cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Bangunan
ISSN : 08522480     EISSN : 26210959     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Bangunan terbit minimal 1 (satu) kali setahun berisi gagasan konseptual, kajian teori, praktik, penelitian, dan pengajaran dalam bidang Teknik Bangunan.
Arjuna Subject : -
Articles 129 Documents
PENYUNTING PENYUNTING PENYUNTING
BANGUNAN Vol 24, No 1 (2019): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.175 KB) | DOI: 10.17977/um071v24i12019p%p

Abstract

PENGARUH PENDEKATAN LIFE BASED LEARNING BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATAKULIAH SPESIFIKASI DAN ESTIMASI BIAYA BANGUNAN Suparno Suparno; RM. Sugandi; N. Bambang Revantoro
BANGUNAN Vol 24, No 1 (2019): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.05 KB) | DOI: 10.17977/um071v24i12019p%p

Abstract

Abstrak: tujuan penelitian ini adalah adalah mengetahui perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang belajar dengan pendekatan Life Based Learning berbasis model pemecahan masalah Instructional Model For Promoting Intellectual Development dibandingkan mahasiswa yang belajar dengan pendekatan pembelajaran model konvensional. Subyek penelitian dalam kelompok ekperimen terdiri dari 2 kelas mahasiswa yang memprogram matakuliah Spesifikasi dan Estimasi Biaya Bangunan, satu kelas sebagai kelompok eksperiment dan kelas lainnya sebagai kelompok kontrol. Untuk menguji hipotesis yang diajukan digunakan teknik analisis ttes. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa secara signifikan terdapat perbedaan hasil belajar kelompok mahasiswa yang menggunakan metode pemecahan dibandingkan dengan kelompok yang menggunakan metode konvensional. Hasil belajar pada kelompok yang menggunakan pendekatan Life Based Learning berbasis model pemecahan masalah lebih tinggi hasilnya dibandingkan dengan kelompok yang menggunakan model pembelajaran konvensional.Kata-kata kunci: Life based learning, Pemecahan Masalah, Hasil Belajar.Abstract: The purpose of this research is to find out the differences in learning outcomes between students studying with the Life Based Learning approach based on the Instructional Model For Promoting Intellectual Development problem solving model compared to students who study with conventional model learning approaches. The research subjects in the experimental group consisted of 2 classes of students who programed the Building Cost Specifications and Estimates course, one class as the experimental group and the other as the control group. To test the proposed hypothesis used ttes analysis technique. Based on the results of data analysis, it can be concluded that significantly the difference in learning outcomes of students who use solving methods is compared to groups using conventional methods. Learning outcomes in groups that use the Life Based Learning approach based on the problem solving model are higher in results compared to groups that use conventional learning modelsKeywords: Life based learning, Problem Solving, Learning Outcomes.
STRATEGI PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN ANIMASI GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Meliana Ida Pingki Rukmana; Tri Kuncoro; Priyono Priyono
BANGUNAN Vol 24, No 1 (2019): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.036 KB) | DOI: 10.17977/um071v24i12019p%p

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan strategi pembelajaran Problem Based Learning menggunakan media animasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan hasil belajar siswa di kelas XII TGB I SMKN 2 Probolinggo. Metode pengumpulan data menggunakan tes, angket, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil observasi, pada saat pra siklus menunjukkan aktivitas dikelas sebesar 39,48 persen, dengan presentase ketuntasan hanya mencapai 38 persen. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I dan siklus II terjadi peningkatan sebesar 17,81 persen dengan aktifitas belajar siswa dari siklus I sebesar 65 persen dan siklus II sebesar 82,81 persen. Dan hasil belajar siswa juga meningkat dari siklus I sebesar 79,2 menjadi 87,9 pada siklus II dengan presntase ketuntasan sebesar 62,5 persen pada siklus I menjadi 92 persen pada siklus II. Hasil presentase tindakan guru sebesar 72,81 persen menyatakan strategi Problem Based Learning menggunakan animasi mampu memperbaiki proses pembelajaran didalam kelas, dan 89 persen guru mampu mengoptimalkan proses pembelajaran. Kata-kata kunci: Problem Based Learning (PBL), Animasi, Hasil Belajar.Abstract: This research is a classroom action research by applying Problem Based Learning learning strategies using animation media. This study aims to improve the learning process and student learning outcomes in class XII TGB I of Probolinggo 2 Vocational High School. The method of data collection uses tests, questionnaires, observations, and documentation. The data analysis technique used is qualitative and quantitative descriptive analysis. Based on the results of observations, at pre-cycle shows the activity in the class was 39.48 percent, with the percentage of completeness reaching only 38 percent. After the action in the first cycle and the second cycle there was an increase of 17.81 percent with student learning activities from the first cycle of 65 percent and the second cycle of 82.81 percent. And student learning outcomes also increased from the first cycle of 79.2 to 87.9 in the second cycle with the completeness of the presntase of 62.5 percent in the first cycle to 92 percent in the second cycle. The results of the percentage of teacher actions amounting to 72.81 percent stated that the Problem Based Learning strategy using animation was able to improve the learning process in the classroom, and 89 percent of teachers were able to optimize the learning process. Keywords: Problem Based Learning (PBL), Animation, Learning Outcomes.
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENAMBAHAN PLASTIK PET (POLYETHYLENE TEREPHTALATE) DAN ASBUTON LGA (LAWELE GRANULAR ASPHALT) PADA CAMPURAN ASPAL PORUS Sanggun Ismayalomi; Boedi Rahardjo; Pranoto Pranoto
BANGUNAN Vol 24, No 1 (2019): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.428 KB) | DOI: 10.17977/um071v24i12019p%p

Abstract

Abstrak: Aspal porus atau aspal berpori adalah jenis metode perkerasan baru yang saat ini dikembangkan dalam dunia konstruksi jalan raya. Tujuan Penelitian untuk: (1) Mendeskripsikan karakteristik bahan penyusun campuran aspal porus dan (2) Pengaruh penambahan plastik PET dan asbuton LGA pada campuran aspal porus ditinjau berdasarkan Pengujian Marshall, Permeabilitas, Cantabro Loss, dan Binder Drain Down. Penelitian dilakukan dengan kadar aspal pen 60/70 yaitu 4 persen, 4,5 persen, 5 persen, 5,5 persen, dan 6 persen untuk mencari nilai kadar aspal optimum, kemudian akan ditambahkan dengan perbandingan bahan PET : LGA (0 persen:0 persen), (5 persen:5 persen), (10 persen:10 persen), (15 persen:15 persen), dan (20 persen:20 persen) terhadap berat total KAO dengan menggunakan cara basah. Hasil penelitian : (1) Karakteristik bahan penyusun campuran aspal porus yang terdiri dari agregat kasar, agregat halus, filler, aspal pen 60/70 telah memenuhi spesifikasi dan diperoleh kadar aspal optimum sebesar 5,25 persen. (2) Pengaruh penambahan PET : LGA ditinjau dari karakteristik Marshall memenuhi spesifikasi untuk nilai stabilitas, flow, dan VIM sehingga dapat memenuhi parameter untuk campuran aspal porus. Stabilitas tertinggi pada kadar penambahan PET : LGA yaitu (10 persen:10 persen) sebesar 616,37 kg, flow tertinggi pada kadar penambahan PET : LGA yaitu (20 persen:20 persen) sebesar 2,80 mm, dan VIM tertinggi pada kadar penambahan PET : LGA yaitu (0 persen:0 persen) sebesar 21,40 persen. Semakin tinggi kadar penambahan PET : LGA, menujukkan nilai koefisien permeabilitas air semakin rendah, nilai koefisien permeabilitas air tertinggi pada kadar penambahan PET : LGA terjadi pada (0 persen:0 persen) sebesar 0,032 persen. Dilihat dari pengujian cantabro loss, semakin tinggi kadar penambahan maka ketahanan campuran terhadap pelepasan butir semakin besar, namun untuk kadar (0 persen:0 persen) dan (5 persen:5 persen) tidak memenuhi spesifikasi karena hasil pengujian melebihi batas yang ditentukan. Pada hasil pengujian binder drain down semua kadar penambahan PET : LGA menunjukkan peningkatan persentase jumlah aliran dari kadar penambahan PET : LGA (0 persen:0 persen) hingga (20 persen:20 persen) sebesar 0,091 persen hingga 0,150 persen.Kata-kata kunci: aspal porus, PET, LGA, permeabilitas, cantabro loss, binder drain down.Abstract: Porous or porous asphalt is a new type of pavement method that is currently being developed in the world of highway construction. Research Objectives to: (1) Describe the characteristics of porous asphalt mixture constituents and (2) The effect of adding PET and LGA asbuton to the porous asphalt mixture was reviewed based on Marshall Testing, Permeability, Cantabro Loss, and Down Drain Binder. The study was conducted with 60/70 pen asphalt levels of 4 percent, 4.5 percent, 5 percent, 5.5 percent, and 6 percent to find the optimum bitumen content value, then it will be added with a comparison of PET material: LGA (0 percent: 0  percent), (5 percent: 5 percent), (10 percent: 10 percent), (15 percent: 15 percent), and (20 percent: 20 percent) to the total weight of the OAC by using the wet method. The results of the study: (1) Characteristics of the composition of the porous asphalt mixture consisting of coarse aggregate, fine aggregate, filler, 60/70 pen asphalt fulfilled the specifications and optimum asphalt content of 5.25 percent was obtained. (2) The effect of adding PET: LGA in terms of Marshall characteristics meets specifications for the value of stability, flow, and VIM so that it can meet the parameters for porous asphalt mixture. The highest stability is the PET addition level: LGA is (10 percent: 10 percent) of 616.37 kg, the highest flow is in the PET addition level: LGA is (20 percent: 20 percent) of 2.80 mm, and the highest VIM is in addition PET: LGA which is (0 percent: 0 percent) of 21.40 percent. The higher the level of addition of PET: LGA, the lower the water permeability coefficient value, the higher the water permeability coefficient on the addition of PET: LGA occurs at (0 percent: 0 percent) of 0.032 percent. Judging from the cantabro loss test, the higher the level of addition, the resistance of the mixture to the release of grains is greater, but for levels (0 percent: 0 percent) and (5 percent: 5 percent) do not meet the specifications because the test results exceed the specified limit. In the binder test results drain down all levels of addition of PET: LGA shows an increase in the percentage of flow from the addition of PET: LGA (0 percent: 0 percent) to (20 percent: 20 percent) by 0.091 percent to 0.150 percent.Keywords: porous asphalt, PET, LGA, permeability, cantabro loss, drain binder down. 
TINJAUAN TEORITIK DAN EMPIRIK PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN GEDUNG TINGGI (HIGH RISE BUILDING) DI INDONESIA Sugiyanto Sugiyanto; Made Wena
BANGUNAN Vol 24, No 1 (2019): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.026 KB) | DOI: 10.17977/um071v24i12019p%p

Abstract

Abstrak: Semakin banyaknya pembangunan gedung tinggi di kota-kota besar tentu akan muncul konsekuensi perawatan dan pemeliharaannya. Agar suatu bangunan dapat memenuhi fungsi sesuai dengan rencana, tentu membutuhkan perawatan dan pemeliharan sesuai standar. Merawat bangunan modern yang sarat dengan peralatan mechanical dan electrical, akan berbeda dengan bangunan-bangunan konvensional. Kalau semula pengertian perawatan gedung hanya dikaitkan dengan pembersihan (cleaning service) yang bisa ditangani oleh tenaga-tenaga biasa, maka perawatan bangunan-bangunan modern memerlukan tenaga akhli tersendiri. Berdasarkan pengamatan empiris saat ini perhatian masyarakat terhadap perawatan bangunan masih sangat kurang. Pengalaman menunjukkan bahwa pembangunan gedung lebih mudah dari pada melaksanakan tugas kewajiban merawat dan memelihara. Oleh karena itu tidak mengeherankan apabila gedung-gedung yang mewah yang baru saja selesai dibangun, dalam waktu beberapa tahun, kemudian mutunya telah menurun, terutama gedung-gedung yang berfungsi sebagai fasilitas umum dan fasilitas sosial. Tujuan tulisan ini adalah untuk melakukan analisis secara teoritik dan empirik terhadap permasalahan perawatan dan pemeliharaan gedung di Indonesia, khususnya di kota-kota besar.Kata-kata kunci: Perawatan, Pemeliharaan, Gedung Tinggi.Abstract: The increasing number of high-rise buildings in big cities will certainly have consequences for their care and maintenance. In order for a building to fulfill the function in accordance with the plan, it certainly requires maintenance and maintenance according to the standard. Caring for modern buildings that are loaded with mechanical and electrical equipment, will be different from conventional buildings. If initially the notion of building maintenance was only related to cleaning (cleaning service) that could be handled by ordinary personnel, then the maintenance of modern buildings requires its own expert power. Based on empirical observations at present the public’s attention to building maintenance is still very lacking. Experience shows that building construction is easier than carrying out the obligation to care for and maintain. Therefore it is not surprising that the luxurious buildings that have just been completed have been built in a few years, then their quality has declined, especially buildings that function as public facilities and social facilities. The purpose of this paper is to conduct a theoretical and empirical analysis of the problems of building maintenance and maintenance in Indonesia, especially in large cities.Keywords: Maintenance, Maintenance, High Building.
PERUBAHAN KARAKTERISTIK FISIK DAN KUAT GESER TANAH LEMPUNG KABUPATEN PROBOLINGGO YANG DISTABILISASI MENGGUNAKAN CAMPURAN KAPUR DAN GARAM DAPUR (NaCl) Lutfi Indah Apriyani; I Wayan Jirna; Eko Setyawan
BANGUNAN Vol 24, No 2 (2019): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.744 KB) | DOI: 10.17977/um071v24i22019p37-46

Abstract

Abstrak:Pada beberapa daerah memiliki kondisi tanah yang kurang baik, dapat dilihat dari perubahan volume dan potensi pengembangan yang tinggi. Hasil penelitian pendahuluan terhadap tanah Desa Tamansari Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo diketahui nilai IP = 37,802 persen dan persentase tanah lolos ayakan no. 200 sebanyak 53,440 persen. Berdasarkan klasifikasi sistem American Association of State Highway and Transportation Official (AASHTO), tanah tersebut termasuk dalam kelompok A–7–5(18) merupakan tanah berlempung yang tergolong tanah kurang baik/ buruk untuk dijadikan tanah dasar. Sedangkan menurut sistem Unified Soil Classification System (USCS), tanah tersebut termasuk dalam kelompok OH yaitu lempung organik dengan plastisitas sedang sampai tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perubahan yang terjadi pada karakteristik fisik dan (2) perubahan kuat geser tanah lempung yang distabilisasi menggunakan kapur dan garam dapur. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Persentase penambahan campuran kapur dan garam dapur yaitu 0 persen kapur dan 0 persen garam dapur; 10 persen kapur dan 25 persen garam dapur; 15 persen kapur dan 20 persen garam dapur; 20 persen kapur dan 15 persen garam dapur; dan 25 persen kapur dan 10 persen garam dapur. Pengujian yang dilakukan yaitu untuk peninjauan tentang karakteristik fisik tanah yaitu uji LL, PL, dan SL, sedangkan peninjauan kuat geser tanah dilakukan uji geser langsung (direct shear test). Dari hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan tanah mengalami perubahan perbaikan karakteristik fisik dan kuat geser tanah (τf) setelah distabilisisai dengan kapur dan garam dapur. Perubahan tanah yang paling baik terjadi pada penambahan kapur 10 persen dan garam dapur 25 persen. Nilai IP tanah asli sebesar 37,802 persen, setelah distabilisasi dengan penambahan tersebut turun menjadi 5,682 persen. Sedangkan nilai kuat geser tanah asli sebesar 0,222 kg/cm2, setelah distabilisasi dengan campuran tersebut naik menjadi 0,462 kg/cm2Kata-kata kunci: Tanah lempung, kuat geser, Stabilisasi, Kapur, Garam Dapur (NaCl) 
PENYUNTING Penyunting Penyunting
BANGUNAN Vol 24, No 2 (2019): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.106 KB) | DOI: 10.17977/um071v24i22019p%p

Abstract

MODEL TARIKAN PERGERAKAN KENDARAAN PADA PUSAT KEGIATAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI BANYUWANGI Diyah Pratiwi; Sugiyanto Sugiyanto; Bambang Supriyanto
BANGUNAN Vol 24, No 2 (2019): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.892 KB) | DOI: 10.17977/um071v24i22019p19-26

Abstract

Abstrak: Banyaknya moda kendaraan dapat menimbulkan masalah baru pada Sekolah Menengah Kejuruan yang umumnya tidak memiliki jalur khusus untuk menurunkan penumpang. Perlu dicari model tarikan pergerakan kendaraan yang ditimbulkan oleh banyaknya kendaraan. Penelitian ini untuk mengetahui jumlah tarikan pergerakan kendaraan, karakteristik sosial ekonomi dan perjalanan siswa, guru dan karyawan, serta membuat model tarikan pergerakan kendaraan pada Sekolah Menengah Kejuruan di Banyuwangi. Metode pengumpulan data survey dan kuisioner, analisis statistik dekriptif, analisis korelasi, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian jumlah tarikan pergerakan kendaraan di SMKN 1 Glagah Banyuwangi untuk kendaraan bermotor roda 2 1.292 kendaraan, roda 4 13 kendaraan, total roda 2 dan roda 4 1.303 kendaraan, SMKN 1 Banyuwangi untuk kendaraan bermotor roda 2 1.189 kendaraan, roda 4 14 kendaraan, total roda 2 dan roda 4 1.203 kendaraan, SMK PGRI 1 Giri Banyuwangi untuk kendaraan bermotor roda 2 sebanyak 759 kendaraan, roda 4 10 kendaraan, total roda 2 dan roda 4 769 kendaraan, dan SMK Sri Tanjung Banyuwangi untuk kendaraan bermotor roda 2 228 kendaraan, roda 4 8 kendaraan, total roda 2 dan roda 4 236 kendaraan. Karakteristik sosial ekonomi dan perjalanan yang mendominasi adalah jumlah kepemilikan sepeda motor 1 unit sebanyak 43,2 persen, jumlah kepemilikan mobil 0 unit 83 persen, jarak tempat tinggal ke sekolah lebih dari 5 km 38,3 persen, waktu perjalanan ke sekolah lebih dari 15 menit 31 persen, moda transportasi sepeda motor 91,8 persen. Model tarikan pergerakan kendaraan yang didapat yaitu (1) tarikan kendaraan roda 2 dan roda 4 Y adalah -163,104 + 0,722X5, R2 adalah 0,958; (2) tarikan kendaraan roda 2 Y1 adalah -169,085 + 0,719X5, R2 adalah 0,957; (3) tarikan kendaraan roda 4 Y2 adalah 5,328 + 0,004X5, R2 adalah 0,973; dengan variabel bebas (X5) adalah jumlah siswa.Kata-kata kunci: model, tarikan pergerakan kendaraan, regresi linier berganda, Banyuwangi. 
PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA SISWA KOMPETENSI KEAHLIAN BISNIS KONSTRUKSI PROPERTI DI SMK NEGERI 1 SINGOSARI Agung Adhi Nugroho; Made Wena; Eko Suwarno
BANGUNAN Vol 24, No 2 (2019): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.339 KB) | DOI: 10.17977/um071v24i22019p27-36

Abstract

Abstrak: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hal yang harus diperhatikan ketika berada di bengkel kerja. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan di SMK Negeri 1 Singosari khususnya pada kompetensi keahlian Bisnis Konstruksi dan Properti (BKP), menunjukkan bahwa sebagian siswa belum menerapkan K3 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang meliputi: (1). Pengetahuan siswa tentang penerapan K3, (2). Program sarana prasarana K3 dan (3). Penerapan K3 di praktik kerja pelaksanaan bisnis konstruksi properti. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Sampel penelitian adalah siswa kelas X kompetensi keahlian Bisnis Konstruksi dan Properti di SMK Negeri 1 Singosari. Hasil penelitian yang telah dianalisis didapat sebagai berikut: (1) Pengetahuan K3 pada Kompetensi Keahlian Bisnis Konstruksi dan Properti SMKN 1 Singosari berpredikat baik karena memiliki presentase 92,4 persen. (2) Program sarana prasarana K3 pada Kompetensi Keahlian Bisnis Konstruksi dan Propeti SMKN 1 Singosari tergolong baik karena memiliki presentase 91,2 persen. (3) Penerapan K3 menurut presepsi siswa pada Kompetensi Keahlian Bisnis Konstruksi dan Propeti SMKN 1 Singosari dikategorikan baik karena secara keseluruhan memiliki presentase 92,4 persen.Kata-kata kunci: keselamatan, kesehatan kerja, sarana, prasarana, bisnis konstruksi 
PREDIKSI DEBIT PUNCAK BANJIR DAERAH ALIRAN SUNGAI PADOLO DENGAN METODE SCS (SOIL CONSERVATION SERVICE) Gilang Id’fi; Himawan Dwi Nugroho
BANGUNAN Vol 24, No 2 (2019): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.718 KB) | DOI: 10.17977/um071v24i22019p1-8

Abstract

Abstrak: Pada tahun 2016 di DAS Padolo Kota Bima telah terjadi banjir yang menggenangi 13 desa di 5 kecamatan. Penelitian ini bertujuan memprediksi berapa besar debit puncak banjir di DAS Padolo. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan sumber informasi terhadap solusi yang akan diambil dalam penanganan banjir. Prediksi debit puncak banjir menggunakan program HEC-HMS model SCS. Model hidrograf satuan sintesis SCS merupakan unit hidrograf berdimensi, dimana dapat mencapai puncak tunggal unit hidrograf. Metode SCS (SOIL CONSERVATION SERVICE) dihitung dengan kala ulang tahun 2, 10, 25, 50, dan 100 tahunan. Data hujan yang digunakan bersumber dari 2 stasiun hujan yaitu stasiun hujan Rasanae Timur dan Salahuddin. Hasil komputasi HEC-HMS model SCS untuk debit puncak banjir masing masing kala ulang 2 tahun sebesar 119,4 m3/s, 10 tahun sebesar 191 m3/s, 25 tahun sebesar 226,1 m3/s, 50 tahun sebesar 249,8 m3/s, dan 100 tahun sebesar 277,3 m3/s.Kata-kata kunci: banjir, DAS Padolo, metode SCS.

Page 4 of 13 | Total Record : 129