cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Fountain of Informatics Journal
ISSN : 25414313     EISSN : 25485113     DOI : -
Core Subject :
Fountain of Informatics Journal (FIJ), with registered ISSN 2541-4313 (Print), ISSN 2548-5113 (Online), and DOI 10.21111/fij, is a peer-reviewed journal published semi-annual (May and November) by Universitas Darussalam Gontor. The FIJ invites manuscripts in the various topics include, but not limited to, functional areas of the information system, software engineering, computer network and game technology.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2023): Mei" : 4 Documents clear
Desain Level Berbasis Storyboard Pada Perancangan Game Edukasi Augmented Reality Tap The Trash Matahari Bhakti Nendya; Budi Susanto; Gabriel Indra Widi Tamtama; Timotius Johan Wijaya
Fountain of Informatics Journal Vol. 8 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/fij.v8i1.8836

Abstract

Abstrak Desain level merupakan sebuah proses dimana membuat pengalaman bermain yang menarik bagi pemain. Desain level mengkombinasikan berbagai macam elemen yang berupa level, mekanik, grafik dan suara. berbagai macam teknik desain level telah dikembangkan dan diimplementasikan dalam game baik 2D maupun 3D. Penelitian ini mencoba mengimplementasikan desain level pada game berbasis augmented reality. Dalam penyusunan level digunakan teknik storyboard yang umumnya dipakai dalam industri film dan televisi. Desain storyboard mengacu pada model storyboard experimental dimana model ini digunakan untuk memberikan perintah pada obyek tertentu. Hasil yang didapatkan model storyboard dapat diimplementasikan pada game dengan menggunakan flutter dan ARCore. Hasil pengujiannya menandakan adanya dinamika level dimana semakin tinggi levelnya maka player akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan objective game. Kata kunci: level desain, storyboard, game, augmented reality, fluter, ARCore   Abstract [An approach to level design based on storyboards in augmented reality educational games: Tap The Trash]. The level design aims to provide players with an engaging gaming experience. Designing levels involves combining various elements, such as mechanics, graphics, and sounds. There are a variety of level design techniques that can be applied both in 2D and 3D games. A study of level design for augmented reality-based games is presented in this paper. The levels are prepared using storyboarding techniques, commonly employed in the film and television industries. An experimental storyboard model uses a storyboard to give orders to various objects within a story. With Flutter and ARCore, games can be developed based on the results obtained by the storyboard model. Test results indicate that completing the objective game becomes more difficult as the level is raised. Keywords: design level, storyboard, game, augmented reality, fluter, ARCore
Klasifikasi Tingkat Keparahan Penyakit Leafblast Tanaman Padi Menggunakan MobileNetv2 Imam Fauzi Annur; Jumhurul Umami; Moch. Nasheh Annafii; Niken Trisnaningrum; Oddy Virgantara Putra
Fountain of Informatics Journal Vol. 8 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/fij.v8i1.9419

Abstract

AbstrakPadi merupakan tanaman pangan pokok di Indonesia, dan produksinya merupakan kunci ketahanan pangan negara. Keberhasilan panen merupakan faktor penting dalam pencegahan impor bahan pangan pokok. Tantangan terbesar dalam memanen tanaman adalah adanya virus, jamur, dan hama yang dapat merusak tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem klasifikasi tingkat keparahan penyakit daun pada tanaman padi yang terkena penyakit blas daun dengan bantuan algoritma machine learning. MobileNetV2 adalah arsitektur Convolutional Neural Network (CNN) yang menggunakan Depthwise Separable Convolution untuk membangun model yang ringan dan dirancang untuk mengatasi proses yang memiliki resource yang berlebih. Dataset yang digunakan pada penelitian ini merupakan hasil murni observasi peneliti yang sudah divalidasi oleh ahli dengan total 300 data asli. Model MobileNetV2 ternyata sangat berhasil dalam mengklasifikasikan objek, dengan akurasi 78,33%. dengan hasil penelitian ini, petani dapat terbantu dalam mengenali tingkat keparahan penyakit leafblast pada tanaman padi sehingga pemberian bahan kimia berupa fungisida sesuai dengan dosis anjuran tingkat keparahan. Kata kunci: Klasifikasi, leafblast, padi, citra, model pre-trained, MobileNetV2. Abstract[Classification Of Rice Blast Disease Using MobileNetV2] Rice is a staple food crop in Indonesia, and its production is key to the country's food security. Successful harvesting is an important factor in preventing imports of staple foods. The biggest challenge in harvesting crops is the presence of viruses, fungi, and pests that can damage plants. This research aims to create a classification system for leaf disease severity in rice plants affected by leaf blast disease with the help of machine learning algorithms. MobileNetV2 is a Convolutional Neural Network (CNN) architecture that uses Depthwise Separable Convolution to build lightweight models and is designed to overcome processes that have excessive resources. The dataset used in this study is the result of pure researcher observations that have been validated by experts with a total of 300 original data. The MobileNetV2 model turned out to be very successful in classifying objects, with an accuracy of 78.33%. with the results of this study, farmers can be helped in recognizing the severity of leafblast disease in rice plants so that the provision of chemicals in the form of fungicides in accordance with the recommended dose of severity.Keywords: Classification, leafblast, rice, image, pre-trained model, MobileNetV2
Menentukan Prioritas Audit Sistem dan Teknologi Informasi Berdasarkan Root Cause Analysis Menggunakan Pareto Chart dan Fishbone Mei Lenawati; Dimas Setiawan; Whisnu Rindra Kurniawan
Fountain of Informatics Journal Vol. 8 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/fij.v8i1.9440

Abstract

AbstrakEvaluasi merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam metodologi pengembangan sistem atau aplikasi yang seharusnya dilakukan setelah sistem atau aplikasi yang dibangun digunakan oleh pengguna, salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk melakukan evaluasi terhadap sistem yaitu dengan melakukan kegiatan audit. Audit dilakukan tidak hanya untuk melakukan evaluasi apakah sistem tersebut sudah sesuai dengan prosedur dan mampu menjaga keamanan informasi, tetapi yang tidak kalah penting yaitu mengevaluasi dampak atau value apa saja yang didapat oleh organisasi dari penggunaan sistem tersebut, apakah perusahaan akan mendapatkan value atau malah mendapatkan kerugian. Penelitian ini berfokus pada hasil dari audit yaitu laporan yang didalamnya memberikan rekomendasi untuk menentukan prioritas audit berdasarkan hasil dari Root cause analysis dengan menggunakan dua tools yaitu Pareto chart dan Fishbone diagram. Setelah menerapkan dua metode tersebut dalam penelitian ini, menurut peneliti gabungan pareto chart dan fishbone diagram lebih tepat diterapkan pada audit berbasis risiko yang mendapati temuan dengan tingkat risiko high atau diatsnya lebih dari lima temuan, sehingga akan memudahkan dalam menetukan prioritas audit yang nantinya bisa dijadikan dasar audit annual planning. Saran dari peneliti untuk penelitian selanjutnya bisa mencoba menggabungkan Pareto Chart dan Relation diagram.Kata kunci: audit sistem, teknologi informasi, Root cause analysis, pareto chart, Fishbone AbstractDetermining System Audit Priority And Information Technology Based On Root Cause Analysis Using Pareto Chart And Fishbone. Evaluation is one of a series of activities in the system or application development methodology that should be carried out after the system or application built is used by the user, one of the activities that can be carried out to evaluate the system is by conducting audit activities. An audit is carried out not only to evaluate whether the system is in accordance with procedures and is able to maintain information security, but what is no less important is to evaluate what impact or value the organization gets from using the system, whether the company will get value or even get a loss. This study focuses on the results of audits, namely reports which provide recommendations for determining audit priorities based on the results of root cause analysis using two tools, namely Pareto charts and Fishbone diagrams. After applying these two methods in this study, according to the combined researchers, the pareto chart and fishbone diagram are more appropriate for risk-based audits that find findings with a high risk level or above more than five findings, so that it will make it easier to determine audit priorities which can later be used as a basis annual planning audits. Suggestions from researchers for further research can try to combine Pareto Charts and Relation diagrams.Keywords: system audit, information technology, Root cause analysis, pareto chart, Fishbone
Front Matter and Back Matter Dihin Muriyatmoko
Fountain of Informatics Journal Vol. 8 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 4