cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Energi Dan Manufaktur
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025255     EISSN : 25415328     DOI : -
"Jurnal Energi dan Manufaktur" is a journal published by Department of Mechanical Engineering, University of Udayana, Bali since 2006. During 2006-2011 the journal's name was "Jurnal Ilmiah Teknik Mesin CAKRAM" (Scientific journal in mechanical engineering, CAKRAM). "Jurnal Energi dan Manufaktur" is released biannually on April and October, respectively. We invite authors to submit papers from experimental research, review work, analytical-theoretical study, applied study, and simulation, in related to mechanical engineering (energy, material, manufacturing, design) to be published through "Jurnal Energi dan Manufaktur".
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 1 (2020)" : 9 Documents clear
Pemanfaatan panas kondenser pada pengering beku vakum Dinni Agustina; Roe Dwi Dhewaji; Awaluddin Martin
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEM.2020.v13.i01.p06

Abstract

Pengering beku vakum (Freeze vacuum drying) merupakan salah satu metode pengeringan terbaik untuk pengawetan bahan makanan. Selain menjadi salah satu solusi untuk teknologi pasca panen, freeze vacuum drying juga mampu untuk meningkatkan nilai jual suatu produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pengering beku vakum yang menggunakan sistem pemanasan mandiri (self heating system) dengan pemanfaatan panas kondenser. Pada awal penelitian tanpa proses secondary drying dibutuhkan waktu 24 jam untuk menghilangkan kadar air sebanyak 62% dari produk dengan temperature -5oC. Penelitian berikutnya dengan memanfaatkan panas buang kondenser dan menggunakan proses secondary drying dibutuhkan waktu 4 jam untuk mengurangi kadar air pada produk sebesar 78% pada temperature -9oC. Freeze vacuum drying is one of the best drying methods for food preservation. Besides being one of the solutions for post-harvest technology, freeze vacuum drying is also able to increase the sale value of a product. The aim of this research is to develop a freeze vacuum drying using a self-heating system by utilizing a heat of condenser. At the beginning of the research without secondary drying process, it took 24 hours to remove 62% of water content from products with a temperature of -5oC. In further research by utilized waste heat of condenser and by using secondary drying process, it took 4 hour to reduce 78% moisture content of product at -9oC.
Kajian Efisiensi Energi di Industri Pulp dan Kertas Ari Kabul Paminto; Rudy Surya Sitorus; Rizki Firmansyah; Nurus Sahari Laili
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.882 KB) | DOI: 10.24843/JEM.2020.v13.i01.p01

Abstract

Pertumbuhan industri pulp dan kertas diproyeksi akan mengalami perkembangan yang signifikan. Menurut asosiasi industri, pertumbuhan itu antara lain karena terdorong oleh peningkatan permintaan dan produksi seiring dengan beroperasinya beberapa pabrik baru. Industri pulp dan kertas memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) mencapai 101,76 triliun rupiah (harga berlaku). Sumber energi utama industri ini meliputi energi panas dalam bentuk steam dan energi listrik. Dari keseluruhan proses, penggunaan energi panas mencapai 70-80% dari total energi yang dikonsumsi, dimana sebagian besar energi digunakan di proses pulping dan pengeringan. Steam dapat dibangkitkan dari black liquor dan bahan bakar lainnya seperti batubara, minyak, gas dan biomassa. Kebutuhan energi industri pulp dan kertas akan meningkat rata-rata 2,49% per tahun dari 108,5 juta SBM pada tahun 2018 menjadi 135,4 juta SBM pada tahun 2027, sehingga termasuk industri dengan konsumsi energi yang cukup besar. Sehingga perlu adanya inovasi penggunaan teknologi dengan efisiensi tinggi sehingga mengurangi penggunaan energi. Sampai saat ini lindi hitam (black liquor) dari pabrik pulp dan kertas di Indonesia pada umumnya belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan bakar boiler. Upaya pemanfaatan black liquor dan penerapan teknologi yang efisien di industri pulp dan kertas mampu membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta mengurangi emisi dari bahan bakar fosil. Dengan skenario efisiensi energi, kebutuhan energi industri pulp dan kertas akan menurun sebesar 12,5% pada tahun 2027. Potensi penghematan energi industri pulp dan kertas mulai tahun 2023 sebanyak 8,4 juta SBM dan menjadi 16,9 juta SBM pada tahun 2027. Besar peluang penghematan dan reduksi emisi bervariasi dan bergantung pada berbagai faktor, antara lain tingkat efisiensi proses dan teknologi yang telah diimplementasikan di industri tersebut.
Penerapan Lean Manufacturing dengan Metode VSM dan FMEA untuk Mereduksi Pemborosan Produksi Sarden Haris Dwi Armyanto; Dwi Djumhariyanto; Santoso Mulyadi
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEM.2020.v13.i01.p07

Abstract

CV.X merupakan salah satu perusahaan pengolahan sarden yang terletak di Banyuwangi. Pada proses produksi di perusahaan masih ditemukan beberapa pemborosan (waste). Untuk mengurangi pemborosan yang terjadi digunakan pendekatan lean manufacturing dengan metode Value Stream Mapping (VSM) untuk pemetaan aliran produksi dan aliran informasi terhadap proses produksi dari awal bahan baku hingga produk jadi dan dikirim ke konsumen, serta analisis dengan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk mengetahui penyebab kegagalan proses yang paling prioritas dan perlu dilakukan perbaikan dengan segera. Identifikasi pemborosan diawali dengan penggambaran current state map, lalu dilakukan analisis pemborosan ke dalam kategori 7 pemborosan [1]. Pada analsis tersebut ditemukan 3 jenis pemborosan yaitu waiting time, unnecessary inventory dan defect (kembung). Setelah itu dilakukan analisis akar penyebab timbulnya pemborosan menggunakan fishbone diagram, dan analis FMEA untuk mengetahui nilai RPN tertinggi yang selanjutnya akan menjadi prioritas pemberian usulan perbaikan yang tepat dan sesuai dengan masalah dan kondisi proses produksi sarden 125g di CV.X. Rekomendasi perbaikan yang diberikan terhadap pemborosan dengan nilai RPN tertinggi antara lain Menambahkan mesin pencuci produk untuk mengurangi penumpukan produk dan waktu tunggu yang ada sehingga pemborosan waiting time dan unnecessary inventory dapat berkurang, mengganti sarung tangan kain dengan lateks, serta menjaga kebersihan nampan ikan. CV.X is a sardine processing company located in Banyuwangi. In the company production process there are some wastes. To reduce the waste that occurs, lean manufacturing approach using Value Stream Mapping (VSM) method is used to map the production flow and information flow to the production process from the beginning of the raw material to the finished product and sent to consumers, as well as analysis using the Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) method. ) to find out what causes the most priority process failures and needs immediate improvement. Waste identification is preceded by a depiction of the current state map, then waste analysis is conducted into category 7 waste. In this analysis, there are 3 types of waste, which are waiting time, unnecessary inventory and defects. After that an analysis of the root causes of waste occurs using fishbone diagrams, and FMEA analysts to find out the highest RPN value which will then be prioritized for giving recommendations for an appropriate improvement and in accordance with the problems and conditions of the 125g sardine production process in CV.X. Improvement recommendations given for waste with the highest RPN value include adding a product washer to reduce product buildup and waiting times so that waiting time and unnecessary inventory waste can be reduced, replacing cloth gloves with latex, and keeping the fish tray clean.
Uji Performa Kompor Surya Tipe Parabola Silinder Menggunakan Reflektor Cermin dengan Variasi Bahan Absorber Adinda Ayuning Amri; Mokhammad Nuruddin; Risse Entikaria Rachmanita
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.106 KB) | DOI: 10.24843/JEM.2020.v13.i01.p02

Abstract

Kompor surya tipe parabola silinder berbentuk setengah tabung dengan ukuran diameter 43 cm x 63 cm, memiliki variasi bahan absorber yaitu alumunium, tembaga dan kuningan dengan ukuran diameter 41 cm x 61 cm dan ketebalan 0,02 mm. Pemilihan bahan yang digunakan terdapat pada nilai konduktivitas bahan. Uji performa dilakukan selama 6 hari mulai pukul 10:00- 14:00 atau selama 240 menit, meliputi pengukuran radiasi matahari, suhu air, suhu absorber dan suhu lingkungan. Pengujian dilakukan di Gedung Teknik Politeknik Negeri Jember. Data hasil pengukuran digunakan untuk menghitung daya masak, daya masak standart dan efisiensi kompor surya. Suhu tertinggi air pemasakan terdapat pada kompor surya bahan absorber kuningan pada pengujian ke-5 sebesar 80,25 oC pukul 12:20, daya masak tertinggi pada pengujian hari ke-4 kompor surya bahan absorber aluminium yaitu sebesar 18,46 W, efisiensi kompor tertinggi terdapat pada kompor bahan alumunium pada pengujian pertama sebesar 25,57% pukul 13:10 WIB. Nilai efisiensi yang dihasilkan dipengaruhi radiasi matahari, beda suhu awal dan akhir serta lama waktu dalam proses pemasakan. Cylindrical parabolic solar cooker has a half-tube shaped with a diameter of 43 cm x 63 cm, has a variety of absorber materials, that is aluminum, copper and brass with a diameter of 41 cm x 61 cm and a thickness of 0.02 mm. The choice of material used for the conductivity value of the material. Performance tests are carried out for 6 days starting at 10:00 - 14:00 or for 240 minutes, including measurements of solar radiation, water temperature, absorber temperature and ambient temperature. The test was conducted at the Engineering Building in Politeknik Negeri Jember. Measurement data is used to calculate cooking power, standard cooking power and solar cooker efficiency. The highest temperature of cooking water is on the brass stove with absorber brass material at the fifth test of 80.25 oC at 12:20, the highest cooking power on the 4th day of the aluminum solar cooker absorber material that is equal to 18.46 W, the highest cooker efficiency found on the aluminum material cooker in the first test of 25.57% at 13:10 WIB. The resulting efficiency is influenced by solar radiation, the difference between the initial and final temperatures and the length of time in the cooking process.
Studi eksperimental karakteristik semprotan air pada airblast atomizer I Dewa Gede Putra Swastika
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEM.2020.v13.i01.p08

Abstract

Pengujian eksperimental telah dilakukan untuk mengamati karaktristik semprotan air pada airblast atomizer. Atomiser yang diuji merupakan nosel yang digunakan untuk keperluan pembakaran (burner). Untuk atomiser tipe ini cairan dan udara bercampur di dalam nosel sebelum disemprotkan ke lingkungan (ambient air). Air yang digunakan dalam pengujian mewakili bahan bakar pada burner yang sebenarnya, disuplai menggunakan pompa sedangkan udara disuplai menggunakan kompresor. Pengujian dilakukan dengan beberapa variabel, yaitu rasio udara dan air, tekanan injeksi air, dan pengujian pemanasan awal air sebelum bercampur dan disemprotkan ke lingkungan. Pengujian ini merekam gambar evolusi semprotan menggunakan kamera berkecepatan tinggi pada 1000 fps dengan durasi 2 detik dan ukuran gambar 1244x240 pixels. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel-variabel pengujian mempengaruhi karakteristik atomisasi yang terjadi (dimensi spray dan tingkat penguapan). Hasil pengujian juga dijelaskan dalam analisis gambar evolusi semprotan mulai dari kemunculan awal di ujung nosel sampai terbentuk spray yang stabil. Analisis gambar evolusi spray menunjukkan bahwa rasio udara-air yang tinggi menghasilkan sudut semprotan yang kecil, atomisasi yang lebih cepat, dan ukuran droplet yang lebih kecil. Experimental testing has been carried out to observe the characteristics of water spray on the airblast atomizer. The atomiser tested is a nozzle used for burners. For this type of atomiser the liquid and air mix in the nozzle before being sprayed into the environment (ambient air). The water used in the test represents the fuel in the actual burner, it is supplied using a pump while the air is supplied using a compressor. The test is carried out with several variables, namely the ratio of air and water, water injection pressure, and preheating water test before mixing and spraying into the environment. This test records the evolution of the spray using a high-speed camera at 1000 fps with a duration of 2 seconds and images size of 1244x240 pixels. The test results show that the test variables affect the characteristics of the atomisation (spray dimensions and evaporation rate). The test results are also explained in the analysis of spray evolution images starting from the initial appearance at the tip of the nozzle to forming a stable spray. Analysis of spray evolution images shows that high air-water ratios produce smaller spray angles, faster atomization, and smaller droplet sizes.
Kajian Pemasangan Pipa Air Bersih Melayang dalam Air Laut untuk Mendukung Perkembangan Pariwisata di Nusa Ceningan dan Lembongan Made Suarda; I Gusti Komang Dwijana
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.547 KB) | DOI: 10.24843/JEM.2020.v13.i01.p03

Abstract

ir bersih merupakan kebutuhan dasar untuk kehidupan manusia. Demikian pula aktivitas kehidupan di pulau Nusa Ceningan dan Lembongan membutuhkan air bersih. Mengingat kedua pulau tersebut merupakan destinasi wisata pavorit dan berkembang pesat, maka disamping untuk kehidupan masyarakat sehari-harinya (7153 jiwa), ketersediaan air bersih sangat dibutuhkan untuk hotel dan aktivitas pendukung pariwisata. Namun, di kedua pulau tersebut tidak tersedia sumber air bersih. Oleh sebab itu salah satu alternative solusinya adalah menyalurkan air bersih dari pulau terdekatnya yaitu Nusa Penida. Di Nusa Penida terdapat dua mata air yang cukup besar yaitu mata air Guyangan (78 lt/dt) dan Penida (173 lt/dt). Proyeksi kebutuhan air dengan debit harian maksimum 30 lt/dt. Pada kajian ini, kebutuhan air bersih tersebut akan disuplai dari mata air Penida. Pada umumnya pemasangan pipa menyebrang laut dipasang pada dasar laut (seabed) atau mengapung di permukaan air laut. Namun lautan antara pulau Nusa Penida dan Ceningan merupakan jalur pelayaran kapal, dan lautan tersebut merupakan palung curam dengan kedalaman 200 meter maka kedua metode pemasangan pipa tersebut tidak dapat dilakukan. Oleh sebab itu satu-satunya cara adalah memasang pipa melayang pada kedalaman 20 meter di bawah permukaan air laut. Pipa akan menerima berbagai macam gaya-gaya luar akibat tekanan hidrostatis air laut, hydrodinamik arus dan gelombang. Sesuai hasil kajian, pipa menyeberang lautan dengan bentang 1500 meter terdiri dari tiga pipa HDPE berdiameter 140 mm yang dipasang parallel. Setiap pipa menerima gaya hidrodinamik pada arah vertikal 64.050 Newton arah keatas dan horizontal 71.550 N/m. Oleh sebab itu untuk mengamankan pipa dari beban gaya-gaya tersebut maka pipa diikat pada jembatan sling baja stainless berdiameter 110 mm. Disamping itu pada setiap jarak 6 meter pada sling jembatan pipa tersebut dipasangi beton ballast load 350 kg dengan sling penggantung diameter 6 mm. Metode ini pelaksanaannya rumit dan membutuhkan berbagai peralatan pendukung sehingga dibutuhkan biaya kontruksi yang mahal pula. Namun, hal ini perlu dilakukan untuk menyediakan air bersih di Nusa Ceningan dan Lembongan guna meningkatkan perkembangan pariwisata di daerah tersebut. Clean water is a basic need for human life. Likewise the activities of life on the island of Nusa Ceningan and Lembongan need clean water. Considering that the both islands are favorite tourist destinations and are growing rapidly, in addition to the daily life of the community (7153 people), the availability of clean water is needed for hotels and tourism supporting activities. However, on both islands there are no sources of clean water. Therefore, one alternative solution is to distribute clean water from the nearest island, Nusa Penida. On the Nusa Penida there are two fairly large springs, namely the Guyangan spring (78 lt/sec) and Penida (173 lt/sec). The projection of water demand until 2043 at daily maximum capacity is 30 lt/sec. In this study, the need for clean water will be supplied from the Penida spring. In general, the installation of crossing pipeline is installed on the seabed or floating on the sea water surface. However, the sea between the Nusa Penida and Ceningan islands is a ship's shipping lane, and the sea is a steep trough with a depth of 200 meters, so the both methods of mounting the pipe cannot be performed. Therefore the only way is drifting the pipeline at a depth of 20 meters below sea level. The pipe will receive various external forces due to the hydrostatic pressure of seawater, hydrodynamic of currents and waves. According to the results of the study, the pipeline crossing the ocean with a span of 1500 meters consists of three HDPE pipes with a diameter of 140 mm which are installed parallel. Each pipe receives hydrodynamic forces that are vertical force of 64,050 Newton in upper direction and horizontal force of 71,550 Newton. Therefore to secure the pipeline from the load of these forces, the pipe is tied to a stainless steel sling bridge with a diameter of 110 mm. Besides that, at every distance of 6 meters the pipe bridge sling is fitted with a ballast concrete load of 350 kg with a hanging sling of 6 mm. This method is complicated and requires a variety of supporting equipment, so its construction cost is expensive. However, this should be done to provide clean water in the Nusa Ceningan and Lembongan in order to increase the development of tourism in the area.
Densitas dan Kegagalan Produksi pada Proses Produksi Genta Bali I Ketut Gede Sugita; I G N Priambadi; Ketut Astawa
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.218 KB) | DOI: 10.24843/JEM.2020.v13.i01.p05

Abstract

Proses pembuatan lonceng tradisional berbahan perunggu dilakukan dengan proses pengecoran. Bahan yang biasa digunakan dalam produksi lonceng tradisional adalah paduan perunggu denganperbandingan persentase tembaga (Cu) 80% dan timah (Sn) 20%. Paduan ini memiliki sifat mekanik dan akustik yang lebih baik dibandingkan dengan kuningan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik kepadatan dan cacat cor dalam proses produksi lonceng tradisional. Paduan perunggu dilebur dalam tungku crucible pada temperatur tuang 1000, 1050, 1100 °C. Paduan yang telah mencair dituang ke dalam cetakan permanen yang telah dipanaskan terlebih dahulu pada temperatur 200, 300, 400°C. Billet hasil coran dipotong-potong dan dimanufacturing untuk pembuatan spesimen uji densitas dan porositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi temperatur penuangan mempengaruhi densitas dan cacat hasil coran. Semakin tinggi temeratur tuang berdampak pada semakin banyak cacat yang terjadi, terutama cacat-cacat porositas. Porositas material yang lebih kecil berpengaruh pada kualitas akustik yang lebih baik. The process of making traditional bells made of bronze alloys is a casting process. Materials commonly used in the production of traditional bells are bronze with a percentage of copper (Cu) of 80% and tin (Sn) of 20%. This alloy has better mechanical and acoustic properties compared to brass. The purpose of this study was to determine the characteristics of density and cast defects in the traditional bell production process. The bronze alloy was melted in a crucible furnace at a temperature of 1000, 1050, 1100°C. The melted alloys were poured into a permanent mold that has been heated at a temperature of 300°C. Castings billets were cut into pieces and manufactured for making density and casting defect test specimens. The results showed that the variation of the pouring temperature affected the density and casting defects. The higher the pouring temperature has an impact on the more cast defects, especially the porosity of the cast. Low porosity affects better acoustic quality.
Pengaruh katalis zeolit alam pada pirolisis plastik polyethylene terephthalate dan polypropylene yudan priyo anggono; Nasrul Ilminnafik; Ahmad Adib Rosyadi; Gaguk Jatisukamto
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.436 KB) | DOI: 10.24843/JEM.2020.v13.i01.p04

Abstract

Penggunaan plastik akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah populasi penduduk dan meningkatnya perkembangan teknologi. Meningkatnya sampah plastik menjadi masalah besar bagi kehidupan dan ekosistem, Karena plastik sulit terurai di dalam tanah dan membutuhkan waktu yang lama untuk dapat terurai. Dengan adanya permasalahan tentang banyaknya sampah plastik yang sulit di uraikan maka dapat dilakukan dengan metode pirolisis, metode pirolisis adalah proses pemanasan sampah plastik dengan menggunakan sedikit oksigen atau tanpa oksigen di dalamnya. Untuk memperbaiki minyak hasil pirolisis maka ditambahkan katalis sebagai katalisator sehingga memperoleh hasil minyak pirolisis lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan minyak PET (polyethylene terephthalate) dan PP (polypropylene), untuk membandingkan hasil pirolisis dari penggunaan katalis dan tidak menggunakan katalis terhadap viskositas minyak yang dihasilkan, serta pengaruh waktu pemanasan terhadap hasil volume minyak pirolisis. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil minyak terbanyak dengan bahan plastik PP dengan katalis 33 ml atau 8,46 %, PET katalis 23 ml atau 8,943 % dan minyak PP tanpa katalis 76 ml atau 19,26 %, PET tanpa katalis 65 ml atau 17,23%. The use of plastic will increase along with the increasing population and increasing technological development. Increased plastic waste is a big problem for life and ecosystems, because plastic is difficult to decompose in the soil and requires a long time to be decomposed. With the problem of the amount of plastic waste that is difficult to describe, it can be done with the pyrolysis method, the pyrolysis method is the process of heating plastic waste using little or no oxygen in it. To improve the pyrolysis oil, the catalyst is added as a catalyst to obtain better pyrolysis oil results. The purpose of this study was to determine the differences in PET (polyethylene terephthalate) and PP (polypropylene) oils, to compare the results of pyrolysis from the use of catalysts and not use catalysts to the viscosity of the oil produced, as well as the effect of heating time on the results of the pyrolysis oil volume. The results of the research showed that most PP plastic catalyst oils were 33 ml or 8.46%, catalyst PET 23 ml or 8.943% and PP oil without catalyst 76 ml or 19.26%, PET without catalyst 65 ml or 17.23%.
Cover & Preface JEM Vol. 13 (1) 2020 Ainul Ghurri
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puji syukur tercurahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terbitnya JURNAL ENERGI DAN MANUFAKTUR, Universitas Udayana volume 13 Nomor 1 April 2020 ini. Jurnal Energi dan Manufaktur memublikasikan 5-10 artikel ilmiah dalam bidang Teknik Mesin dalam setiap penerbitannya. Penerbitan jurnal ini bertujuan menyediakan media publikasi untuk hasil-hasil penelitian maupun kajian aplikasi di bidang Teknik Mesin serta bidang keteknikan lain yang berkaitan. Dewan redaksi mengucapkan terima kasih atas dukungan tiada henti dari rekan-rekan di kampus serta pimpinan jurusan dalam menjaga keberlangsungan penerbitan jurnal ini. Dewan redaksi juga menyampaikan terima kasih atas partisipasi rekan-rekan peneliti yang mengirimkan naskahnya untuk dipublikasikan via Jurnal Energi dan Manufaktur. Dalam penerbitan JURNAL ENERGI DAN MANUFAKTUR Volume 13 Nomor 1 ini, disajikan 8 artikel, dalam berbagai topik hasil penelitian meliputi lean manufacturing, efisiensi energi industri, perpipaan, energi surya, pirolisis plastic, kegagalan produksi, vacuum drying dan atomisasi dari nosel bahan bakar. Kami berharap semoga artikel-artikel dalam jurnal ini bermanfaat bagi pembaca dan memperkuat semangat untuk ikut dalam pengembangan ilmu dan teknologi terutama di bidang Teknik Mesin. Kami tunggu naskah-naskah untuk penerbitan berikutnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 9