cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (JP3B)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
KONTRIBUSI GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU PEMBIMBING PADA SMA NEGERI DI KOTA SEMARANG Endang Purwaningtyas Tidarini
Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (JP3B) Vol 1, No 1 (2011): JP3B
Publisher : Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (JP3B)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja merupakan seperangkat hasil yang dicapai dengan merujuk kepada tindakan pencapaian serta pelaksanaan suatu pekerjaan yang diminta. Keberhasilan pencapaian siswa yang optimal bergantung kinerja sumber daya manusia, diantaranya kinerja guru pembimbing. Untuk mencapai kinerja yang optimal, diperlukan suatu interaksi dan koordinasi yang didesain untuk menghubungkan tugas-tugas, baik perorangan maupun kelompok dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Fenomena yang sering ditemui di lapangan menunjukkan bahwa guru pembimbing dalam melaksanakan program secara keseluruhan belumlah optimal. Hal itu dapat dilihat pada pelaksanaan evaluasi tindak lanjut, guru pembimbing dalam melakukan pengkajian ulang terhadap program ke sembilan layanan yang dilaksanakan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kontribusi gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja guru pembimbing pada SMA Negeri di Kota Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah guru pembimbing SMA Negeri se-Kota Semarang, sebanyak 83 orang. Sedangkan sampelnya adalah 65 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda, dimana sebelumnya sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas serta uji normalitas. Berdasarkan pengujian secara parsial menunjukkan bahwa pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja guru pembimbing mempunyai kontribusi positif. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi gaya kepemimpinan yang diterapkan, maka akan semakin tinggi pula kontribusi yang diberikan dalam usaha meningkatkan kinerja guru pembimbing. Pengujian hipotesis kedua juga menunjukkan bahwa pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru pembimbing mempunyai kontribusi positif, artinya. semakin tinggi motivasi kerja guru pembimbing, maka akan semakin tinggi pula kinerjanya. Demikian pula pada pengujian yang dilakukan secara simultan, pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja guru pembimbing mempunyai kontribusi positif. Agar kinerja guru pembimbing lebih optimal, Kepala Sekolah selaku pemimpin seharusnya memiliki kemampuan dalam merencanakan dan mengorganisasikan serta memberikan motivasi terhadap pencapaian tujuan siswa secara optimal. Karena pimpinan yang mampu memberikan motivasi kepada guru pembimbing akan menciptakan kinerja guru pembimbing yang semakin meningkat. Kata Kunci?é?á?é?á?é?á :?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á Gaya Kepemimpinan, Motivasi Kerja dan Kinerja Guru Pembimbing
PENGARUH KEPERCAYAAN DIRI DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KECEMASAN MENGHADAPI MENOPAUSE PADA IBU RUMAH TANGGA L. Rini Sugiyarti; Sri Widyawati; Roestamadji Br.
Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (JP3B) Vol 1, No 1 (2011): JP3B
Publisher : Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (JP3B)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepercayaan diri dan dukungan keluarga?é?á terhadap kecemasan menghadapi menopause pada wanita. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah : Hipotesis Mayor : terdapat hubungan antara kecemasan menghadapi menopause pada ibu rumah tangga dengan kepercayaan diri dan dukungan keluarga.Hipotesis Minor I ?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á : terdapat hubungan antara kecemasan menghadapi menopause pada ibu rumah tangga dengan kepercayaan diri.Hipotesis Minor II?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á : terdapat hubungan antara kecemasan menghadapi menopause pada ibu rumah tangga dengan?é?á dukungan keluarga. Populasi dalam penelitian ini para wanita dewasa madya, dengan rentang usia antara 40 sampai dengan 50 . ?é?áPenelitian ini menggunakan try out terpakai, yang berarti data uji coba alat ukur?é?á sekaligus digunakan juga sebagai data untuk analisis?é?á hipotesis penelitian. Teknik?é?á pengumpulan data?é?á berupa?é?á skala, yang terdiri atas Skala?é?á Kecemasan Menghadapi Menopause, Skala?é?á Kepercayaan Diri serta Skala Dukungan Keluarga. Hasil uji normalitas menunjukkan?é?á bahwa : Variabel?é?á kecemasan menghadapi menopause berdistribusi normal dengan nilai Kolmogorof -?é?á Smirnov Z =?é?á 0.855 (p > 0,05), Variabel dukungan keluarga berdistribusi normal dengan nilai Kolmogorof -?é?á Smirnov Z = 0.971 (p > 0,05), dan Variabel kepercayaan diri?é?á berdistribusi normal dengan nilai Kolmogorof -?é?á Smirnov Z = 0.981 ( p > 0,05). Semua?é?á analisis menggunakan bantuan ?é?áSPSS (Statistical Packages for Social Science) versi 15 . Analisis pengujian hipotesis mayor menggunakan Analisis Regresi Ganda?é?á menunjukkan bahwa Ry(1,2) = 4.623; p = 0.016?é?á (p<0,01). Hal ini berarti tidak ada hubungan?é?á antara kecemasan menghadapi menopause dengan dukungan keluarga dan kepercayaan diri. Hasil?é?á analisis data hipotesis minor dengan menggunakan teknik korelasi product moment menunjukkan bahwa?é?á r1y =0.17; p = 0.147?é?á (p< 0,01) sehingga hipotesis minor I dalam penelitian tidak diterima. Hal ini menunjukkan tidak ada hubungan negatif?é?á?é?á antara kecemasan menghadapi menopause dengan kepercayaan diri.?é?á Diketahui juga bahwa r2y = 0.445; p = 0.002 (p < 0,01) yang menunjukkan bahwa ada hubungan negatif?é?á antara kecemasan menghadapi menopause dengan kepercayaan diri. Hal ini menunjukkan ?é?ábahwa hipotesis minor II?é?á diterima. ?é?á Kata Kunci :?é?á Kepercayaan Diri, Dukungan Keluarga, Kecemasan, Menopause.
KONTRIBUSI LAYANAN INFORMASI DAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP SIKAP SISWA TENTANG NARKOBA Siti Fitriana
Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (JP3B) Vol 1, No 1 (2011): JP3B
Publisher : Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (JP3B)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diadakan dengan latar belakang bahwa pada dasarnya remaja disebut sebagai usia bermasalah dikarenakan memiliki ciri-ciri mudah terpengaruh dengan orang lain dan suka mencoba hal-hal yang baru misalnya narkoba. Oleh karena itu dengan adanya layanan informasi dan bimbingan kelompok yang diadakan di sekolah diharapkan dapat memberikan pemahaman dan pencegahan, agar para remaja tidak melakukan kenakalan-kenakalan dan akhirnya mampu memunculkan tingkah laku yang positif dengan tujuan akhir untuk mengetahui sumbangan positif layanan informasi dan bimbingan kelompok terhadap sikap siswa tentang narkoba. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif ex post facto dengan desain korelasional karena mengambil data dari peristiwa yang telah lewat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya kontribusi antara layanan informasi dan bimbingan kelompok terhadap sikap siswa tentang narkoba sebesar 32,3%. Hal ini berarti?é?á hipotesis yang diajukan peneliti terbukti dengan adanya kontribusi yang positif secara bersama-sama layanan informasi dan bimbingan kelompok terhadap sikap siswa tentang narkoba. Dengan demikian untuk mencapai manfaat yang optimal dari layanan informasi dan bimbingan kelompok didasarkan kesadaran diri siswa dan kualitas guru pembimbing khususnya tentang pemahaman siswa terhadap setiap layanan yang diberikan agar siswa mampu mengambil keputusan dengan tepat bersikap positif dalam kehidupannya. ?é?á ?é?á Kata Kunci : layanan informasi, bimbingan kelompok, sikap siswa tentang narkoba
STUDI PENELUSURAN TERHADAP ALUMNI JURUSAN PPB FIP IKIP PGRI SEMARANG (DALAM RANGKA PENGEMBANGAN KURIKULUM) Tri Suyati; Chr. Argo Widiharto; Dini Rakhmawati; Desi Maulia
Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (JP3B) Vol 1, No 1 (2011): JP3B
Publisher : Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (JP3B)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi penulusuran adalah suatu deskriptif yang dilakukan secara berkesinambungan terhadap lulusan perguruan tinggi, mengenai berbagai data yang menyangkut diri lulusan, seperti Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), lama waktu studi, jenis pekerjaan, lama waktu mendapatkan pekerjaan dan gaji awal.?é?á Studi penulusuran digunakan?é?á sebagai sumber data yang berguna bagi pengembangan dan evaluasi kurikulum serta mengembangkan visi dan misi perguruan tinggi. Penelitian ini melibatkan 60 alumni kelas regular Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB) FIP IKIP PGRI Semarang selama periode 2006 ?óÔé¼ÔÇ£ 2009, yang berdomisili di Jawa Tengah. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan multiple regression dan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara jenis pekerjaan, lama waktu mendapatkan pekerjaan dan gaji awal dengan Indeks Prestasi Kumulatif (r=0,492; p<0,01) dan terdapat korelasi antara jenis pekerjaan, lama waktu mendapatkan pekerjaan dan gaji awal dengan lama waktu studi (r=0.521; p<0.01). ?é?á Kata kunci: studi penelusuran, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), lama waktu studi, jenis pekerjaan, lama waktu mendapatkan pekerjaan dan gaji awal.
PENGARUH PELATIHAN ASERTIVITAS DALAM MENGURANGI KECEMASAN PADA KORBAN TINDAK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Padmi Dhyah Yuliant
Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (JP3B) Vol 1, No 1 (2011): JP3B
Publisher : Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (JP3B)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak kekerasan sebagaian besar dialami oleh perempuan dan anak ?óÔé¼ÔÇ£ anak, khususnya tindak kekerasan dalam rumah tangga. Korban tindak kekerasan dalam rumah tangga, selain mengembangkan kecemasan dalam dirinya, juga cenderung memiliki perilaku yang kurang asertif. Berpijak bahwa keasertifan bukan merupakan faktor bawaan, melainkan merupakan suatu ketrampilan yang dapat dipelajari, maka dibutuhkan intervensi untuk mengurangi kecemasan yang dialami oleh korban tindak kekerasan dalam rumah tangga, yaitu melalui pelatihan asertivitas. Rumusan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan kecemasan sebelum diberikan pelatihan asertivitas dengan setelah diberikan pelatihan asertivitas, setelah diberikan pelatihan asertivitas kecemasan yang dialami korban tindak?é?á kekerasan?é?á dalam rumah tangga menurun dibandingkan sebelum diberi pelatihan asertivitas. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu single subject design. Pengumpulan data menggunakan teknik skala Impact of Event Scale (IES), wawancara dan observasi. Data yang dipergunakan bersifat kuantitatif dan kualitatif. Bersifat kuantitatif karena data yang diperoleh berupa data yang berbentuk angka yang diperoleh dari hasil pengukuran menggunakan Impact of Event Scale (IES) yang telah dimodifikasi peneliti dan bersifat kualitatif karena data yang diuraikan adalah diskriptif. Berdasarkan analisis dari data kuantitatif dan kualitatif yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan intensitas kecemasan subyek, sebelum dan setelah pemberian pelatihan asertivitas. Kecemasan subyek setelah dilakukan pemberian pelatihan asertivitas menjadi berkurang atau lebih rendah dibandingkan sebelum pemberian pelatihan asertivitas. Hal ini menunjukkan bahwa terapi pelatihan asertivitas mampu mempengaruhi berkurangnya kecemasan pada subyek dalam hal ini korban tindak kekerasan dalam rumah tangga. ?é?á Kata Kunci: Pelatihan Asertivitas, Kecemasan Pada Korban Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga
FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR?óÔé¼ÔäóAN DAN IMPLIKASINYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING (Studi Kasus pada beberapa santri di Pondok Pesantren Raudlotul Qur?óÔé¼Ôäóan Semarang) Heri Saptadi Ismanto
Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (JP3B) Vol 1, No 1 (2011): JP3B
Publisher : Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (JP3B)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pondok pesantren Raudhatul Qur?óÔé¼Ôäóan Kauman, Kota Semarang kegiatan menghafal Al Qur?óÔé¼Ôäóan merupakan kurikulum utama sebagai pondok pesantren yang meluluskan para penghafal Al Qur?óÔé¼Ôäóan sejak tahun 1950-an. Fenomena yang didapati ada santri yang lebih cepat lulus sebagai hafidz Al Qur?óÔé¼Ôäóan dan sebagian lainnya masih tertunda karena mengalami berbagai hambatan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan faktor-faktor pendukung kemampuan santri dalam menghafal Al Qur?óÔé¼Ôäóan di pondok pesantren Raudhatul Qur?óÔé¼Ôäóan?é?á Kauman, Kota Semarang. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif bersifat deskriptif induktif. Sebagai informan adalah ustadz dan santri pondok pesantren Raudhatul Qur?óÔé¼Ôäóan?é?á?é?á Kauman, Kota Semarang. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi langsung, dokumentasi, wawancara mendalam (in-dept interview). Untuk menguji keabsahan digunakan triangul?â?ísi data. Teknik analisa data menggunakan model analisa interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Motivasi santri untuk menghafal Al Qur?óÔé¼Ôäóan berasal dari keluarga khususnya orang tua, teman-teman sekolah atau sesama santri, guru, serta kyai pondok pesantren, (2) Pengetahuan dan pemahaman arti atau makna Al-Qur?óÔé¼Ôäóan oleh santri pada umumnya mereka merasa kurang, sebagai sikap rendah hati agar tidak disebut sombong; (3) Cara belajar: pengaturan dalam menghafal Al Qur?óÔé¼Ôäóan yaitu mengaji 3 kali sehari, menambah hafalan setiap hari 1-2 halaman, muroja?óÔé¼Ôäóah, dan sema?óÔé¼Ôäóan, musabahah. Target dalam menghafal Al Qur?óÔé¼Ôäóan yaitu khatam dalam waktu 3 tahun; yang meliputi: memasukkan dalam memori ingatan, mengungkapkan ingatan dalam bentuk bacaan secara tepat, mengulang kembali pada saat itu maupun pada saat yang lain; (4) Fasilitas yang mendukung kemampuan menghafal Al Qur?óÔé¼Ôäóan antara lain asrama pondok, aula, ruang belajar untuk setoran hafalan, mushola, dan masjid agung Kauman Semarang, (5) Aplikasi mengahafal Al Qur?óÔé¼Ôäóan dalam bimbingan dan konseling yaitu pada kegiatan layanan bimbingan belajar. ?é?á Kata kunci: menghafal Al Qur?óÔé¼Ôäóan, faktor-faktor pendukung

Page 2 of 2 | Total Record : 16