Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH KINERJA PEDAGOGIK GURU DAN KONDISI LINGKUNGAN TERHADAP MINAT KERJA DAN DAMPAKNYA PADA HASIL BELAJAR SISWA SMK Laksmono Wahyudi; Tri Kuncoro; Ahmad Dardiri
Teknologi dan Kejuruan: Jurnal Teknologi, Kejuruan, dan Pengajarannya Vol 41, No 1: Februari 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v41i12018p055

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan kinerja pedagogik, kondisi lingkungan, minat kerja, dan hasil belajar siswa SMK, dan mengetahui besarnya pengaruh kinerja pedagogik dan kondisi lingkungan terhadap minat kerja serta dampaknya pada hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif, menggunakan proporsional random sampling, responden berjumlah 61 siswa. Analisis data menggunakan deskriptif dan uji hipotesis dengan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pedagogik, kondisi lingkungan, hasil belajar adalah kategori baik. Minat kerja adalah sangat baik. Hasil uji hipotesis me-nunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara kinerja pedagogik maupun kondisi lingkungan dengan minat kerja. Sementara secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara kinerja pedagogik, lingkungan belajar, dan minat kerja dengan hasil belajar siswa.
Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda SMK Teknologi Jurusan Bangunan di Dunia Usaha Jasa Konstruksi Tri Kuncoro; Made Wena; Priyono Priyono; Isnandar Isnandar
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 25, No 1 (1998)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Implementation of Dual System of Education by Civil Department of Secondary School of Technology at Construction Business. To Civil Department of Secondary School of Technology, the implementation of the dual system of education (PSG) is intended to utilize the business potentials in optimalizing the students’ potentials. This descriptive-evaluative study was designed to describe the planning, implementation, and evaluation of the PSG, and the obstacles in implementing the program. The subjects were 20 teacher-advisors, 30 instructors, and 60 students, who were randomly sampled from the population in East Java. The results of qualitative and quantitative data analysis showed that the planning, implementation, and evaluation of the PSG were not satisfactory yet. One of the obstacles was the limited equipment and material for practical work.
Mengoptimalkan Kemandirian Mahasiswa dalam Menyelesaikan Projek Akhir melalui Penerapan Metode Project Base Learning Tri Kuncoro
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 32, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this study were to develop students’ antonomous learning and to equip lecturers with the knowledge of Project-Based Learning (PBL). Using a qualitative, participatory design, this study involved student taking final projects and lecturers supervising the students. PBL was found to be effective in helping students determine topics for projects, examine the practical and theoretical significance of the project, develop project timeline, select relevant methodology, and utilize relevant literature.
BAGAIMANA MENGUKUR KINERJA INDUSTRI JASA KONSTRUKSI Tri Kuncoro
ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.849 KB)

Abstract

Abstrak: Kinerja kontraktor, konsultan perencana dapat diukur key performance indicators (KPIs)/ indikator kinerja utama (IKU). Hal tersebut, dalam upaya untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan kinerja jasa konstruksi dalam kurun waktu tertentu. Key performance indicators (KPIs)/ indikator kinerja utama (IKU) berbeda dari satu negara ke negara lain. Hal tersebut, mengacu pada kondisi pasar yang berbeda, kebijakan, strategi, budaya, hukum, dan lingkungan persaingan yang berbeda. Industri konstruksi saat ini memiliki misi layanan jasa yang berfokus pada pelanggan. Perspektif pelanggan mencakup tiga indikator, yaitu, kualitas pelayanan dan kerja, kepuasan pelanggan, dan pangsa pasar. Kualitas pelayanan dan pekerjaan menempati urutan kedua penting setelah profitabilitas. Indikator kinerja seperti kepuasan pelanggan eksternal, keamanan, efisiensi bisnis, dan efisiensi-Ketekunan perencanaan semakin menjadi penting. indikator kinerja industri kontraktor, konsultan perencana, dan konsultan pengawas, di Malang Raya, meliputi: (1) kapabilitas pelaksana dalam pekerjaan finishing, (2) penyelesaian waktu pekerjaan konstruksi, (3) manajemen pelaksana proyek yang berpengalaman, (4) keuangan dan Perpajakan, (5) produktivitas tenaga kerja, (6) pendayagunaan peralatan, (7) kualitas bahan material.Kata-kata kunci: indikator kinerja, layanan jasa, dan industri konstruksi.Abstract: Contractor performance, planner consultant can be measured key performance indicators (KPIs) / key performance indicators (IKU). This, in an effort to identify the strengths and weaknesses of the performance of construction services within a certain time. Key performance indicators (KPIs) / main performance indicators (IKU) differ from country to country. It refers to different market conditions, different policies, strategies, cultures, laws, and competitive environments. The construction industry currently has a customer-focused service mission. The customer perspective includes three indicators, namely, service and work quality, customer satisfaction, and market share. Quality of service and occupation ranks second important after profitability. Performance indicators such as external customer satisfaction, security, business efficiency, and efficiency-Planning persistence is increasingly important. (2) completion of construction work time, (3) management of experienced project implementers, (4) finance and Taxation , (5) labor productivity, (6) utilization of equipment, (7) quality of materials.Keywords: performance indicators, services, and construction industry.
KEBUTUHAN BAHAN UJI SERTIFIKASI KEAHLIAN BANGUNAN PADA MODEL REGIONAL MODEL OF STANDARD COMPETENCY (RMCS) Tri Kuncoro
ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sertifikasi merupakan salah satu persyaratan yang harus dipunyai oleh calon tenaga kerja jasa konstruksi yang akan bekerja di pasar kerja lokal, nasional dan global secara profesional. Tujuannya: (1) mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan kompetensi dunia industri jasa konstruksi; dan (2) mengembangkan model uji sertifikasi berdasarkan kebutuhan jasa konstruksi. Pengembangan bahan uji sertifikasi mengacu pada Regional Model of Standard Competency (RMCS). Kompetensi dikembangkan mengacu pada taksonomi Bloom, yaitu: (1) pengetahuan (2) keterampilan (skill), dan (3) affektif: etika dan sikap (attitude). Hasil analisis kebutuhan: (1) konstruksi batu bata; (2) konstruksi bowplank dan pondasi batu kali; (3) konstruksi  pelester; (4) perencanaan dan pemasangan cetakan beton dan perancah; (5) pemasangan dan pembongkaran konstruksi bekisting non konvesional; (6) konstruksi beton bertulang; (7) konstruksi jendela dan kusen pada dinding; Validasi ahli mengkaji kedalaman kontennya. Uji coba model dilakukan dengan metode fiel trial. Kesimpulan: (1) kebutuhan kompetensi, yaitu pengetahuan, dan keterampilan pemasangan elemen konstruksi bangunan gedung, yang menggunakan model (RMCS).Kata kunci: uji sertifikasi, keahlian konstruksi, RMCS
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP CYBER CRIME DI BIDANG PERBANKAN SEBAGAI KEJAHATAN TRANSNASIONAL Tri Kuncoro
Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal) Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.297 KB) | DOI: 10.24843/JMHU.2013.v02.i03.p08

Abstract

ABSTRACTInternet has been used in various fields of life, one of which is banking. Banking activities are performed through Internet-banking. Through the internet-banking service, customers can conduct financial transactions without having to come to the bank. In this study addressed two issues namely the forms of cyber crime in the banking and jurisdiction in the law enforcement against cyber crime in banking. This research is a normative legal research. Legal materials collected through library research. In this research, legal materials were analyzed by using the description, interpretation, argumentation, evaluation and systematization.The forms of cyber crime in banking are typo site, keylogger / keystroke recorder, sniffing, brute-force attacking, deface web, email spamming, denial of service and virus, worm, trojan. Jurisdiction in the law enforcement against cyber crime in banking jurisdiction includes legislative, executive and enforcement jurisdiction. Jurisdiction specifically stipulated in Article 2 of Act of Republic of Indonesia Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions. Banks should have an electronic security system to protect the system. The Law enforcement against cyber crime in banking requires cooperation between countries.
ANALISIS EKONOMI IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PANEL SURYA SEBAGAI PILOT PROJECT EDU-SOSIO PRENEURSHIP PADA BOARDING SCHOOL Muhiban Syabani; Aripriharta Aripriharta; Nandang Mufti; Alfian Mizar; Arafah Husna; Tri Kuncoro; Tiwi Ananda
Jurnal Abdimas: Sistem dan Teknologi Informasi Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Abdimas: Sistem dan Teknologi Informasi
Publisher : LPPM STMIK Rosma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35969/abdimas.v2i2.265

Abstract

Energi listrik saat ini merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang sangat penting dan sebagai sumber daya ekonomis yang paling utama yang dibutuhkan dalam berbagai kegiatan. Kebutuhan energi listrik setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Namun, perkembangan konsumsi energi listrik yang pesat ini tidak diimbangi dengan pertumbuhan pembangkit listrik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dibutuhkan sumber energi alternatif sebagai pengganti batu bara. Salah satu sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah energi surya. Untuk memanen energi tersebut, diperlukan suatu peralatan yang dinamakan panel surya atau fotovoltaik. Penelitian ini membahas tentang perancangan instalasi PLTS di Yayasan LPI Sabilillah Malang dengan menggunakan metode analisa secara teknis dan ekonomi. Sistem PLTS ini dirancang untuk menyuplai kebutuhan listrik guna membantu kegiatan sehari-hari. Perancangan PLTS ini membutuhkan 10 modul surya berkapasitas 120 wp, 1 buah Inverter berkapasitas 3 kW, dan 4 unit baterai 12 V/20 Ah. penghematan biaya listrik dalam setahun sebesar Rp. 2.369.885,88,- dengan modal instalasi instalasi sistem PLTS sebesar Rp. 15.600.000,-, sehingga dapat diketahui waktu balik modal dari instalasi sistem PLTS ini adalah 6,5 tahun.
Cracking the code: Understanding lecturer performance and student success Tri Kuncoro; Marji Marji; Mazarina Devi; Aji Prasetya Wibawa; Ming F. Teng
International Journal of Education and Learning Vol 4, No 3: December 2022
Publisher : Association for Scientific Computing Electrical and Engineering(ASCEE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31763/ijele.v4i3.958

Abstract

One of the essential factors in a learning process, especially in higher education, is lecturer performance. This study aims to discover the impact of a lecturer's performance on students learning outcomes in the online learning environment. Lecturer performance is represented by four aspects which are the lecturer's performance on learning technology (X1), the lecturer's performance on learning pedagogy (X2), the lecturer's performance on supporting learners (X3), and the lecturer's performance on supporting educators (X4). This quantitative research approach aims to discover one variable's cause-and-effect relationship to another. The subject of this study is 37 lecturers and 146 students. The result shows that the lecturer's performance contributes 43.1% to students' learning outcomes. It is known that learning technology and pedagogy aspects have a significant effect on students' learning outcomes. However, supporting learners and educators does not significantly impact students' learning outcomes. Therefore, the lecturer's performance positively impacts learning outcomes and is valuable for further online learning development. A potential research contribution could be to investigate further the relationship between specific aspects of a lecturer's performance and students' learning outcomes in an online learning environment. this study's findings have significant implications for higher education institutions seeking to improve online learning experiences for students. By identifying the specific aspects of lecturer performance that most impact learning outcomes, institutions can provide targeted support and training to their lecturers, ultimately leading to improved learning outcomes for students in online learning environments.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-MODUL BERBASIS FLIP PDF PROFESSIONAL PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN SMK NEGERI 11 MALANG Wijaya, Galih Rangga; Kuncoro, Tri; Ichwanto, Muhammad Aris
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 9, No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v9i2.61384

Abstract

Penggunaan teknologi berdampak terhadap kualitas pendidikan. Hal tersebut disebabkan saat proses pembelajaran memerlukan media penunjang untuk meningkatkan pembelajaran, namun proses pembelajaran masih tergolong monoton dan kurangnya bahan ajar yang disediakan dari pihak sekolah. Sehingga dengan berbagai masalah tersebut mengakibatkan siswa kurang aktif dan pembelajaran menjadi kurang efektif. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan dan menguji coba kelayakan Media Pembelajaran E-Modul berbasis Flip PDF Professional sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode R&D yang menerapkan model Borg & Gall (1983), karena memiliki 10 tahapan yang mudah diikuti langkah-langkahnya dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan peneliti. Hasil akhir produk berupa Media Pembelajaran E- Modul Berbasis Flip PDF Professional Pada Mata Pelajaran Konstruksi Jalan Dan Jembatan yang telah diuji validitas. Didapatkan hasil validasi dari kedua ahli materi sebesar 89,35%, ahli media sebesar 98.7%, uji coba kelompok kecil sebesar 86.46% dan kelompok besar sebesar 84.2%, berdasarkan hasil uji dari beberapa validator tersebut termasuk kategori sangat valid yang ditunjukkan dengan nilai A pada tabel interpretasi kelayakan yang berarti sudah layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
Influence of parental occupation and school status on elementary students' internet competencies Kuncahyono, Kuncahyono; Zubaidah, Siti; Susilo, Herawati; Kuncoro, Tri; Bilad, Muhammad Roil
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 19, No 2: May 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v19i2.21944

Abstract

Understanding the factors influencing elementary school students' internet skills is critical in the rapidly evolving digital age. The research was conducted on the influence of gender, parental occupation, and school status on internet self-efficacy, interdependence, internet attitudes, and internet skills. Using logistic regression analysis, it was found that the male gender significantly affected internet self-efficacy and interdependence items with a value of p0.05; the largest finding on internet self-efficacy items showed a 3.846 times greater chance of helping others via the internet compared to females. Parents who work as non-government employees have a significant effect p05 on internet self-efficacy, interdependence, internet attitude, and internet skills items. The largest finding on internet skills is mainly increasing the ability to install applications in children, with 5.653 times greater odds than children from entrepreneurs. Students from private schools have the greatest chance of 3.840 times greater in developing internet skills information skills compared to public school students; significance (p0.05) was found in internet self-efficacy, interdependence, and internet skills items. The findings offer important insights for developing educational policies to improve primary school students' digital literacy, considering gender, parental occupation, and school status.