cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Community Health
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Community Health terbit empat kali setahun, yaitu bulan Januari, April, Juli, dan Oktober. Jurnal CH menerbitkan hasil penelitian mahasiswa yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat seperti kebijakan kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masayarakat, kesehatan kerja, promosi kesehatan, ekonomi kesehatan, manajemen kesehatan serta ilmu ilmu dasar yang berkaitan seperti bioteknologi kesehatan, biologi molekuler, bioinformatik dan genetik, tanaman, hewan, serta sel yang terkait dengan kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 43 Documents
Faktor-Faktor Manajerial Yang Melatarbelakangi Tingginya Kejadian Jumlah Pasien Dengan Dekubitus (Indikator Patient Safety) Pada Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Puri Raharja Tahun 2012 Sanjaya, I Dewa Gede Windu
Community Health Vol 1 No 2
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.764 KB)

Abstract

Patient Safety di rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Dalam konsep Patient Safety ada beberapa Indikator dalam menentukan kondisi keselamatan pasien saat menerima perawatan di instalasi rawat inap rumah sakit, salah satunya adalah jumlah penderita dengan dekubitus. Data tahun 2010 menunjukkan kejadian dekubitus di RSU Puri Raharja mencapai 45% dari target maksimal yang ditetapkan yaitu <25%. Hal ini menunjukan kejadian dekubitus sangat tinggi. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor manajerial yang melatarbelakangi tingginya kejadian pasien dengan dekubitus pada penerapan konsep patient safety di instalasi rawat inap RSU Puri Raharja. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif menggunakan  pendekatan cross-sectional dengan 9 orang responden perawat dan staf manajemen yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan pedoman wawancara dengan melakukan in-depth interview dan dianalisis secara kualitatif. Kesimpulan dari penelitian adalah faktor-faktor manajerial yang melatarbelakangi tingginya kejadian pasien dengan dekubitus adalah Fungsi Controlling yaitu Supervisi dan Monitoring, Sistem Pencatatan dan Pelaporan, Evaluasi, Audit Medis, dan Alur Penyampaian Informasi kepada keluarga. Tidak semua fungsi manajemen (planning, organizing, actuating) diterapkan dalam program ini. Saran yang diberikan untuk unit pelayanan medik dan penunjang, agar lebih intensif melakukan supervisi dan monitoring. Memperbaiki metode pendokumentasian parameter didalam patient safety khususnya pasien dengan dekubitus. Dan  memperbaiki proses desiminasi hasil evaluasi, sehingga diketahui oleh seluruh perawat.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Mencuci Tangan Petugas Kesehatan Di Rumah Sakit Umum Daerah Badung Tahun 2013 Rikayanti, Kadek Herna
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.492 KB)

Abstract

Cuci tangan harus dilakukan dengan benar sebelum dan sesudah melakukan tindakan perawatan meskipun memakai sarung tangan atau alat pelindung lain untuk menghilangkan atau mengurangi mikroorganisme yang ada di tangan sehingga penyebaran penyakit dapat dikurangi dan lingkungan terjaga dari infeksi. Kegagalan menjalankan kebersihan tangan merupakan penyebab utama infeksi nosokomial (infeksi yang terjadi akibat pelayanan kesehatan di rumah sakit setelah 48 jam atau lebih). Pengendaian infeksi menjadi salah satu faktor penting dalam pengelolaan Rumah Sakit. Belum disiplinnya perilaku petugas kesehatan melakukan cuci tangan dengan dilakukannya observasi yang pengambilan sampelnya secara acak,tidak semua tenaga kesehatan melakukan pengendalian penyakit infeksi yang hendaknya tenaga kesehatan melakukan 5 moment hand hygiene dengan demikian pengendalian penyakit infeksi dengan cara mencuci tangan sangat penting dilakukan di RSUD Badung untuk melakukan pengendalian berbagai  kasus penyakit infeksi. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan dengan metode penelitian cross sectional. Jumlah sample dalam penelitian ini sebanyak 74 responden tenaga kesehatan di RSUD Badung yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, fisioterapis, laboratorium/analis, dan radiografer. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner dan pengukuran kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan uji bivariat (Chi-square) dan univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kesehatan yang memiliki disiplin baik sebanyak 58,1% memiliki pengetahuan yang baik dan 41,9% yang memiliki pengetahuan buruk. Hasil uji statistik menunjukkan Nilai p = 0,39 (p > 0,05) yang artinya tidak ada perbedaan proporsi perilaku mencuci tangan pada tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan baik dan yang memiliki pengetahuan kurang. RSUD Badung harus melakukan evaluasi kembali tentang keefektifan program pencegahan infeksi nosokomial rumah sakit khususnya tentang kepatuhan tenaga kesehatan melakukan cuci tangan untuk meningkatkan tingkat pengetahuan dan perilaku mencuci tangan tenaga kesehatan.
Persepsi Karyawan Hotel Tentang Hiv/Aids Di Kota Denpasar Tahun 2012 Ksamawan, Adi
Community Health Vol 1 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.637 KB)

Abstract

The number of cumulative AIDS cases from 1987 to June 2012 in Indonesia, based on the type of work dominated by three groups, that is self-employed, housewives, and employees. The government is very concerned with issues of HIV / AIDS on labor so that the theme which was appointed to commemorate World AIDS Day 2011 is devoted to the protection of industrial and workers from HIV/AIDS. This theme is associated with a strategy for HIV/AIDS globally in 2011-2015 is “Getting to Zero”, which one of his vision is zero discrimination. These efforts are expected to reduce the negative stigma and discrimination against People Life With HIV/AIDS (PLWHA) in particular to workers. The purpose of this study was to get an overview of the perception of hotel employees in Denpasar about HIV/AIDS. This research is a quantitative explanatory using cross-sectional approach. The sample was 115 people were taken to the multi-stage random sampling technique. Data were collected using a questionnaire and then analyzed descriptively. The results showed that more than half of respondents had a low level of knowledge about HIV/AIDS and the level of knowledge from respondents there is no a significant difference viewed from the education, age and income. The perception of the respondents about HIV/AIDS almost equal between the “negative perception” and “positive perception” however, “negative perception” tend to be large than the “positive perception”.
Evaluasi Tingkat Kepuasan Masyarakat Pengguna Layanan Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Selatan Tahun 2013 Widartini, Ni Gusti Ayu Putri
Community Health Vol 1 No 3
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.6 KB)

Abstract

Tingkat partisipasi masyarakat pengguna  Posyandu di Puskesmas I Denpasar Selatan menunjukkan tren menurun pada tahun 2012 bahkan belum memenuhi target cakupan D/S sebesar 75% pada trimester akhir  (September – Desember tahun 2012).  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat kepuasan masyarakat pengguna layanan Posyandu di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Selatan. Rancangan penelitian ini adalah  deskriptif cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling terhadap 70 orang yang menggunakan pelayanan Posyandu di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Selatan dari bulan April sampai Mei 2012. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner tingkat kinerja dan tingkat kepentingan dan hasilnya ditabulasi serta dianalisis menggunakan metode analisis tingkat kesesuaian/kepuasan dan analisa diagram kartesius. Dalam penelitian terhadap lima dimensi mutu yaitu penampilan, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan perhatian pelayanan, didapatkan hasil rata-rata total persentase tingkat kesesuaian dari lima dimensi mutu sebesar 89,97%.  Item-item di kuadran A atau prioritas utama adalah ketersediaan media penyuluhan, kebersihan Posyandu, tindakan cepat petugas, pengetahuan dan kemampuan petugas memberikan  penyuluhan, serta pengetahuan dan kemampuan petugas memberikan pelayanan kesehatan. Kuadran B atau yang perlu dipertahankan kinerjanya adalah  ketelitian petugas Posyandu melakukan penimbangan balita, memberikan informasi hasil penimbangan, kejelasan informasi yang diberikan, menimbang  balita dengan aman, keramahan, kesabaran petugas,  kader memberikan pelayanan tanpa memandang status sosial.  Kuadran C atau prioritas rendah adalah  kelengkapan alat-alat Posyandu, petugas melaksanakan kegiatan penyuluhan, memberikan informasi jadwal Posyandu, serta pengetahuan dan kemampuan petugas dalam pengisian KMS. Kuadran D atau pelaksanaanya sangat memuaskan dan jauh melampaui harapan pengguna layanan adalah kebersihan penampilan petugas, prosedur penerimaan balita, jadwal pelaksanaan Posyandu dilaksanakan dengan  tepat , dan petugas dalam menyampaikan penghargaan kepada pengguna Posyandu. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengguna layanan sangat puas terhadap kualitas layanan Posyandu namun  masih terdapat item-item dimensi mutu yang perlu ditingkatkan pada pelayanan Posyandu terutama adalah   kemampuan  petugas dalam melakukan  penyuluhan dan ketersediaan  media penyuluhan. Oleh karena itu  Puskesmas I Denpasar Selatan perlu memberikan pelatihan kepada kader dalam  penyuluhan dan  serta meningkatkan ketersediaan media penyuluhan.
Tingkat Pengetahuan Dan Upaya Pencegahan Penularan Flu Burung Pada Peternak Unggas Di Desa Babahan, Penebel, Tabanan 2013 Cahyaningsih, Ni Made Dwijani
Community Health Vol 1 No 2
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.651 KB)

Abstract

Penyakit flu burung atau avian influenza adalah penyakit zoonosis  yang disebabkan oleh virus influenza tipe A yang menyebar antar unggas, dan dapat menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, hingga manusia. Kabupaten Tabanan menduduki peringkat teratas terjangkit virus flu burung. Sebanyak 34 banjar di 29 desa telah terjangkit virus flu burung. Peternak unggas merupakan salah satu  kelompok pekerja yang berisiko terhadap penularan virus flu burung dan diharapkan memiliki pengetahuan yang cukup tentang penularan dan pencegahan penyakit flu burung. Tingkat pengetahuan peternak yang tinggi berhubungan dengan apa yang mereka ketahui tentang penyakit flu burung yang merupakan langkah pertama yang perlu diketahui setiap individu terutama orang-orang dengan risiko tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan penularan flu burung pada pekerja peternak unggas di Desa Babahan, Penebel, Tabanan. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan crossectional, dimana jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 84 orang pekerja peternakan unggas di Desa Babahan, Penebel, Tabanan, pemilihan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik systematic random sampling. Hasil penelitian ini menunjukan pekerja peternak unggas dengan tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 64,3% dan tingkat pengetahuan rendah sebanyak 35,7%. Pada upaya pencegahan 48,8% memiliki upaya pencegahan yang baik dan 51,2% memiliki upaya pencegahan yang buruk. Ada perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan yang dilakukan (p<0.05). Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan pekerja mengenai gejala flu burung pada manusia, pembinaan fungsi penggunaan APD serta penatalaksanaan kotoran unggas. Pemilik peternakan unggas sebaiknya membangun tempat penampungan sementara untuk limbah/kotoran unggas agar tidak ada limbah yang dibuang ke sungai dan di lingkungan sekitar peternakan selain itu pemilik peternakan disarankan juga menyediakan APD untuk pekerja. Pihak desa dapat bekerjasama dengan instansi terkait seperti: Dinas Kesehatan agar secara rutin melakukan pemeriksaan status kesehatan pada pekerja, Dinas Peternakan agar melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan unggas serta Badan Lingkungan Hidup untuk melakukan pemeriksaan lingkungan peternakan.
Hubungan Persepsi Pengguna Layanan Tentang Mutu Pelayanan Unit Rawat Inap (VIP) Gryatama Dengan Minat Pemanfaatan Ulang Di BRSU Tabanan Tahun 2013 Devi, Ni Luh Gede Nova Cintya
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.812 KB)

Abstract

Unit rawat inap VIP (Gryatama) merupakan ruang perawatan bagi pasien umum BRSU Tabanan yang membayar dengan biaya sendiri. Selama 3 tahun terakhir terjadi penurunan jumlah pasien rawat inap, khususnya pada pasien umum. Selain itu tingkat kepuasan pasien (sebagai pengguna layanan) terhadap mutu pelayanan di unit rawat inap VIP (Gryatama) belum mencapai standar minimal yang telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 yaitu 90%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi pengguna layanan tentang mutu pelayanan unit rawat inap VIP (Gryatama) dengan minat pemanfaatan ulangnya. Penelitian ini termasuk penelitian cross sectional. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner pada 65 orang responden yang merupakan pengguna layanan unit rawat inap VIP (Gryatama) BRSU Tabanan. Sampel dipilih dengan menggunakan metode proportional stratified random sampling. Data yang terkumpul diolah dan dianalisa secara kuantitatif dengan metode univariat dan bivariat menggunakan uji chi square test . Signifikansi ditentukan dengan nilai p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna layanan terdiri dari 36,9% pasien dan 63,1% keluarga pasien. Karakteristik dari pengguna layanan adalah sebesar 50,8% perempuan, 26,2% berusia 40-49 tahun, 50,8% berpendidikan terakhir SMU, 23,1% bekerja sebagai PNS, serta 43,1% berpendapatan kurang dari 1 juta. Variabel yang berhubungan dengan minat pemanfaatan ulang pelayanan unit rawat inap VIP (Gryatama) BRSU Tabanan adalah persepsi tentang bukti fisik (p - value : 0,000), kehandalan (p – value : 0,000), daya tanggap (p – value : 0,010), jaminan (p – value : 0,002), dan empati (p – value : 0,000). Untuk meningkatkan minat pemanfaatan ulang pelayanan diperlukan peningkatan mutu pelayanan di unit rawat inap VIP (Gryatama). Peningkatan mutu pelayanan dapat dilakukan dengan meningkatkan kerjasama dari seluruh staf agar dapat mencapai target pada standar mutu yang telah ditetapkan di BRSU Tabanan. Sedangkan untuk meminimalisir persepsi yang tidak baik pada dimensi jaminan kelancaran pelayanan (assurance) perlu dilakukan penambahan jumlah staf administrasi dan membuka loket pendaftaran lebih awal untuk mencegah timbulnya antrian panjang yang menjadi permasalahan di BRSU Tabanan.
Kejadian Kanker Serviks Di Puskesmas II Denpasar Selatan Tahun 2012 Astuti, Ni Nyoman Metri
Community Health Vol 1 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.16 KB)

Abstract

Cervical cancer is a chronical disease that occurs on woman’s cervix. The mortality rate of this cancer in Indonesia is around 90 – 100 cases among 100.000 woman per year. Cases of cervical cancer can be influenced by several factors: age, age at the first sexual intercourse, multiple sex partners, number of marriage, parity, history of genital disease, and the level of knowledge.  The purpose of this research is to determine the incidence of cervical cancer among the productive-aged woman in Primary Health Care II of South Denpasar. The study design was a cross sectional descriptive study. Sampling in this study using a systematic random sampling of women in reproductive age who done a pap smear in Puskesmas II Denpasar Selatan as many as 40 WUS. Based on research conducted on WUS in the working area of the Puskesmas II Denpasar Selatan can be seen that the incidence of cervical cancer was 25%. It show the high incidence of cervical cancer, therefore early detection is needed especially women in reproductive age.
Keluhan Muskuloskeletal Pada Sales Promotion Girl (SPG) Mall Pemakai Sepatu Tumit Tinggi Di Kota Denpasar Tahun 2012 Dewi, Ni Kadek Novita
Community Health Vol 1 No 2
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.106 KB)

Abstract

Sales promotion girl (SPG) have to work wearing high heels for up to 5 hours daily. The used of high heels increased tension in the muscle and most common created musculoskeletal disorders in the foot, knee and spine. This research aims to determine musculoskeletal disorders of SPG who use high heels in Denpasar at 2012. The research was held in four malls in Denpasar. This research is a descriptive quantitative study with cross sectional approach. Sampel taken by proportioned stratified sampling and then selected purposively. Data were collected by interviews using a nordic body map questionnaire and observation by measuring the weight, height, hight of heel, and calculate the body mass index (BMI). Data was carried out through description analysis. The results showed that 96.74% of respondents have musculoskeletal disorders that consist of 88.76% low and 11.24% high musculoskeletal disorder. Most of musculoskeletal disorder occur at foot, calf, waist and back. There was a tendency that musculoskeletal disorder has the same equal with the age, duration of wearing high heels, and heigh of heels increasing. Based on BMI, SPG with normal BMI has lower musculoskeletal disorder than thin and excessive BMI. Thereby SPG should not wear high heels more than 5 cm height and considering the age, BMI and duration of wearing high heel before decided to wear high heel.
Konsumsi Serat pada Anak Sekolah Dasar Kota Denpasar Puspamika, Desak Made Rari Niati
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.711 KB)

Abstract

Pada era globalisasi sekarang, banyak makanan cepat saji yang ditawarkan memiliki kandungan makanan tinggi lemak, kalori dan rendah serat. Minuman dengan berbagai jenis dan rasa juga banyak ditawarkan yang mengandung kalori disetiap sajiannya, sehingga anak lebih memilih mengonsumsinya dan air minum semakin ditinggalkan. Akibat hal tersebut muncul berbagai penyakit degeneratif di perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konsumsi serat dan air di daerah perkotaan yaitu Kota Denpasar tahun 2013 yang dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2013 dengan penelitian cross-sectional. Jumlah sampel adalah 184 siswa kelas V di 8 SD yang berada di Kota Denpasar dengan rentangan umur 9 – 12 tahun. Jumlah sampel diambil secara Systematic Random Sampling. Data yang dikumpulkan yaitu konsumsi serat dan air dengan metode SQ-FFQ dan recall 2x24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dari 184 anak, hanya 7.1% anak yang mengonsumsi serat ?10 gr/hari. Rata-rata konsumsi serat 58.7% dari yang dianjurkan. Sumber serat yang sering dikonsumsi yaitu kangkung, agar-agar, jagubg, dan kubis dengan rata-rata konsumsi 3 – 5 kali perminggunya. Untuk konsumsi air, memiliki rata-rata 3 gelas perharinya. Orang tua diharapkan menjaga anaknya dengan mengontrol asupan dan mencoba untuk menawarkan anaknya dengan makanan tinggi serat dan lebih memilih air minum dibandingkan minuman lainnya. Sekolah diharapkan memberikan edukasi tentang kesehatan bagi para muridnya sehingga memiliki pengaruh pada pertumbuhannya.
Analisis Kepuasan Masyarakat Terhadap Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Di Dusun Muntigunung, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem Tahun 2012 Satyani, Happy Ari
Community Health Vol 1 No 2
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.933 KB)

Abstract

Community-based Total Sanitation (STBM) program in Muntigunung carried out the pilot project in three group, Cangkeng, Kul-kul 1, and Kul-kul 2. The program goal is changing behavior of open defecation to collectively. The research purpose is measuring predispose factors for the community satisfaction and sustainability of STBM. The research design was cross sectional research with structured interview method. Samples were households of Cangkeng and Kul-kul 2. Data was analyzed using linear regretion method. The test was determines the correlation between variables such as facilitation, participation, and attitude toward the indicator of community satisfaction and program sustainability. The community satisfaction was measured by actual usage facility and the value of the STBM benefits among community. The facility actual usage of Cangkeng community was greater than Kul-kul 2 (82,6% and 52,9% respectively).There was high rate for the value of benefit variable in Cangkeng 65,2% and only 35,3% in Kul-kul. Linear regression analysis indicated that there was a significant relationship between facilitating and participation toward community satisfaction the program. The relationship facilitating and participation is Strong (R =0.741and R= 0.760). However relationships between benefit of value with program sustainability is weak (R =0.490). Results of linear equations showed that facilitating and participation coefficients (B) towards facility actual usage are0.318 and 0.291. The facilitating and participation coefficient (B) to the value of benefits are 0.535 and 0.462. Satisfaction and sustainability also showed significant correlation with the coefficient (B) was 0,135. The study can be concluded that community participation and facilitating should be increased in order improved the acceptance of STBM program in the community.