cover
Contact Name
Made Ria Defiani
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jbiologi@unud.ac.id
Editorial Address
Managed by Biology Study Program, Faculty of Math and Natural Science, University of Udayana Jl. Raya Kampus Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Jimbaran, Badung, Bali 80361
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Biologi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14105292     EISSN : 25992856     DOI : https://doi.org/10.24843/jbiounud
Jurnal Biologi Udayana (p-ISSN 1410-5292 | e-ISSN 2599-2856 | DOI 10.24843/jbiounud) managed by the Department of Biology, Udayana University, published in two formats namely print and online regularly twice a year (June and December).
Articles 262 Documents
A Induksi pertumbuhan tunas anggrek (Dendrobium sp.) dengan pemberian BAP dan ekstrak jagung manis (Zea mays L.) Fauziyah Harahap; Rehlitna Fransiska Sitepu; Syahmi Edi; Cicik Suriani; Abdul Hakim Daulae; Mansur As; Didi Febrian; Sitti Subaedah
Jurnal Biologi Udayana Vol 28 No 1 (2024): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2024.v28.i01.p14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi perlakuan BAP dan ekstrak jagung manis yang berpengaruh dalam membentuk tunas sebagai upaya perbanyakan anggrek Dendrobium sp. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi BAP yang terdiri dari 4 taraf yaitu (0, 1, 2 dan 3 ppm) dan faktor kedua adalah konsentrasi ekstrak jagung manis yang terdiri dari 4 taraf yaitu (0, 20, 40 dan 60 gr/l). Diperoleh 16 kombinasi perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 48 unit percobaan. Parameter waktu munculnya tunas dan akar dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Parameter jumlah tunas, jumlah daun, tinggi planlet dan jumlah akar dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan jika berbeda nyata akan dilakukan uji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan waktu muncul tunas tercepat terjadi pada 3 MST. Waktu muncul akar tercepat terjadi pada 3 MST. Interaksi perlakuan BAP 2 ppm dan ekstraks jagung 60 % menghasilkan rataan jumlah tunas dan daun terbanyak yaitu 4,67 tunas dan 15,67 daun. Interaksi perlakuan BAP 1 ppm dan ekstraks jagung 60 % menghasilkan rataan tinggi planlet tertinggi yaitu 3,77 cm. Interaksi perlakuan BAP 2 ppm dan ekstraks jagung 40 % menghasilkan rataan jumlah akar terbanyak yaitu 8,33 akar.
Riparian tree diversity and water quality of Teunbaun spring Kupang regency Chatarina Gradict Semiun; Yulita Iryani Mamulak; Emilianus Pani
Jurnal Biologi Udayana Vol 28 No 1 (2024): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2024.v28.i01.p05

Abstract

Springs are water resources for human. One of the components that maintain the springs is the riparian tree. The study aims to identify the diversity of riparian tree species and water quality in Teunbaun (Sonaf) spring, Kupang district. Measurement of tree samples used the Quadrant Sampling Technique, while water quality measurements included physical, chemical, and microbiological (MPN) parameters. Collected tree and water quality data were analyzed to determine endemism status, species richness index (Dmg), Shannon-Wiener diversity index (H’), and gap analysis (conformity of water quality profile with water quality standards). The results showed that 16 species of riparian trees from 12 families were found. The species that are often found are from the Arecaceae family. The value of Dmg and H’ were classified as moderate. The results of the physical and chemical quality tests of water revealed that almost all parameters achieved the quality standards, except for COD, cadmium and nickel. Futhermore, the MPN value found did not achieve the quality standar..
Jumlah eritrosit, hemoglobin dan hematokrit pada tikus (Rattus norvegicus) yang diberi seduhan kopi arabika (Coffea arabica) Lolita Sintia Dewi; Dwi Ariani Yulihastuti; I Made Sara Wijana; Inna Narayani
Jurnal Biologi Udayana Vol 27 No 2 (2023): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2023.v27.i02.p08

Abstract

Kopi arabika (Coffea arabica) memiliki kandungan tanin dan kafein yang akan mengganggu penyerapan zat besi dan mengakibatkan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah RBC (Red Blood Cell) atau eritrosit kadar hemoglobin darah serta persentase PCV (Packed Cell Volume) atau hematokrit pada tikus (Rattus norvegicus) yang diberi perlakuan seduhan kopi arabika (Coffea arabica ). Metode yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) pada 5 kelompok perlakuan dan setiap kelompok berisi 5 ekor tikus. Kelompok 1 sebagai kontrol dengan pemberian 3,6mL aquades. Kelompok 2 sebagai perlakuan pertama (P1) dengan pemberian 3,6mL seduhan bubuk kopi dosis 150mg/200gBB, kelompok 3 sebagai perlakuan kedua (P2) dengan pemberian 3,6mL seduhan bubuk kopi dosis 310mg/200gBB, kelompok 4 sebagai perlakuan ketiga (P3) dengan pemberian 3,6mL seduhan dosis 630mg/200gBB dan kelompok 5 sebagai perlakuan keempat (P4) dengan pemberian 3,6mL seduhan bubuk kopi dosis 1.260mg /200gBB. Metode pemberian seduhan kopi dengan oral gavage yaitu menggunakan sonde oral. Data analisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah bahwa seduhan kopi arabika (Coffea arabica) tidak memiliki pengaruh nyata terhadap jumlah eritrosit, persentase hematokrit dan kadar hemoglobin pada tikus (Rattus norvegicus) karena kadar kafein dan tanin yang berperan sebagai inhibitor zat besi telah berkurang akibat suhu tinggi pada proses penyangraian. Kadar kafein pada sampel kopi belum mempengaruhi penyerapan zat besi. Cadangan zat besi dalam tubuh masih dalam keadaan normal sehingga tidak mempengaruhi proses eritropoiesis.
Analisis bakteri rhizosfer pelarut fosfat pada tanaman jagung dari wilayah Empang Sumbawa, NTB Ernin Hidayati; Rosal Okjayansah; Faturrahman Faturrahman; Bambang Fajar Suryadi; Sarkono Sarkono; Sukiman Sukiman; Nur Indah Julisaniah
Jurnal Biologi Udayana Vol 28 No 1 (2024): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2024.v28.i01.p10

Abstract

Bakteri pelarut fosfat merupakan komponen ekosistem tanah yang berperan dalam membantu menyediakan fosfat bagi tanaman. Sampai saat ini, eksplorasi bakteri pelarut fosfat yang berasosiasi dengan perakaran tanaman terus dilakukan untuk mendapatkan isolat potensial. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bakteri rhizosfer pelarut fosfat pada tanaman jagung dari wilayah Empang Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Bakteri diisolasi dari tanah perakaran tanaman jagung yang berada pada fase pertumbuhan vegetatif dan fase generatif. Isolat diuji kemampuannya dalam melarutkan fosfat menggunakan medium Pikovskaya Agar. Pengujian dilakukan dengan teknik inokulasi titik. Zona bening yang terbentuk disekitar koloni bakteri mengindikasikan bahwa bakteri mampu melarutkan fosfat. Sebanyak 18 isolat bakteri rhizosfer berhasil diisolasi, 11 diantaranya menunjukkan kemampuan melarutkan fosfat. Isolat V6 dan V7 mempunyai kemampuan terbaik dibandingkan isolat lainnya, ditunjukkan dengan nilai indeks pelarutan fosfat sebesar 1,3 dan 1,54.
Inventarisasi tumbuhan mangrove di Hutan Lindung Tanjung Prapat Muda, Kecamatan Batu Ampar, Kalimantan Barat Dea Fitri Handayani; Entin Daningsih; Asriah Nurdini Mardiyyaningsih
Jurnal Biologi Udayana Vol 28 No 1 (2024): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2024.v28.i01.p01

Abstract

Setiap ekosistem mangrove memiliki keanekaragaman vegetasi yang berbeda, demikian pula pada kawasan mangrove di Hutan Lindung Tanjung Prapat Muda, Desa Tanjung Harapan Kecamatan Batu Ampar. Penelitian inventarisasi tumbuhan mangrove dilakukan untuk mengidentifikasi spesies mangrove penyusun kawasan Hutan Lindung Tanjung Prapat Muda. Pengumpulan data dilakukan dengan metode jalur dengan kombinasi garis berpetak (desain transek-plot), sebanyak 3 jalur. Tiap jalur terdiri dari 10 plot yang diletakkan secara zig-zag (kanan-kiri). Setiap plot akan terdapat sub-plot yang ukurannya berbeda-beda mulai dari tingkat semai (2×2 m), pancang (5×5 m), tiang (10×10 m), dan pohon (20×20 m). Identifikasi dilakukan di lapangan dan laboratorium. Pembuatan herbarium dilakukan untuk mengidentifikasi tumbuhan yang belum diketahui spesiesnya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7 spesies mangrove yang terdiri dari lima mangrove mayor (mangrove sejati), satu mangrove minor, dan satu mangrove asosiasi. Seluruh spesies mangrove yang ditemukan dapat digolongkan ke dalam 3 famili yaitu famili Rhizophoraceae, Pteridaceae, dan Moraceae. Pada famili Rhizophoraceae terdiri dari 5 spesies yaitu Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera parviflora, dan Ceriops tagal. Famili Pteridaceae terdiri dari 1 spesies yaitu Acrostichum speciosum. Famili Moraceae hanya terdiri atas 1 spesies yaitu Ficus retusa.
Perkembangan gonad, fekunditas dan diameter telur Hemisilurus heterorhynchus, Bleeker 1854 di sungai paparan banjir, Desa Mentulik, Kampar Kiri, Riau Roza Elvyra; Febrian Lailatul Fitri; Yusfiati Yusfiati; Khairijon Khairijon; Imelda Wardani
Jurnal Biologi Udayana Vol 27 No 2 (2023): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2023.v27.i02.p04

Abstract

Sungai paparan banjir (floodplain river) merupakan salah satu ciri khas perairan tawar dari Provinsi Riau. Ikan Selais Bungkuk (Hemisilurus heterorhynchus) merupakan ikan air tawar yang bersifat demersal dan biasanya hidup di daerah tropis dengan sungai yang termasuk tipe sungai paparan banjir. H. heterorhynchussering ditangkap tanpa melihat ukuran sehingga ikan-ikan yang belum dewasa atau belum matang gonad juga ikut tertangkap. Apabila kondisi tersebut terus terjadi kemungkinan H. heterorhynchus akan mengalami penurunan populasi. Oleh sebab itu perlu adanya penelitian mengenai biologi reproduksi H. heterorhynchus untuk mengetahui perkembangan gonad, indeks kematangan gonad (IKG), diameter telur, fekunditas, hubungan fekunditas dengan panjang dan berat tubuh, musim pemijahan serta pola pemijahan ikan sehingga dapat dijadikan dasar upaya konservasi dan budidaya H. heterorhynchus. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober sampai bulan Maret di sungai Kampar Kiri. Ikan jantan dan betina matang gonad paling banyak ditemukan pada awal musim hujan di bulan Oktober dan November. IKG jantan tertinggi didapat pada bulan Oktober (0,24%) dan betina pada bulan November (2,80%).Fekunditas ikan H. heterorhynchus berkisar antara 6444-20654 butir. Pola pemijahan ikan H. heterorhynchus adalah sekali pemijahan dalam satu tahun (total spawner).
Eksplorasi dan uji aktivitas antimikroba jamur endofit dari daun mangga kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) terhadap Escherichia coli ATCC 25922, Candida albicans ATCC 10231 dan Staphylococcus aureus ATCC 25923 Indira Rahmana Razak; Atria Martina
Jurnal Biologi Udayana Vol 28 No 1 (2024): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2024.v28.i01.p07

Abstract

Mangga kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) telah dikategorikan sebagai tanaman yang terancam punah in situ atau Extinct in the Wild menurut IUCN Red List Categories. Hal ini membuat keberadaan jamur endofit pada tanaman tersebut juga terancam. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengkarakterisasi dan menguji aktivitas antimikroba jamur endofit dari daun mangga terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Candida albicans. Jamur diseleksi untuk aktivitas antimikroba menggunakan metode difusi agar. Aktivitas antimikroba dihitung dengan mengukur zona hambat yang dihasilkan endofit terhadap mikroba patogen. Sebanyak 23 isolat yang termasuk ke dalam 4 genera dan 1 kelompok jamur berhasil diisolasi. Jamur yang termasuk genus Aspergillus dengan jumlah 13 isolat merupakan merupakan dominan bila dibandingkan Penicillium sp., Cladosporium sp., Syncephalastrum sp. dan kelompok Mycelia sterillia. Seluruh isolat mampu menghambat pertumbuhan S. aureus dengan zona hambat 13-23 mm, lebih tinggi dibandingkan Ampisilin 10 µg/l. Jamur endofit yang diperoleh lebih mampu dalam menghambat pertumbuhan S. aureus dari pada E. coli, namun tidak memiliki kemampuan menghambat C. albicans.
Pertumbuhan dan produktivitas kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) setelah pemberian eco enzyme limbah tebu pada tanah gambut Laely Rizqi; Zulfa Zakiah; Siti Ifadatin
Jurnal Biologi Udayana Vol 27 No 2 (2023): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2023.v27.i02.p09

Abstract

Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu komoditas sayuran Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki produksi rendah jika dibandingkan dengan komoditas sayuran lainnya. Beberapa upaya dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) salah satunya dengan pemberian pupuk organik cair. Bahan organik seperti limbah tebu banyak dijumpai di Kota Pontianak dan dapat digunakan dalam pembuatan pembuatan eco enzyme yang dapat digunakan sebagai pupuk organik bagi tanaman kacang merah (Phaseolus vulgaris L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian eco enzyme limbah tebu terhadap pertumbuhan dan produksi kacang merah (Phaseolus vulgaris L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 taraf perlakuan yaitu POC Green Tonik (kontrol positif), 0 mL/L eco enzyme (kontrol negatif), 0,5 mL/L eco enzyme (A1), 1 mL/L eco enzyme (A2), 1,5 mL/L eco enzyme (A3), 2 mL/L eco enzyme (A4) dan 2,5 mL/L eco enzyme (A5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian eco enzyme limbah tebu berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, kadar klorofil, berat basah biji dan berat kering biji tanaman kacang merah (Phaseolus vulgaris L.). Pemberian eco enzyme dengan konsentrasi 2,5 mL/L memberikan hasil terbaik untuk parameter pertumbuhan tinggi tanaman 53 cm dan kadar klorofil 3,19 mg/L. Sedangkan pemberian eco enzyme dengan konsentrasi 1 mL/L memberikan hasil terbaik untuk parameter produksi berat basah biji 3,64 g dan berat kering biji 0,80 g.
Aktivitas harian lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik (Tursiops aduncus) rehabilitasi di Umah Lumba, Teluk Banyuwedang, Bali Hafshah Aliyah Sulthanah; Deny Suhernawan Yusup; Luh Putu Eswaryanti Kusuma Yuni
Jurnal Biologi Udayana Vol 28 No 1 (2024): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2024.v28.i01.p11

Abstract

Studi aktivitas harian satwa hasil sitaan sebelum dilepasliarkan sangatlah penting bagi keberhasilan suatu program pelepasliaran satwa. Penelitian ini berfokus pada lumba-lumba hidung botol Tursiops aduncus sitaan yang di rehabilitasi di Umah Lumba, Teluk Banyuwedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, serta bertujuan untuk mengetahui aktivitas harian lumba-lumba hidung botol di Umah Lumba sebelum dilepasliarkan di perairan Bali Utara. Pengamatan terhadap aktivitas harian dilakukan dengan menggunakan metode focal animal sampling dengan instantaneous recording terhadap tiga individu lumba-lumba hidung botol di Umah Lumba. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat beberapa aktivitas yang mendukung untuk kehidupan di alam liar, yaitu tidak terdapatnya aktivitas tail clapping serta aktivitas lokomosi dan bernafas yang semakin optimal. Demikian pula halnya dengan tercatatnya aktivitas yang menunjukkan kondisi fisiologis tubuh yang semakin optimal seperti minimnya aktivitas sneezing dan tercatatnya aktivitas jumping sebagai salah satu strategi mencari makan yang dilakukan oleh lumba-lumba di habitat alaminya. Aktivitas-aktivitas tersebut diatas merupakan peningkatan ke arah kondisi optimal mejelang pelepasliaran dari pengamatan yang dilakukan pada saat awal masa rehabilitasi.
Isolasi dan karakterisasi bakteri asam laktat dari susu sapi di Indonesia Marcelia Sugata; Meiryanti Layarda; Ferren Chrislin; Tan Tjie Jan
Jurnal Biologi Udayana Vol 28 No 1 (2024): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2024.v28.i01.p02

Abstract

Susu sapi merupakan sumber nutrisi yang memberikan dampak baik bagi kesehatan dan mengandung keanekaragaman mikroorganisme, salah satunya bakteri asam laktat (BAL) seperti Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus sp. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakteriasi BAL dari susu sapi perah Friesian Holstein di Indonesia. Selain itu, dilakukan enumerasi BAL untuk mengetahui populasi BAL pada sampel susu sapi. Berdasarkan hasil yang diperoleh, sebanyak 4,36 log CFU/mL BAL berhasil dienumerasi pada sampel susu sapi. Pengamantan morfologi sel menunjukkan adanya 15 isolat kandidat Streptococcus dan 35 isolat kandidat Lactobacillus yang merupakan Gram positif, tidak membentuk endospora, dan tidak memiliki lapisan lilin pada dinding selnya. Selanjutnya, hasil negatif uji kalatase ditunjukkan oleh 10 isolat kandidat Streptococcus dan 35 isolat kandidat Lactobacillus. Hasil uji fermentasi gula menunjukkan bahwa isolat STRP1 dan STRP4 diduga merupakan Streptococcus sp., sedangkan isolat Lactobacillus kemungkinan merupakan L. delbrueckii, L. acidophilus, dan L. helveticus. Uji hemolitik mengindikasikan bahwa STRP1 merupakan S. thermophilus dengan aktivitas hemolitik alfa. Konfirmasi spesies dari isolat-isolat yang diperoleh sebaiknya dilakukan melalui identifikasi molekuler dan karakterisasi lebih lanjut.