Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian is a scientific journal that published in PGRI Semarang University. The Scope of reasearch articles are some topics that related with :
1.Food Microbiology
2.Food Biochemistry
3.Food Chemical,
4.Food Engineering,
5.Food waste industry
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian will be published 2 (two) volumes in a year on June and December.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2017)"
:
8 Documents
clear
Uji Kelayakan Air Minum Isi Ulang Di Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu Riau
Wahyuni, Rizwana
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jiphp.v1i1.1365
Penelitian ini adalah untuk menguji kualitas air minum isi ulang dan mengetahui cemaran apa saja yang ditemukan pada air minum isi ulang yang sesuai dengan Mutu Standar Nasional Indonsia (SNI). Metode Penelitian menggunakan teknik sampel jenuh yaitu seluruh populasi depot air isi ulang dijadikan sampel sebanyak 21 sampel dengan menggunakan analisis statistik deskriptif yaitu menampilkan data hasil penelitian yang disajikan dalam bentuk tabel lalu dibandingkan dengan standar SNI. Parameter Penelitian yaitu Bau dan Rasa, Zat Padat Terlarut, dan pH. Dari 21 Sampel yang di uji di Laboratorium Lingkungan Hidup Pasir Pengaraian hanya 7 sampel yang belum memenuhi SNI, selebihnya tidak memenuhi SNI. Depot pengisian air minum isi ulang yang belum memenuhi SNI disarankan untuk memperbaiki kualitas produk air minum isi ulang yang dihasilkan, karena sebagian besar depot pengisian air minum isi ulang memiliki masalah yang berhubungan dengan pH yang rendah. Untuk dapat meningkatkan pH yang rendah sebaiknya pemilik depot air minum isi ulang memperhatikan bahan baku air yang digunakan.
Pengaruh Penstabil Terhadap Karakteristik Fisikokimia Cookies
Ferdiansyah, M Khoiron
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jiphp.v1i1.1355
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan penstabil terhadap karakteristik fisikokimia cookies. Percobaan menggunakan rancangan faktorial RAL yang tersusun atas dua faktor, yaitu jenis dan konsentrasi penstabil. Penambahan penstabil CMC dan gum arab mempunyai pengaruh terhadap karakteristik fisikokimia produk cookies, khususnya kadar air dan nilai tekstur. Semakin tinggi konsentrasi penstabil maka kadar air cookies cenderung meningkat dan nilai tekstur menunjukkan tren menurun. Penambahan penstabil tidak mempunyai pengaruh yang nyata terhadap tingkat kecerahan (nilai L) cookies. Penambahan penstabil CMC menghasilkan cookies dengan nilai tekstur yang lebih tinggi dibandingkan dengan penstabil gum arab Kata kunci: penstabil, cookies, karakteristik, fisikokimiaÂ
Stabilitas dan Bioavalaibilitas In Vitro Zat Besi Sebagai Fortifikan Dalam Bumbu Mi Instan
primasari, alina
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jiphp.v1i1.1364
Indonesia merupakan negara dengan prevalensi anemia berat. Salah satu strategi untuk mengatasi permasalahan ini adalah melalui fortifikasi pangan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan jenis fortifikan zat besi dan tingkat fortifikasi yang digunakan dalam bumbu mi instan, serta mengukur stabilitas dan bioavailabilitas zat besi selama penyimpanan.Fortifikan yang digunakan adalah fero fumarat (FF) atau fero sulfat (FS) sebanyak 1500 ppm. Setelah penyimpanan selama enam minggu, kadar air bumbu mi meningkat dari 1.58% menjadi 2.05% untuk kontrol, 1.44% menjadi 2.08% untuk FF, dan 1.40% menjadi 1.89% untuk FS. Warna bumbu mi stabil selama penyimpanan. Analisis sensori menunjukkan bahwa aroma, dan warna bumbu mi stabil. Kadar zat besi setelah 6 minggu 88.4% untuk FS dan 89.5% untuk FF. Bioavailabilitas in vitro zat besi tidak berubah secara signifikan setelah penyimpanan.
Pendugaan Umur Simpan Keripik Tempe Sagu Menggunakan Pengemas Plastik PP dengan Metode Arrhenius
Afriyanti Afriyanti;
Nugraha Edhi Suyatma;
Muhammad Arpah
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jiphp.v1i1.1353
Keripik tempe sagu adalah salah satu bentuk alternatif modifikasi pengolahan tempe. Produk ini mudah rusak oleh udara dan kelembaban lingkungan sehingga dibutuhkan pengemas yang cocok agar produk lebih tahan lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa lama umur simpan produk keripik tempe sagu yang selama ini diproduksi dengan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT), dengan menggunakan pengemas plastik polipropilen. Keripik tempe sagu yang digunakan berasal dari produsen di Tawangsari Sukoharjo. Desain penelitian yang digunakan adalah pendugaan umur simpan dengan penyimpanan pada tiga suhu yang berbeda yaitu 50C; 270C; dan 500C. Produk dianalisis setiap 6 hari sekali selama satu bulan. Analisis produk yang dilakukan adalah pengukuran kadar air dan kadar asam lemak bebas (FFA). Hasil penelitian menunjukkan keripik tempe sagu yang disimpan dengan pengemas plastik PP memiliki umur simpan selama 91 hari atau sekitar 3 bulan.
Deteksi Molekuler Mikroorganisme Patogen pada Bahan Pangan dengan Metode RT-PCR
Widyastuti, Dyah Ayu
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jiphp.v1i1.1356
Penyakit akibat makanan yang terkontaminasi oleh mikroorganismepatogen menjadi salah satu ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai.Banyaknya jenis mikroorganisme patogen serta kecilnya jumlah sel yangmengontaminasi bahan pangan menjadikan deteksi mikroorganisme patogendalam bahan pangan menjadi suatu tantangan tersendiri. Deteksi secarakonvensional melalui kultur mikroorganisme dalam media tertentu dianggapkurang efektif karena memerlukan waktu yang relatif lama serta potensikontaminasinya yang cukup besar. Oleh karena itu, diperlukan metode deteksimikroorganisme patogen pada bahan pangan yang lebih cepat, efektif, spesifik,dan sensitif untuk mencegah wabah penyakit akibat kontaminasi bahan pangan.Deteksi molekuler banyak dikembangkan karena menyajikan hasil pengujianyang lebih spesifik dan sensitif berdasarkan penanda molekuler tertentu. Salahsatu yang paling banyak dikembangkan adalah Real Time-Polymerase ChainReaction (RT-PCR) yang dapat mendeteksi materi genetik mikroorganismepengontaminasi makanan dengan menggunakan primer dan probe (penanda)yang spesifik. Deteksi dengan RT-PCR memberikan hasil yang lebih spesifik dansensitif untuk mencegah penyebaran penyakit akibat bahan pangan yangterkontaminasi mikroorganisme patogen.Kata kunci: mikroorganisme, RT-PCR, patogen, primer, probe
Karakteristik Fisik dan Organoleptik Produk Mocatilla Chips dari Tepung Mocaf dan Jagung
Asmoro, Novian Wely;
Hartati, Sri;
Handayani, Catur Budi
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jiphp.v1i1.1354
The aim of this study was to determined the effect of mocaf flour and maize to the mocatilla chips physical properties and organoleptic properties. The study design using RAL method with one parameter added mocafflour as much as 0% as control, 15%, 30%, 45% and 60% (w / w). Each treatment using 3 experimental replicated unit. Analysis of texture products include mechanical testing, moisture content test and organoleptic test. Added mocaf flour ranging from 15% to 60% in the mocatilla chips no significant effect on water content but caused changes in texture becomes harder to value% deformation increased from 20.39% to 30.53%. Organoleptic characteristics on mocatilla chips has changed in color, taste, aroma and texture after adding mocaf flour compared with control, and overall the highest score of 4.6 panelists acceptance found on the product mocatilla chips with the addition of as much as 15%, so the addition of mocaf flour 15% can be used for the production mocatilla chips. it is not different physical characteristics and organoleptic with control (0% mocaf).
Produksi Bersih Pada Industri Pangan Berbasis Perikanan
Dwi Ujianti, Rizky Muliani
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jiphp.v1i1.1383
Kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia saat ini semakin besar. Limbah buangan oleh adanya kegiatan domestik dan kegiatan industri menjadi semakin banyak. Strategi dalam proses pengurangan limbah ini tidak bisa hanya dilakukan dengan menghilangkan dampak yang sudah terlanjur terjadi. Proses pencegahan sangat bisa dilakukan khususnya di kawasan industri yakni dengan Produksi bersih. Tulisan ini memberikan informasi mengenai proses produksi bersih pada industri perikanan. Metode yang dilakukan adalah dengan survey dan studi literatur mengenai produksi bersih pada industri pangan berbasis perikanan. Tulisan ini diharapkan bisa memberikan pengetahuan pada pembaca dan gambaran untuk pelaku industri perikanan agar bisa mengaplikasikan konsep produksi bersih ini pada industrinya. Proses produksi bersih yang bisa dilakukan dengan cara penghematan bahan baku, efisiensi energi dan akhirnya akan menghasilkan minimalisasi limbah yang bermanfaat bahkan digunakan kembali.
Pengembangan Minuman Kedelai Hitam untuk Ibu Menyusui
Pramitasari, Rianita
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jiphp.v1i1.1357
Genistein and daidzein could stimulate the prolactin hormone that play a role in breastmilk production. Black soybean contain genistein and daidzein which has a potent to developed as the functional food for breastfeeding mothers. The purpose of this study was to get the optimal formula, determine the nutritional value, and genistein and daidzein contents of black soybean beverage. The beverages were made from 5 variations of time soaking (0, 3, 6, 9, and 12 hours). Further analysis of sensory and nutritional value from the beverages. The results showed that the beverage with 12 hours time soaking was the most preferred beverage by panelists. One serving (150 ml) of selected beverage was able to supply 3.65% of carbohydrate needs; 4.75% of protein needs; 3.33% of fat needs; and 3.68% of total energy based on Recommended Dietary Allowance of Indonesian breastfeeding mother per day. It contained 2.78 ± 0.25 mg/g of genistein and 0.087 ± 0.13 mg/g of daidzein.