cover
Contact Name
Made Ria Defiani
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jbiologi@unud.ac.id
Editorial Address
Managed by Biology Study Program, Faculty of Math and Natural Science, University of Udayana Jl. Raya Kampus Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Jimbaran, Badung, Bali 80361
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Biologi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14105292     EISSN : 25992856     DOI : https://doi.org/10.24843/jbiounud
Jurnal Biologi Udayana (p-ISSN 1410-5292 | e-ISSN 2599-2856 | DOI 10.24843/jbiounud) managed by the Department of Biology, Udayana University, published in two formats namely print and online regularly twice a year (June and December).
Articles 262 Documents
Rekaman baru Scopellaria marginata (Cucurbitaceae) dari Malang, Jawa Timur, Indonesia Estri Laras Arumingtyas; Turhadi Turhadi Turhadi; Rodiyati Azrianingsih; Mufidah Afiyanti; Mentari Putri Pratami; Briliyan Natalina Sudarjayanti; Fifi Mar’atun Solihah
Jurnal Biologi Udayana Vol 27 No 2 (2023): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2023.v27.i02.p06

Abstract

Scopellaria merupakan salah satu genus dalam Cucurbitaceae yang hanya terdiri dari dua jenis yaitu S. diversiflora dan S. marginata. Kedua jenis tersebut belum pernah dilaporkan sebelumnya di wilayah Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi Scopellaria marginata yang ternaturalisasi di Kota Malang, Jawa Timur. Jenis Scopellaria marginata dilaporkan sebagai rekaman baru untuk Jawa Timur dengan ciri batang memiliki rambut agak kasar (scarbid-hairy); tepi daun denticulate, rambut pada daun bagian adaksial yaitu rough-hairy dan bagian abaksial coarsely hairy; bentuk buah bervariasi, meliputi bulat (globose), oval (elliptic), dan fusiform; ukuran biji 3.0-4.4 mm, warna whitish, dan tepi distinctly square-margined. Jenis ini ditemukan merambat pada tanaman lain dan menjalar di atas permukaan tanah. Deskripsi dan persebaran jenis ini disajikan dalam tulisan ini.
Hubungan komunitas moluska dengan parameter lingkungan di kawasan mangrove Pulau Penyu, Tanjung Benoa, Bali Kadek Ayu Puspita Sari; Gede Surya Indrawan; Putu Satya Pratama Atmaja
Jurnal Biologi Udayana Vol 28 No 1 (2024): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2024.v28.i01.p06

Abstract

Mangrove merupakan tumbuhan di kawasan pantai dan estuari yang terpengaruh oleh pasang surut. Mangrove berperan sebagai tempat pemijahan, pembesaran, dan sumber makanan bagi beragam biota, salah satunya adalah moluska. Moluska memiliki hubungan timbal balik dengan tumbuhan mangrove yakni berperan penting dalam menjaga keseimbangan rantai makanan. Tujuan dari penelitian, yaitu untuk mengetahui bagaimana struktur komunitas moluska serta hubungannya dengan kondisi lingkungan di ekosistem mangrove Pulau Penyu. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2023. Metode yang digunakan berupa transek kuadrat 1x1m dengan 15 titik pada setiap stasiun. Kondisi lingkungan yang diukur meliputi pH, salinitas, suhu serta tipe substrat. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh 24 spesies, yaitu 20 spesies gastropoda dan 4 spesies bivalvia yang termasuk kedalam 12 famili moluska. Famili yang ditemukan antara lain Potamididae, Cerithiidae, Batillariidae, Ellobiidae, Mitridae, Neritidae, Littorinidae, Naticidae, Muricidae, Veneridae, Cyrenidae dan Corbulidae. Kelimpahan moluska pada lokasi penelitian berkisar antara 0,07 – 13,07 ind/m2, dengan kelimpahan tertinggi yaitu spesies Cerithium coralium dan kelimpahan terendah yaitu spesies Corbula macgillivrayi. Hasil indeks keanekaragaman sebesar 1,90 – 2,25; indeks keseragaman sebesar 0,68 – 0,78; indeks dominansi sebesar 0,18 – 0,25; menunjukkan Tingkat keanekaragaman moluska untuk setiap spesiesnya berada dalam kategori sedang, hal ini karena jumlah individu tiap spesies yang tinggi sehingga tidak terdapat spesies yang dominan. Kisaran nilai parameter lingkungan yang terukur yaitu; suhu berkisar 34,1 – 35,7 oC; pH berkisar 6,43 – 6,68; dan salinitas berkisar 35,2 – 36,3 ppt. Tipe substrat di lokasi penelitian didominasi oleh lempung liat berpasir dan pasir berlempung. Hasil analisis PCA menunjukkan hubungan yang kuat antara kelimpahan moluska dengan pH, salinitas dan fraksi pasir, namun sangat lemah terhadap parameter suhu, fraksi debu dan liat.