cover
Contact Name
Made Ria Defiani
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jbiologi@unud.ac.id
Editorial Address
Managed by Biology Study Program, Faculty of Math and Natural Science, University of Udayana Jl. Raya Kampus Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Jimbaran, Badung, Bali 80361
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Biologi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14105292     EISSN : 25992856     DOI : https://doi.org/10.24843/jbiounud
Jurnal Biologi Udayana (p-ISSN 1410-5292 | e-ISSN 2599-2856 | DOI 10.24843/jbiounud) managed by the Department of Biology, Udayana University, published in two formats namely print and online regularly twice a year (June and December).
Articles 262 Documents
Optimasi vitamin C terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus) yang diinfeksi Aeromonas hydrophila Devano Baga Tondi; Ni Putu Putri Wijayanti; Dewa Ayu Angga Pebriani
Jurnal Biologi Udayana Vol 27 No 2 (2023): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2023.v27.i02.p05

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mempelajari efek dari memberikan vitamin C kepada pakan ikan buatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila yang terinfeksi oleh Aeromonas hydrophila. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan yaitu A digunakan sebagai kontrol, sementara perlakuan B, C, dan D masing-masing melibatkan penambahan vitamin C pada pakan sebanyak 500 mg/kg, 1000 mg/kg, dan 1500 mg/kg dan diulang sebanyak 3 kali. Digunakan ikan nila dengan ukuran ±25 cm dan berat 200-250 g dimana pada setiap ulangan diisi 5 ekor ikan. Semua perlakuan diberi infeksi Aeromonas hydrophila dengan kepadatan 106 CFU/mL. Infeksi dilakukan dengan melarutkan hasil kultur bakteri Aeromonas hydrophila dalam air media pemeliharaan. Vitamin C diberikan dengan dosis berbeda menghasilkan pertumbuhan yang berbeda secara signifikan (P<0,05) dan kelangsungan hidup yang tidak berbeda secara signifikan (P>0,05). Perlakuan B menunjukkan pertumbuhan berat dan panjang tertinggi yaitu 66,7 g dan 3,09 cm. Perlakuan B menunjukkan kelangsungan hidup terbaik dengan persentase 86,7%. Rentang nilai kualitas air dianggap memadai untuk mengoptimalkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan. Dengan suhu berkisar antara 27,58-27,72°C, DO 4,10-4,65 mg/L, dan pH 7,48-7,56. Penambahan vitamin C dapat mengoptimalkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan nila serta mempengaruhi nilai pertumbuhan panjang dan pertumbuhan berat tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup.
Analisis kondisi padang lamun di Gili Balu, Sumbawa Barat Natasya Caterina; Made Ayu Pratiwi; Ni Putu Putri Wijayanti
Jurnal Biologi Udayana Vol 28 No 1 (2024): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2024.v28.i01.p08

Abstract

Penelitian dilakukan pada komunitas padang lamun di Pulau Belang, Pulau Paserang, Pulau Kenawa, dan Pulau Namo yang berlokasi di Gili Balu, Sumbawa Barat. Pengambilan data secara eksplorasi dilakukan pada bulan Januari 2022 dan pengolahan data dilakukan pada bulan Oktober hingga Desember 2022. Prosedur pengambilan data yang digunakan adalah prosedur pemantauan kondisi padang lamun menggunakan metode transek garis dan transek kuadrat yang mengacu pada Buku Panduan Pemantauan Padang Lamun LIPI. Pengambilan data dilakukan pada stasiun dengan membentangkan transek garis sepanjang 100 m dan transek kuadrat diletakkan di kanan transek garis. Pemantauan dilakukan per 10 m dan dilakukan hingga titik 100 m. Pengambilan data diulang sebanyak 3 kali Pengolahan data dilakukan untuk mendapatkan kategori dan kondisi padang lamun yang dibandingkan dengan kategori tutupan padang lamun oleh Buku Panduan Pemantauan Padang Lamun LIPI dan parameter kondisi padang lamun oleh Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 200 Tahun 2004. Penelitian ini ditemukan lamun pada 2 stasiun kategori jarang yaitu Pulau Namo dan Kenawa dan 4 stasiun berkategori sedang yaitu Pulau Paserang, Pulau Belang bagian Barat Laut, Pulau Belang bagian Selatan dan Pulau Belang bagian Timur. Kategori penutupan baik diperoleh oleh stasiun Pulau Belang bagian Barat. Komunitas padang lamun yang tergolong dalam status kondisi padang lamun rusak dan miskin adalah Pulau Namo, Pulau Kenawa, dan Pulau Belang bagian Barat Laut. Pulau Paserang dan Pulau Belang bagian Selatan dan Timur tergolong dalam status kondisi padang lamun rusak dan kurang Sehat. Pulau Belang bagian barat tergolong dalam status kondisi padang lamun baik dan sehat.
Kandungan vitamin C dan antioksidan lulur bunga telang (Clitoria ternatea L.) Yusni Khusnita Pangesti; Sang Ketut Sudirga; Ni Wayan Sudatri
Jurnal Biologi Udayana Vol 27 No 2 (2023): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2023.v27.i02.p10

Abstract

Kesehatan kulit merupakan salah satu hal yang berhubungan dengan kecantikan yang dapat dirawat dengan menggunakan kosmetik lulur. Lulur dapat dibuat dengan memanfaatkan bahan alami, salah satunya yang memiliki antioksidan almi seperti vitamin C. Tanaman yang berpotensi sebagai bahan lulur adalah kembang telang (Clitoria ternatea L.) karena memiliki kadar vitamin C dan nilai IC50 yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan vitamin C dan antioksidan pada serbuk bunga telang dan sediaan lulur bunga telang, serta mengetahui persepsi responden terhadap lulur bunga telang. Rancangan penelitian yang digunakan untuk uji vitamin C dan antioksidan lulur adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 variasi lulur serta 3 pengulangan. Dilakukan juga uji organoleptik, dan uji hedonik. Uji vitamin C dilakukan dengan metode Titrasi dan uji antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian dianalisis secara statistika menggunakan uji ANOVA dan apabila terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan menggunakan Uji Duncan. Hasil analisis ditampilkan dalam bentuk tabel. Kandungan vitamin C pada serbuk bunga telang sebesar 1,41 mg/100g dan IC50 sebesar 118,25 ppm dengan kategori sedang. Kandungan vitamin C lulur bunga telang selaras dengan nilai aktivitas antioksidannya dengan hasil tertinggi terdapat pada lulur dengan kombinasi serbuk beras 75% dan serbuk bunga telang 25%, sedangkan terendah pada lulur serbuk beras 95% dan serbuk bunga telang 5%. Lulur yang paling disukai adalah lulur dengan kombinasi serbuk beras 75% dan serbuk bunga telang 25%.
English English Putu Rahayu Natalia Anggraini; Yenni Ciawi
Jurnal Biologi Udayana Vol 28 No 1 (2024): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2024.v28.i01.p13

Abstract

Pomegranate (Punica granatum) is a fruit-bearing shrub with a rich history of traditional use in various medicinal systems. This review paper aims to provide an in-depth analysis of the botanical profile, medicinal properties, and applications of pomegranate. Additionally, it explores its significance in traditional medicine systems, including Ayurveda, Chinese medicine, American Indian medicine, and the Usadha Taru Premana palm manuscript—a revered Balinese medicinal palm manuscript, and The Holy Quran. The review highlights the active compounds, therapeutic potential, regional variations, cultivation, culinary uses, and its emerging role in the tourism and wellness industry.
Laju pertumbuhan anak jalak bali (Leucopsar rothschildi) dengan pemberian sumber protein berbeda di penangkaran Indriani Ika Wulandari; Wahyu Prihatini; Cecep Sudrajat
Jurnal Biologi Udayana Vol 28 No 1 (2024): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2024.v28.i01.p03

Abstract

Upaya perlindungan terhadap burung jalak Bali Leucopsar rothschildi di Indonesia dilakukan antara lain melalui penangkaran. Keberhasilan upaya penangkaran dapat dilihat dari meningkatnya populasi satwa yang ditangkarkan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sumber protein yang menghasilkan laju pertumbuhan optimal anak jalak Bali di Penangkaran Kere Ayem Bird Farm. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan sumber protein, dan tiga ulangan. Pakan diberikan pada anak burung berumur satu minggu dengan cara diloloh (hands feeding), selama enam minggu. Pakan yang diberikan adalah bubur pur yang ditambahkan sumber protein berbeda, yaitu ulat Hongkong, ulat Jerman, dan jangkrik. Variabel yang diukur yaitu pertambahan bobot tubuh, panjang tubuh, panjang kepala, panjang sayap, panjang ekor, panjang kaki, panjang paruh, dan pertumbuhan bulu burung. Pemberian jangkrik dalam pakan menghasilkan laju pertumbuhan tertinggi anak jalak Bali, dibandingkan ulat Hongkong, dan ulat Jerman. Enam dari tujuh variabel pertumbuhan, menunjukkan beda nyata akibat perlakuan, sedangkan pertambahan panjang paruh tidak berbeda nyata. Pertambahan ukuran-ukuran tubuh anak jalak Bali yang tertinggi terlihat pada minggu ke dua perlakuan. Pemberian jangkrik sebagai sumber protein hewani lebih disukai anak jalak Bali, dan meningkatkan pertambahan ukuran-ukuran tubuh, serta pertumbuhan bulu.
Pengaruh waktu induksi dan ZPT terhadap pertumbuhan kalus kotiledon kacang panjang (Vigna unguiculata subsp. sesquipedalis) Paramita Cahyaningrum Kuswandi; Selma Nafilatul Husna
Jurnal Biologi Udayana Vol 27 No 2 (2023): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2023.v27.i02.p07

Abstract

Tanaman kacang panjang adalah komoditas pertanian yang sangat berpotensi untuk dikembangkan karena mudah dibudidayakan dan pangsa pasar cukup tinggi, namun masih ada permasalahan dalam memenuhi kebutuhan benih dan masih rentan terhadap hama dan penyakit. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya peningkatan produksi dan induksi variasi kacang panjang. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah kultur jaringan untuk induksi variasi somaklonal dan/atau pembentukan tanaman transgenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu inisiasi kalus dan pengaruh pemberian ZPT terhadap pertumbuhan kalus eksplan kotiledon kacang panjang. Sterilisasi biji dilakukan dengan menggunakan detergen, natrium hipoklorit 10%, alkohol 70% dan akuades steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu inisiasi kalus pada media MS dengan penambahan ZPT 2,4-D serta penggunaan beberapa variasi ZPT pada subkultur mampu menginisiasi kalus dan mempengaruhi ukuran kalus, warna kalus, serta persentase browning eksplan kotiledon kacang panjang. Waktu inisiasi kalus 4 minggu dengan kombinasi konsentrasi BAP 2 ppm dan IAA 0,1 ppm menghasilkan ukuran kalus paling besar dan warna kalus putih kecoklatan. Penambahan ZPT saat subkultur memiliki persentase browning yang lebih kecil dari perlakuan tanpa ZPT.
Penentuan Minimum Inhibitory Concentration (MIC) minyak atsiri Acorus calamus terhadap Aspergillus flavus Komang Kartika Indi Swari; Ida Bagus Gede Darmayasa; I Putu Agus Hendra Wibawa
Jurnal Biologi Udayana Vol 28 No 1 (2024): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2024.v28.i01.p09

Abstract

Naskah lontar Bali merupakan dokumentasi budaya Bali masa lampau. Komponen utama daun lontar adalah selulosa. Upaya pencegahan kerusakan naskah lontar dari jamur pendegradasi selulosa seperti Aspergillus flavus sangat diperlukan untuk mempertahankan kearifan lokal Bali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi nilai Minimum Inhibitory Concentratiton (MIC) dari minyak atsiri daun jangu (Acorus calamus) dalam menghambat pertumbuhan A. flavus secara in vitro. Hasil yang diperoleh yaitu konsentrasi optimum minyak atsiri A. calamus sebesar 5% (v/v), dengan rata-rata diameter zona hambat 11,72 mm (kategori kuat). Nilai MIC dari minyak atsiri daun jangu dalam menghambat A.flavus yaitu 2% v/v dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 7,08 mm. Penelitian ini membuka wawasan baru dalam upaya konservasi naskah lontar Bali akibat dari kerusakan jamur pendegradasi selulosa, dengan memanfaatkan minyak atsiri tumbuhan lokal Bali yaitu daun jangu (A. calamus).
Pengaruh bentuk morfologi bunga tanaman refugia terhadap ketertarikan serangga polinator dan musuh alami Ordo Hymenoptera Ega Dwi Puteri Nurmala; Nanang Tri Haryadi
Jurnal Biologi Udayana Vol 27 No 2 (2023): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2023.v27.i02.p11

Abstract

Tanaman refugia merupakan jenis tumbuhan berbunga yang berfungsi menyediakan tempat berlindung dan sumber makanan bagi serangga musuh alami dan polinator. Jumlah serangga musuh alami dan polinator yang berkunjung ke tanaman adanya faktor perbedaan karakter morfologi, warna bunga, nektar, lama waktu berbunga dan aroma. Serangga menyukai bunga yang berukuran kecil, bentuk kelopak yang terbuka, letak polen di luar karena mudah di jangkau dan juga waktu berbunga yang lebih lama. Penelitian ini dilakukan di lahan Kalisat dan di Laboratorium Agroteknologi Universitas Jember pada 1 Januari hingga 30 Desember 2022. Penelitian ini menggunakana Rancangan Acak Kelompok(RAK) dengan4 ulangan dan 8 perlakuan jenis bunga yaitu Cosmos caudatus, Zinna elegans, Melampodium divaricatum, Tegestes erecta, Cucumis sativus L., Bassica rapa, Solanum melongena L., Lycopersicum esculentum Mill. Hasil penelitian menunjukkan presentase M. divaricatum menghasilkan persentase serangga parasitoid dari familia Chalcidade sebesar 17% dan Braconidae 16?. Pada bunga C. sebagian besar yang berkunjung serangga parasitoid dari familia Braconidae 18%. Pada bunga Zinnia sp kunjungan serangga parasitoid dari familia Pompilidae 19%. Bunga T. erecta yang berkunjung serangga polinator dari familly Apidae 23%. Pada jenis bunga hortikultura yaitu C. sativus terbesar pada serangga predator familly Ampulicidae 25%, sedangkan pada bunga B. rapa familly Barconidae 39%, S. melongena L. Ichenumonidae dan Braconidar 33%, L. esculentum Mill. Icneumonidae sebesar 38% serangga tersebut sebagai parasitoid. Perlakuan Terbaik pada bunga M. divaricatum dengan tipe jenis bunga terbuka, letak polen di luar,diameter mahkota 23,44 mm , diameter dasar 11,48 mm, panjang tabung bunga 5,22,mm lama waktu berbunga 24,25 hari.
Angka Lempeng Total (ALT), Coliform, Escherichia coli dan Staphylococcus aureus pada urutan babi di wilayah Kecamatan Banjarangkan, Bali Komang Nikastri Tussning Dewi; Ida Bagus Gede Darmayasa; Ni Wayan Sudatri
Jurnal Biologi Udayana Vol 28 No 1 (2024): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2024.v28.i01.p12

Abstract

Urutan atau sosis bali merupakan produk pangan tradisional yang banyak diminati dan dijual di provinsi Bali. Pengolahan, penanganan dan penyimpanan yang kurang tepat akan mengakibatkan kontaminasi mikroba penyebab keracunan makanan diantaranya Coliform, Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui total cemaran bakteri Angka Lempeng Total (ALT), Coliform, Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus pada urutan babi yang dijual di Kecamatan Banjarangkan, Bali. Pengambilan sampel diperoleh dari pencatatan pedagang urutan babi di Kecamatan Banjarangkan menggunakan metode purposive sampling. Parameter yang diuji adalah ALT dan Staphylococcus aureus dengan metode sebar (pour plate), Coliform dengan metode Most Probable Number (MPN) dan Escherichia coli dengan metode gores (streak plate). Kandungan Angka Lempeng Total (ALT) dan Staphylococcus aureus berfluktuasi antara 102 – 105 CFU/g dalam rentang 3 minggu pengujian, 7 dari 15 sampel positif tercemar Coliform, 15 sampel tercemar Escherichia coli dibawah < 3 × 102 MPN/100g. Sebanyak 12 sampel dari 15 sampel (80%) tidak layak dikonsumsi untuk uji ALT, 8 dari 15 sampel (53,3%) layak konsumsi untuk uji Coliform, 12 sampel dari 15 sampel (80%) layak konsumsi untuk uji S. aureus, serta seluruh sampel layak konsumsi untuk uji E. coli sesuai standar baku mutu yang ditetapkan oleh BPOM No. 13 Tahun 2019 dan SNI 7388:2009.
Pengaruh penambahan Lactobacillus plantarum dalam pembuatan mie kering berbahan rambut jagung manis (Zea mays var. Saccharata) Lintang Pradhanawati; Ida Bagus Gede Darmayasa; Ni Made Susun Parwanayoni
Jurnal Biologi Udayana Vol 28 No 1 (2024): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2024.v28.i01.p04

Abstract

Rambut jagung manis merupakan salah satu hasil sisa pertanian yang masih minim dalam pengolahannya. Salah satu bentuk olahan rambut jagung manis yaitu sebagai bahan dasar pembuatan mie kering. Namun produk mie yang dihasilkan memiliki kelemahan berupa umur simpan yang pendek karena adanya jamur pembusuk seperti kapang, Oleh karena itu perlu dilakukan usaha dalam menurunkan jumlah kapangnya melalui penambahan Bakteri Asam Laktat (BAL L. Plantarum). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap faktorial (RALF) yaitu faktor I konsentrasi BAL (0%, 2%, 4%, 6% (v/v)) dan faktor II lama penyimpanan (0 hari, 5 hari, dan 10 hari) dengan 3 pengulangan, sehingga didapatkan 36 unit percobaan. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah derajat keasaman (pH), angka kapang, dan nilai gizi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata angka kapang pada T0 sebesar 3,40±0,109 pada mie kering yang berbahan rambut jagung yang difermentasi tanpa ditambah L. plantarum. Sedangkan pada konsentrasi 2%, 4% dan 6% berturut-turut sebagai berikut 3,24±0,174; 3,30±0,240; dan 3,34±0,000. Kandungan kapang (Aspergillus sp.). Uji kadar gizi setelah penyimpanan hari ke-10 (T2) pada perlakuan konsentrasi L. plantarum 0%, 2%, 4%, dan 6 % menunjukkan kadar protein berturut-turut sebesar 16,05%; 18,13%; 20,04%; dan 20,36% bb dan kadar glukosa berturut-turut sebesar 78,87%; 83,16%; 81,56%; dan 78,84%. Secara angka populasi AKK pada mie dari rambut jagung selama penyimpanan dapat diturunkan dan kandungan proteinnya terjadi peningkatan sehingga penambahan BAL dapat digunakan sebagai food biopreservatif.