cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Linears
ISSN : -     EISSN : 26143976     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal LINEARS adalah sebuah media publikasi Jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Arsitektur Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH) bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Tujuannya adalah sebagai media komunikasi, desiminasi dan pertukaran informasi dunia arsitektur serta media publikasi hasil pengembangan penelitian,pengabdian maupun hasil karya arsitektur. Secara umum jurnal ini berisi tentang dunia arsitektur dan secara spesifik dapat berupa: - Ilmu dan teknologi arsitektur; - Teori, sejarah dan desain arsitektur; - Arsitektur kota dan perancangan kota; - - Arsitektur rumah dan perumahan; - Desain interior dan eksterior. Jurnal ini adalah Jurnal online yang berisi karya ilmiah bagi peneliti dan mahasiswa Arsitektur Fakultas Teknik Unismuh Makassar, sebagai bagian dari publikasi karya ilmiah penelitian ataupun tugas akhir. Jurnal ini terbit 2 kali dalam 1 tahun dengan kontent dari berbagai keminatan Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2021): Jurnal LINEARS" : 6 Documents clear
Tinjauan Konsep Arsitektur Ekologi Pada Kawasan Permukiman (Kampung Sruni, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah) Rezka Ajeng Larasati; Anggana Fitri Satwikasari
Jurnal Linears Vol 4, No 2 (2021): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v4i2.5278

Abstract

ABSTRAK: Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tentu tidak akan terlepas dari berbagai permasalahan yang timbul akibat pembangunan terhadap ekosistem lingkungan permukimannya. Kondisi tersebut akan menyebabkan permukiman menjadi padat dan kumuh. Arsitektur memiliki berbagai ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan permukiman, salah satunya adalah tinjauan konsep arsitektur ekologi. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi penerapan prinsip-prinsip arsitektur ekologi pada kawasan permukiman Kampung Sruni, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan data primer melalui wawancara bersama salah satu masyarakat yang bertempat tinggal pada kawasan permukiman studi penelitian serta pengumpulan data sekunder melalui literatur penelitian mengenai Low Carbon Concept pada kawasan permukiman yang diteliti. Hasil penelitian ini menemukan bahwa permukiman Kampung Sruni Wonosobo telah memenuhi konsep arsitektur ekologis berdasarkan hasil identifikasi pada penerapan prinsip-prinsip arsitektur ekologi terhadap kawasan permukiman meskipun masih ada variabel ekologi yang belum terpenuhi. Penelitian ini akan memberikan implikasi positif terhadap gambaran serta pemahaman mengenai arsitektur ekologi khususnya pada kawasan permukiman sehingga perkembangan permukiman di Indonesia dapat terencana lebih baik dan dapat meminimalisir dampak negatif pembangunan terhadap ekosistem lingkungan Kata kunci:  arsitektur ekologi, ekosistem lingkungan, kawasan permukiman, prinsip arsitektur ekologi  ABSTRACT: Indonesia as a developing country will certainly not be separated from various problems that arise as a result of the development of its environmental ecosystem. These conditions will cause it to become dense and dense. Architecture has a variety of useful knowledge by utilizing, one of which is the concept of ecological architecture. The research was conducted to apply the principles of ecological architecture to the use area of Kampung Sruni, Wonosobo Regency, Central Java. The research method used is descriptive qualitative method. Data collection was carried out with primary data through interviews with one of the communities living in the research area and secondary data collection through research on Low Carbon Concepts in the studied area. The results of this study found that the principle of Sruni Wonoso Village has fulfilled the concept of ecological architecture based on the results of the application of the principles of ecological architecture to the area even though there are still unfulfilled ecology. This research will have a positive impact on the description and understanding of architecture, especially in the area so that environmental development in Indonesia can be better planned and can minimize the negative impact of development on environmental ecosystems. Keywords: architectural principles, ecological architecture, environmental ecosystems, residential areas
Studi "Daylight Comfort" untuk Bangunan Pendidikan yang Berkelanjutan Idrus, Irnawaty; Zainuddin, Salmiah
Jurnal Linears Vol 4, No 2 (2021): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v4i2.6161

Abstract

Bangunan berkelanjutan adalah suatu prinsip arsitektur yang berupaya meminimalkan dampak negatif lingkungan bangunan dengan efisiensi dan moderasi dalam penggunaan bahan, energi, serta ekosistem secara luas. Salah satu upaya efisiensi energi bangunan adalah optimalisasi cahaya alami pada bangunan dengan tetap mengedepankan unsur kenyamanan bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi tingkat kenyamanan pencahayaan alami eksisting pada ruang kelas sekolah dasar dan menengah di Makassar. Penelitian ini menganalisis dua indikator kenyamanan pencahayaan alami yaitu Daylight Quantity dan Daylight Uniformity. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dengan mengumpulkan data parameter pencahayaan alami berupa nilai iluminasi dalam dan luar ruangan, serta data geometri ruang dan bukaan, kemudian hasilnya dianalisis dengan standar penilaian/ metrik yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 32% dari keseluruhan sampel yang dapat memenuhi standar intensitas cahaya dan keseragaman cahaya, selebihnya yaitu 68% dari keseluruhan sampel hanya memenuhi salah satu indikator kenyamanan pencahayaan alami.
Kajian Konsep Arsitektur Ramah Lingkungan pada Kawasan Kampung Vertikal di Kampung Cingised ilfan husnan; Lutfi Prayogi
Jurnal Linears Vol 4, No 2 (2021): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v4i2.5454

Abstract

ABSTRAK: Kampung Vertikal Apartemen Rakyat Cingised merupakan desain yang masih tahap perencanaan yang didesain oleh Studio Akanoma masyarakat kota Bandung. Dari peta udara wilayah Cingised cukup padat dan rata-rata memiliki masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkoneksikan interaksi manusia dengan lingkungan dengan adanya fasilitas urban farming. Penerapan kampung vertikal sebagai alternatif bagi permasalahan kekurangan lahan, dapat dilakukan dengan menyusun konsep ramah lingkungan dengan meminimalisir pencemaran lingkungan pada kawasan tersebut, dan memperbaiki penataan kawasan kampung yang tidak teratur serta kumuh. Metode penelitian yang digunakan melalui pendekatan arsitektur ramah lingkungan melalui interkoneksi antara manusia dengan lingkungannya, bangunan dengan alam, manusia dengan sesamanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan berupa sawah disikapi dengan membuat bangunan apartemen bentuk panggung, di bawah panggung tetap berupa tanah, tetapi dibuat banyak lubang biopori agar air hujan masih dapat meresap ke dalam tanah, meskipun di atasnya ada bangunan. Desain apartemen menyediakan ruang-ruang kerja semacam bengkel bambu, aneka perkebunan, juga koridor-koridor hunian yang memungkinkan penghuni dapat berjualan, serta ruang-ruang interaksi sosial lainnya. Bangunan didesain berundak sehingga menghadirkan ruang sosial dan terbuka di semua lantai. Unit-unit hunian yang kecil membutuhkan ruang luar agar penghuni tidak terus menerus hidup di ruang yang sempit, sesekali bisa keluar pintu dan berinteraksi langsung dengan alam dan sesamanya. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan konsep interkoneksi kampung vertikal yang ramah lingkungan memberikan manfaat berupa sebuah ruang gerak yang luas sesuai budaya kampung dengan nilai tambah, suasana hijau yang lebih bersih, dan ramah terhadap lingkungan sekitar yang membuat lingkungan menjadi lebih asri.Kata kunci: Fasilitas sosial, interaksi manusia, kampung vertikal, lingkungan, urban farmingABSTRACT: The Vertical Village of the Cingised People’s Apartment is a design that is still in the planning stage designed by Studio Akanoma, the people of the city of Bandung. The Cingised area is quite dense and has an average population of the middle and lower classes from the aerial map. The purpose of this study is to connect human interaction with the environment with urban farming facilities. The application of vertical villages as an alternative to the problem of lack of land can be done by developing an environmentally friendly concept by eliminating environmental pollution in the area and improving the arrangement of sites that are not as well as regular. Theresearch method used is an environmentally friendly approach through the interconnection between humans and their environment, buildings and nature, humans and each other. The results showed that the land in the form of rice fields was treated by making apartment buildings in the form of soil, but many biopore holes were made so that rainwater could still seep into the ground, even though there were buildings on it. The apartment design provides work spaces such as bamboo workshops, various plantations, as well as corridors or residences that allow for selling, as well as other social interaction spaces. The building is designed with terraces so that it presents a social and open space on all floors. Residential units that require outdoor space so that residents do not continue to live in small spaces, can go out the door and interact directly with nature and each other. The conclusion of this study shows that the use of an environmentally friendly vertical village interconnection concept provides benefits in the form of a large space for movement according to village culture with added value, a cleaner atmosphere, and friendly to the surrounding environment which makes the environment more beautiful.Keywords: Social facilities, human interaction, vertical village, environment, urban farming
Perancangan Islamic Youth Center di Pekanbaru dengan Pendekatan Arsitektur Islam Amirah Najla Ghina; Muhd. Arief Al Husaini; Muhammad Rijal
Jurnal Linears Vol 4, No 2 (2021): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v4i2.5709

Abstract

Kota Pekanbaru dengan julukannya sebagai Kota Madani memiliki visi untuk menjadi kota yang maju dan senantiasa berasaskan nilai-nilai religius melalui pengembangan masyarakat yang berperadaban dan agamis. Islam sebagai agama mayoritas di Pekanbaru, turut berperan penting dalam pembinaan para pemuda sebagai pelaku pembangunan dan cermin peradaban di masa depan. Namun penting untuk disadari, pemuda adalah generasi yang paling terpengaruh oleh adanya globalisasi yang tak hanya memberikan dampak positif, tetapi juga dampak negatif. Konsumsi budaya hidup kebarat-baratan secara tidak langsung menyebabkan merosotnya nilai-nilai agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Perancangan Islamic  Youth Center di Pekanbaru ini bertujuan untuk mewadahi kegiatan dan kebutuhan pemuda muslim melalui fasilitas yang edukatif, rekreatif, serta menarik bagi minat, bakat, dan potensi yang dimiliki para pemuda muslim Pekanbaru. Menerapkan konsep “Hablun” yang berasal dari tiga jenis ikatan yang terbentuk dalam proses beribadah kepada Allah SWT, serta menggunakan pendekatan arsitektur Islam agar perancangan tidak menyelisihi ketentuan dalam syariat Islam, perancangan ini diharapkan mampu menjadi jawaban atas kondisi yang dihadapi generasi muslim muda di Pekanbaru.
RAMAH LINGKUNGAN : Aplikasi Sistem Struktur dan Konstruksi Rumah di Kawasan Permukiman Pesisir Pantai Imriyanti Imriyanti
Jurnal Linears Vol 4, No 2 (2021): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v4i2.5884

Abstract

Penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan sangatlah diharapkan dengan tujuan untuk memberikan nilai kelanjutan pada bahan/material dan bangunan yang ada di berbagai wilayah karena diketahui Indonesia memiliki wilayah perairan yang cukup luas, banyaknya kekayaan alam memberikan daya tarik masyarakat  untuk tinggal di wilayah pesisir pantai, salah satunya di Kelurahan Cambaya Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar yang memiliki bentuk hunian arsitektur tradisional atau rumah panggung. Bentuk rumah panggung pada hunian masyarakat yang bermukim di segmen pasang-surut dan segmen perairan memberikan ciri khas, hal inilah harus diketahui bagaimana aplikasi struktur dan konstruksi rumah/hunian di wilayah pesisir pantai Kelurahan Cambaya Kecamatan Ujung Tanah yang ramah lingkungan dan dapat menyatu dengan topografi wilayah pesisir pantai tersebut. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Sistem struktur dan konstruksi hunian di permukiman tersebut menggunakan  kayu dan bambu sebagai material hunian sedangkan sub-struktur menggunakan pondasi umpak/batu dengan kolom balok/bambu, super-struktur menggunakan kayu/papan dengan system sambungan kayu dan up-struktur  menggunakan system kuda-kuda kayu/balok dengan material penutup seng. Sistem struktur dan konstruksi bangunan kayu diarea pesisir pantai mengaplikasikan nilai ramah lingkungan karena material bangunan dapat menyatu dan mengikuti topografi wilayah pesisir pantai kota Makassar
Studi “Daylight Comfort” untuk Bangunan Pendidikan yang Berkelanjutan Irnawaty Idrus; Salmiah Zainuddin
Jurnal Linears Vol 4, No 2 (2021): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v4i2.6174

Abstract

Bangunan berkelanjutan adalah suatu prinsip arsitektur yang berupaya meminimalkan dampak negatif lingkungan bangunan dengan efisiensi dan moderasi dalam penggunaan bahan, energi, serta ekosistem secara luas. Salah satu upaya efisiensi energi bangunan adalah optimalisasi cahaya alami pada bangunan dengan tetap mengedepankan unsur kenyamanan bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi tingkat kenyamanan pencahayaan alami eksisting pada ruang kelas sekolah dasar dan menengah di Makassar. Penelitian ini menganalisis dua indikator kenyamanan pencahayaan alami yaitu Daylight Quantity dan Daylight Uniformity. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dengan mengumpulkan data parameter pencahayaan alami berupa nilai iluminasi dalam dan luar ruangan, serta data geometri ruang dan bukaan, kemudian hasilnya dianalisis dengan standar penilaian/ metrik yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 32% dari keseluruhan sampel yang dapat memenuhi standar intensitas cahaya dan keseragaman cahaya, selebihnya yaitu 68% dari keseluruhan sampel hanya memenuhi salah satu indikator kenyamanan pencahayaan alami.

Page 1 of 1 | Total Record : 6