cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 2088411     EISSN : 25282891     DOI : https://doi.org/10.31947
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 481 Documents
MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN OPERASIONAL TELEVISI NASIONAL BERBASIS LOKAL DI KOTA MAKASSAR Decy Wahyuni; Hafied Cangara; Muhammad Nadjib
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.3 Juli - September 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v3i3.591

Abstract

 ABSTRACT Network Television Concept indicates the obligation of national television to build an affiliation with local television or at least to found local television as the effort to reach its broadcast in certain area. The aim of the research was to find out (1) management concept applied by local-based National TV network station in Makassar City, and (2) the position of local-based national TV viewed from broadcasting regulation perspective (Law No. 32 of 2002) in supporting broadcasting autonomy in the area. The research was a qualitative study using primary and secondary data. They were obtained through interview, documentation, and direct observation technique and analyzed using Miles interactive model. The results of the research indicate that management concept applied by the local-based National TV in network and affiliation stations indicates that operational management and policy patterns applied by local-based National TV is a full network (SUN TV) which is different from the TV stations ehich is affiliative (Fajar TV). The implementation of broadcasting in supporting autonomy in local broadcasting is already applied but not in ideal condition. The law regulating broadcasting is am existing reality and the implementation of this law in this case the content of broadcasting is something which can indicate that local television broadcasting is supplied from central base that does not reflect local content.ABSTRAK Konsepsi Televisi jaringan mengisyaratkan keharusan televisi nasional untuk membangun suatu afiliasi dengan TV lokal atau setidaknya untuk mendirikan TV lokal dalam upaya menjangkau siarannya di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) konsep manajemen yang diterapkan oleh TV Nasional berbasis lokal pada stasiun jaringan di Kota Makassar, dan (2) posisi TV nasional berbasis lokal berdasarkan perspektif regulasi penyiaran (UU No. 32 Tahun 2002) dalam mendukung otonomisasi bidang penyiaran di daerah. Penelitian ini bersifat kualitatif. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan model interaktif Miles. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep manajemen yang diterapkan oleh TV Nasional yang berbasis lokal baik pada stasiun jaringan dan afiliasi menggunakan pola manajemen dan kebijakan operasional yang berbeda. Perbedaan itu pada kebijakan yang diterapkan oleh TV yang merupakan jaringan penuh (SUN TV) berbeda dengan stasiun TV yang bersifat afiliasi (Fajar TV). Implementasi dari regulasi penyiaran dalam mendukung otonomisasi di bidang penyiaran di daerah telah terlaksana, namun belum dalam kondisi idealnya. Undang-undang yang mengatur penyiaran merupakan realitas yang ada dan pelaksanaan undang-undang dalam hal ini isi siaran sebagai sesuatu yang bisa dilihat bahwa siaran televisi lokal disuplai dari pusat yang tidak mencerminkan konten lokal. 
PERANAN HUBUNGAN MASYARAKAT DALAM MANAJEMEN KRISIS PASCA KASUS KEBAKARAN PASAR INPRES KOTA TUAL The Roles of Public Relation in Crisis Management of the Tradisional Market Tual City Post Fire Ratna Sari Tamher; M. Najib HM
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.3 Juli - September 2011
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v1i3.303

Abstract

AbstractThis study is aimed to know about the role of public relation in the goverment tual city in crisis management post fires case of the inpres traditional market and to know the planning of message by using public relation at the goverment at Tual City in 2008. The type of this research are qualitative descriptif and case study. The technique of determining informan are 5 poeple The data was analyzed by using observation, interview and documentation. The result shows that the The roles of public relation to prevent conflict potency post fire case crisis management post fires case of the Tradisional Market at Tual City in 2008. In result of this research the confusion is roles of public relations government tual city doing by fict finding, planning and programming, action and communication and evaluation. In result of this research the confusion is the identyfication process fire case it’s very good but in fact finding in the field crisis tim public relation in the government in Tual City very late. So the message planning of communication by doing in public relation the goverment of Tual City in crisis preventation in post fire case of the traditional market at Tual City in 2008 is first coordination, second level is crisis center and third level is interaction with the media.AbstrakPenelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui peranan Hubungan Masyarakat pemerintah dalam penanganan krisis pasca kebakaran Pasar tradisional Inpres Kota Tual tahun 2008, dan untuk mengetahui perencanaan penyusunan dan penyampaian pesan yang digunakan oleh Humas Pemerintah Kota Tual. Tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptip kualitatif dan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui penetapan 5 informan, yang dilakukan dengan cara pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Humas memiliki peranan yang penting dalam menghindari terjadinya potensi konflik pasca kebakaran pasar trasional inpres di kota Tual tahun 2008. Peranan ini dapat dilihat mulai dari penemuan fakta, perencanaan, aksi, komunikasi, dan evaluasi. Meskipun hasil penelitian ini menemukan bahwa timbulnya kebingungan masyarakat disebababkan karena informasi yang dikeluarkan oleh pemerintah dari hasil identifikasi penyebab kebakaran dinilai oleh masyaraklat terlambat. Penyusunan dan penyebaran pesan yang dibuat oleh Humas Pemkot Tual dilakukan, pertama adalah kordinasi, kedua adalah pembentukan pusat krisis, dan pada tingkat ketiga adal;ah interaksi dengan media. 
DESAS DESUS INFORMASI HAJI DALAM HUBUNGANNYA DENGAN DAFTAR TUNGGU BAGI CALON JEMAAH HAJI DI KABUPATEN GOWA Ibrahim Ibrahim; Andi Alimuddin Unde; Muhammad Farid
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.3 Juli - September 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i3.627

Abstract

Abstract Rumors information Hajj often bring news is not true, circulated from mouth to mouth very quickly and circulated like a snowball throws prospective pilgrims. This research aims to: Knowing the form of rumors circulating among Hajj information prospective hajj congregation waiting list, Knowing acceptance of rumor information of hajj for potential congregation waiting list, find out how patterns of rumor information of hajj for hajj congregation waiting list candidates in Gowa region. This research used a descriptive approach with case studies as a focus of analysis. The technique of collecting data through in-depth interviews, the study of librarianship, observation and physical devices. As for the data analysis done qualitatively-verifikatif with data validation using the technique of triangulation of sources. The research showed the form of the rumor for hajj information related to the waiting list for candidates in Gowa region is a "add cost" If you want to quickly set off without having to wait for the queue number portion. These rumors circulating through the interaction of the mouth to the mouth, no clear source originally, spread information quickly and spread like a snowball. The reception of rumor information of Hajj "add cost" taken by the informant because the rumor information derived from competent and credible Communicator, the proximity to the recipient, as well as have motivation and self-actualization, already impatient want to leave for the Hajj so there is involvement of stimulus ego (ego-involvement) in the reception of the rumor information. Hajj congregation candidate ultimately tend to chase down rumors of information that can be sent out quickly without having to wait for the queue number portion of the Hajj. As for the pattern of the rumors spread of tissue imaged Hajj information cluster model (cluster), where the source of the dominant role to take in the dissemination of information because there are rumors of homophily, that is in common interests and goals.Abstrak Desas desus informasi haji sering membawa berita tidak benar, beredar dari mulut kemulut dengan sangat cepat serta beredar seperti bola salju menerpa calon jemaah haji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk desas- desus informasi haji yang beredar dikalangan calon jemaah haji daftar tunggu, mengetahui penerimaan desas-desus informasi haji bagi calon Jemaah haji daftar tunggu, mengetahui bagaimana pola desas-desus informasi haji bagi calon jemaah daftar tunggu di Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan studi kasus sebagai fokus analisis. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam (indepth interview), studi kepustakaan, observasi dan perangkat-perangkat fisik. Adapun analisis data dilakukan secara kualitatif-verifikatif dengan validasi data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk desas- desus informasi haji dalam hubungannya dengan daftar tunggu bagi calon jemaah haji di Kabupaten Gowa adalah “menambah biaya” jika ingin cepat berangkat haji tanpa harus menunggu antrian nomor porsi. Desas-desus ini beredar melalui interaksi mulut kemulut, tidak jelas sumber asalnya, menyebarkan informasi dengan cepat dan menyebar seperti bola salju. Penerimaan desas-desus informasi haji “menambah biaya” tersebut ditanggapi oleh informan sebab desas-desus informasinya berasal dari komunikator yang kompotensi dan kredibel, adanya kedekatan dengan penerima, serta adanya motivasi dan aktualisasi diri, sudah tidak sabar ingin berangkat haji sehingga ada stimulus keterlibatan ego (ego-involvement) dalam penerimaan desas-desus informasi haji. Pada akhirnya calon jemaah haji cenderung memburu desas-desus informasi yang bisa memberangkatkan dengan cepat tanpa harus menunggu antrian nomor porsi haji. adapun pola desas-desus informasi haji tergambar jaringan penyebaran model gugus (cluster), dimana sumber mengambil peranan yang dominan dalam penyebaran desas- desus informasi karena ada faktor homophily, yaitu kesamaan minat dan tujuan. 
STRATEGI PEMASARAN ONLINE (STUDI KASUS FACEBOOK MARKETING WARUNK BAKSO MAS CINGKRANK DI MAKASSAR) Ridho Azlam Ambo Asse
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i2.6907

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine and analyze facebook marketing communication strategy used by Warunk Bakso Mas Cingkrank includes planning and implementation results to increasing sales in each branch. The methods used are observation, in-depth interviews and documentation. The research was carried out in Makassar with ten informants (business owners and founders, online marketing managers as well as personal Facebook admins, digital marketing as well as fanpage admins, social media content creators, consultants who also acted as social media marketing observers, as well as five selected consumers. purposive). Data were analyzed using Miles & Huberman model. The results show facebook accommodate existing components in marketing communication strategies such as providing consumer data to validate segmentation, targeting, and positioning as well as research materials in determining the production of facebook marketing content. Paid campaign advertisements facilities with specific detail targeting become the advantage of advertising using Facebook than conventional media, the amount of the advertising costs and the admin expertise as well as content creators are influence the distribution of publications and message interactions embedded in advertising campaigns. The marketing strategy was executed on Facebook fanpage, personal and group accounts. The three main components of facebook marketing are running the marketing mix such as advertising, sales promotion, personal selling, direct marketing, public relations and publicity. The popular marketing content on Facebook is soft selling methode and video. Facebook marketing as a new media tool in accordance with the key concept of new media including; collective intelligence, convergence, digital economy, interactivity, economic knowledge, Mobile Media, networking, participatory, user-generated content / user-guided innovation, Web 2.0. Keywords: facebook marketing, new media, online marketing communication strategy. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis strategi komunikasi pemasaran facebook yang digunakan oleh Warunk Bakso Mas Cingkrank meliputi perencanaan dan hasil pelaksanaannya dalam meningkatkan penjualan di setiap cabang. Metode yang digunakan yaitu observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di Makassar dengan informan sebanyak sepuluh orang (Pemilik dan pendiri usaha, Manajer online marketing sekaligus admin facebook personal, digital marketing sekaligus admin fanpage, pembuat konten sosial media, konsultan yang merangkap sebagai pengamat sosial media marketing, serta lima orang konsumen yang dipilih secara purposif). Data dianalisis dengan menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan facebook mengakomodasi komponen yang ada pada strategi komunikasi pemasaran seperti menyediakan data-data konsumen untuk memvalidasi segmentasi, targeting, dan positioning sekaligus menjadi bahan riset dalam menentukan produksi konten facebook marketing. Fasilitas Iklan kampanye berbayar dengan detail targeting yang spesifik menjadi keunggulan beriklan menggunakan facebook dibandingkan media konvensional, besar kecilnya biaya iklan serta keahlian admin juga pembuat konten berpengaruh pada sebaran publikasi pesan dan interaksi yang terjalin pada suatu kampanye iklan tersebut. Strategi marketing di eksekusi pada akun facebook fanpage, personal dan grup. Tiga komponen utama facebook marketing tersebut menjalankan bauran pemasaran seperti periklanan, promosi penjualan, penjualan secara pribadi, pemasaran langsung, hubungan masyarakat dan publisitas. Konten marketing populer pada facebook ialah dengan ciri cover/soft selling dan video. Pemasaran facebook sebagai piranti media baru sesuai dengan kunci konsep new media diantaranya; kecerdasan kolektif, konvergensi, ekonomi digital, interaktifitas, pengetahuan ekonomi, Mobile Media, jaringan, partisipatif, konten yang dibuat pengguna/inovasi yang dipandu pengguna, Web 2.0. Kata kunci: facebook marketing, new media, strategi komunikasi pemasaran online.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHAMBAT INOVASI PADA KOMUNITAS PETANI DAN NELAYAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN TAKALAR Andi Warnaen; Hafied Cangara
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.3 Juli - September 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i3.328

Abstract

Abstrak Secara ekonomis, Takalar bersandar pada sektor pertanian, tapi pada kenyataannya, petani dan nelayan di Takalar masih hidup dalam kemiskinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang menghambat inovasi komunitas petani dan nelayan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kab. Takalar. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Polombangkeng Utara dan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan penentuan narasumber atau informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi partisipatif moderat, focus group discussion (FGD), wawancara semiterstruktur dan dokumentasi. Penelitian ini menyatakan bahwa proses difusi inovasi yang terjadi pada komunitas petani lebih terbuka, sedangkan pada komunitas nelayan lebih tertutup. Proses adopsi inovasi petani dan nelayan dipengaruhi oleh aspek karakteristik inovasi, karakteristik individu, saluran komunikasi, aspek sosial ekonomi dan aspek sosial budaya. Kesejahteraan petani lebih merata dan terdapat sumber pendapatan tambahan dari bidang lain, sementara kesejahteraan nelayan kurang merata dan tidak adanya pendapatan tambahan bagi nelayan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor-faktor yang dominan menghambat inovasi pada komunitas petani adalah pada karakteristik inovasi, saluran komunikasi, dan aspek sosial ekonomi, sedangkan pada komunitas nelayan faktor yang dominan menghambat proses adopsi inovasi adalah aspek saluran komunikasi, aspek sosial budaya dan karakteristik individu. Abstract Economically, Takalar relies on the agricultural sector, but in fact, farmers and fishermen in Takalar, still live in poverty. still remain behind and shackled by poverty. The aim of this study to analyze the factors that inhibit innovation of the farmers and fishermen communities, in improving the welfare of the society in the district Takalar. The research was conducted in the District of North Polombangkeng and North Galesong Takalar. The method of this research is a qualitative approach and determines the sources or informants using purposive sampling technique. Researcher uses moderate participant observation, focus group discussion (FGD), semi- structured interviews and documentation as technique collecting the data. This study states that innovation diffusion process that occurs in a farming community more openly, whereas in fishing community the process is more closed. Innovation adoption process of farmers and fishermen affected by the aspects of innovation characteristics, individual characteristics, channels of communication, socio-economic aspects and socio- cultural aspects. Farmers’ welfare is more evenly distributed and there are sources of additional income from other fields, while the welfare of fishermen uneven, and the absence of additional income for fishermen. The conclusion from this study is the dominant inhibiting factors of innovation in the farming community is the innovation characteristics, aspect of communication channels, and socio-economic aspects, whereas in the fishing community the dominant inhibiting factors of innovation adoption process is the aspect of communication channels, social cultural and individual characteristics.
IDEOLOGI DAN HEGEMONI MEDIA CETAK MELALUI EDITORIAL PADA HARIAN MEDIA INDONESIA Rosniar Rosniar; Andi Alimuddin Unde; Hasrullah Hasrullah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.2 April - Juni 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i2.362

Abstract

Abstrak Masing-masing surat kabar memiliki kebijakan politis tersendiri, termasuk kebijakan editorial sebagai kerangka pikir media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengkategorisasian isu dan strategi wacana atas teks terhadap kecenderungan redaksional editorial Harian Media Indonesia terhadap sebuah isu/peristiwa. Tipe penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dan deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan kritis. Sumber data berupa dokumentasi teks editorial edisi 2 Januari 2012 sampai 30 Juni 2012. Dari keseluruhan editorial dilakukan analisis isi kuantitatif dengan melibatkan dua orang coder untuk pengkategorisasian editorial. Data berupa hasil kategorisasi dianalisis dengan menggunakan Critical Discourse Analysis (CDA) model Teun A. Van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Isu politik menjadi preferensi Media Indonesia dalam sajian editorialnya yaitu 86 editorial dengan persentasi tertinggi 71,07%. Kecenderungan redaksional editorial Harian Media Indonesia yang kritis, pro rakyat dan tidak segan-segan memperlihatkan sikap anti pemerintah telah menjalankan hegemoninya berdasarkan ideologi yang dianut. Namun pada isu tertentu menyatakan sikap mendukung kebijakan pemerintah dengan indikasi kepentingan politik media bersangkutan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sikap resisten terhadap pemerintah bukanlah ukuran valid guna menilai bahwa sebuah media komersial yang menjalankan politik ekonomi media telah berjuang bagi kepentingan masyarakat luas.ABSTRACTEach newspaper has its own political policies, including editorial policies as a media framework. This research aims to know the categorizing of the issues and discourse strategies over the text toward the redaction tendency of Harian Media Indonesia editorial toward issue/events. The types of the research are quantitative and qualitative descriptive using critical approach. Data sources are documentation of editorial texts since January 2, 2012 until June 30, 2012. All editorial texts are analyzed using quantitative content analysis by involving two coders for categorizing those editorial texts. Data got from editorial categorization will then be analyzed by using Critical Discourse Analysis (CDA) model by Teun A. Van Dijk. The results showed that political issues become the preference of the Media Indonesia in its editorial i.e. 86 editorials of which percentage is the highest as much as 71,07%. The redaction tendency of Harian Media Indonesia editorial which is critical, pro people and not hesitate showing its stance that anti Government has been running its hegemony based on ideological beliefs. However, on specific issues it stated its stance in supporting the government policies with an indication of the political importance of the media itself. So it can be inferred that the resistant stance toward government is not the valid standard in order to assess that a commercial media running the political economy of the media has been fighting for the interests of the wider community. 
STRATEGI KOMUNIKASI KAMPANYE PENGENDALIAN MINUMAN BERALKOHOL (PERDA NOMOR 11 TAHUN 2012) OLEH PEMERINTAH KABUPATEN SIKKA Polikarpus Manase Mana; Hafied Cangara
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.2 April - Juni 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v3i2.582

Abstract

Abstract Campaign strategy is a communication action plan to influence others. The aim of the research was to find out and axplain the communication strategy by the government of Sikka Regency in the campaign of alcoholic drink based on Local Regulation Number 11 Year 2012 in Sikka Regency, the implementation of socialization campaign of the control of alcoholic drikn, and the inhibiting factors of the campaign of control of alcoholic drink in Sikka Regency.The research used descriptive qualitative method trough interview and field observation. The results of the research that the government of Sikka regency to implementation of communication only linear with face to face. All sectors were excluded. Not perform segmentation and identification of audiences. There are several factors faced in the implementation of campaign such as the low level of community’s knowledge and participation, limited time and cost, ego sector, long bureaucratic system, and strong tradition and culture in the community. Campaign of the control alcoholic drink by the govermment of Sikka not through a good communication plan and compherensiveAbstrak Strategi kampanye adalah perencanaan tindakan komunikasi untuk mempengaruhi orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan strategi komunikasi Pemerintah Kabupaten Sikka dalam kampanye pengendalian minuman beralkohol berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2012 di Kabupaten Sikka, mengetahui dan menjelaskan pelaksanaan kampanye sosialisasi pengendalian minuman beralkohol di Kabupaten Sikka, serta mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor yang menghambat kampanye pengendalian minuman beralkohol di Kabupaten Sikka. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Variabel yang diteliti adalah, strategi komunikasi, proses komunikasi media komunikasi, sasaran komunikasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola komunikasi bersifat linear melalui pola tatap muka. Semua sektor tidak dilibatkan. Tidak melakukan segmentasi dan identifikasi khalayak. Pelaksanaan kampanye mengalami hambatan karena tingkat pengetahuan dan partisipasi masyarakat yang masih rendah, waktu dan biaya yang terbatas, ego sektor, sistem birokrasi yang panjang, serta adat dan budaya yang masih kental di masyarakat. Kampanye pengendalian minuman beralkohol oleh Pemerintah Kabupaten Sikka tidak melalui suatu perencanaan komunikasi yang baik dan kompherensif. 
PENGARUH TAYANGAN BERITA KEKERASAN TELEVISI TERHADAP CITRA KOTA MAKASSAR DI KALANGAN PARA PENGUNJUNG (SUATU UJI TEORI KULTIVASI) Andi Evi Elvira Adnan; Hafied Cangara; Andi Alimuddin Unde
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.2 April - Juni 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i2.618

Abstract

Abstract Daily television news broadcast or film about criminal, actually give influence to attitude and behavior. This research aimed to investigate (1) whether the television broadcast of the violent news in Makassar city among the visitors, (2) the visitors opinions about Makassar city before and after their visits. The research used two data sources, i.e. the primary data were obtained from using the questionnaires distributed to the respondents, and the secondary data were obtained from library studies, documents, and particularly those data related to the research. The data analysis used the regression analysis. The research result revealed that respondens or the reactions of the individuals when they received stimulus in the forms of the violent news broadcast indicated negative opinions together with the negative attitudes. However, the opinions of the respondent after they visited Makassar city tended to sound positive. The respondents thought what they had seen on television were not in accordance with what they felt after their visits. The research also revealed that the violent news which happened in Makassar city and broadcast by television in Indonesia had the tendency to affect how the individuals saw Makassar city. The result of the regression test of the correlation between variabel X and Y indicated the effect of the violent news broadcast on the image of Makassar city among the visitors was 7,1%. Although this effect was relatively small, it was still present and significant.Abstrak Kebiasaan televisi menyiarkan berita atau film tentang kejahatan memberi pengaruh pada sikap dan perilaku penonton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Apakah tayangan berita-berita kekerasan yang terjadi di Kota Makassar berpengaruh terhadap citra Kota Makassar dikalangan para pengunjung, (2) opini para pengunjung tentang Kota Makassar sebelum dan sesudah mereka berkunjung. Tipe penelitian yang digunakan yaitu menggunakan paradigma penelitian kuantitatif dengan menggunakan tipe pendekatan survey. Penelitian ini menggunakan dua sumber data, yaitu data Primer adalah data yang diperoleh secara langsung dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. data Sekunder adalah data yang diperoleh melalui kajian pustaka, dokumen dan khususunya data yang memiliki hubungan dengan penelitian. Penelitian ini menggunakan kuesioner atau biasa disebut dengan angket dalam mengumpulkan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon atau reaksi balik individu ketika menerima stimulus berupa tayangan-tayangan berita kekerasan menunjukkan respon berupa opini disertai sikap yang negatif. Adapun opini dari para responden setelah mereka berkunjung ke Kota Makassar cenderung bernada positif. Para responden menganggap apa yang mereka lihat di televisi tidak sesuai dengan apa yang mereka rasakan setelah berkunjung. Dari hasil penelitian terlihat bahwa tayangan-tayangan berita kekerasan yang terjadi di Kota Makassar yang ditayangkan oleh televisi di Indonesia cenderung mempengaruhi bagaimana individu memandang Kota Makassar. Hasil uji regresi antara variabel X dan Y terdapat pengaruh tayangan berita kekerasan terhadap citra Kota Makassar oleh pengunjung sebesar 7,1%. Walaupun pengaruh tersebut relatif kecil akan tetapi pengaruh tersebut tetap ada dan signifikan. 
KERUKUNAN KELUARGA SULAWESI SELATAN (KKSS) SEBAGAI FORUM KOMUNIKASI DALAM PENYELESAIN KONFLIK ETNIS DI KOTA PALU Sitti Murni Kaddi; Andi Alimuddin Unde
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i1.351

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui fungsi KKSS sebagai forum komunikasi dalam penyelesaian konflik etnis di kota Palu, 2) faktor-faktor yang mendukung dan menghambat KKSS sebagai forum komunikasi dalam penyelesaian konfli etnis di kota Palu.Pengumpulan data digunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi dan diskusi kelompok berfokus. Selanjutnya data yang didapat dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penyelesaian konflik antara Bugis dan Kaili di kota Palu, KKSS cabang kota Palu menggunakan komunikasi kelompok dan komunikasi antarpribadi. Selain itu peran tokoh masyarakat dalam penyelesaian konflik Bugis dan Kaili juga sangat berpengaruh. Hambatan yang dihadapi KKSS cabang kota Palu dapat diatasi dengan terjalinnya komunikasi yang baik antara pengurus, pemerintah dan tokoh masyarakat Bugis maupun tokoh masyarakat Kaili. Abstract This study aims to: 1) understanding the function of KKSS as a forum for communication in the resolution of ethnic conflicts of Bugis and Kaili in Palu city, 2) understanding the factors that support and inhibit KKSS as a forum of communication in the resolution of ethnic conflicts of Bugis and Kaili in Palu city.Data collection used interviews, observation, documentation and Focus Group Discussion (FGD). The data was analysed using descriptive qualitative analysis techniques.The result showed that in the resolution of the conflict between Bugis and Kaili in Palu, KKSS Palu used group communication and interpersonal commnunication. In addition, the role of community leaders in resolving the conflict of Bugis-Kaili is also very influential. Barriers that is faced by the KKSS of Palu can be overcome by good communications between KKSS committee, local government and community leaders of Bugis and Kaili. 
PERAN MEDIA CETAK LOKAL DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR TERHADAP KESADARAN MASYARAKAT DI KOTA MAKASSAR Pramudita Budi Rahayu
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v3i1.572

Abstract

Abstract One of the role of local print mass media is to educating society. Which is to educate people about flooded disaster in relevance of effort to bring people to their senses. This research objective is to find out the role of local print mass media in flooded disaster mitigation before and after flooded disaster period. The research took the data from January 2012 until july 2013 edition of Fajar and Tribun Timur newspaper. Method of collecting data is using coding sheet. Data analyzing is using descriptive quantitative method and content analyze method. Result of this research indicate that on the period before flooded disaster, mass media have a contribute for helping people back to their sense by the news that had been made to the number of 21 news or 46.6% in Fajar and 24 news or 53.4% in Tribun Timur. When flooded disaster period, we can saw the role of print mass media by the news that they brought, Fajar brought 97 news or 75,8% and Tribun Timur brought 31 news or 24,2%. For post flooded disaster period Fajar brought 14 news or 60,9% and Tribun Timur brought 9 news or 39,1%. It is concluded that local print media had a role for flooded disaster mitigation in society through their news that they brought. Hopefully that people in the society would be realize the danger of flooded disaster and taking care of the nature.Abstrak Salah satu peran media massa cetak lokal adalah mengedukasi masyarakat, diantaranya mengedukasi masyarakat akan bencana banjir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran media cetak lokal Fajar dan Tribun Timur tentang mitigasi bencana banjir. Metode penelitian ini kualitatif dengan mengunnakan teknik analisis isi. Hasil penelitian mendeskripsikan peran media cetak lokal yaitu Fajar dan Tribun Timur pada periode pra bencana banjir, bencana banjir, dan pasca bencana banjir. Pada periode Pra bencana banjir media cukup berperan menyadarkan masyarakat dengan berita beritanya sebanyak 21 berita atau 46,6% untuk Fajar dan 24 berita atau 53,4% untuk Tribun Timur. Pada periode saat bencana banjir peran media cetak banyak terlihat melalui pemberitaannya yaitu Fajar menurunkan 97 berita dan Tribun Timur sebanyak 31 berita. Untuk periode pasca banjir Fajar menurunkan 14 berita dan Tribun Timur sebanyak 9 berita. Disimpulkan bahwa media cetak lokal cukup berperan dalam mitigasi bencana banjir dalam menyadarkan masyarakat melalui berita berita yang di turunkan. Diharapkan masyarakat dapat sadar akan bahaya bencana banjir dan menjaga lingkungan. 

Filter by Year

2011 2023


Filter By Issues
All Issue Volume 12 No. 2 Juli-Desember 2023 Volume 12 No. 1 Januari-Juni 2023 Volume 11 No. 2 Juli-Desember 2022 Volume 11 No. 1 Januari-Juni 2022 Volume 10 No. 2 Juli-Desember 2021 Volume 10 No. 1 Januari-Juni 2021 Vol. 9 No. 2 Juli - Desember 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019 Vol. 8 No. 1 Januari – Juni 2019 Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018 Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018 Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017 Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017 Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016 Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 More Issue