cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Community Health
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Community Health terbit empat kali setahun, yaitu bulan Januari, April, Juli, dan Oktober. Jurnal CH menerbitkan hasil penelitian mahasiswa yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat seperti kebijakan kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masayarakat, kesehatan kerja, promosi kesehatan, ekonomi kesehatan, manajemen kesehatan serta ilmu ilmu dasar yang berkaitan seperti bioteknologi kesehatan, biologi molekuler, bioinformatik dan genetik, tanaman, hewan, serta sel yang terkait dengan kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 43 Documents
Penerapan Analisis Jalur Dalam Analisis Faktor Determinan Eksklusivitas Pemberian ASI Di Wilayah Kerja Puskesmas Payangan, Gianyar Cahyani, Ni Wayan Wiwin
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.902 KB)

Abstract

ASI eksklusif direkomendasikan oleh WHO diberikan kepada bayi selama enam bulan pertama. Walaupun ASI memiliki banyak manfaat, tetapi cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih rendah. Banyak penelitian tentang faktor determinan ASI eksklusif telah dilakukan tetapi kebanyakan menggunakan regresi logistik padahal lebih tepat menggunakan analisis jalur. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti faktor determinan eksklusivitas pemberian ASI di wilayah kerja Puskesmas Payangan, Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Sampel berjumlah 113 ibu yang memiliki bayi umur 0-6 bulan. Sampel dipilih dengan teknik cluster sampling. Untuk menganalisis faktor determinan eksklusivitas pemberian ASI digunakan metode analisis jalur. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner penelitian. Praktik pemberian ASI reponden penelitian ini terdiri dari ASI tidak eksklusif 54,9%, ASI eksklusif 24 jam 13,3%, dan ASI eksklusif sejak lahir 31,9%. Eksklusivitas pemberian ASI tidak dipengaruhi oleh pengetahuan ibu, sikap ibu, peran keluarga dan peran tenaga kesehatan. Tetapi terdapat hubungan antara variabel lain seperti pengetahuan ibu yang berpengaruh terhadap sikap ibu dengan efek 0,362 dan p = 0,00. Peran keluarga berpengaruh terhadap pengetahuan ibu (efek = 0,271 dengan p = 0,005) dan sikap ibu ( efek langsung = 0,280, efek tidak langsung = 0,098 dan total efek = 0,378 dengan p = 0,002). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa eksklusivitas pemberian ASI tidak dipengaruhi oleh pengetahuan ibu, sikap ibu, peran keluarga dan peran tenaga kesehatan, namun terdapat hubungan antara variabel lain yaitu pengaruh pengetahuan ibu terhadap sikap ibu serta pengaruh peran keluarga terhadap pengetahuan dan sikap ibu. Sehingga pemerintah perlu meningkatkan kegiatan edukasi dan membuat program sejenis program suami siaga namun ditargetkan kepada anggota keluarga untuk meningkatkan peran keluarga dalam praktik pemberian ASI eksklusif.
Penerimaan Vaksinasi Kanker Serviks Pada Siswi SMA Di Kabupaten Badung Tahun 2012 Christine, Ary
Community Health Vol 1 No 2
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.955 KB)

Abstract

Vaksinasi kanker serviks merupakan suatu upaya pencegahan primer dalam mencegah penyakit kanker serviks yang diperkenalkan pada tahun 2006. Kesuksesan program vaksinasi kanker serviks ini tergantung dari level penerimaan masyarakat terhadap program tersebut. Kabupaten Badung merupakan kabupaten pertama di Indonesia yang memiliki kebijakan pemberian vaksinasi kanker serviks gratis pada siswi SMA. Saat ini belum diketahui respon siswi SMA terhadap program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan vaksinasi kanker serviks pada siswi SMA di Kabupaten Badung. Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan observasional deskriptif. Sampel penelitian ini adalah 96 siswi SMA pada seluruh SMA Negeri di Kabupaten Badung yang dipilih secara cluster random sampling. Sebagian besar tingkat pendidikan orang tua sampel adalah SMA dan bekerja sebagai pegawai swasta. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner kemudian dianalisis secara deskriptif dan uji chi quare dengan tingkat kemaknaan 5%. Penerimaan vaksinasi kanker serviks pada siswi SMA di Kabupaten Badung sangat baik. Sebesar 75% siswi SMA melakukan vaksinasi kanker serviks dengan sukarela. Sebesar 80,2% siswi SMA memiliki sikap positif dan 51% memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap vaksinasi kanker serviks. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kepercayaan berdasarkan tingkat pendidikan orang tuanya ( p = 0,289). Dari seluruh siswi yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 93,9% memiliki sikap positif terhadap vaksinasi kanker serviks (p = 0,001 CI 95% = 2,126- 29,464). Selain itu, dari seluruh siswi SMA yang memiliki sikap postif terhadap vaksinasi,  90,9% bersedia melakukan vaksinasi secara sukarela (p = 0,000 CI 95% = 16,187- 446,335). Motivasi siswi SMA dalam vaksinasi bervariasi, antara lain: 59,4% karena biaya gratis, 92,7% terdorong informasi saat penyuluhan, 93,8% terdorong oleh orang tua, 90,6% terdorong anjuran guru, 91,7% dipengaruhi rekomendasi dokter, dan 70,8% pengaruh dari teman sebaya. 
Hubungan Faktor Motivasi Dan Disiplin Dengan Kinerja Tenaga Kesehatan Di Badan Rumah Sakit Umum Tabanan Listyadewi, I Gusti Ayu Putu Eka
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.462 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil indeks jajak pendapat terhadap pasien rawat inap yang menunjukkan bahwa masih terdapat adanya ketidakpuasan pasien akan layanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di BRSU Tabanan. Dari fenomena tersebut nampak bahwa BRSU Tabanan mempunyai masalah yang kompleks dalam hal sumber daya manusianya, khususnya dalam kedisiplinan karyawan. Hal ini dapat mengakibatkan kinerja karyawan menjadi tidak optimal dan pada akhirnya dapat berdampak pada motivasi karyawan dalam bekerja. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 85 orang yang terdiri dari tenaga keperawatan, tenaga kefarmasian, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga gizi, tenaga keterapian fisik dan tenaga keteknisian medis. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik responden, variabel bebas (motivasi dan disiplin) dan variabel terikat (kinerja tenaga kesehatan di BRSU Tabanan) serta analisis bivariat untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar tenaga kesehatan di BRSU Tabanan sudah memiliki motivasi tinggi yaitu sebanyak 60.0% (51 orang) dan motivasi rendah sebanyak 40,0% (34 orang), mempunyai disiplin tinggi yaitu sebanyak 72,9% (62 orang) dan disiplin rendah sebanyak 27,1% (23 orang) serta mempunyai kinerja tinggi sebanyak 75,3% (64 orang) dan kinerja rendah sebanyak 24,7% (21 orang). Penelitian ini juga menunjukan adanya hubungan bermakna antara motivasi dengan kinerja tenaga kesehatan di BRSU Tabanan (OR = 3.327, p = 0.018, CI 95% = 1.195 – 9.262), sedangkan untuk variabel disiplin, diperoleh hasil bahwa ada hubungan yang bermakna antara disiplin dengan kinerja tenaga kesehatan di BRSU Tabanan (OR = 4.767, p = 0.003, CI 95% = 1.649 – 13.783). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu variabel disiplin mempunyai hubungan yang lebih kuat dengan kinerja dibandingkan dengan variabel motivasi. Saran pada penelitian ini adalah sebaiknya pihak BRSU Tabanan dapat memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi atau mempunyai kinerja yang baik dalam melaksanakan pekerjaannya sehari-hari sehingga motivasi karyawan dalam bekerja dapat meningkat.
Hubungan Faktor Internal Dengan Kinerja Pegawai Di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar Pande, Kadek Dwi Maryanti
Community Health Vol 1 No 3
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.903 KB)

Abstract

Kinerja adalah suatu bentuk hasil kerja yang dapat dicapai oleh seorang pegawai demi mencapai tujuan organisasi atau perusahaan yang dapat diukur melalui indikator-indikator pengukuran kinerja. Faktor internal pegawai sangat penting diperhatikan dalam rangka pencapaian tujuan organisasi secara optimal diantaranya faktor pendidikan, pengalaman kerja, disiplin serta motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor internal dengan kinerja pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 90 orang yang dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Berdasarkan gambaran karakteristik responden, sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan D.III dan berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur kemudian dianalisis melalui uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95% atau ?=0,05. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan ada hubungan bermakna antara pendidikan dengan kinerja pegawai di RSUD Wangaya dengan nilai p = 0.000. Faktor pengalaman kerja memiliki hubungan bermakna dengan kinerja pegawai dengan nilai p = 0.000. Ada hubungan bermakna antara disiplin dengan kinerja pegawai di RSUD Wangaya dengan nilai p = 0.000. Serta ada hubungan bermakna antara motivasi dengan kinerja pegawai di RSUD Wangaya (p = 0.000). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu faktor pendidikan, pengalaman kerja, disiplin serta kinerja memiliki hubungan yang bermakna dengan kinerja pegawai di RSUD Wangaya. Saran pada penelitian ini adalah sebaiknya pihak RSUD Wangaya lebih meningkatkan dan mengantisipasi terjadinya pelanggaran disiplin yang menyebabkan penurunan kinerja dengan melakukan pengawasan dan evaluasi kinerja secara teratur dan berkesinambungan.
Gambaran Keinginan Berpindah Kerja Karyawan Berdasarkan Komitmen Organisasional Dan Ketidakamanan Kerja Di Rumah Sakit Umum Parama Sidhi Kabupaten Buleleng Pravitasari, Putu Ratih
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.25 KB)

Abstract

Pertumbuhan rumah sakit dalam 20 tahun belakangan ini meningkat pesat. Hal ini menimbulkan persaingan yang semakin ketat antar rumah sakit. SDM merupakan satu-satunya aset penting organisasi yang dapat menggerakkan sumber daya lainnya. Fenomena yang seringkali terjadi adalah kinerja suatu perusahaan yang telah demikian bagus dapat terganggu, oleh berbagai perilaku karyawan yang sulit dicegah terjadinya. Salah satu bentuk perilaku karyawan tersebut adalah keinginan berpindah kerja karyawan yang berujung pada pengunduran diri karyawan. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan cross sectional serta menggunakan metode analisa data secara kuantitatif.Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan RSU Parama Sidhi sebanyak 56 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan perilaku keluarnya karyawan selalu didahului oleh niat seseorang untuk keluar dari organisasi. Responden yang memiliki keinginan berpindah kerja berjumlah 23 orang (41,1%) sedangkan responden yang tidak memiliki keinginan berpindah berjumlah 33 orang (58,9%) kemudian responden yang memiliki komitmen organisasi berjumlah 34 orang (60,7%) sedangkan responden yang tidak memiliki komitmen organisasi berjumlah 22 orang (39,3%) dan responden yang mengalami ketidakamanan kerja berjumlah 40 orang (71,4%) dan yang mengalami rasa aman dalam bekerja berjumlah 16 orang (28,6%). Dari hasil menggunakan uji chi square pada komitmen organisasi diperoleh nilai p 0.275 (p>?) hal ini berarti komitmen organisasi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keinginan berpindah kerja karyawan RSU Parama Sidhi dan untuk ketidak amanan kerja diperoleh nilai p 0.001 (p<?) hal ini berarti ketidakamanan kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan keinginan berpindah kerja karyawan RSU Parama Sidhi Kabupaten Buleleng. Kesimpulan penelitian menunjukkan komitmen organisasi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keinginan berpindah kerja karyawan RSU Parama Sidhi dan ketidakamanan kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan keinginan berpindah kerja karyawan. Disarankan bagi pihak RSU Parama Sidhi memberikan informasi terutama terkait status kepegawaian secara teratur dengan karyawan serta meningkatkan komitmen organisasi.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Dari Instalasi Rawat Inap Ke Instalasi Rekam Medis Di RSUD Wangaya Kota Denpasar Tahun 2013 Antara, A.A Gede Bagus Loji
Community Health Vol 1 No 2
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.12 KB)

Abstract

Aspek ketepatan waktu pengembalian berkas rekam medis sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) No 03/IRM/RSUDW berkas rekam medis diharuskan sudah dikembalikan ke Instalasi Rekam Medis paling lambat 2x24 jam setelah pasien pulang. Pengelolaan rekam medis di RSUD Wangaya Kota Denpasar belum berjalan optimal, terbukti dari pengembalian rekam medis yang tidak tepat waktu rata-rata persentasenya dari 70,78% hingga 95,66%. Tingginya persentase pengembalian berkas rekam medis yang tidak tepat waktu akan berdampak negatif terhadap mutu pelayanan rumah sakit. Penelitian ini termasuk penelitian observasional, dengan rancangan cross-sectional analitik kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah 86 berkas rekam medis yang terlambat dikembalikan melebihi waktu 2x24 jam. Perawat primer sebagai sumber informasi untuk mendapatkan informasi mengenai faktor penyebab tingkat keterlambatan pengembalian berkas rekam medis. Hasil analisis hubungan variabel bebas dengan variabel terikat menggunakan uji chi square menunjukan, keterlambatan pembuatan resume medis oleh DPJP (p<0.05), keterlambatan pengembalian berkas rekam medis oleh perawat ruangan (p?0.05), tidak adanya monitoring dan pengawasan pihak manajemen dan komite medik (p<0.05), tidak adanya sistem koordinasi antara pihak DPJP, perawat ruangan, instalasi rekam medis (p?0.05), tidak adanya keterkaitan antara kinerja dalam hal pengembalian berkas rekam medis dengan sistem remunerasi (p?0.05), tidak tersedianya formulir resume medis (p?0.05). Simpulan, dari beberapa variabel bebas hanya dua variabel bebas yang berhubungan dengan variabel terikat yaitu variabel keterlambatan pembuatan resume medis oleh DPJP dan tidak adanya monitoring dan pengawasan pihak manajemen dan komite medik. Saran utuk melakukan review rekam medis secara berkala atau secara rutin, seperti melakukan open review maupun secara closed review dan menjadikan isu tentang tingkat keterlambatan pengembalian berkas rekam medis sebagai indikator rumah sakit sihingga kegiatan monitoring dan pengawasan dari pihak manajemen dan komite medik dapat dilakukan secara berkesinambungan.
Analisis Harapan Dan Persepsi Pasien Kerjasama (PKS) Terhadap Mutu Pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Puri Raharja Tahun 2013 Dewi, Putu Ratna Suprima
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.438 KB)

Abstract

Kunjungan pasien kerjasama pada pelayanan rawat jalan cukup berpengaruh, untuk itu dibutuhkan perhatian lebih terhadap mutu pelayanan yang diberikan terhadap pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai harapan dan persepsi pasien kerjasama terhadap mutu pelayanan rawat inap persalinan yang dilihat lima dimensi mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif crossectional dengan metode kuantitatif. Sampel penelitian adalah 92 orang pasien kerjasama yang memanfaatkan pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit Umum Puri Raharja, yang diambil dengan teknik quota sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan kemudian dianalisis secara deskriptif. Secara keseluruhan pasien kerjasama menaruh harapan tinggi terhadap mutu pelayanan rawat jalan Rumah Sakit Umum Puri Raharja dengan besar nilai grand mean total harapan sebesar 4,77 dan berpersepsi baik dengan nilai grand mean total dari persepsi sebesar 3,87. Nilai kesenjangan diperoleh nilai dari pengurangan nilai grand mean total persepsi dengan nilai grand mean total harapan, maka dari itu diperoleh nilai kesenjangan total -0,9. Nilai kesenjangan yang diperoleh bersifat negatif dan nilai kesenjangan ini tergolong dalam kesenjangan sedang. Dengan analisis diagram kartesius dapat diketahui aspek manakah yang diprioritaskan dengan melihat aspek yang terletak pada kuadran A, dimana terdapat 4 aspek yang meliputi kebersihan area rumah sakit, luas parkir yang disediakan, keterampilan, kecekatan dan ketepatan diagnosa dokter serta kecekatan petugas apotek. Rumah Sakit Umum Puri Raharja sebaiknya megupayakan kebersihan area rumah sakit untuk tetap terjaga baik dengan pembersihan secara berkala dan penyediaan tempat sampah secukupnya. Selain itu juga diharapkan mampu untuk menyediakan parkir lebih luas untuk pasien dengan pengaturan parkir yang lebih baik. Keterampilan, kecekatan dan ketepatan dokter dalam memberi diagnosa perlu ditingkatkan, dengan meningkatkan kompetensi dokter. Kecekatan pelayanan apotek perlu ditingkatkan, dengan meningkatkan kecekatan petugas apotek.
Media Massa Yang Diminati Dan Sering Diakses Remaja Berpengaruh Terhadap Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Sma Di Kota Denpasar Tahun 2012 Prawira, I Made Yuda
Community Health Vol 1 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.181 KB)

Abstract

Youth is the one of risk group in reproductive health. From all cases, the majority of HIVAIDS was occurred between 15-25 years old. To gain information of reproductive health, youth is prefer to choose mass media as a prior information source. This study aims to examine the influence between mass media of interest with the knowledge level of reproductive health among senior high school youth in Denpasar 2012. This study was analytical study with quantitative method and cross sectional design. Samples of 120 eleventh grade students both male and female were selected using stratified cluster sampling. Data were collected via questionnaire and analyzed statistically using chi square test. The result shows that the student’s knowledge was moderate (64.2%). Mass media of interest and frequently accessed by youth to gain reproductive health information were website (40.8%), television (24.2%), and magazine (6.7%). Among those media, the highest knowledge was gained from magazine (50%), but unfortunately youth has less interest to gain information from magazine. Mass media which is interested and frequently accessed by youth was significantly related with knowledge level of reproductive health among senior high school youth (p = 0,048). The Recommendation is The Department of Health, The National Health AIDS Commision and NGO’s which is concern to reproductive health commence to develop a recent, appropriate, and high grade reproductive health information on a website.
Kebiasaan Makan, Status Gizi Dan Kesehatan Pekerja Anak Di Pasar Badung Kota Denpasar Mawarni, Ni Putu Indah
Community Health Vol 1 No 3
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.113 KB)

Abstract

Jumlah pekerja anak cenderung mengalami peningkatan setiap harinya, sedangkan penghasilan pekerja anak yang rendah akan mengakibatkan kebiasaan makan yang tidak beragam, bergizi dan berimbang, hal ini berdampak bagi status gizi dan kesehatan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebiasaan makan, status gizi dan kesehatan pekerja anak di Pasar Badung Kota Denpasar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 42 orang pekerja anak dengan usia 5-18 tahun yang diambil secara purposive di Pasar Badung Kota Denpasar. Kebiasaan makan diperoleh dengan wawancara menggunakan Food Frequency Questionaire (FFQ). Status gizi diukur secara anthropometri dengan indeks TB/U dan IMT/U yang dinilai menggunakan z-score kemudian diklasifikasikan menurut WHO Reference 2007. Data status kesehatan diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar sampel mempunyai kebiasaan makan 3 kali sehari dengan nasi sebagai makanan pokok. Status gizi sampel menurut TB/U terdiri dari 54,8% normal dan 45,2% stunting, sedangkan menurut IMT/U 88,1% normal, 7,1% gemuk dan 4,8% kurus. Sebanyak 64,3% sampel pernah sakit dalam 1 bulan terakhir dengan frekuensi terbanyak 1-2 kali dan 66,7% sampel pernah mengalami kecelakaan kerja. Berdasarkan hasil penelitian terhadap pekerja anak di Pasar Badung Kota Denpasar, maka dapat disarankan agar pemerintah melakukan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala terhadap pekerja di Pasar Badung khususnya pada pekerja anak yang paling berisiko mengalami masalah kesehatan.
Evaluasi Pelaksanaan Program Jaminan Persalinan Ditinjau Dari Persepsi Pengguna Dan Penyedia Layanan Di Puskesmas Mengwi I Tahun 2012 Adiputra, I Gusti Bagus Wisma
Community Health Vol 1 No 3
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.863 KB)

Abstract

Program Jampersal diselenggarakan untuk mencapai target MDGs 2015 yakni menurunkan kejadian kematian ibu melahirkan dan kematian bayi. Puskesmas Mengwi I sebagai salah satu unit pelaksana tingkat dasar yang melaksanakan program Jampersal mendapatkan jumlah kunjungan dan penggunaan layanan persalinan berfluktuatif. Karena itu dibutuhkan perhatian lebih terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai persepsi pengguna yang dilihat dari kelima dimensi mutu pelayanan kesehatan, serta persepsi penyedia layanan dilihat dari pelaksanaan program, hambatan, dan dukungan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif crossectional dengan menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Sampel penelitiannya 65 orang penggunayang sedang memanfaatkan pelayanan Jampersal selama waktu penelitianserta 3 orang dari pihak Puskesmasdipilih dengan mengikuti asas kecukupan dan kesesuaian, yang diambil dengan teknik non probability sampling dengan jenis convenience sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam yang kemudian ditranskrip dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima dimensi mutu memiliki persepsi ‘kurang baik’ dengan persentase masing-masing sebesar, penampilan pelayanan 8 orang (12,3%),  dimensi kehandalan 19 orang (29,2%) dimensi ketanggapan 9 orang (13,8%), dimensi kepercayaan 11 orang (16,9%), dan dimensi perhatiansebesar 16 orang (24,6%).Pelayanan Jampersal di Puskesmas Mengwi I merupakan program yang mendapatkan respon yang baik dari segi pengguna maupun tenaga kesehatan.  Dukungan terhadap keberlangsungan program motivasi internal dari petugas dalam bentuk komitmen  untuk memberikan pelayanan yang professional. Hambatan yang muncul kekurangan tenaga non medis untuk mengoptimalisasi program Persepsi baik yang paling rendah adalah kehandalan kinerja petugas yaitu 70,8% dan persepsi baik yang paling tinggi adalah perwujudan pelayanan kesehatan yaitu 87,7%. Pelaksanaan program Jampersal hendaknya dibarengi dengan sosialisasi yang baik dan dilakukan secara menyeluruh kepada pihak manajemen, petugas kesehatan, serta kepada masyarakat/ibu hamil.Harapannya adalah agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi sehingga terjadi kesesuaian antara pelaksanaan di lapangan dengan perencanaan program Jampersal. Dengan demikian tujuan diselenggarakannya program Jampersal dalam upaya menurunkan angka kematian ibu akibat melahirkan dan bayi baru lahir dapat terwujud.