Jurnal Energi Dan Manufaktur
"Jurnal Energi dan Manufaktur" is a journal published by Department of Mechanical Engineering, University of Udayana, Bali since 2006. During 2006-2011 the journal's name was "Jurnal Ilmiah Teknik Mesin CAKRAM" (Scientific journal in mechanical engineering, CAKRAM). "Jurnal Energi dan Manufaktur" is released biannually on April and October, respectively. We invite authors to submit papers from experimental research, review work, analytical-theoretical study, applied study, and simulation, in related to mechanical engineering (energy, material, manufacturing, design) to be published through "Jurnal Energi dan Manufaktur".
Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6 No 1 (2013): April 2013"
:
13 Documents
clear
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Mataram
Nasmi Herlina Sari
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 1 (2013): April 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (349.156 KB)
Penelitian ini telah dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis sifat kekuatan tekan dan struktur mikrokomposit urea formaldehyde diperkuat serat batang kedelai. Pada penelitian ini bahan yang digunakanadalah serat batang kedelai dengan variasi arah serat 00, ±450, 900 dengan masing-masing fraksi volumeserat 10%, 20%, 30%, menggunakan resin urea formaldehyde sebagai matriknya. Pembuatan dengan carahand lay up, pengujian yang dilakukan adalah uji tekan dengan standar spesimen ASTM D 695-96.Hasilpengujian menunjukkan bahwa kekuatan tekan komposit urea formaldehyde dengan variasi fraksi volume10%, 20% dan 30% dengan masing-masing variasi arah serat 00, ±450, 900 cenderung menunjukkanpenurunan dimana kekuatan tekan tertinggi pada fraksi volume 10% terdapat pada arah serat ±450dengan nilai kekuatan tekan berturut-turut yaitu 63.13 Mpa, 49.9 Mpa dan 38.07 Mpa. Sedangkankekuatan tekan rata-rata terendah pada variasi fraksi volume serat 10%, 20% dan 30% terdapat padavariasi arah serat 00 dengan nilai kekuatan tekan berturut-turut yaitu sebesar 35,50 Mpa, 24.20 Mpa dan23.93 Mpa. Selanjutnya pada foto mikro memperlihatkan morfologi interface resin urea formaldehyde –serat batang kedelai cukup kuat.
Implementasi Lean Manufacturing dan 5 S untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi
H. Harisupriyanto
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 1 (2013): April 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.63 KB)
Tujuan utama perusahaan adalah mengincar profit sebesar-besarnya. Aktifitas produksi dan maintenancemerupakan aktifitas utama di dalam membentuk produk akhir. Bila salah satu aktifitas mengalamikegagalam maka akan berpengaruh langsung pada kualitas dan kapasitas produksi. Kegagalan yangmuncul biasanya terindikasi dari waste/ pemborosan di sepanjang aliran sistem produksi. Permasalahanutama adalah bagaimana mengidentifikasi pemborosan yang mengakibatkan penurunan kualitas dankapasitas produksi. Tujuannya adalah identifikasi nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE), identifikasiwaste, dan menentukan alternatif kebijakan perbaikan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitasproduksi. Metoda yang dipakai untuk menyelesaikan permasalahan adalah Lean Manufacturing. Konsep inimenelusuri permasalahan inefisiensi dengan mencari waste (pemborosan) di sepanjang value stream.Kemunculan waste dapat diidentifikasi dengan root cause analisys (RCA) dan 5 S sehingga penyebabutama dari tiap kategori waste dapat ditemukan. Alternative terbaik yang mungkin dapat dijalankan adalahpengadaan alat bantu kereta dorong, pelatihan karyawan, dan pengadaan alat bantu sistem tandonminyak.
Fasilitas Uji Terowongan Angin Kecepatan Rendah Indonesia
Subagyo Subagyo
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 1 (2013): April 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.969 KB)
Perkembangan infrastruktur Indonesia tumbuh sejalan dengan pembangunan dan pertumbuhanperekonomian. Perkembangan wilayah perkotaan ditunjukkan dengan pertambahan bangunan tinggiberupa gedung gedung yang berfungsi sebagai perkantoran hotel dan pusat pusat perbelanjaan.Pertumbuhan demikian perlu dicermati diantaranya adalah aspek yang timbul akibat aliran udara karenatiupan angin. Aliran udara memberikan pengaruh yang signifikan terhadap konfigurasi bangunan tata ruangperkotaan. Beban angin yang dialami struktur bangunan, pola aliran disekitar bangunan dan permasalahanlingkungan seperti polusi udara tingkat kebisingan merupakan perihal yang memerlukan penanganankhusus. Penanganan khusus yang dimaksud adalah perlunya penelitian yang berkelanjutan seiring denganperkembangan perkotaan. Terowongan angin dapat berperan untuk mendapatkan gambaran yangmenyeluruh dalam mengembangkan sistem perkotaan yang prima. Pengujian dilakukan denganmeminiaturkan perkotaan sebagai model yang ditempatkan dalam seksi uji terowongan angin. Sedangkanuntuk menguji beban dinamis struktur bangunan tinggi dan interaksinya dengan lingkungan model strukturbangunan tersebut dan sekitarnya dimodelkan dan diuji diterowongan angin. Hasil pengujian berupa gayagayaaerodinamik, visualisasi aliran distribusi tekanan merupakan besaran- besaran yang perludiperhatikan untuk selanjutnya dimanfaatkan dalam perencanaan tata kota yang berwawasan amannyaman dan optimal.
Analisa Pengaruh Parameter Tekanan dan Waktu Penekanan Terhadap Sifat Mekanik dan Cacat Penyusutan dari Produk Injection Molding Berbahan Polyethylene (PE)
Erwin Erwin
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 1 (2013): April 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (345.89 KB)
Injection molding adalah salah satu operasi yang paling umum dan serba guna untuk produksi massalpada komponen plastik yang komplek dengan toleransi dimensional yang sempurna. Pada prosesinjection molding, parameter waktu dan penekanan merupakan salah satu parameter penting yangharus diperhatikan untuk keberhasilan proses produksi melalui injection molding. Metode yangdigunakan adalam menggunakan response surface methodology . metode ini merupakan suatu prosesperencanaan percobaan untuk memperoleh data yang tepat sehingga dapat dianalisa dengan metodestatistik serta kesimpulan yang diperoleh dapat bersifat objektif dan valid. Dari hasil penelitian didapatkesimpulan bahwa Parameter tekanan dan waktu penekanan hanya memberi pengaruh terhadap sifatmekanik flexural strength dan flexural modulus spesimen. Dari segi nilai properties yang dihasilkanspesimen no.4 yang memiliki nilai properties terbaik. Dan dari data output analisis shrinkage denganmenggunakan RSM didapat kesimpulan bahwa bahwa kedua parameter proses tersebut mempunyaipengaruh yang signifikan terhadap terjadinya shrinkage. Dari hasil optimasi menggunakan fiturresponse surface optimizer didapat hasil setting parameter optimal adalah waktu penekanan: 1,6898 (s),tekanan: 78,2290 (bar).
Pengaruh Konsentrasi CO2 Sebagai Inhibitor dalam Refrigeran Alternatif LPG Terhadap Unjuk Kerja Air Conditioner
Nurkholis Hamidi
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 1 (2013): April 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (343.261 KB)
Refrigeran hidrokarbon memiliki keunggulan karena ramah lingkungan dan dapat bekerja pada tekananrendah sehingga energi yang diperlukan dalam sistem refrigerasi lebih rendah. LPG, yang merupakancampuran dari propana dan butana, adalah salah satu hidrokarbon yang dapat digunakan sebagai refrigeran.Penggunaan hidrokarbon termasuk LPG sebagai refrigeran harus memperhatikan safety karena sifatnyayang mudah terbakar. Salah satu upaya untuk mengurangi potensi mudah terbakar dari LPG dapatdigunakan suatu inhibitor, yakni zat penghambat laju reaksi pembakaran. Karbondioksida (CO2) merupakan salah satu inhibitor alami yang tidak memberikan efek negatif terhadap lingkungan. Penambahan CO2dalam refrigeran alternatif LPG tentunya dapat berpengaruh terhadap koefisien prestasi dari mesin pendingin. Pada penelitian ini, pengaruh kadar CO2 dalam LPG terhadap performan mesin AC telah diamati. Penelitian menggunakan instalasi mesin A.C. Bench, P.A. Hilton. Ltd. Serial No. A573/41154. LPG yangdigunakan adalah produk Pertamina Indonesia yang memiliki konsentrasi 50% propana dan 50% butana.Perbandingan campuran LPG dan CO2 yang digunakan adalah 100:0; 90:10; 85:15; 80:20 % massa,dengan massa total campuran sebesar 300 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakinmeningkatnya konsentrasi CO2 menyebabkan koefisien prestasi semakin menurun, karena kerjakompresor yang diperlukan untuk menaikkan temperatur dan tekanan refrigeran semakin besar danmeningkatnya konsentrasi CO2 menyebabkan efek refrigerasi menurun sehingga jumlah panas yang diserapoleh refrigeran di evaporator semakin sedikit. Koefisien prestasi tertinggi didapat pada penggunaan LPG 100%yaitu 4,353.
Deteksi Kebocoran Pipa Pada Aliran Dua Fase Plug Menggunakan Analisis Fluktuasi Beda Tekanan
Budi Santoso
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 1 (2013): April 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (424.958 KB)
Jaringan perpipaan adalah bagian penting dari infrastruktur transportasi fluida. Sedangkan, deteksikebocoran pipa pada aliran dua fase menggunakan parameter aliran (debit dan tekanan) masih sangatjarang diteliti. Penelitian ini melakukan pendekatan percobaan pada kebocoran pipa untuk aliran dua faseplug. Campuran air-udara dialirkan pada pipa horisontal berdiameter (D) 24 mm. Kebocoran buatandilakukan dengan selenoid valve pada posisi bagian bawah pipa. Differential pressure transducer (DPT)diletakan sebelum dan sesudah posisi kebocoran dan dihubungkan dengan peralatan data akuisisikecepatan tinggi. Sinyal fluktuasi beda tekanan terekam sebagai data random time series. Analisiskebocoran dengan menggunakan mean, Probability Density Function (PDF), Autocorrelation, PowerSpectral Density (PSD) dilakukan untuk sinyal fluktuasi beda tekanan upstream dan downstream. Hasilanalisis memperlihatkan pola data sebelum dan sesudah terjadi bocor dapat dibedakan dengan jelas ataudengan kata lain kebocoran pipa pada aliran dua fase plug dapat dideteksi.
Pemanfaatan Silicon Rubber Untuk Meningkatkan Ketangguhan Produk Otomotif Buatan Lokal
Wayan Sujana
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 1 (2013): April 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.736 KB)
Pemanfatan komposit terus dikembangkan guna memenuhi berbagai aplikasi terutama untukmemenuhi kualitas produk-produk lokal dalam menghadapi daya saing produk-produk import.Komposit polimer bermatrik epoxy berpenguat serat kenaf telah dimanfaatkan secara luas dengankarakteristik kekuatan yang tinggi namun kekurangan dari komposit tersebut adalah sifat elastisitasyang rendah (meskipun telah disesuaikan dengan aturan komposisi 50% hardener-standarisasi pabrikpembuatnya). Rendahnya elastisitas dari komposit ini sebagian besar dipengaruhi dari karakteristikmatriknya. Diketahui bahwasannya matrik polimer epoxy memiliki sifat kuat dan getas. Komposit matrikepoxy berpenguat serat kenaf memiliki kekuatan tarik 3,36 Kgf/mm2. Penelitian penambahan karet dalamresin polimer sebagai fasa matrik merupakan desain rekayasa yang dilakukan untuk mendapatkankarakteristik elastisitas bahan komposit bermatrik epoxy yang lebih baik. Silikon rubber adalah bagian daripolimer yang mempunyai keunggulan dalam hal elastisitas, sehingga pencampuran keduanya akanmemberikan karakteristik pada sifat ulet dan tingkat ketangguhan yang lebih baik sehingga dapatdiaplikasikan lebih luas terutama untuk produk-produk otomotif buatan lokal sehingga nantinya dapatbersaing dengan produk-produk ekspor dalam hal kualitasnya. Disamping itu, pemanfaatan silikon rubberakan mengurangi volume matrik dan penguat sehingga akan didapatkan sifat yang lebih optimal dalam halekonomis dan kualitas. Penelitian pemanfaatan silikon rubber (karet putih) pada matrik epoxy menunjukanbahwa kekuatan impak mengalami peningkatan dengan meningkatnya fraksi volume silikon rubber (10%,20% dan 30%). Hal ini menunjukan meningkatnya ketangguhan bahan komposit. Pemanfaatan siliconrubber hingga 30 % fraksi volume dapat meningkatkan lebih dari 50% kekuatan impaknya. Namun,dampak yang ditimbulkan adalah pada sifat mekanis yang lain seperti kekuatan tarik dan kekuatanbendingnya akan menunjukan penurunan meskipun kurang dari 30% dari kekuatan awalnya. Dari hasilpengamatan struktur makro ditunjukan dengan meningkatnya fraksi volume silicon rubber pada matrikakan memberikan efek ikatan yang lebih baik pada serat yang ditunjukan dengan model patah elastis atauberserabut.
Studi Aliran Fluida di dalam Model Nosel Stasioner dengan Menggunakan Simulasi CFD
Hery Sonawan
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 1 (2013): April 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (377.395 KB)
Penelitian tentang studi aliran di dalam model nosel stasioner dengan menggunakan simulasi CFD telahdilakukan. Penelitian ini adalah penelitian awal dari rangkaian penelitian untuk memperoleh modeldesalinasi dengan mengaplikasikan nosel berputar didalamnya. Sebelum melakukannya pada model noselberputar, dalam penelitian ini simulasi dilakukan terlebih dahulu pada model nosel stasioner. Untukmendapatkan karakteristik dari sebuah model nosel stasioner, dapat diperoleh dengan melakukan simulasiterhadap beberapa model nosel yang dikembangkan. Model nosel stasioner dianalisis melalui simulasi CFDdengan dibantu metode desain parametrik yaitu factorial design dan response surface methodology. Dalamfactorial design, variabel-variabel input awal yang diuji antara lain jumlah lubang orifice (dua dan tigalubang), lokasi lubang orifice (lubang di depan dan di samping), diameter lubang orifice (1 mm dan 2 mm),diameter nosel (2,5 mm dan 3 mm) dan bentuk nosel “flat nose”, sedangkan sebagai variabel output adalahsudut semburan air yang keluar dari nosel. Sudut semburan diasumsikan mewakili kehalusan ukuranbutiran air keluar nosel. Semakin besar sudut semburan maka semakin halus ukuran butiran yangdihasilkan. Simulasi CFD dengan Fluent menggunakan model viskos k-? standard yang dikombinasikandengan discrete phase model dengan pendekatan perhitungan aliran steady state. Fluida yangdisimulasikan di dalam nosel adalah air subdingin pada temperatur 250C mengalir dengan laju massakonstan. Dari dua model nosel stasioner yang disimulasikan, model nosel “flat nose” yang memiliki dualubang orifice berdiameter 1 mm dengan posisi lubang orifice eksentrik tangensial dan lubang noselberdiameter 3,35 mm menghasilkan sudut semburan terbesar. Semburan air ini tersebar dengan sudut 780dan menghasilkan pola aliran berputar (swirling). Model nosel stasioner ini selanjutnya akan dimodifikasiuntuk kebutuhan analisis pada model nosel berputar.
Studi Eksperimental Karakteristik Perpindahan Kalor dan Faktor Gesekan Pada Penukar Kalor Pipa Konsentrik Dengan Modifikasi Sisipan Pita Terpilin
Tri Istanto
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 1 (2013): April 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (382.024 KB)
Pengaruh modifikasi sisipan pita terpilin terhadap karakteristik perpindahan panas, faktor gesekan danunjuk kerja termal di pipa dalam dari penukar kalor pipa konsentrik telah diteliti. Penelitian dilakukan denganmenggunakan tiga modifikasi sisipan pita terpilin yang berbeda, yaitu perforated, notched dan jaggedtwisted tape insert. Classic twisted tape insert juga diteliti untuk perbandingan. Semua pita terpilin yangdigunakan dipilin pada twist pitch konstan sebesar 50,35 mm, bersesuaian dengan twist ratio konstan 4,0.Pengujian dilakukan menggunakan air sebagai fluida uji dengan bilangan Reynolds berkisar antara 4500dan 20.000. Hasil menunjukkan bahwa perpindahan panas dan faktor gesekan dihubungkan dengan semuapita terpilin secara konsisten lebih besar dibandingkan dengan tanpa sisipan pita terpilin (plain tube). Dibawah kondisi operasi yang serupa, bilangan Nusselt, faktor gesekan dan juga unjuk kerja termal yangdiberikan oleh jagged twisted tape lebih besar daripada yang diberikan oleh pita terpilin yang lain. Nilai-nilairata-rata bilangan Nusselt dan faktor gesekan yang diberikan oleh jagged twisted tape berturut-turut 35,42%dan 275% lebih tinggi daripada plain tube, dan 7,76% dan 20% lebih tinggi daripada classic twisted tape.Unjuk kerja termal rata-rata adalah 1,191 didapatkan dengan penggunaan jagged twisted tape insert.
Penerapan Teknologi Las Gesek (Friction Welding) dalam Rangka Penyambungan Dua Buah Logam Baja Karbon St41 pada Produk Back Spring Pin
Nur Husodo
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 1 (2013): April 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (397.172 KB)
Teknologi las gesek ( friction welding) merupakan salah satu metoda proses pengelasan jenis solidstate welding dimana sumber panas ditimbulkan oleh dua logam yang begesekan. Denganmengkombinasikan panas dan tekanan tempa maka dua buah logam akan tersambung denganbaik. Teknologi las gesek ini belum banyak diperhatikan walaupun teknologi ini efisien dan effektifdan belum banyak diterapkan pada industri menengah dan kecil. Oleh karena itu perlu dilakukanpenelitian dalam proses penyambungan dua buah logam untuk membentuk produk back spring pin.Penelitian dilakukan dengan menggunakan mesin las gesek dimana dilakukan variasi waktugesek sebesar 35, 45, 55 dan 65 detik. sedangkan parameter proses las gesek adalah kecepatanputarnya 4215 rpm, tekanan geseknya 127, 27 kg/cm2 dan tekanan tempanya sebesar 1018,18kgf/cm2. Sampel uji dibuat dari bahan baja karbon St41. Sampel uji yang dihasilkan diuji dengan ujimetallografi dan uji sifat mekanik. Sifat mekaniknya meliputi uji kekuatan tarik, uji kekerasan padadaerah sambungan dan uji kekuatan puntir. Analisa dilakukan dengan melihat adanya perubahanstruktur mikro dan perubahan sifat mekanik sebagai dasar pertimbangan sebagai alternative prosesproduksi produk bank spring pin. Perubahan struktur mikro ini terjadi karena panas yangditimbulkan akan berbeda tergantung waktu gesek dan adanya pengaruh proses penempaan.Panas tertinggi terjadi pada waktu gesek sebesar 45 detik. Waktu gesek lebih dari 45 detikmenghasilkan panas yang yang cenderung menurun. Penurunan ini terjadi karena efek gesekandua buah logam baja St 41 menurun. Sifat mekanik tertinggi sebesar kekuatan tarik 414,54N/mm2, kekuatan puntir sebesar 16 kgf.m, kekerasan pada logam las 45,5 HRA dan pada HAZsebesar 43 HRA terjadi pada proses operasional las gesek dengan waktu gesek sebesar 45 detik.Sehingga proses pengelasan las gesek ini dapat dipakai untuk memproduksi produk back spring pindan proses ini dapat digunakan sebagai alternative pengganti dari proses yang selama inidigunakan.