cover
Contact Name
Arief Rakhman Affandi
Contact Email
arieftmin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
adminjiphp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian
ISSN : 2581088X     EISSN : 2581110X     DOI : -
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian is a scientific journal that published in PGRI Semarang University. The Scope of reasearch articles are some topics that related with : 1.Food Microbiology 2.Food Biochemistry 3.Food Chemical, 4.Food Engineering, 5.Food waste industry Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian will be published 2 (two) volumes in a year on June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2018)" : 9 Documents clear
Pengaruh Penambahan Lumatan Daging Ikan Kembung (Rastrelliger sp.), Nila (Oreochromis niloticus), dan Bandeng (Chanos chanos forsk) Terhadap Karakteristik Mie Kering Tersubstitusi Mocaf. Intan Purwa Kencana; YS Darmanto; Sumardianto Sumardianto
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v2i1.2300

Abstract

Mie merupakan jenis makanan olahan tepung yang sudah dijadikan bahan pendamping nasi. Hal ini menyebabkan impor gandum sebagai bahan baku mie meningkat. Alternatif yang dilakukan adalah mensubstitusi tepung terigu dengan tepung mocaf. Kandungan protein yang terkandung dalam mie masih kurang, sehingga harus ditambahkan komposisi yang mengandung protein tinggi seperti ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lumatan daging ikan terhadap nilai tensile strength, proksimat, serta organoleptik mie kering tersubstitusi mocaf. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan satu faktor jenis ikan yang bebeda yaitu dengan ikan kembung, ikan nila, dan ikan bandeng. Respon yang diamati adalah kadar protein, kadar air, kadar abu, serat kasar, serta tensile strength. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan jika terdapat perbedaan maka dilakukan dengan Uji lanjut Tukey. Penambahan lumatan daging ikan sebesar 25% dan tepung mocaf 25% merupakan komposisi yang tepat untuk membuat mie kering. Hasil uji proksimat mie kering antara lain kadar protein tertinggi dari mie kering dengan lumatan daging ikan bandeng sebesar 15,35%, kadar air tertinggi dari mie kering tanpa lumatan daging ikan sebesar 9,26%, kadar abu tertinggi dari mie kering dengan lumatan daging ikan nila sebesar 2,86%, serta nilai serat kasar tertinggi dari mie kering dengan lumatan daging ikan bandeng sebesar 4,78%. Hasil pengujian dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan, dan berbeda nyata pada setiap pengujian (P<5%). Hasil uji tensile strength mie kering kontrol berbeda nyata dengan mie kering ikan kembung dan bandeng. Sedangkan dengan mie kering dengan lumatan daging ikan nila tidak berbeda nyata (P<5%). 
Peningkatan Kandungan Protein Mi Instan dari Substitusi Tepung Jagung dengan Tepung Kacang Hijau Meda Canti; Sri Anggrahini; Priyanto Triwitono
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v2i1.2025

Abstract

The efforts to diversify food products can be done by substitution of wheat flour with corn flour on instant noodle. Protein content of corn flour is low, so it is added with mungbean flour. The aim of this research was to increase protein content of instant noodle by substitution of corn flour with addition of 0-20% mungbean flour and to evaluate the physical, sensory and chemical properties of instant noodles. This study was preceded by a reduction phytate content on mungbean flour with boiling and soaking. Ratio of wheat flour and corn flour as control of 8:2. The addition of mungbean flour of 0%, 5%, 10%, 15% and 20%. Instant noodles were analyzed for physical, sensory and chemical properties. The result show that boiling treatment of mungbean decreased the phytate content higher than soaking treatment. Rehydration capacity, expansion ratio, flavor, elasticity of instant noodles with added of soaked mungbean flour of 5-20% and boiled mungbean flour of 5-10% same as control instant noodles. Instant noodle with added of soaked mungbean flour of 20% was able to increase protein content 1.38 fold with protein content 13.14% db, while with added of boiled mungbean flour of 10% was able to increase protein content 1.13 fold with protein content 10.82% db. Keywords : instant noodle; wheat flour; corn; mung bean; protein
PENJERNIHAN NIRA TEBU DAN NIRA SORGUM MENGGUNAKAN PROSES SENTRIFUGASI DENGAN PENAMBAHAN ADSORBEN Ali, Dego Yusa; Yuwono, Sudarminto S.; Istianah, Nur
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v2i1.2319

Abstract

Produksi gula kristal maupun gula cair yang ada saat ini sangat rumit, membutuhkan energi yang besar dan juga biaya yang mahal. Penelitian ini bertujuan untuk menyederhanakan proses pembuatan bahan pemanis bentuk sirup dengan mengoptimalkan penguapan sebagai proses akhir sehingga akan memberikan efisiensi yang lebih baik. Nira didapatkan dengan cara ekstraksi mekanis dan diolah dengan adsorpsi dan sentrifugasi. Kombinasi bentonit dan karbon aktif digunakan sebagai adsorben dan diikuti dengan sentrifugasi untuk menghilangkan kotoran. Metode Ini bisa mengurangi kekeruhan jus gula dari 0,87 menjadi 0,188. Di sisi lain, sari gula yang diolah dengan adsorpsi memiliki brix yang lebih tinggi (19,13) dibandingkan dengan sentrifugasi tunggal (17,90).
Aplikasi Metode TTSR (Tekanan Tinggi Suhu Rendah) Dalam Pengolahan Bandeng Duri Lunak anggo, apri dwi; Riyadi, Putut Har; Rianingsih, Laras '-; Wijayanti, Ima '-
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v2i1.2058

Abstract

Pengolahan bandeng duri lunak sangat rentan untuk menurunkan kualitas nutrisi produk yang dihasilkan. Telah dilakukan percobaan tentang penggunaan tekanan yang berbeda pada pengolahan bandeng duri lunak menggunakan metode TTSR (Tekanan Tinggi Suhu Rendah). Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan pengolahan bandeng duri lunak biasa dengan metode TTSR serta mengkaji pengaruh perbedaan tekanan pada pengolahan bersuhu rendah (+100oC) terhadap kualitas bandeng duri lunak yang dihasilkan. Bahan baku penelitian adalah ikan bandeng dengan berat 200-250g dari Semarang. Alat yang digunakan adalah seperangkat peralatan autoclave termodifikasi, thermocouple serta beberapa peralatan uji fisik dan kimiawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan metode pemasakan memberikan pengaruh nyata terhadap kualitas bandeng duri lunak yang dihasilkan. Tekanan yang berbeda selama pengolahan bersuhu rendah belum bisa menurunkan kekerasan tulang sampai batas yang dikehendaki. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa semua parameter diterima konsumen, tetapi untuk nilai kekerasan tulang menunjukkan nilai tinggi yang berarti tulang tersebut masih keras. Perbedaan perlakuan memberikan berpengaruh nyata terhadap penurunan available lysin, protein terlarut dan nilai proksimatnya. Kata Kunci: Bandeng duri lunak, suhu, tekanan, autoclave termodifikasi.
Pengaruh Konsumsi Serat Pangan Barley Pada Metabolisme Lipid Ferdiansyah, M Khoiron
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v2i1.2441

Abstract

Barley adalah tanaman serealia yang mempunyai serat pangan beta glukan dengan kandungan yang cukup tinggi. Beta glukan sebagai komponen dietary fiber mampu meningkatkan ekskresi asam empedu atau neutral sterols, meningkatkan katabolisme low-density lipoprotein cholesterol (LDL), dan mengurangi absorpsi lemak. Azoxymethane (AOM) merupakan senyawa karsinogen yang dapat menyebabkan gangguan metabolisme lipid dalam tubuh. Gangguan metabolisme lipid akan mengakibatkan kenaikan konsentrasi TG, TC, dan LDL serta menurunkan konsentrasi HDL. Adanya konsumsi dietary fiber barley dapat memberikan pengaruh positif atau efek pemulihan terhadap objek percobaan yang telah mengalami gangguan metabolisme lipid tersebut. Azoxymethane (AOM) merupakan senyawa karsinogen yang dapat menyebabkan gangguan metabolisme lipid dalam tubuh. Gangguan metabolisme lipid akan mengakibatkan kenaikan konsentrasi TG, TC, dan LDL serta menurunkan konsentrasi HDL. Adanya konsumsi dietary fiber barley dapat memberikan pengaruh positif atau efek pemulihan terhadap objek percobaan yang telah mengalami gangguan metabolisme lipid tersebut. Kata kunci: barley, serat pangan, lipid
Efektivitas Penambahan Kitosan dan Ekstrak Jeruk Nipis dalam Pembuatan Antimicrobial Edible Coating dan Aplikasinya pada Fresh-Cut Jambu Biji Kristal Maghfiroh, Jami'atul; Sofa, Anggun Desiana; aprillia, anis; Affandi, Arief Rakhman
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v2i1.2489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi kitosan dan ekstrak jeruk nipis terhadap kualitas edible coating yang dapat berperan sebagai antimikroba sehingga dapat memperpanjang masa simpan fresh-cut product buah jambu biji kristal (Psidium guajava L). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Faktorial dengan pola RAL dengan menggunakan 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi kitosan dengan 4 taraf yaitu 4%, 5%, 6%, dan 7%. Faktor kedua adalah konsentrasi ekstrak jeruk nipis 42.86% dan 50%. Analisis terdiri dari nilai susut bobot selama penyimpanan, kadar air, uji sensoris warna dan tekstur serta pengujian antimicrobial edible coating (peran edible coating dalam menghambat pertumbuhan mikroba dengan menggunkan bakteri Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukkan nilai susut bobot terendah pada konsentrasi kitosan 6% dengan ekstrak jeruk nipis 42.86% dan 50% (K6J42.86 dan K6J50). Kadar air tertinggi didapatkan pada konsentrasi kitosan 6% dengan ekstrak jeruk nipis  42,86% (K6J42.86)yaitu kadar air 86,75%. Sedangkan pengujian sensoris warna dan tekstur oleh panelis dengan skala 1-5, dimana skala rendah yang menunjukkan warna masih cerah dan tekstur masih keras yaitu  konsentrasi kitosan 6% dan ekstrak jeruk nipis 42,86%. Sedangkan pembentukan zona bening terbesar yaitu pada konsentrasi kitosan 6% dan ekstrak jeruk nipis 50% (K6J50) dengan zona bening 6.75 mm.
POTENSI EKSTRAK UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) DALAM MENCEGAH ULCERATIVE COLITIS PADA MENCIT YANG DIINDUKSI DSS (DEXTRAN SULFATE SODIUM) Wijayanti, Sudarma Dita; Hasyati, Noor
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v2i1.2288

Abstract

Pemakaian obat tradisional (herbal) semakin berkembang pesat akhir-akhir ini. Salah satu jenis tanaman obat yang berkhasiat bagi kesehatan namun masih minim penggunaannya untuk pengobatan di masyarakat adalah bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.). Senyawa bioaktif pada umbi bawang dayak berupa fenol, flavonoid, dan turunannya memiliki efek preventif terhadap berbagai macam penyakit, salah satunya yakni Ulcerative Colitis. Untuk mengetahui kemampuan umbi bawang dayak dalam mencegah Ulcerative Colitis maka perlu dilakukan ekstraksi selanjutnya diujikan pada hewan coba. Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui jenis dan perbandingan pelarut yang tepat serta mengetahui pengaruh ekstrak umbi bawang dayak dalam upaya pencegahan ulcerative colitis.            Metode penelitian tahapan ekstraksi menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor pertama adalah jenis pelarut yang terdiri atas 3 level, yaitu aquades, etanol 96%, dan heksana. Faktor kedua yaitu perbandingan bahan:pelarut yang terdiri dari 3 level, yaitu 1:3; 1:5; dan 1:7 (b/v). Pada uji in vivo terdiri dari tiga kelompok yakni kontrol positif, kontrol negatif, pemberian ekstrak dosis 750mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik ekstraksi yakni menggunakan pelarut heksana dengan rasio bahan dan pelarut 1:5. Berdasarkan hasil uji, ekstrak Bawang Dayak mampu menurunkan SOD dan MDA secara signifikan (P 0,05) namun belum mampu memberikan efek yang signifikan pada makroskopis dan skor mikroskopis kolon mencit.
Pengaruh Penggunaan Karagenan Terhadap Sifat Fisikokimia Otak-otak Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) SAPUTRO, DWIYANTO; Agustini, Tri Winarni; Rianingsih, Laras
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v2i1.2262

Abstract

Otak-otak ikan merupakan salah satu produk diversifikasi hasil perikanan yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Beberapa metode yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk otak-otak ikan , salah satunya adalah dengan penambahan karagenan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi karagenan terhadap sifat fisikokimia otak-otak ikan lele dumbo. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang terdiri dari 4 perlakuan konsentrasi berbeda penambahan  karagenan  yaitu 0%, 0,5%, 1%, dan 1,5%) dengan 3 kali pengulangan. Data nilai sensori dianalisis dengan Kruskal-Wallis test dilanjutkan dengan uji Mann –Whitney untuk data non parametrik, sedangkan  kekuatan gel, kadar air, kadar lemak, kadar abu dan kadar protein dianalisis menggunakan sidik ragam. Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan, data diuji dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan karagenan  berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kekuatan gel, kadar air, kadar protein dan kadar abu. Otak-otak ikan lele dumbo dengan penambahan konsentrasi 1% merupakan produk yang terbaik dengan kriteria mutu: kekuatan gel 8155 g.cm; kadar air 54,38%; kadar protein 14,33%; kadar abu 2,12%; dan kadar lemak 3,59%. Nilai proksimat ikan tersebut memenuhi persyaratan mutu SNI. Kata Kunci: karagenan, kekuatan gel, Otak-otak Ikan
The Effect of Variation Composition of Wheat (Triticum asetivum L.) Grist to Moisture Content and Ash Content of Wheat Flour Laeliocattleya, Rosalina Ariesta; Wijaya, Jessica
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v2i1.2284

Abstract

The aim of this study is to determine how the influence of wheat grist composition variation on  Australian variety (A) and Russian variety (B) on misture content and ash content of wheat flour. Determination of moisture content and ash content based on Near Infrared Spectroscopy principle. Moisture content of wheat flour on a grist composition 40% A: 60% B was 14.53%, and moisture content of 60% A: 40% B was 14.08%. Variation of wheat grist composition showed a significant different effect (P 0,05) to moisture content of wheat flour. The ash content of flour in grist composition 40% A: 60% B was 0,68%, while grist 60% A: 40% B was 0,66%. Variation of wheat grist composition showed a significant different effect (P 0,05) to the ash content of wheat flour. This is related to the conditions of wheat cultivation and the characteristics of milling wheat.

Page 1 of 1 | Total Record : 9