaran. Hal ini dibuktikan bahwa nilai rata-rata motivasi belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. (2) terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara eksperimen yang menggunakan media pembelajaran virtual reality dengan hasil belajar kelas kontrol yang tanpa menggunakan media pembelajaran. Hal ini dibuktikan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. (3) penggunaan media pembelajaran virtual reality lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran konvensional pada materi trigonometri SMA.
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS ASSISTED INDIVIDUALIZATION DAN THINK PAIR SHARE DITINJAU DARI KEAKTIFAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SEKABUPATEN GROBOGAN. Dhian Endahwuri
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 2/Septembe (2013): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v4i2/Septembe.551

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah: (1) Penggunaan pembelajaran tipe TAI menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan pembelajaran menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe TPS; (2) Siswa yang mempunyai keaktifan tinggi menghasilkan prestasi yang lebih baik dari pada siswa yang mempunyai keaktifan sedang dan rendah, dan siswa yang mempunyai keaktifan sedang menghasilkan prestasi yang lebih baik dari pada siswa yang mempunyai keaktifan rendah.; (3) Pada masing-masing tingkat keaktifan (tinggi, sedang, rendah), metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar lebih baik dibandingkan metode pembelajaran kooperatif tipe TPS.; (4) Pada metode pembelajaran kooperatif tipe TAI, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang dan rendah serta prestasi belajar siswa yang mempunyai keaktifan sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan rendah.; (5) Pada metode pembelajaran kooperatif tipe TPS, apakah prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang dan rendah serta prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan rendah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 23. Populasi dari penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VIII SMP tahun pelajaran 2010/2011 di Kabupaten Grobogan. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 240 orang dengan rincian 120 orang untuk kelas dengan model pembelajaran Teams Assisted Individualization, 120 orang untuk kelas dengan model pembelajaran Think Pair Share. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi belajar matematika dan angket angket keaktifan belajar siswa. Sebelum digunakan untuk pengambilan data, instrumen tes prestasi dan angket keaktifan belajar terlebih dahulu diujicobakan. Penilaian validitas isi instrumen tes dan angket dilakukan oleh validator. Uji reliabilitas instrumen tes menggunakan rumus Cronbach Alpha, uji reliabilitas instrumen angket menggunakan rumus Cronbach Alpha. Daya pembeda tes dan konsistensi internal angket menggunakan rumus korelasi produk momen dari Karl Pearson. Uji keseimbangan menggunakan uji t. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dengan menggunakan metode uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett dengan statistik uji Chi Kuadrat. Dengan ?é?ádiperoleh kesimpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan metode pembelajaran kooperatif tipe TPS pada materi bangun ruang (Fa = 9.064?é?á dengan Ftabel = 3.882 ). (2) prestasi belajar matematika siswa yang memiliki keaktifan belajar tinggi lebih baik daripada siswa yang mempunyai keaktifan belajar sedang dan rendah, dan prestasi belajar matematika siswa yang memiliki keaktifan belajar sedang lebih baik daripada siswa yang mempunyai keaktifan belajar rendah. (Fb = 53.296 dengan Ftabel = 3.034). (3) Metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar lebih baik dibandingkan metode pembelajaran tipe TPS pada siswa dengan keaktifan belajar tinggi, sedang dan rendah (Fab = 0.739 dengan?é?á Ftabel = 3.034). (4) Pada metode pembelajaran kooperatif tipe TAI, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang dan rendah serta prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan rendah (Fab = 0.739 dengan Ftabel = 3.034). (5) Pada metode pembelajaran kooperatif tipe TPS, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang dan rendah serta prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai keaktifan rendah (Fab = 0.739 dengan Ftabel = 3.034). ?é?á Kata kunci: Teams Assisted Individualization, Think Pair Share, Keaktifan Siswa
Pelatihan Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis E-Comic bagi Guru SD Se-Candisari Kota Semarang Rina Dwi Setyawati Rina; Ali Shodiqin; Agnita Siska Pramasdyahsari; Dhian Endahwuri
Jurnal Anugerah Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pen
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.206 KB) | DOI: 10.31629/anugerah.v3i1.3284

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan melatih guru Sekolah Dasar (SD) membuat media pembelajaran menggunakan aplikasi Comic Life 3. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan demonstrasi melalui pelatihan daring secara synchronous dan asynchronous. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 56 peserta yang merupakan guru-guru SD se-Candisari kota Semarang. Adapun instrumen yang digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan keterserapan pelatihan adalah angket yang diisi oleh peserta seusai mengikuti program pelatihan. Tingkat keberhasilan dan keterserapan pelatihan diukur dalam beberapa indikator sebagai berikut kegiatan pelatihan menjadi satu solusi permasalahan pembelajaran daring bagi guru SD di era pendemi sebesar 66,1 % peserta menyatakan setuju dan 33,9 % peserta menyatakan sangat setuju; materi dalam kegiatan pelatihan dapat diimplimentasikan dengan mudah untuk pembelajaran sebesar 28,6% peserta menyatakan sangat setuju dan 67,9% peserta menyatakan setuju; penyampaian materi kegiatan pelatihan dapat dipahami dengan baik sebesar 30,4% peserta menyatakan sangat setuju dan 69,6% peserta menyatakan setuju; kegiatan pelatihan bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan guru dalam menjalankan kegiatan pembelajaran daring sebesar 30,4 % peserta menyatakan sangat setuju dan 69,6% peserta menyatakan setuju; pembuatan story line dan comic life mudah dikerjakan sebagai bentuk pelatihan dari materi yang telah di sampaikan sebelumnya sebesar 28,6% peserta menyatakan sangat setuju dan 67,9% peserta menyatakan setuju.
Pelatihan Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis E-Comic bagi Guru SD Se-Candisari Kota Semarang Rina Dwi Setyawati Rina; Ali Shodiqin; Agnita Siska Pramasdyahsari; Dhian Endahwuri
Jurnal Anugerah Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pen
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.206 KB) | DOI: 10.31629/anugerah.v3i1.3284

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan melatih guru Sekolah Dasar (SD) membuat media pembelajaran menggunakan aplikasi Comic Life 3. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan demonstrasi melalui pelatihan daring secara synchronous dan asynchronous. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 56 peserta yang merupakan guru-guru SD se-Candisari kota Semarang. Adapun instrumen yang digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan keterserapan pelatihan adalah angket yang diisi oleh peserta seusai mengikuti program pelatihan. Tingkat keberhasilan dan keterserapan pelatihan diukur dalam beberapa indikator sebagai berikut kegiatan pelatihan menjadi satu solusi permasalahan pembelajaran daring bagi guru SD di era pendemi sebesar 66,1 % peserta menyatakan setuju dan 33,9 % peserta menyatakan sangat setuju; materi dalam kegiatan pelatihan dapat diimplimentasikan dengan mudah untuk pembelajaran sebesar 28,6% peserta menyatakan sangat setuju dan 67,9% peserta menyatakan setuju; penyampaian materi kegiatan pelatihan dapat dipahami dengan baik sebesar 30,4% peserta menyatakan sangat setuju dan 69,6% peserta menyatakan setuju; kegiatan pelatihan bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan guru dalam menjalankan kegiatan pembelajaran daring sebesar 30,4 % peserta menyatakan sangat setuju dan 69,6% peserta menyatakan setuju; pembuatan story line dan comic life mudah dikerjakan sebagai bentuk pelatihan dari materi yang telah di sampaikan sebelumnya sebesar 28,6% peserta menyatakan sangat setuju dan 67,9% peserta menyatakan setuju.
Blended Workshop Hypercontent Media Pembelajaran Matematika bagi MGMP Matematika MA Blora Agnita Siska Pramasdyahsari; Rina Dwi Setyawati; Dhian Endahwuri; Ali Shodiqin; Ukima Nusuki; Sindi Nur Aini; Siti Indahsari; Harya Giri Kusuma
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 3, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/abdipraja.v3i2.6421

Abstract

Kegiatan blended workshop hypercontent media pembelajaran matematika bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan media yang dapat digunakan dalam pembelajaran online, offline, maupun blended. Metode yang digunakan adalah metode ceramah diskusi, ceramah praktikum dan workshop. Kegiatan ini diikuti oleh guru matematika yang tergabung dalam MGMP Madrasah Aliyah Kabupaten Blora. Adapun instrumen yang dugunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan keterserapan pelatihan adalah angket yang diisi setelah mengikuti program pelatihan. Tingkat keberhasilan dan keterserapan pelatihan diukur dalam indikator sebagai berikut: (1) materi yang disampaikan dalam workshop PkM Hypercontent Media Pembelajaran Matematika dapat membantu peserta untuk merancang modul pembelajaran berbasis online maupun offline, 71.4% responden sangat setuju dan 28.6% setuju; (2) melalui workshop peserta memperoleh gambaran yang konkret tahapan merancang Hypermedia pembelajaran matematika berbasis Canva, 57.1% responden sangat setuju dan 42.9% setuju; (3) Pengetahuan/keterampilan yang peserta peroleh dari workshop dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran di kelas, 85.7% responden setuju dan 14.3% responden sangat setuju; (4) Pelaksanaan workshop PkM Hypercontent Media Pembelajaran Matematika secara blended (online-offline) cukup efektif, 71.4% responden sangat setuju dan 28.6% setuju. Peserta pelatihan secara mandiri dapat membuat Hypercontent Media bahan ajar digital yang bersifat open source yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja baik oleh guru maupun peserta didik. 
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PROGRAM LINEAR DITINJAU DARI KEPRIBADIAN SISWA Noviana Dini Rahmawati; Muhammad Hilmi Zakaria; Dhian Endahwuri
JIPMat Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v8i1.15194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi numerasi dalam menyelesaikan masalah program linear ditinjau dari kepribadian siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek yang diambil adalah dua siswa kelas XI MIPA-2 MA Banat Tajul Ulum Brabo dengan satu siswa introvert dan satu siswa ekstrovert. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket, tes tertulis dan wawancara. Pengambilan data penelitian ini melalui tes tertulis dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tipe kepribadian siswa introvert memenuhi semua indikator kemampuan literasi numerasi, yaitu memecahkan masalah dengan menggunakan berbagai angka dan simbol yang berhubungan dengan matematika; menganalisis informasi yang disajikan dalam berbagai gambaran (grafik, tabel, bagan, diagram dan sebagainya); dan menafsirkan hasil analisis tersebut untuk membuat prediksi dan keputusan. Namun tipe kepribadian siswa ekstrovert belum mampu menyajikan informasi dalam bentuk tabel berdasarkan permasalahan yang diberikan. Selain itu, penafsiran hasil analisis dalam membuat keputusan masih belum terperinci secara jelas.